Sunday, September 11, 2016

Yudas 1:6 dan Kitab Henokh

Yudas 1:6 dan Kitab Henokh

(Yudas 1:6 [LAI TB] Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar)

Bisakah kekeristenan ditafsir tanpa mengetahui Yudaisme dengan baik? Tanpa mengetahui kitab-kitab Yahudi dengan baik? Jawabannya adalah tidak bisa. Karena Kekeristenan itu agama yang lahir dari Yudaisme. Semua konsep-konsep dalam Kekeristenan seperti bahasa lidah, perjamuan kudus, baptisan, malaikat, dll merupakan konsep-konsep yang berasal dari Yudaisme.

Contohnya adalah kisah di atas dimana Yudas (saudara Tuhan Yesus) mengutip kisah mengenai malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka dimana mereka dibelenggu oleh Tuhan di dalam kegelapan abadi sampai pada hari penghakiman, hari yang luar biasa itu.

Cerita manakah yang sedang dikutip oleh Yudas ini? Ini tidak lain adalah cerita dari orang-orang Yahudi sendiri. Cerita ini diambil dari kitab Henokh.

(1 Henokh 10:4 [TERJEMAHAN BEBAS] Dan Dia (Tuhan) berkata kepada Raphael, "Ikatlah kaki dan tangan Azazel dan lemparkanlah dia ke dalam kegelapan dan bukalah padang gurun yang ada di Dadouel dan lemparkan dia ke dalam
10:5 Dan tempatkanlah di atasnya batu-batu yang kasar dan bergerigi dan tutupilah dia dengan kegelapan dan biarkanlah dia tinggal di sana sampai selama-lamanya dan tutupilah wajahnya sehingga dia tidak bisa melihat cahaya
10:6 Dan pada hari penghakiman yang besar, dia akan dilemparkan ke api yang menyala-nyala
10:7 Dan bumi akan dipulihkan kembali yang mana para malaikat telah merusakkannya dan engkau akan menyatakan pemulihan dari bumi sehingga anak-anak manusia tidak musnah di dalam keseluruhan misteri yang mana "para penjaga (The Watchers)" telah mengajarkan kepada anak-anak mereka
10:8 Dan seluruh bumi telah menjadi rusak, setelah dirusakkan karena ajaran-ajaran Azazel dan semua dosa tertulis melawan dia
10:9 Dan Tuhan berkata kepada Gabriel, "Pergilah kepada anak-anak haram yang merupakan hasil dari hubungan seks yang tak bermoral itu dan hancurkanlah anak-anak dari "para penjaga" itu yang ada di antara manusia dan kirimkanlah mereka ke dalam peperangan yang menghancurkan. Karena usia dari zaman bukanlah milik mereka
10:11 Dan kepada Mikhael, Dia berkata, "Pergilah dan tampakkanlah dirimu kepada Semiazah dan kepada mereka yang bersama-sama dengan dia yang telah bersetubuh dengan wanita dan mencemarkan diri mereka di dalam kenajisan dengan mereka
10:12 Ikatlah mereka selama 70 generasi di dalam lembah di bumi sampai hari penghakiman, sampai penghakiman dari zaman yang kekal genap)
Yunani: καὶ τῷ Ῥαφαὴλ εἶπεν• Δῆσον τὸν Ἀζαὴλ ποσὶν καὶ χερσίν, καὶ βάλε αὐτὸν εἰς τὸ σκότος, καὶ ἄνοιξον τὴν ἔρημον τὴν οὖσαν ἐν τῷ Δαδουὴλ κἀκεῖ βάλε αὐτόν,
καὶ ὑπόθες αὐτῷ λίθους τραχεῖς καὶ ὀξεῖς καὶ ἐπικάλυψον αὐτῷ τὸ σκότος. καὶ οἰκησάτω ἐκεῖ εἰς τοὺς αἰῶνας, καὶ τὴν ὄψιν αὐτοῦ πώμασον καὶ φῶς μὴ θεωρείτω•
καὶ ἐν τῇ ἡμέρᾳ τῆς μεγάλης τῆς κρίσεως ἀπαχθήσεται εἰς τὸν ἐνπυρισμόν
καὶ ἰαθήσεται ἡ γῆ, ἣν ἠφάνισαν οἱ ἄγγελοι, καὶ τὴν ἴασιν τῆς γῆς δήλωσον, ἵνα ἰάσωνται τὴν πληγήν, ἵνα μὴ ἀπόλωνται πάντες οἱ υἱοὶ τῶν ἀνθρώπων ἐν τῷ μυστηρίῳ ὅλῳ ᾧ ἐπέταξαν οἱ ἐγρήγοροι καὶ ἐδίδαξαν τοὺς υἱοὺς αὐτῶν,
καὶ ἠρημώθη πᾶσα ἡ γῆ ἀφανισθεῖσα ἐν τοῖς ἔργοις τῆς διδασκαλίας Ἀζαήλ• καὶ ἐπ᾽ αὐτῷ γράψον τὰς ἁμαρτίας πάσας
καὶ τῷ Γαβριὴλ εἶπεν ὁ κύριος• Πορεύου ἐπὶ τοὺς μαζηρέους, ἐπὶ τοὺς κιβδήλους καὶ τοὺς υἱοὺς τῆς πορνείας, καὶ ἀπόλεσον τοὺς υἱοὺς τῶν ἐγρηγόρων ἀπὸ τῶν ἀνθρώπων• πέμψον αὐτοὺς ἐν πολέμῳ ἀπωλείας. μακρότης γὰρ ἡμερῶν οὐκ ἔστιν αὐτῶν.
καὶ εἶπεν Μιχαήλ• Πορεύου καὶ δήλωσον Σεμιαζᾷ καὶ τοῖς λοιποῖς τοῖς σὺν αὐτῷ ταῖς γυναιξὶν μιγεῖσιν, μιανθῆναι ἐν αὐταῖς ἐν ἀκαθαρσίᾳ αὐτῶν•
καὶ ὅταν κατασφαγῶσιν οἱ υἱοὶ αὐτῶν καὶ ἴδωσιν τὴν ἀπώλειαν τῶν ἀγαπητῶν, καὶ δῆσον αὐτοὺς ἑβδομήκοντα γενεὰς εἰς τὰς νάπας τῆς γῆς μέχρι ἡμέρας κρίσεως αὐτῶν καὶ συντελεσμοῦ, ἕως τελεσθῇ τὸ κρίμα τοῦ αἰῶνος τῶν αἰώνων.


Inilah cerita sesungguhnya dari kitab Henokh yang dikutip oleh Yudas. Awal kejatuhan malaikat ini bermula ketika para malaikat Tuhan Semiaza, Arathak, Kimbra, Sammane, Daneiel, Arearos, Semiel, Iomeiel, Chochariel, Ezekiel, Batriel, Sathiel, Atriel, Tamiel, Barakiel, Ananthna, Thoniel, Ramiel, Aseal, Rakeiel, dan Touriel mulai melihat anak-anak manusia yang ada di bumi dan mereka merasa tertarik kepada mereka.

Semiazah yang merupakan pemimpin dari para malaikat ini mengadakan persepakatan agar mereka mengambil istri-istri dari para anak-anak manusia itu dan mencemarkan mereka. Para malaikat ini mengajarkan manusia banyak hal dari ramalan bintang, tenung, sihir, dan berbagai macam hal lainnya.

Azazel sendiri salah satu malaikat Tuhan yang tidak termasuk ke dalam golongan tersebut juga ikut-ikutan datang ke bumi dan mengajarkan manusia untuk berperang dan membuat benda-benda tajam seperti pedang, perisai, dan berbagai macam hal lainnya.

Malaikat-malaikat inilah yang merupakan golongan-golongan malaikat-malaikat jatuh. Cerita ini sesuai dengan yang terdapat di dalam kitab Kejadian

(Kejadian 6:1 [LAI TB] Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
6:2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
6:3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."
6:4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.
6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,)


Tepat, ketika malaikat-malaikat itu telah menghampiri anak-anak manusia, maka lahirlah raksasa-raksasa kejam di bumi yang menurut kitab Henokh, raksasa-raksasa ini membunuhi manusia-manusia di bumi. Karena itulah teriakan dari manusia-manusia yang mati itu sampai kepada Tuhan dan generasi manusia pun menjadi tercemar.

Lalu, Tuhan yang murka akibat ulah dari para malaikat ini segera menjatuhkan hukuman atas mereka semua. Tuhan mengutus Raphael untuk mengikat Azazel dan melemparkannya ke tempat yang sangat gelap sekali. Tuhan mengutus Gabriel untuk membunuh anak-anak haram tersebut, yaitu raksasa-raksasa tersebut. Tuhan juga mengutus Mikhael untuk mengikat dna menghukum Semiazah dan komplotan-komplotannya dan mengikat mereka sampai hari penghakiman tiba.

Jadi inilah kira-kira ringkasan dari cerita kitab Henokh.

Cerita inilah yang diambil oleh Yudas dan dituliskan di dalam kitabnya. Well, cerita yang seru dan menarik kan? Jadi, apakah kekeristenan bisa ditafsir tanpa Yudaisme? Jelas tidak bisa.

Jadi apakah cerita di dalam kitab Henokh ini benar? Well, orang-orang Injili atau konservatif pasti akan segera bereaksi dan berkata bahwa tidak benar cerita kitab Henokh ini karena tidak berasal dari kitab yang dikanonkan. Namun masalahnya, Yudas, saudara Tuhan Yesus yang menulis surat Yudas ini, tampaknya mengimani bahwa cerita di dalam kitab Henokh ini adalah benar. So, what do you think about book of Enoch?

Sedikit tambahan lagi, gereja-gereja Orthodoks Timur banyak yang memasukkan kitab Henokh ini sebagai bagian kanon mereka. Gereja Katolik yang tidak memasukkan dan juga para Protestan. Jadi, kitab Henokh tidak bisa sepenuhnya dikatakan sebagai kitab yang ditolak. Buktinya gereka Orthodoks mengakui keotoritasan kitab ini Kitab Henokh, kitab yang menarik. Tertarik untuk membaca kitab Henokh?

Salam Kasih. Tuhan Yesus memberkati

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...