Tuesday, September 19, 2017

Menurut Muhammad, Samson Adalah Seorang Nabi ?

Menurut Muhammad, Samson Adalah Seorang Nabi (?)
Dari Abi Zar r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika ditanya tentang jumlah para nabi, “Jumlah para nabi itu adalah seratus dua puluh empat ribu (124.000) nabi.”
“Lalu berapa jumlah Rasul di antara mereka?” Beliau menjawab, “Tiga ratus dua belas (312).”
(Hadits riwayat At-Turmuzy)
Samson atau Simson, merupakan seorang nabi di dalam ajaran islam yang dikenal dengan nama Nabi Sam’un Ghozi AS. Kisah nabi ini, terdapat di dalam kitab-kitab, seperti kitab Muqasyafatul Qulub dan kitab Qishashul Anbiyaa.
Nabi Sam’un Ghozi AS memiliki kemukjizatan, yaitu dapat melunakkan besi, dan dapat merobohkan istana. Cerita Nabi Sam’un Ghozi AS adalah kisah bani Israil yang diceritakan turun-temurun di jazirah Arab. Cerita ini melegenda jauh sebelum Rasulullah lahir.
Dari kitab Muqasyafatul Qulub karangan al Ghazali, diceritakan bahwa Rasulullah berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan. Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam’un Ghozi AS, beliau adalah Nabi dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi.
Dikisahkan Nabi Sam’un Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang Ketuhanan Allah SWT. Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Sam’un dipergunakan untuk menentang penguasa kaum kafirin saat itu, yakni raja Israil.
Akhirnya sang raja Israil mencari jalan untuk menundukkan Nabi Sam’un. Berbagai upaya pun dilakukan olehnya, sehingga akhirnya atas nasehat para penasehatnya diumumkanlah, barang siapa yang dapat menangkap Sam’un Ghozi, akan mendapat hadiah emas dan permata yang berlimpah.
Singkat cerita Nabi Sam’un Ghozi AS terpedaya oleh isterinya. Karena sayangnya dan cintanya kepada isterinya, nabi Sam’un berkata kepada isterinya, “Jika kau ingin mendapatkanku dalam keadaan tak berdaya, maka ikatlah aku dengan potongan rambutku.”
Akhirnya Nabi Sam’um Ghozi AS diikat oleh istrinya saat ia tertidur, lalu dia dibawa ke hadapan sang raja. Beliau disiksa dengan dibutakan kedua matanya dan diikat serta dipertontonkan di istana raja.
Karena diperlakukan yang sedemikian hebatnya, Nabi Sam’un Ghozi AS berdoa kepada Allah SWT. Beliau berdoa dengan dimulai dengan bertaubat, kemudian memohon pertolongan atas kebesaran Allah.
Do’a Nabi Sam’un dikabulkan, dan istana raja bersama seluruh masyarakatnya hancur beserta isteri dan para kerabat yang mengkhianatinya. Kemudian nabi bersumpah kepada Allah SWT, akan menebus semua dosa-dosanya dengan berjuang menumpas semua kebathilan dan kekufuran yang lamanya 1000 bulan tanpa henti.
Ketika Rasulullah selesai menceritakan cerita Nabi Sam’un Ghozi AS yang berjuang fisabilillah selama 1000 bulan, salah satu sahabat nabi berkata : “Ya Rasulullah, kami ingin juga beribadah seperti nabiyullah Sam’un Ghozi AS. Kemudian Rasulullah SAW, diam sejenak.
Kemudian Malaikat Jibril AS datang dan mewahyukan kepada beliau, bahwa pada bulan Ramadhan ada sebuah malam, yang mana malam itu lebih baik daripada 1000 bulan.
Pada kitab Qishashul Anbiyaa, dikisahkan, bahwa Rasullah Muhammad SAW tesenyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya, “Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?”
Rasullah menjawab, “Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika dimana seluruh manusia dikumpulkan di mahsyar. Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke dalam surga. Ada salah seorang nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Sam’un.”
Demikian kisah Nabi Sam’un Ghozi AS atau yang lebih dikenal dengan Samson atau Simson. Semoga dari kisah ini, dapat kita petik sebuah pelajaran di dalamnya.
Sumber Islam: Fakta dan Misteri Dunia

PERTANYAAN AWAM KEPADA Al-GHAZALI & KYAI PENULIS:
  1. Darimana Muhammad bisa tahu jumlah seluruh nabi (124.000) dan rasul (312) dunia bilamana bukan berasal dari wahyu yang disaksikan (Quran)? Padahal Quran samasekali tidak berbicara tentang jumlah-jumlah nabi/rasul, bahkan tidak juga mewahyukan kisah Samson ini. Lihat angka 312 rasul. Itu bukan angka pembulatan, melainkan angka eksakta, riil , yang dimaksudkan Muhammad sebagai jumlah rasul historis yang Allah utus! Apalagi ditambahkan Muhammad bahwa setiap negeri ada terutus nabi-nabi Allah : “Setiap Nabi diutus hanya kepada bangsanya sendiri tetapi aku telah diutus kepada seluruh bangsa” (Hadis Shahih Bukhari 7, nomor 331).
Jadi mohon Muhammad dan pengikutnya kini dapat menyebutkan SATU saja nabi diluar Israel dan Arab. Indonesia? Tiongkok? India?
  1. Dikatakan bahwa cerita ini telah melegenda jauh sebelum Rasulullah lahir. Jadi bukankah ini adalah kisah dari mulut kemulut – sejak ribuan tahun sebelumnya– yang tidak mungkin akurat sampai kepada Muhammad, sehingga sangat berbahaya bilamana itu diadopsi dan dikisah ulang oleh Muhammad, mengingat bahwa Muhammad itu dipercaya tak pernah salah berucap, benar 100%, karena sebagai nabi Allah, beliau maksum (dihindarkan Allah) dari berkata salah!?
  1. Tetapi nyatanya, logika kisah sudah ambul radul dan saling kontradiksi. Lihatlah, disatu segi dikisahkan bahwa “istana raja bersama seluruh masyarakatnya hancur beserta isteri dan para kerabat yang mengkhianatinya”. Walau seluruh masyarakat kufur sudah dimusnahkan, namun Samson masih minta melanjutkan perjuangan “menumpas semua kebathilan dan kekufuran yang lamanya 1000 bulan tanpa henti (berjuang fisabilillah selama 1000 bulan)”.
Bagaimana sesuatu yang sudah dimusnahkan total bisa perlu dikenakan lagi jihad fisabilillah 1000 bulan kedepannya? Ya, itulah cara dan usaha ulama2 Islam untuk mencocok-cocokkan apa yang bukan cocoknya dengan membawa-bawa JIBRIL, “Kemudian Malaikat Jibril AS datang dan mewahyukan kepada beliau, bahwa pada bulan Ramadhan ada sebuah malam, yang mana malam itu lebih baik daripada 1000 bulan” (seperti yang tertulis di Surat Al Qadar) ???
  1. Apakah kisah ini betul berasal dari mulut Muhammad diabad ke-7, ataukah justru bermula dari penulis kitab Muqasyafatul Qulub (karangan al Ghazali)Bilamana Sirat dan Hadist Nabi (yang ditulis 200-an tahun setelah Muhammad wafat) tidak berkata apapun tentang Samson, tidakkah itu berarti bahwa kisah ini hanya ditulis sebagai dongeng tambahan tanpa pernah diketahui Muhammad – yaitu dengan sedikit menyontek sumber aslinya dari Alkitab yang memang tidak mungkin diverifikasi oleh Muhammad?
  1. Dikatakan lagi bahwa Samson adalah “Nabi dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi”. Nabi Israel? Tanah Romawi? Tapi tidak ada tercatat dikitab Israel manapun bahwa Samson itu seorang nabi Israel. Ia hanyalah seorang Nazir yang sejak lahir dipersembahkan orang tuanya kepada Tuhan, yang Tuhan pakai untuk membebaskan Israel dari penindasan Filistin.
 Juga di zamannya, Israel bukanlah jajahan Romawi. Sungguh konyol ulama-ulama Islam menempatkan Samson (yang lahir ditahun 1090 SM itu) dalam tanah jajahan Romawi. Bukankah kerajaan Romawi justru baru didirikan diabad ke-8 SM (menurut tradisi Roma dan sistim penanggalan Roma dimulai tahun 753 SM).
  1. Dan yang paling menyesatkan adalah pernyataan atas nama Muhammad (yang mengatas-namakan Allah swt) bahwa: “Ada salah seorang nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Sam’un.” KENAPA? Simple saja, sebab jikalau dia diutus sebagai nabi Allah dan tidak mendapatkan seorang pengikutpun, maka KENABIANNYA GAGAL TOTAL. Semua Nabi diutus Tuhan demi untuk berinteraksi dengan umat manusia demi penyelamatan. Nabi sesuai dengan fungsinya selalu akan mempunyai pengikut yang disebut UMAT Tuhan. Apalagi Allah swt memperpanjang masa kenabian Samson selama 1000 bulan kedepannya dalam keadaan buta-mata! Dalam keadaan buta, tentu Sam’un Ghozi AS (Samson Islam) tidak sendirian. Dia harus dituntun seseorang dalam kebutaannya, dan paling sedikitnya, si penuntun Samson Islam itulah adalah pengikutnya!
[Sebaliknya Samson Alkitab bukan nabi. Ia nazir, dan bisa saja berjuang SOLE sendirian walau Tuhan tetap memakainya untuk maksudNya].
Tampak karya Allah swt yang seharusnya Agung itu telah dimubaziri dengan kekerdilan yang manusia dongengkan sesukanya!
  1. Samson masih diizinkan hidup 1000 bulan sesudah memusnahkan seluruh komunitas musuh Allah?! DUSTA BESAR! Lihat gambar diatas, dimana Samson dalam keadaan buta-mata dituntun untuk mencapai 2 pilar penyanggah istana. Dan disitulah dia berdoa agar Tuhan memberikan kekuatan mukjizat terakhir baginya demi bisa meruntuhkan pilar istana itu dan memusnahkan 3000-an raja-raja dan orang2 Filistin yang ada diatas balkon istana. Dan disinilah Samson mati sebagai martir Tuhan yang telah mendengar doanya.
“Panggillah Simson untuk melawak bagi kita.” Simson dipanggil dari penjara, lalu ia
melawak di depan mereka, kemudian mereka menyuruh dia berdiri di antara tiang-tiang.
Berkatalah Simson kepada anak yang menuntun dia: “Lepaskan aku dan biarkanlah aku
meraba-raba tiang-tiang penyangga rumah ini, supaya aku dapat bersandar padanya.”
Adapun gedung itu penuh dengan laki-laki dan perempuan; segala raja kota orang Filistin
ada di sana, dan di atas sotoh ada kira-kira tiga ribu orang laki-laki dan perempuan, yang menonton lawak Simson itu.
 Berserulah Simson kepada YAHWEH, katanya: “Ya Tuhan YAHWEH, ingatlah kiranya
kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Elohim, supaya dengan satu pembalr: asan
juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin.”
Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain
dengan tangan kirinya.
 Berkatalah Simson: “Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini.”
Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota
itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu
matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya”
(Hakim 16:25-30).
 
  1. AKHIR KATA: Samson mati secara martir, bukan sebagai pejihad buta yang luntang lantung entah bagaimana jihadnya diatur oleh Allah swt (atau manusia?) demi untuk berjuang sendirian 1000 bulan kedepan tanpa pengikut!

Benarkah Muhammad itu Ummi (Buta Huruf)? – Menurut Hadis Tidak Demikian!


Benarkah Muhammad itu Ummi (Buta Huruf)? – Menurut Hadis Tidak Demikian!

Posted on Posted in BlogNabi-nabi
Muslim seantero jagat raya percaya bahwa Nabi mereka Muhammad saw adalah seorang yang ummi atau buta huruf; tidak bisa membaca maupun menulis. Inilah salah satu alasan mengapa mereka mengklaim bahwa Qur’an itu sempurna karena langsung diwahyukan oleh Allah melalui perantaraan malaikat Jibril – bebas dari pengaruh manusia – sebab disampaikan oleh orang yang tidak bisa membaca ataupun menulis.
Apakah ini klaim yang valid?
Jika kita meneliti beberapa hadis yang sahih, ternyata ini adalah sebuah klaim yang penuh dengan kebohongan.
Perhatikan beberapa hadis dibawah ini, yang banyak mencatat mengenai tulisan Muhammad:
Diriwayatkan Anas bin Malik: Suatu ketika Nabi menulis sebuah surat atau mempunyai gagasan untuk menulis surat. Nabi diberitahu bahwa mereka (para penguasa) tidak akan membaca surat kecuali bermeterai. Lalu Nabi mengambil cincin perak yang berukir “Muhammad Rasul Allah”. Sepertinya saya melihat kilauan putih di tangan Nabi … (Sahih al Bukhari, Vol.1, Buku 3, no.65)
Diriwayatkan Ursa: Nabi menulis (kontrak nikah) dengan Aishaketika Aisha masih berumur 6 tahun dan mengkonsumasi pernikahannya dengan Aisha ketika Aisha berumur 9 tahun dan Aisha tinggal bersamanya selama 9 tahun (yaitu hingga kematiannya) (Sahih al Bukhari, Vol.7, Buku 62, no.88).
Diriwayatkan Ubaidullah bin Abdullah: Ibn Abbas mengatakan, “Ketika penyakit Nabi semakin parah, ia berkata, Bawakan aku kertas (untuk menulis) dan aku akan menulis bagimu sebuah pernyataan agar setelah itu kamu tidak akan tersesat. Tetapi Umar berkata, Nabi sakit parah dan kitab Allah ada pada kami, dan itu cukup bagi kami. Tetapi para sahabat Nabi berbeda pendapat mengenai hal ini, dan ada banyak jeritan dan tangisan. Oleh karena itu Nabi berkata pada mereka, Pergi (tinggalkan aku sendiri). Tidaklah benar kamu bertengkar di hadapanku”. Ibn Abbas keluar.dan berkata, Sangatlah malang (bencana besar) karena Nabi dicegah untuk menulis pernyataan bagi mereka karena ketidaksepakatan dan keributan mereka”. (Sahih al Bukhari, Vol.1, Biku 3, no.114)
Muhammad sebelum menikah dengan Khadijah, beberapa kali memimpin perjalanan kafilah dagang milik Khadijah hingga ke negeri Syam (Suriah). Mungkinkah seorang pemimpin kafilah dagang tidak bisa membaca dan menulis? Tentu saja tidak! Jadi kita dapat menyimpulkan bahwa Muhammad bukan seorang yang tidak bisa membaca dan menulis (ummi), dan Quran sama sekali tidak bebas dari campur tangan manusia.

Wednesday, September 6, 2017

dosa mamad yang tercatat di qoran n hadis. ha...7x


Muhammad bin Abdullāh (lahir di Mekkah20 April 570 – meninggal di Madinah8 Juni 632 pada umur 62 tahun) adalah seorang nabi dan rasul yang terakhir bagi umat Muslim. Muhammad menciptakan ajaran dan ilmu pengetahuanberupa agama Islam.
Michael H. Hart dalam bukunya The 100 menilai Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Menurut Hart, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal spiritual maupun kemasyarakatan. Hart mencatat bahwa Muhammad mampu mengelola bangsa yang awalnya egoistis, barbar, terbelakang, dan terpecah-belah oleh sentimen kesukuan menjadi bangsa yang maju dalam bidang ekonomi, kebudayaan, dan kemiliteran bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi yang saat itu merupakan kekuatan militer terdepan di dunia.[12]

DAFTAR ISI

   [sembunyikan
  • 1 Etimologi
  • 2 Genealogi
  • 3 Riwayat
    • 3.1 Kelahiran
    • 3.2 Perkenalan dengan Khadijah
    • 3.3 Memperoleh gelar
    • 3.4 Kerasulan
    • 3.5 Mendapatkan pengikut
    • 3.6 Penyebaran Islam
    • 3.7 Hijrah ke Madinah
    • 3.8 Pembebasan Mekkah
    • 3.9 Wafat
  • 4 Mukjizat
  • 5 Ciri fisik Muhammad
  • 6 Pernikahan
  • 7 Perbedaan dengan nabi dan rasul terdahulu
  • 8 Referensi
  • 9 Pranala luar

ETIMOLOGI

"Muhammad" (Arabمحمد بن عبد الله; Transliterasi: Muḥammad;[13] diucapkan [mʊħɑmmæd] ( simak))[14][15][16] secara bahasa berasal dari akar kata semitik 'H-M-D' yang dalam bahasa Arab berarti "dia yang terpuji". Selain itu di dalam salah satu ayat Al-Qur'an,[17] Muhammad dipanggil dengan nama "Ahmad" (أحمد), yang dalam bahasa Arab juga berarti "terpuji".
Sebelum masa kenabian, Muhammad mendapatkan dua gelar dari suku Quraisy (suku terbesar di Mekkah yang juga suku dari Muhammad) yaitu Al-Amiin yang artinya "orang yang dapat dipercaya" dan As-Saadiq yang artinya "yang benar". Setelah masa kenabian para sahabatnya memanggilnya dengan gelar Rasul Allāh (رسول الله), kemudian menambahkan kalimat Shalallaahu 'Alayhi Wasallam (صلى الله عليه و سلم, yang berarti "semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya"; sering disingkat "S.A.W" atau "SAW") setelah namanya.
Muhammad juga mendapatkan julukan Abu al-Qasim[2] yang berarti "bapak Qasim", karena Muhammad pernah memiliki anak lelaki yang bernama Qasim, tetapi ia meninggal dunia sebelum mencapai usia dewasa.

GENEALOGI

Silsilah Muhammad dari kedua orang tuanya kembali ke Kilab bin Murrah bin Ka'b bin Lu'ay bin Ghalib bin Fihr (Quraish) bin Malik bin an-Nadr (Qais) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (Amir) bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma`ad bin Adnan.[18] Adnan merupakan keturunan laki-laki ke tujuh dari Ismail bin Ibrahim, yaitu keturunan Sam bin Nuh.
Lebih lengkap silsilahnya dari Muhammad hingga Adam adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib bin Hasyimbin Abdul Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr (Quraisy) bin Malik bin Nadhr bin Kinanah bin Khuzayma bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan bin Udad bin al-Muqawwam bin Nahur bin Tayrah bin Ya'rub bin Yasyjub bin Nabit bin Ismail bin Ibrahim bin Tarih (Azar) bin Nahur bin Saru’ binRa’u bin Falikh bin Aybir bin Syalikh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh bin Lamikh bin Mutusyalikh bin Akhnukh binYarda bin Mahlil bin Qinan bin Yanish bin Syits bin Adam.
Nasab ini disebutkan oleh Muhammad bin Ishak bin Yasar al-Madani di salah satu riwayatnya. Nasab rasulullah sampai Adnan disepakati oleh para ulama, sedangkan setelah Adnan terjadi perbedaan pendapat. Maksud dari Quraisy adalah putra Fihr bin Malik atau an-Nadhr bin Kinanah.

RIWAYAT

KELAHIRAN

Para penulis sirah (biografi) Muhammad pada umumnya sepakat bahwa ia lahir pada Tahun Gajah, yaitu tahun 570 M, yang merupakan tahun gagalnya Abrahah menyerang Mekkah. Muhammad lahir di kota Mekkah, di bagian Selatan Jazirah Arab, suatu tempat yang ketika itu merupakan daerah paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni, maupun ilmu pengetahuan. Ayahnya,Abdullah[19], meninggal dalam perjalanan dagang di Madinah, yang ketika itu bernama Yastrib, ketika Muhammad masih dalam kandungan. Ia meninggalkan harta lima ekor unta, sekawanan biri-biri dan seorang budak perempuan bernama Ummu Aiman yang kemudian mengasuh nabi.
Pada saat Muhammad berusia enam tahun, ibunya Aminah binti Wahab mengajaknya ke Yatsrib(sekarang Madinah) untuk mengunjungi keluarganya serta mengunjungi makam ayahnya. Namun dalam perjalanan pulang, ibunya jatuh sakit. Setelah beberapa hari, Aminah meninggal dunia di Abwa' yang terletak tidak jauh dari Yatsrib, dan dikuburkan di sana.[18] Setelah ibunya meninggal, Muhammad dijaga oleh kakeknya, 'Abd al-Muththalib. Setelah kakeknya meninggal, ia dijaga oleh pamannya, Abu Thalib. Ketika inilah ia diminta menggembala kambing-kambingnya di sekitar Mekkahdan kerap menemani pamannya dalam urusan dagangnya ke negeri Syam (SuriahLebanon, danPalestina).

PERKENALAN DENGAN KHADIJAH

Ketika Muhammad mencapai usia remaja dan berkembang menjadi seorang yang dewasa, ia mulai mempelajari ilmu bela diri dan memanah, begitupula dengan ilmu untuk menambah keterampilannya dalam berdagang. Perdagangan menjadi hal yang umum dilakukan dan dianggap sebagai salah satu pendapatan yang stabil. Muhammad sering menemani pamannya berdagang ke arah Utara dan kabar tentang kejujuran dan sifatnya yang dapat dipercaya menyebar luas dengan cepat, membuatnya banyak dipercaya sebagai agen penjual perantara barang dagangan penduduk Mekkah.
Salah seseorang yang mendengar tentang kabar adanya anak muda yang bersifat jujur dan dapat dipercaya dalam berdagang dengan adalah seorang janda yang bernama Khadijah. Ia adalah seseorang yang memiliki status tinggi di kalangan suku Arab. Sebagai seorang pedagang, ia juga sering mengirim barang dagangan ke berbagai pelosok daerah di tanah Arab. Reputasi Muhammad membuat Khadijah memercayakannya untuk mengatur barang dagangan Khadijah, Muhammad dijanjikan olehnya akan dibayar dua kali lipat dan Khadijah sangat terkesan ketika sekembalinya Muhammad membawakan hasil berdagang yang lebih dari biasanya.
Seiring waktu akhirnya Muhammad pun jatuh cinta kepada Khadijah, mereka menikah pada saat Muhammad berusia 25 tahun. Saat itu Khadijah telah berusia mendekati umur 40 tahun, namun ia masih memiliki kecantikan yang dapat menawan Muhammad. Perbedaan umur yang jauh dan status janda yang dimiliki oleh Khadijah tidak menjadi halangan bagi mereka, walaupun pada saat itu suku Quraisy memiliki budaya yang lebih menekankan kepada perkawinan dengan seorang gadis ketimbang janda. Meskipun kekayaan mereka semakin bertambah, Muhammad tetap hidup sebagai orang yang sederhana, ia lebih memilih untuk menggunakan hartanya untuk hal-hal yang lebih penting.

MEMPEROLEH GELAR

Ketika Muhammad berumur 35 tahun, ia ikut bersama kaum Quraisy dalam perbaikan Kakbah. Pada saat pemimpin-pemimpin suku Quraisy berdebat tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad, Muhammad dapat menyelesaikan masalah tersebut dan memberikan penyelesaian adil. Saat itu ia dikenal di kalangan suku-suku Arab karena sifat-sifatnya yang terpuji. Kaumnya sangat mencintainya, hingga akhirnya ia memperoleh gelar Al-Amin yang artinya "orang yang dapat dipercaya".
Diriwayatkan pula bahwa Muhammad adalah orang yang percaya sepenuhnya dengan keesaan Tuhan. Ia hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat tamak, angkuh dan sombong yang lazim di kalangan bangsa Arab saat itu. Ia dikenal menyayangi orang-orang miskin, janda-janda tak mampu dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang sudah membudaya di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq yang berarti "yang benar".

KERASULAN

Eskatologi Islam
Portal Islam

Gua Hira tempat pertama kali Muhammad memperoleh wahyu.
Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat terbelakang yang senang dengan kekerasan dan pertempuran dan menjelang usianya yang ke-40, ia sering menyendiri ke Gua Hira' sebuah gua bukit sekitar 6 km sebelah timur kota Mekkah, yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur. Ia bisa berhari-hari bertafakur (merenung) dan mencari ketenangan dan sikapnya itu dianggap sangat bertentangan dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut yang senang bergerombol. Dari sini, ia sering berpikir dengan mendalam, dan memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan.
Muhammad pertama kali diangkat menjadi rasul pada malam hari tanggal 17 Ramadhan/ 6 Agustus 611 M, diriwayatkan Malaikat Jibril datang dan membacakan surah pertama dari Quran yang disampaikan kepada Muhammad, yaitu surah Al-Alaq. Muhammad diperintahkan untuk membaca ayatyang telah disampaikan kepadanya, namun ia mengelak dengan berkata ia tak bisa membaca. Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama. Jibril berkata:
"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya."
—Al-Alaq 96: 1-5
Muhammad berusia 40 tahun 6 bulan dan 8 hari ketika ayat pertama sekaligus pengangkatannya sebagai rasul disampaikan kepadanya menurut perhitungan tahun kamariah (penanggalan berdasarkan bulan), atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut perhitungan tahun syamsiah atau tahun masehi (penanggalan berdasarkan matahari). Setelah kejadian di Gua Hira tersebut, Muhammad kembali ke rumahnya, diriwayatkan ia merasakan suhu tubuhnya panas dan dingin secara bergantian akibat peristiwa yang baru saja dialaminya dan meminta istrinya agar memberinya selimut.
Diriwayatkan pula untuk lebih menenangkan hati suaminya, Khadijah mengajak Muhammad mendatangi saudara sepupunya yang juga seorang Nasrani yaituWaraqah bin Naufal. Waraqah banyak mengetahui nubuat tentang nabi terakhir dari kitab-kitab suci Kristen dan Yahudi. Mendengar cerita yang dialami Muhammad, Waraqah pun berkata, bahwa ia telah dipilih oleh Tuhan menjadi seorang nabi. Kemudian Waraqah menyebutkan bahwa An-Nâmûs al-Akbar (Malaikat Jibril) telah datang kepadanya, kaumnya akan mengatakan bahwa ia seorang penipu, mereka akan memusuhi dan melawannya.
Muhammad menerima ayat-ayat Quran secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun. Ayat-ayat tersebut diturunkan berdasarkan kejadian faktual yang sedang terjadi, sehingga hampir setiap ayat Quran turun disertai oleh Asbabun Nuzul (sebab/kejadian yang mendasari penurunan ayat). Ayat-ayat yang turun sejauh itu dikumpulkan sebagai kompilasi bernama Al Mushaf yang juga dinamakan Al- Qurʾān (bacaan).
Sebagian ayat Quran mempunyai tafsir atau pengertian yang izhar (jelas), terutama ayat-ayat mengenai hukum Islam, hukum perdagangan, hukum pernikahan dan landasan peraturan yang ditetapkan oleh Islam dalam aspek lain. Sedangkan sebagian ayat lain yang diturunkan pada Muhammad bersifat samar pengertiannya, dalam artian perlu ada interpretasi dan pengkajian lebih mendalam untuk memastikan makna yang terkandung di dalamnya, dalam hal ini kebanyakan Muhammad memberi contoh langsung penerapan ayat-ayat tersebut dalam interaksi sosial dan religiusnya sehari-hari, sehingga para pengikutnya mengikutinya sebagai contoh dan standar dalam berperilaku dan bertata krama dalam kehidupan bermasyarakat.

MENDAPATKAN PENGIKUT

Selama tiga tahun pertama sejak pengangkatannya sebagai rasul, Muhammad hanya menyebarkan Islam secara terbatas di kalanganteman-teman dekat dan kerabatnya, hal ini untuk mencegah timbulnya reaksi akut dan masif dari kalangan bangsa Arab saat itu yang sudah sangat terasimilasi budayanya dengan tindakan-tindakan amoral, yang dalam konteks ini bertentangan dengan apa yang akan dibawa dan ditawarkan oleh Muhammad. Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini ajaran Muhammad pada masa-masa awal adalah para anggota keluarganya serta golongan masyarakat awam yang dekat dengannya di kehidupan sehari-hari, antara lain KhadijahAliZaid bin Haritsah dan Bilal. Namun pada awal tahun 613, Muhammad mengumumkan secara terbuka agama Islam. Setelah sekian lama banyak tokoh-tokoh bangsa Arab seperti Abu BakarUtsman bin AffanZubair bin Al AwwamAbdul Rahman bin AufUbaidah bin HaritsAmr bin Nufail yang kemudian masuk ke agama yang dibawa Muhammad. Kesemua pemeluk Islam pertama itu disebut dengan As-Sabiqun al-Awwalun atau Yang pertama-tama.

PENYEBARAN ISLAM

Sekitar tahun 613 M, tiga tahun setelah Islam disebarkan secara diam-diam, Muhammad mulai melakukan penyebaran Islam secara terbuka kepada masyarakat Mekkah, respon yang ia terima sangat keras dan masif, ini disebabkan karena ajaran Islam yang dibawa olehnya bertentangan dengan apa yang sudah menjadi budaya dan pola pikir masyarakat Mekkah saat itu. Pemimpin Mekkah Abu Jahal menyatakan bahwa Muhammad adalah orang gila yang akan merusak tatanan hidup orang Mekkah, akibat penolakan keras yang datang dari masyarakat jahiliyyah di Mekkah dan kekuasaan yang dimiliki oleh para pemimpin Quraisy yang menentangnya, Muhammad dan banyak pemeluk Islam awal disiksa, dianiaya, dihina, disingkirkan, dan dikucilkan dari pergaulan masyarakat Mekkah.
Walau mendapat perlakuan tersebut, ia tetap mendapatkan pengikut dalam jumlah besar, para pengikutnya ini kemudian menyebarkan ajarannya melalui perdagangan ke negeri SyamPersia, dan kawasan jazirah Arab. Setelah itu, banyak orang yang penasaran dan tertarik kemudian datang ke Mekkah dan Madinah untuk mendengar langsung dari Muhammad, penampilan dan kepribadiannya yang sudah terkenal baik memudahkannya untuk mendapat simpati dan dukungan dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini menjadi semakin mudah ketika Umar bin Khattab dan sejumlah besar tokoh petinggi suku Quraisy lainnya memutuskan untuk memeluk ajaran islam, meskipun banyak juga yang menjadi antipati mengingat saat itu sentimen kesukuan sangat besar di Mekkah dan Medinah. Tercatat pula Muhammad mendapatkan banyak pengikut dari negeri Farsi (sekarang Iran), salah satu yang tercatat adalah Salman al-Farisi, seorang ilmuwan asal Persia yang kemudian menjadi sahabat Muhammad.
Penyiksaan yang dialami hampir seluruh pemeluk Islam selama periode ini mendorong lahirnya gagasan untuk berhijrah (pindah) ke Habsyah (sekarang Ethiopia).Negus atau raja Habsyah, memperbolehkan orang-orang Islam berhijrah ke negaranya dan melindungi mereka dari tekanan penguasa di Mekkah. Muhammad sendiri, pada tahun 622 hijrah ke Yatsrib, kota yang berjarak sekitar 200 mil (320 km) di sebelah Utara Mekkah.
Kronologi Kehidupan Muhammad
Tanggal dan lokasi penting dalam hidup Muhammad
569Meninggalnya ayah, Abdullah
570Tanggal lahir, 20 AprilMekkah
570Tahun Gajah, gagalnya Abrahahmenyerang Mekkah
576Meninggalnya ibu, Aminah
578Meninggalnya kakek, Abdul Muthalib
583Melakukan perjalanan dagang ke Suriah
595Bertemu dan menikah dengan Khadijah
610Wahyu pertama turun dan menjadi nabi sekaligus rasul, kemudian mendapatkan sedikit pengikut: As-Sabiqun al-Awwalun
613Menyebarkan Islam kepada umum:Makkah
614Mendapatkan banyak pengikut:
615Hijrah pertama ke Habsyah
616Awal dari pemboikotan Quraish terhadap Bani Hasyim
619Akhir dari pemboikotan Quraish terhadap Bani Hasyim
619Tahun kesedihan: Khadijah dan Abu Thalib meninggal
620Dihibur oleh Allah melalui Malaikat Jibrildengan cara Isra' dan Mi'raj sekaligus menerima perintah salat 5 waktu
621Bai'at 'Aqabah pertama
622Bai'at 'Aqabah kedua
622Hijrah ke Madinah
624Pertempuran Badar
624Pengusiran Bani Qaynuqa
625Pertempuran Uhud
625Pengusiran Bani Nadir
625Pertempuran Zaturriqa`
626Penyerangan ke Dumat al-Jandal: Suriah
627Pertempuran Khandak
627Penghancuran Bani Quraizhah
628Perjanjian Hudaibiyyah
628Melakukan umrah ke Ka'bah
628Pertempuran Khaybar
629Melakukan ibadah haji
629Pertempuran Mu'tah
630Pembukaan Kota Makkah
630Pertempuran Hunain
630Pertempuran Autas
630Pendudukan Thaif
631Menguasai sebagian besar Jazirah Arab
632Pertempuran Tabuk
632Haji Wada'
632Meninggal (8 Juni): Madinah

Masyarakat Arab dari berbagai suku setiap tahunnya datang ke Mekkah untuk beziarah ke Bait Allah atauKa'bah, mereka menjalankan berbagai tradisi keagamaan dalam kunjungan tersebut. Muhammad melihat ini sebagai peluang untuk menyebarluaskan ajaran Islam. Di antara mereka yang tertarik dengan ajarannya ialah sekumpulan orang dari Yatsrib. Mereka menemui Muhammad dan beberapa orang yang telah terlebih dahulu memeluk Islam dari Mekkah di suatu tempat bernama Aqabah secara sembunyi-sembunyi. Setelah menganut Islam, mereka lalu bersumpah untuk melindungi para pemeluk Islam dan Muhammad dari kekejaman penduduk Mekkah.
Tahun berikutnya, sekumpulan masyarakat Islam dari Yatsrib datang lagi ke Mekkah, mereka menemui Muhammad di tempat mereka bertemu sebelumnya. Abbas bin Abdul Muthalib, yaitu pamannya yang saat itu belum menganut Islam, turut hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka mengundang orang-orang Islam Mekkah untuk berhijrah ke Yastrib dikarenakan situasi di Mekkah yang tidak kondusif bagi keamanan para pemeluk Islam. Muhammad akhirnya menerima ajakan tersebut dan memutuskan berhijrah ke Yastrib pada tahun 622 M.

Masjid Nabawi, berlokasi diMadinah, Arab Saudi.
Mengetahui bahwa banyak pemeluk Islam berniat meninggalkan Mekkah, masyarakat jahiliyah Mekkah berusaha mengcegahnya, mereka beranggapan bahwa bila dibiarkan berhijrah ke Yastrib, Muhammad akan mendapat peluang untuk mengembangkan agama Islam ke daerah-daerah yang jauh lebih luas. Setelah selama kurang lebih dua bulan ia dan pemeluk Islam terlibat dalam peperangan dan serangkaian perjanjian, akhirnya masyarakat Muslim pindah dari Mekkah ke Yastrib, yang kemudian setelah kedatangan rombongan dari Makkah pada tahun 622 dikenal sebagai Madinah atau Madinatun Nabi (kota Nabi).
Di Madinah, pemerintahan (kekhalifahan) Islam diwujudkan di bawah pimpinan Muhammad. Umat Islam bebas beribadah (salat) dan bermasyarakat di Madinah, begitupun kaum minoritasKristen dan Yahudi. Dalam periode setelah hijrah ke Madinah, Muhammad sering mendapat serangkaian serangan, teror, ancaman pembunuhan dan peperangan yang ia terima dari penguasa Mekkah, akan tetapi semuanya dapat teratasi lebih mudah dengan umat Islam yang saat itu telah bersatu di Madinah.

PEMBEBASAN MEKKAH

Tahun 629 M, tahun ke-8 H setelah hijrah ke Madinah, Muhammad berangkat kembali ke Makkah dengan membawa pasukan Muslim sebanyak 10.000 orang, saat itu ia bermaksud untuk menaklukkan kota Mekkah dan menyatukan para penduduk kota Mekkah dan madinah. Penguasa Mekkah yang tidak memiliki pertahanan yang memadai kemudian setuju untuk menyerahkan kota Makkah tanpa perlawanan, dengan syarat kota Mekkah akan diserahkan tahun berikutnya. Muhammad menyetujuinya, dan ketika pada tahun berikutnya ketika ia kembali, ia telah berhasil mempersatukan Mekkah dan Madinah, dan lebih luas lagi ia saat itu telah berhasil menyebarluaskan Islam ke seluruh Jazirah Arab.
Muhammad memimpin umat Islam menunaikan ibadah haji, memusnahkan semua berhala yang ada di sekeliling Ka'bah, dan kemudian memberikan amnesti umum dan menegakkan peraturan Islam di kota Mekkah.

WAFAT

Pada bulan Juni 632 M, beliau mengalami sakit ketika tengah berada di rumah Maimunah namun kemudian meminta pindah ke rumah Aisyah. Setelah sebelumnya mengalami demam dan beberapa kali pingsan, beliau meminta kepada Abu Bakr untuk menggantikannya mengimami jamaah. Beliaupun akhirnya meninggal dalam pangkuan Aisyah dan jenazahnya dikuburkan di rumah istrinya tersebut.

MUKJIZAT

Seperti nabi dan rasul sebelumnya, Muhammad diberikan irhasat (pertanda) akan datangnya seorang nabi, seperti yang diyakini oleh umat Muslim telah dikisahkan dalam beberapan kitab suci agama samawi, dikisahkan pula terjadi pertanda pada masa di dalam kandungan, masa kecil dan remaja. Muhammad diyakini diberikanmukjizat selama kenabiannya.
Umat Muslim meyakini bahwa Mukjizat terbesar Muhammad adalah Al-Qur'an, yaitu kitab suci umat Islam. Hal ini disebabkan karena kebudayaan Arab pada masa itu yang masih barbar dan tidak mengenal peradaban, namun oleh Al-Qur'an hal itu berubah total karena Qur'an membawa banyak peraturan keras yang menegakkan dasar-dasar nilai budaya baru di dunia Arab yang sebelumnya tidak berperadaban serta mengeliminasi akar-akar kejahatan sosial yang mengakar di dunia Arab, serta pada masa yang lebih dekat mengantarkan pemeluknya meraih tingkat perabadan tertinggi di dunia pada masanya.
Mukjizat lain yang tercatat dan diyakini secara luas oleh umat Islam adalah terbelahnya bulan, perjalanan Isra dan Mi'raj dari Madinah menuju Yerusalem dalam waktu yang sangat singkat. Kemampuan lain yang dimiliki Muhammad adalah kecerdasan serta kepribadiannya yang banyak dipuji serta menjadi panutan para pemeluk Islam hingga saat ini.

CIRI FISIK MUHAMMAD

Beberapa hadist meriwayatkan beberapa ciri fisik yang diceritakan oleh para sahabat dan istrinya. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa Muhammad berperawakan sedang, berkulit putih kemerahan, berjanggut tipis, dan digambarkan memiliki fisik yang sehat dan kuat oleh orang di sekitarnya. Riwayat lain menyebutkan Muhammad bermata hitam, tidak berkumis, berjanggut sedang, serta memiliki hidung bengkok yang sesuai dengan ciri antropologis bangsa Semit pada umumnya.

PERNIKAHAN

Selama hidupnya Muhammad menikah dengan 11 atau 13 orang wanita (terdapat perbedaan pendapat mengenai hal ini). Pada umur 25 Tahun ia menikah dengan Khadijah, yang berlangsung selama 25 


tahun hingga Khadijah wafat.[20] Pernikahan ini digambarkan sangat bahagia,[21][22] sehingga saat meninggalnya Khadijah (yang bersamaan dengan tahun meninggalnya Abu Thalib pamannya) disebut sebagai tahun kesedihan.
Sepeninggal Khadijah, Khawla binti Hakim menyarankan kepadanyauntuk menikahi Sawda binti Zama (seorang janda) atau Aisyah (putri Abu Bakar, dimana Muhammad akhirnya menikahi keduanya. Kemudian setelah itu Muhammad tercatat menikahi beberapa orang wanita lagi hingga jumlah seluruhnya sekitar 11 orang, dimana sembilan di antaranya masih hidup sepeninggal Muhammad.
Para ahli sejarah antara lain Watt dan Esposito berpendapat bahwa sebagian besar perkawinan itu dimaksudkan untuk memperkuat ikatan politik (sesuai dengan budaya Arab), atau memberikan penghidupan bagi para janda (saat itu janda lebih susah untuk menikah karena budaya yang menekankan perkawinan dengan perawan).[23]

PERBEDAAN DENGAN NABI DAN RASUL TERDAHULU

Dalam mengemban misi dakwahnya, umat Islam percaya bahwa Muhammad diutus Allah untuk menjadi nabi bagi seluruh umat manusia,[24] sedangkan nabi dan rasul sebelumnya hanya diutus untuk umatnya masing-masing,[25][26] seperti halnya Nabi Musa yang hanya diutus untuk Bani Israil saja.
Sedangkan kesamaan ajaran yang dibawa Muhammad dengan nabi dan rasul sebelumnya ialah sama-sama mengajarkan keesaan Tuhan, yaitu kesaksian bahwa Tuhan yang berhak disembah hanyalah Allah.[27]



=Nabi Muhammad Manusia Mulia (?)=
Muslim: hei Kafir ! Anda jangan suka menghina nabi Muhammad. Beliau adalah manusia yang paling mulia, manusia pilihan Alloh.
Kafir : Buktinya mana kalo Muhammad itu manusia mulia? Bagaimana kalo saya tunjukkan bukti dari sejarah bahwa beliau tidaklah mulia seperti yg anda kira?
Muslim: Saya berdoa semoga anda mendapat hidayah. Amin.
Kafir : Buktikan dong, Muhammad itu mulia.
Muslim: Saya hanya bisa mendoakan anda semoga mendapat hidayah.
Kafir : Jadi anda tak bisa membuktikan klaim anda ttg Muhammad itu ?
Muslim: Saya diajarkan begitu oleh agama saya, bahwa nabi adalah manusia pilihan Tuhan, dan Muhammad adalah salah satunya. Beliau adalah makhluk paling terpuji di muka bumi.
Kafir : Buktinya mana ?
Muslim: Saya mendoakan anda semoga mendapat hidayah. Amin.
Kafir : Ini, dari riwayat sejarah, akhlak Muhammad ternyata tidak seperti yg Islam katakan:
1. Muhammad itu Pedofil
Hadist Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 64:
Diceritakan oleh Aisha
Bahwa Nabi menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan berhubungan suami istri ketika dia berusia sembilan tahun, dan dia tetap menjadi istrinya selama sembilan tahun (yaitu sampai kematian nya (Nabi) )
Hadist Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 151
Dinyatakan ‘Aisha:
Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku.
Hadist Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3327:
‘A’isha (Allah memberkatinya) melaporkan bahwa Rasul Allah menikahinya ketika ia berusia tujuh tahun, dan ia (Muhammad) membawanya ke rumahnya sebagai pengantin ketika ia berusia sembilan tahun, dan boneka2nya dibawanya, dan ketika ia (Muhammad) mati, ia (A’isha) berusia delapanbelas tahun.
2. Muhammad itu Pezinah
Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 585: Sebab-sebab turunnya surat At-Tahrim
Diriwayatkan oleh Anas: Suatu hari Rasulullah menggauli seorang budak wanita miliknya. Aisyah dan Hafshah lantas terus-menerus memperbincangkan kejadian tersebut sampai akhirnya Rasulullah menjadikan budaknya itu haram bagi diri beliau (tidak akan digauli lagi). Allah lalu menurunkan At-Tahrim ayat 1: “Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 586: Sebab-sebab turunnya surat At-Tahrim
Suatu ketika, Rasulullah menggauli Maria, seorang budak wanitanya, di rumah Hafsah. Tiba-tiba Hafsah muncul dan mendapati Maria tengah bersama Rasulullah. Hafsah lalu berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa harus di rumah saya, tidak di rumah istri-istri engkau yang lain?” Rasulullah lalu berkata, “Wahai Hafsah, mulai saat ini haram bagi saya untuk menyentuhnya kembali. Rahasiakanlah ucapan saya ini dari siapapun.” Akan tetapi ketika Hafsah keluar dan bertemu dengan Aisyah, ia lantas membocorkannya. Allah lalu menurunkan ayat 1, “Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu demi menyenangkan hati istri-istrimu….”
Tafsir Maududi Q33:50
Dari empat budak ini (yaitu Raihanah, Juwairiyah, Safiyyah, dan Mariyah), Muhammad membebaskan 3 orang dan menikahinya, sedangkan dengan Mariyah dia memiliki “hubungan suami istri” atas dasar dia adalah budaknya. Dalam kasus Mariyah ini, tidak ada bukti bahwa Muhammad membebaskan dan menikahinya.
3. Muhammad itu Penipu (Pembohong)
BUKHARI, Volume 7, Book 67, Number 427:
“Adalah allah yang memberikan kepadamu mulut. Oleh allah dan atas kehendak allah, jika aku bersumpah dan kemudian menemukan yang lebih baik dari itu, maka aku akan mengubah sumpahku tersebut.
4. Muhammad itu Pendendam
Satu contoh saja:
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 hlm 623-624
Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendengar ucapan Ashma’ binti Marwan di atas, beliau bersabda, ‘Ketahuilah, siapakah yang bisa membunuh putri Marwan?’ Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam didengar Umair bin Adi Al-Khathmi yang ketika itu berada di dekat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Pada malam tersebut, Umair bin Adi Al-Khathmi pergi ke rumah Ashma’ binti Marwan dan membunuhnya.
Esok paginya, Umair bin Adi bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku telah membunuh wanita tersebut.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Hai Umair, engkau telah menolong Allah dan Rasul-Nya.’ Umair bin Adi Al-Khathmi berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah aku ter-kena sesuatu karena membunuhnya?’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
Tidak ada satu pun orang yang ingin balas dendam karena kematiannya.’ Kemudian Umair bin Adi Al-Khathmi pulang ke kaumnya, Bani Khathmah, yang ketika itu sedang membicarakan kema-tian Ashma’ binti Marwan. Ketika itu, Ashma’ bin Marwan mempunyai lima anak laki-laki. Ketika Umair bin Adi Al-Khathmi tiba di kaumnya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ia berkata, ‘Hai Bani Khathmah, akulah yang membunuh Ashma’ binti Marwan, oleh karena itu, silahkan kalian membuat tipu daya untukku dan jangan menunda-nunda.’
5. Muhammad itu Perampok
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 582
Ibnu Ishaq berkata, “Rasulullah SAW mendengar bahwa Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam bersama kafilah dagang Quraisy yang mengangkut kekayaan yang banyak sekali milik orang-orang Quraisy, dan komoditi mereka.
Ketika Rasulullah SAW mendengar Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam, beliau mengajak-kaum Muslimin keluar. Rasulullah SAW bersabda ,”Inilah kafilah dagang Quraisy. Di dalamnya terdapat harta kekayaan mereka. Oleh karena itu, pergilah kalian kepada mereka! Mudah-mudahan Allah memberikan kekayaan kepada kalian”.
Ketika mendekati Hijaz, Abu Sufyan mencari-cari informasi dan bertanya kepada musafir yang ia temui, karena ia takut mendapat serangan tidak terduga dari manusia. la mendapatkan informasi dari salah seorang musafir yang berkata kepadanya, ”Sesungguhnya Muhammad telah memobilisasi sahabat-sahabatnya untuk menyerangmu dan menyerang kafilah dagangmu,”.
6. Muhammad itu Pembunuh sadis
Hadits Sahih Bukhari volume 1, No. 234
Dinarasikan oleh Abu Qilaba:
Anas berkata “beberapa orang dari suku Ukl atau Uraina datang ke Medinah dan iklim di sana tidak cocok untuk mereka jadi sang nabi menyuruh mereka untuk pergi ke gembala unta dan meminum susu dan kencing (sebagai obat). Jadi mereka pergi ke arah yang ditunjukkan dan setelah mereka sembuh, mereka membunuh gembala sang nabi dan membawa lari untanya. Berita itu sampai ke sang nabi pada pagi hari dan dia mengirim (orang) dalam pengejaran dan mereka tertangkap dan dibawa saat sore.
Kemudian sang nabi menyuruh orang memenggal kaki dan tangan mereka (dan terlaksana), dan kemudian mata mereka dicap dengan besi panas dan mereka di taruh di “al-harra” dan saat mereka meminta air, tidak ada air yang diberikan. Abu Qilaba berkata, “orang2 itu mencuri dan membunuh, menjadi orang tak beriman setelah memeluk islam dan melawan allah dan nabinya.”
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 hlm 206-207
Ibnu Ishaq berkata, “Setelah itu, orang-orang Yahudi Bani Quraidhah disuruh turun, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menahan mereka di Madinah di rumah putri Al-Harits, salah seorang wanita dari Bani An-Najjar. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pergi ke Pasar Madinah, kemudian membuat parit di sana. Setelah itu, beliau memerintahkan orang-orang Yahudi Bani Quraidhah dibawa ke parit tersebut dan memenggal kepala mereka di dalamnya.
Mereka dibawa ke parit tersebut kelompok per-kelompok, termasuk musuh Allah Huyai bin Akhthab, Ka’ab bin Asad tokoh Bani Quraidhah bersama enam ratus atau tujuh ratus orang-orang Bani Quraidhah. Ada yang mengatakan bahwa jumlah mereka adalah delapan ratus atau bahkan sembilan ratus. Orang-orang Yahudi Bani Quraidhah berkata kepada Ka’ab bin Asad ketika mereka dibawa kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam secara berkelompok, ‘Hai Ka’ab, bagaimana pendapatmu terhadap perlakuan Muhammad kepada kita?’ Ka’ab bin Asad berkata, ‘Kenapa kalian tidak berpikir di setiap tempat? Tidakkah kalian lihat dai yang tidak terbantahkan? Bukankah orang di antara kalian yang dibawa kepadanya itu tidak kembali lagi? Demi Allah, inilah pembunuhan.’ Itulah yang terjadi hingga Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam selesai merealisasikan keputusan Sa’ad bin Muadz terhadap mereka.”
7. Muhammad itu Preman dan Penjajah
Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar:
Rasul Allah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, dan melakukan sembahyang dengan sempurna dan membayar zakat, sehingga jika mereka melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh Allah.”
http://opi.110mb.com/haditsweb/bulughul_maram/hadits11.htm
Hadits ke-11
Dari Sulaiman Ibnu Buraidah, dari ayahnya, bahwa ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam jika mengangkat komandan tentara atau angkatan perang, beliau memberikan wasiat khusus agar bertaqwa kepada Allah dan berbuat baik kepada kaum muslimin yang menyertainya. Kemudian beliau bersabda: “Berperanglah atas nama Allah, di jalan Allah, perangilah orang yang kufur kepada Allah.
Berperanglah, jangan berkhianat, jangan mengingkari janji, jangan memotong anggota badan, jangan membunuh anak-anak. Jika engkau bertemu musuhmu dari kaum musyrikin, ajaklah mereka kepada tiga hal.
Bila mereka menerima salah satu dari ajakanmu itu, terimalah dan jangan apa-apakan mereka, yaitu:
(1) ajaklah mereka memeluk agama Islam, jika mereka mau, terimalah keislaman mereka; kemudian ajaklah mereka berpindah dari negeri mereka ke negeri kaum muhajirin, jika mereka menolak, katakanlah pada mereka bahwa mereka seperti orang-orang Arab Badui yang masuk Islam, mereka tidak akan memperoleh apa-apa dari harta rampasan perang dan fai’ (harta rampasan tanpa peperangan), kecuali jika mereka berjihad bersama kaum muslimin. Bila mereka menolak (masuk Islam),
(2) mintalah mereka agar membayar upeti. Jika mereka menyetujui, terimalah hal itu dari mereka. Lalu, bila mereka menolak, mintalah perlindungan kepada Allah dan
(3) perangilah mereka. Apabila engkau mengepung penduduk yang berada dalam benteng dan mereka mau menyerah jika engkau memberikan kepada mereka tanggungan Allah dan Rasul-Nya, maka jangan engkau lakukan, namun berilah tanggungan kepada mereka. Karena sesungguhnya jika engkau mengurungkan tanggunganmu adalah lebih ringan daripada engkau mengurungkan tanggungan Allah.
Apabila mereka menginginkan engkau memberikan keamanan atas mereka berdasarkan hukum Allah, jangan engkau lakukan. Tetapi lakukanlah atas kebijaksanaanmu sendiri, karena engkau tidak tahu, apakah engkau tepat dengan hukum Allah atau tidak dalam menetapkan hukum kepada mereka.” (Riwayat Muslim).
Kalo saya ringkas, ada 4 sifat melekat pd diri Muhammad:
1) Bodoh
2) Tidak waras
3) Bejat / Amoral
4) Jahat
Jadi, segala yg buruk-buruk atau jelek-jelek itu SEMUANYA MUHAMMAD miliki.
Astagfirullah…..Naudzubillah Min Zaliek .......
Bagaimana anda bisa mengatakan Muhammad itu mulia?
Muslim: hai kafir , anda bodoh. Anda bodoh. Anda goblok. Saya doakan anda semoga mendapat hidayah Alloh. Amien.
Akhirul kalam
wabillahi taufiq wal hidayah
wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh 

sumber: http://religius-islam.blogspot.co.id/2014/09/nabi-muhammad-manusia-mulia.html

gue tambahin deh.

8. dosa mamad ngerebut bini orang. ha...7x
a. bini zaid, anak angkatnye sendiri. si olo, tuhan palsu karangan mamad ampe kluarin ayat qoran khusus buat mamad rebut bini orang. ha...7x
b. bini orang yahudi. abis bapak n keluarganye dibunuh. malem itu juga diperkosa n dijadika istri. ha...7x

jadi murtad aje lo dare eslam.
geto aje kok repot. ha...7x

YBU amin.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...