Sunday, September 18, 2016

knape mamad ga mengucapkan syahadat saat mo mati? karna mamad tau itu smua cuma akal2an die aje.ha...7x

Muhammad: Mati tanpa mengucapkan syahadat akan masuk neraka!

Subject:Muhammad: Mati tanpa mengucapkan syahadat akan masuk neraka!
From:"MAHAGURU ISLAM KRISTEN"
Date:Fri, 15 Feb 2008 19:35:05 GMT
Newsgroups:alt.comp.malaysiaalt.culture.indonesiaalt.sci.tech.indonesianalt.sex.society.indonesiasoc.culture.indonesia
Muhammad: Mati tanpa mengucapkan syahadat akan masuk neraka!

QS 30:43. Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus 
(Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak 
(kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah

QS 12:101. Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku 
sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. 
(Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di 
akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan 
orang-orang yang saleh.

QS 3:102. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah 
sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati 
melainkan dalam keadaan beragama Islam.

QS 2:132. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, 
demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya 
Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam 
memeluk agama Islam".

Semua manusia (baik muslim maupun musyirik), yang ketika hendak 
menghembuskan nafas terakhirnya dianjurkan oleh Muhammad agar mengucapkan 
syahadat agar selamat di akhirat. Mengucapkan syahadat adalah satu tanda 
seseorang mengakui awloh sebagai satu-satunya Sesembahan (tuhan) dan 
mengakui Muhammad sebagai utusannya awloh. Dengan kata lain, mengucapkan 
syahadat berarti orang tersebut telah menjadi ISLAM.

Tapi benarkah orang yang hendak meninggal akan masuk surga lantaran orang 
itu mengucapkan kalimat syahadat? TENTU SAJA TIDAK.
sumber: http://www.archivum.info/alt.comp.malaysia/2008-02/00138/Muhammad-Mati-tanpa-mengucapkan-syahadat-akan-masuk-neraka!.html

Setelah kita tahu kalimat syahadat itu adalah kalimat terkutuk, kalimat

Subject:Setelah kita tahu kalimat syahadat itu adalah kalimat terkutuk, kalimat yang sangat jahat sekali dan amat-amat besar sekali DOSANYA, maka orang yang meninggal dengan mengucapkan syahadat bukannya selamat di akhirat tapi malah CELAKA di akhirat. Karena deng
From:"MAHAGURU ISLAM KRISTEN"
Date:Fri, 15 Feb 2008 19:39:05 GMT
Newsgroups:alt.comp.malaysiaalt.culture.indonesiasoc.culture.indonesiasoc.culture.malaysiasoc.culture.singapore
      Setelah kita tahu kalimat syahadat itu adalah kalimat terkutuk, 
kalimat yang sangat jahat sekali dan amat-amat besar sekali DOSANYA, maka 
orang yang meninggal dengan mengucapkan syahadat bukannya selamat di akhirat 
tapi malah CELAKA di akhirat. Karena dengan menolak SANG PENCIPTA dan 
mengakui berhala awloh sebagai satu-satunya sesembahan, berarti dia 
menyatakan diri siap menjadi abdi setan di neraka.

      Ingat! Itulah makna ucapan Syahadat bagi orang yang hendak meninggal 
dunia, yaitu sebagai wujud pernyataan diri bahwa ia siap menjadi abdi setan 
di neraka.

      Tentu saja ini bukan kemauan Sang Pencipta, tapi manusia itu sendiri 
karena dengan bodohnya mau dikadalin oleh Iblis. SANG PENCIPTA diingkari, 
malah mengakui berhala sebagai satu-satunya tuhan, bagaimana bisa perbuatan 
seperti ini dianggap sebagai passport menuju surga? Bukannya selamat di 
akhirat, tapi malah celaka di akhirat.

      Khan lucu? Mau mati... bukannya minta keselamatan dari TUHAN, tapi 
malah mengucapkan: Asyahadu alla ilaa ha illalah..wa asyahadu anna 
muhammadarrasulullah yang artinya TUHAN itu gak ada, cuma awloh saja yang 
ada sebagai tuhan..... dan Muhammad si penjahat itu adalah rasulnya awloh! 
Ini bodohnya amit-amit....! Bagaimana bisa masuk surga, lha wong mau mati 
malah mengingkari TUHAN?  Akan kemanakah jiwanya setelah itu? Ya jelas saja 
bukan ke tempatNya Tuhan, tapi ke tempatnya awloh, yaitu di neraka.

      Inilah tipuan IBLIS yang sangat jahanam dan menjerumuskan umat manusia 
yang bodoh.
      _________________
      Perhatian!!
      Jangan pernah menunjukkan identitas diri walau kepada sesama 
non-muslim, baik nomor telepon, alamat rumah, ataupun data lain yang dapat 
menyebabkan dirimu dikenali di dunia nyata. Sudah bukan rahasia lagi, para 
budak setia Muhammad (Muslim) bisa mencincangmu dengan nafsu kesetanan, 
karena kamu telah mengungkap kejelekan-kejelekan tuan mereka.
sumber: http://www.archivum.info/alt.comp.malaysia/2008-02/00197/Setelah-kita-tahu-kalimat-syahadat-itu-adalah-kalimat-terkutuk-kalimat-yang-sangat-jahat-sekali-dan-amat-amat-besar-sekali-DOS.html

Kisah Wahyu Terakhir Kepada Rasulullah SAW
السلام عليكم . بِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم.لا إله إلاَّ الله.محمد رسو ل الله
الحمد لله رب العا لمين. الصلاة و السلام على رسو ل الله.اما بعد
Diriwayatkan bahawa surah Al-Maaidah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu asar yaitu pada hari Jumaat di padang Arafah pada musim haji penghabisan [Wada']. Pada masa itu Rasulullah s.a.w. berada di Arafah di atas unta. Ketika ayat ini turun Rasulullah s.a.w. tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingati isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersandar pada unta beliau, dan unta beliau pun duduk perlahan-lahan. Setelah itu turun malaikat Jibril a.s. dan berkata: “Wahai Muhammad, sesungguhnya pada hari ini telah disempurnakan urusan agamamu, maka terputuslah apa yang diperintahkan oleh Allah s.w.t. dan demikian juga apa yang terlarang olehnya. Oleh itu kamu kumpulkan para sahabatmu dan beritahu kepada mereka bahawa hari ini adalah hari terakhir aku bertemu dengan kamu.” Setelah Malaikat Jibril a.s. pergi maka Rasulullah s.a.w. pun berangkat ke Mekah dan terus pergi ke Madinah. Setelah Rasulullah s.a.w. mengumpulkan para sahabat beliau, maka Rasulullah s.a.w. pun menceritakan apa yang telah diberitahu oleh malaikat Jibril a.s.. Apabila para sahabat mendengar hal yang demikian maka mereka pun gembira sambil berkata: ”Agama kita telah sempurna. Agama kila telah sempurna.” Apabila Abu Bakar ra. mendengar keterangan Rasulullah s.a.w. itu, maka ia tidak dapat menahan kesedihannya maka ia pun kembali ke rumah lalu mengunci pintu dan menangis sekuat-kuatnya. Abu Bakar ra. menangis dari pagi hingga ke malam. Kisah tentang Abu Bakar ra. menangis telah sampai kepada para sahabat yang lain, maka berkumpullah para sahabat di depan rumah Abu Bakar ra. dan mereka berkata: “Wahai Abu Bakar, apakah yang telah membuat kamu menangis sehingga begini sekali keadaanmu? Seharusnya kamu merasa gembira sebab agama kita telah sempuma.” Mendengarkan pertanyaan dari para sahabat maka Abu Bakar ra. pun berkata, “Wahai para sahabatku, kamu semua tidak tahu tentang musibah yang menimpa kamu, tidakkah kamu tahu bahawa apabila sesualu perkara itu telah sempuma maka akan kelihatanlah akan kekurangannya. Dengan turunnya ayat tersebut bahawa ia menunjukkan perpisahan kita dengan Rasulullah s.a.w.. Hasan dan Husin menjadi yatim dan para isteri nabi menjadi janda.” Selelah mereka mendengar penjelasan dari Abu Bakar ra. maka sadarlah mereka akan kebenaran kata-kata Abu Bakar ra., lalu mereka menangis dengan sekuat-kuatnya. Tangisan mereka telah didengar oleh para sahabat yang lain, maka mereka pun terus memberitahu Rasulullah s.a.w. tentang apa yang mereka lihat itu. Berkata salah seorang dari para sahabat, “Ya Rasulullah s.a.w., kami baru kembali dari rumah Abu Bakar ra. dan kami dapati banyak orang menangis dengan suara yang kuat di depan rumah beliau.” Apabila Rasulullah s.a.w. mendengar keterangan dari para sahabat, maka berubahlah muka Rasulullah s.a.w. dan dengan bergegas beliau menuju ke rumah Abu Bakar ra.. Setelah Rasulullah s.a.w. sampai di rumah Abu Bakar ra. maka Rasulullah s.a.w. melihat kesemua mereka yang menangis dan bertanya, “Wahai para sahabatku, kenapakah kamu semua menangis?.” Kemudian Ali ra. berkata, “YaRasulullah s.a.w., Abu Bakar ra. mengatakan dengan turunnya ayat ini membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat. Adakah ini benar ya Rasulullah?.” Lalu Rasulullah s.a.w. berkata: “Semua yang dikatakan oleh Abu Bakar ra. adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat”. Setelah Abu Bakar ra. mendengar pengakuan Rasulullah s.a.w., maka ia pun menangis sekuat tenaganya sehingga ia jatuh pingsan. Sementara ‘Ukasyah ra. berkata kepada Rasulullah s.a.w., ‘Ya Rasulullah, waktu itu saya anda pukul pada tulang rusuk saya. Oleh itu saya hendak tahu apakah anda sengaja memukul saya atau hendak memukul unta baginda.” Rasulullah s.a.w. berkata: “Wahai ‘Ukasyah, Rasulullah s.a.w. sengaja  memukul kamu.” Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata kepada Bilal ra., “Wahai Bilal, kamu pergi ke rumah Fathimah dan ambilkan tongkatku ke mari.” Bilal keluar dari masjid menuju ke rumah Fathimah sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, “Rasulullah telah menyediakan dirinya untuk dibalas [diqishash].” Setelah Bilal sampai di rumah Fathimah maka Bilal pun memberi salam dan mengetuk pintu. Kemudian Fathimah ra. menyahut dengan berkata: “Siapakah di pintu?.” Lalu Bilal ra. berkata: “Saya Bilal, saya telah diperintahkan oleh Rasulullah s.a.w. untuk mengambil tongkat beliau. “Kemudian Fathimah ra. berkata: “Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya.” Berkata Bilal ra.: “Wahai Fathimah, Rasulullah s.a.w. telah menyediakan dirinya untuk diqishash.” Bertanya Fathimah ra. lagi: “Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishash Rasulullah s.a.w.?” Bilal ra. tidak menjawab pertanyaan Fathimah ra., Setelah Fathimah ra. memberikan tongkat tersebut, maka Bilal pun membawa tongkat itu kepada Rasulullah s.a.w. Setelah Rasulullah s.a.w. menerima tongkat tersebut dari Bilal ra. maka beliau pun menyerahkan kepada ‘Ukasyah. Melihatkan hal yang demikian maka Abu Bakar ra. dan Umar ra. tampil ke depan sambil berkata: “Wahai ‘Ukasyah, janganlah kamu qishash Rasulullah s.a.w. tetapi kamu qishashlah kami berdua.” Apabila Rasulullah s.a.w. mendengar kata-kata Abu Bakar ra. dan Umar ra. maka dengan segera beliau berkata: “Wahai Abu Bakar, Umar duduklah kamu berdua, sesungguhnya Allah s.w.t. telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua.” Kemudian Ali ra. bangun, lalu berkata, “Wahai ‘Ukasyah! Aku adalah orang yang senantiasa berada di samping Rasulullah s.a.w. oleh itu kamu pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah s.a.w.” Lalu Rasulullah s.a.w. berkata, “Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah s.w.t. telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu.” Setelah itu Hasan dan Husin bangun dengan berkata: “Wahai ‘Ukasyah, bukankah kamu tidak tahu bahwa kami ini adalah cucu Rasulullah s.a.w., kalau kamu menqishash kami sama dengan kamu menqishash Rasulullah s.a.w.” Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah s.a.w. pun berkata, “Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua.” Berkata Rasulullah s.a.w. “Wahai ‘Ukasyah pukullah saya kalau kamu hendak memukul.” Kemudian ‘Ukasyah berkata: “Ya Rasulullah s.a.w., anda telah memukul saya sewaktu saya tidak memakai baju.” Maka Rasulullah s.a.w. pun membuka baju. Setelah Rasulullah s.a.w. membuka baju maka menangislah semua yang hadir. Setelah ‘Ukasyah melihat tubuh Rasulullah s.a.w. maka ia pun mencium beliau dan berkata, “Saya tebus anda dengan jiwa saya ya Rasulullah s.a.w., siapakah yang sanggup memukul anda. Saya melakukan begini adalah sebab saya ingin menyentuh badan anda yang dimuliakan oleh Allah s.w.t. dengan badan saya. Dan Allah s.w.t. menjaga saya dari neraka dengan kehormatanmu” Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata, “Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli syurga, inilah orangnya.” Kemudian semua para jemaah bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat genting itu. Setelah itu para jemaah pun berkata, “Wahai ‘Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperolehi darjat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah s.a.w. di dalam syurga.” Apabila ajal Rasulullah s.a.w. makin dekat maka beliau pun memanggil para sahabat ke rumah Aisyah ra. dan beliau berkata: “Selamat datang kamu semua semoga Allah s.w.t. mengasihi kamu semua, saya berwasiat kepada kamu semua agar kamu semua bertaqwa kepada Allah s.w.t. dan mentaati segala perintahnya. Sesungguhnya hari perpisahan antara saya dengan kamu semua hampir dekat, dan dekat pula saat kembalinya seorang hamba kepada Allah s.w.t. dan menempatkannya di syurga. Kalau telah sampai ajalku maka hendaklah Ali yang memandikanku, Fadhl bin Abbas hendaklah menuangkan air dan Usamah bin Zaid hendaklah menolong keduanya. Setelah itu kamu kafanilah aku dengan pakaianku sendiri apabila kamu semua menghendaki, atau kafanilah aku dengan kain Yaman yang putih. Apabila kamu memandikan aku, maka hendaklah kamu letakkan aku di atas balai tempat tidurku dalam rumahku ini. Setelah itu kamu semua keluarlah sebentar meninggalkan aku. Pertama yang akan mensolatkan aku ialah Allah s.w.t., kemudian yang akan mensolat aku ialah Jibril a.s., kemudian diikuti oleh malaikat Israfil, malaikat Mikail, dan yang akhir sekali malaikat lzrail berserta dengan semua para pembantunya. Setelah itu baru kamu semua masuk bergantian secara berkelompok bersolat ke atasku.” Setelah para sahabat mendengar ucapan yang sungguh menyayat hati itu maka mereka pun menangis dengan nada yang keras dan berkata, “Ya Rasulullah s.a.w. anda adalah seorang Rasul yang diutus kepada kami dan untuk semua, yang mana selama ini anda memberi kekuatan dalam penemuan kami dan sebagai penguasa yang menguruskan perkara kami. Apabila anda sudah tiada nanti kepada siapakah akan kami tanya setiap persoalan yang timbul nanti?.” Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata, “Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepada kamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang, dan telah aku tinggalkan kepada kamu semua dua penasihat yang satu daripadanya pandai bicara dan yang satu lagi diam sahaja. Yang pandai bicara itu ialah Al-Quran dan yang diam itu ialah maut. Apabila ada sesuatu persoalan yang rumit di antara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan Hadis-ku dan sekiranya hati kamu itu berkeras maka lembutkan dia dengan mengambil pelajaran dari mati.” Setelah Rasulullah s.a.w. berkata demikian, maka sakit Rasulullah s.a.w. bermula. Dalam bulan safar Rasulullah s.a.w. sakit selama 18 hari dan sering diziaiahi oleh para sahabat. Dalam sebuah kitab diterangkan bahawa Rasulullah s.a.w. diutus pada hari Isnin dan wafat pada hari Isnin. Pada hari Isnin penyakit Rasulullah s.a.w. bertambah berat, setelah Bilal ra. menyelesaikan azan subuh, maka Bilal ra. pun pergi ke rumah Rasulullah s.a.w.. Sesampainya Bilal ra. di rumah Rasulullah s.a.w. maka Bilal ra. pun memberi salam,  “Assalaarnualaika ya Rasulullah.” Lalu dijawab oleh Fathimah ra., “Rasulullah s.a.w. masih sibuk dengan urusan beliau.” Setelah Bilal ra. mendengar penjelasan dari Fathimah ra. maka Bilal ra. pun kembali ke masjid tanpa memahami kata-kata Fathimah ra. itu. Apabila waktu subuh hampir hendak lupus, lalu Bilal pergi sekali lagi ke rumah Rasulullah s.a.w. dan memberi salam seperti permulaan tadi, kali ini salam Bilal ra. telah di dengar oleh Rasulullah s.a.w. dan Rasulullah s.a.w. berkata, “Masuklah wahai Bilal, sesungguhnya penyakitku ini semakin berat, oleh itu kamu suruhlah Abu Bakar mengimamkan solat subuh berjemaah dengan mereka yang hadir.” Setelah mendengar kata-kata Rasulullah s.a.w. maka Bilal ra. pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala dengan berkata: “Aduh musibah.” Setelah Bilal ra. sarnpai di masjid maka Bilal ra. pun memberitahu Abu Bakar tentang apa yang telah Rasulullah s.a.w. katakan kepadanya. Abu Bakar ra. tidak dapat menahan dirinya apabila ia melihat mimbar kosong maka dengan suara yang keras Abu Bakar ra. menangis sehingga ia jatuh pingsan. Melihatkan peristiwa ini maka riuh rendah tangisan sahabat dalam masjid, sehingga Rasulullah s.a.w. bertanya kepada Fathimah ra.; “Wahai Fathimah apakah yang telah berlaku?.” Maka Fathimah ra. pun berkata: “Kekecohan kaum muslimin, sebab anda tidak pergi ke masjid.” Kemudian Rasulullah s.a.w. memanggil Ali ra. dan Fadhl bin Abas ra., lalu Rasulullah s.a.w. bersandar kepada kedua mereka dan terus pergi ke masjid. Setelah Rasulullah s.a.w. sampai di masjid maka Rasulullah s.a.w. pun bersolat subuh bersama dengan para jemaah. Setelah selesai solat subuh maka Rasulullah s.a.w. pun berkata, “Wahai kaum muslimin, kamu semua senantiasa dalam pertolongan dan pemeliharaan Allah s.w.t., oleh itu hendaklah kamu semua bertaqwa kepada Allah s.w.t. dan mengerjakan segala perintahnya. Sesungguhnya aku akan meninggalkan dunia ini dan kamu semua, dan hari ini adalah hari pertama aku di akhirat dan hari terakhir aku di dunia.” Setelah berkata demikian maka Rasulullah s.a.w. pun pulang ke rumah beliau. Kemudian Allah s.w.t. mewahyukan kepada malaikat lzrail a.s., “Wahai lzrail, pergilah kamu kepada kekasihku dengan sebaik-baik rupa, dan apabila kamu hendak mencabut ruhnya maka hendaklah kamu melakukan dengan cara yang paling lembut sekali. Apabila kamu pergi ke rumahnya maka minta izinlah terlebih dahulu, kalau ia izinkan kamu masuk, maka masuklah kamu ke rumahnya dan kalau ia tidak mengizinkan kamu masuk maka hendaklah kamu kembali padaku.” Setelah malaikat lzrail mendapat perintah dari Allah s.w.t. maka malaikal lzrail pun turun dengan menyerupai orang Arab Badwi. Setelah malaikat lzrail sampai di depan rumah Rasulullah s.a.w. maka ia pun memberi salam, “Assalaamu alaikum yaa ahla baitin nubuwwati wa ma danir risaalati a adkhulu?” (Mudah-mudahan keselamatan tetap untuk kamu semua sekalian, wahai penghuni rumah nabi dan sumber risaalah, bolehkan saya masuk?) Apabila Fathimah mendengar orang memberi salam maka ia-pun berkata; “Wahai hamba Allah, Rasulullah s.a.w. sedang sibuk sebab sakitnya yang semakin berat.” Kemudian malaikat lzrail berkata lagi seperti dipermulaannya, dan kali ini seruan malaikat itu telah didengar oleh Rasulullah s.a.w. dan Rasulullah s.a.w. bertanya kepada Fathimah ra., “Wahai Fathimah, siapakah di depan pintu itu.” Maka Fathimah ra. pun berkata, “Ya Rasulullah, ada seorang Arab badwi memanggil mu, dan aku telah katakan kepadanya bahawa anda sedang sibuk sebab sakit, sebaliknya dia memandang saya dengan tajam sehingga terasa menggigil badan saya.” Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata; “Wahai Fathimah, tahukah kamu siapakah orang itu?.” Jawab Fathimah, “Tidak ayah.” “Dia adalah malaikat lzrail, malaikat yang akan memutuskan segala macam nafsu syahwat yang memisahkan perkumpulan-perkumpulan dan yang memusnahkan semua rumah serta meramaikan kubur.” Fathimah ra. tidak dapat menahan air matanya lagi setelah mengetahui bahawa saat perpisahan dengan ayahandanya akan berakhir, dia menangis sepuas-puasnya. Apabila Rasulullah s.a.w. mendengar tangisan Falimah ra. maka beliau pun berkata: “Janganlah kamu menangis wahai Fathimah, engkaulah orang yang pertama dalam keluargaku akan bertemu dengan aku.” Kemudian Rasulullah s.a.w. pun mengizinkan malaikat lzrail masuk. Maka malaikat lzrail pun masuk dengan mengucap, “Assalamuaalaikum ya Rasulullah.” Lalu Rasulullah s.a.w. menjawab: “Wa alaikas saalamu, wahai lzrail engkau datang menziarahi aku atau untuk mencabut ruhku?” Maka berkata malaikat lzrail: “Kedatangan saya adalah untuk menziarahimu dan untuk mencabut ruhmu, itupun kalau engkau izinkan, kalau engkau tidak izinkan maka aku akan kembali.” Berkata Rasulullah s.a.w., “Wahai lzrail, di manakah kamu tinggalkan Jibril?” Berkata lzrail: “Saya tinggalkan Jibril di langit dunia, para malaikat sedang memuliakan dia.” Tidak beberapa lama kemudian Jibril a.s. pun turun dan duduk di dekat kepala Rasulullah s.a.w.. Apabila Rasulullah s.a.w. melihat kedatangan Jibril a.s. maka Rasulullah s.a.w. pun berkata: “Wahai Jibril, tahukah kamu bahawa ajalku sudah dekat” Berkata Jibril a.s., “Ya aku tahu” Rasulullah s.a.w. bertanya lagi, “Wahai Jibril, beritahu kepadaku kemuliaan yang menggembirakan aku disisi Allah s.w.t” Berkata Jibril a.s.,  “Sesungguhnya semua pintu langit telah dibuka, para malaikat bersusun rapi menanti ruhmu dilangit. Kesemua pintu-pintu syurga telah dibuka, dan kesemua bidadari sudah berhias menanti kehadiran ruhmu.” Berkata Rasulullah s.a.w.: “Alhamdulillah, sekarang kamu katakan pula tentang umatku di hari kiamat nanti.” Berkata Jibril a.s., “Allah s.w.t. telah berfirman yang bermaksud,“Sesungguhnya aku telah melarang semua para nabi masuk ke dalam syurga sebelum engkau masuk terlebih dahulu, dan aku juga melarang semua umat memasuki syurga sebelum umatmu memasuki syurga.” Berkata Rasulullah s.a.w.: “Sekarang aku telah puas hati dan telah hilang rasa susahku.” Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata: “Wahai lzrail, mendekatlah kamu kepadaku.” Setelah itu Malaikat lzrail pun memulai tugasnya, apabila ruh beliau sampai pada pusat, maka Rasulullah s.a.w. pun berkata: “Wahai Jibril, alangkah dahsyatnya rasa mati.” Jibrila.s. mengalihkan pandangan dari Rasulullah s.a.w. apabila mendengar kata-kata beliau itu. Melihatkan telatah Jibril a.s. itu maka Rasulullah s.a.w. pun berkata: “Wahai Jibril, apakah kamu tidak suka melihat wajahku?” Jibril a.s. berkata: “Wahai kekasih Allah, siapakah orang yang sanggup melihat wajahmu dikala kamu dalam sakaratul maut?” Anas bin Malik ra. berkata: “Apabila ruh Rasulullah s.a.w. telah sampai di dada beliau telah bersabda,“Aku wasiatkan kepada kamu agar kamu semua menjaga solat dan apa-apa yang telah diperintahkan ke atasmu.” Ali ra. berkata: “Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. ketika menjelang saat-saat terakhir, telah mengerakkan kedua bibir beliau sebanyak dua kali, dan saya meletakkan telinga, saya dengan Rasulullah s.a.w. berkata: “Umatku, umatku.”
knape mamad ga mengucapkan syhadat saat mo mati? karna mamad tau itu smua cuma akal2an die aje.ha...7x 

MUHAMMAD MANUSIA TAK WARAS, MEMAKSAKAN KEHENDAK

MUHAMMAD MANUSIA TAK WARAS, MEMAKSAKAN KEHENDAK 

QS 2:6 
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. 


Apa yang dimaksud dengan beriman di sini? 

1. Percaya kepada dirinya sebagai Rasul Allah 

QS 4:170 
Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. 

QS 57:28 
Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan dan Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, 


2. Beriman kepada kitabnya Muhammad 

QS 2:4 
dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. 


3. Bersedia masuk agamanya 


QS 2:208 
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. 


Manusia apakah yang bernama Muhammad ini? 

Dia manusia gendeng yang membusungkan dada dengan angkuhnya berseru-seru kepada orang di sekitarnya: “HAI, AKU ADALAH UTUSAN ALLAH, TUNDUKLAH KALIAN SEMUA PADAKU!” 

Semula, dia melakukannya dengan lembut. Tapi lama-kelamaan sifat setannya muncul dan berkata sambil membusungkan dada: “SIAPA PUN YANG TIDAK MAU PERCAYA KEPADAKU SEBAGAI RASUL UTUSAN ALLAH, AKAN DIKUTUK DI NERAKA DAN DI DUNIA AKAN DITIMPA AZAB PEDIH!” 

Coba, kalau tidak GILA ini apa namanya?
Dia orang tak waras yang memaksakan ideologi barunya agar diimani. 

Kalau orang ingin mendirikan aliran baru, silakan, tapi jangan memaksakan kehendak. 

Bukankah persoalan beriman atau tidak beriman adalah hak asasi setiap orang?
Tapi hak ini dilanggar oleh Momed. 

Orang yang suka memaksakan kehendak adalah ORANG GILA!
Dan dalam kasus ini Muhammad-lah orangnya. 


QS 9:8 
Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. 

QS 4:47 
Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Qur'an) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamusebelum Kami merobah muka (mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuk mereka sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku. 


Dia paksa orang-orang agar beriman kepadanya.
Bila tidak beriman, dia melancarkan 2 strategi: 


Strategi pertama, 
sewaktu dirinya belum cukup kuat, si Momed memaki dan mengutuki mereka. 
Nabi Muhammad saw juga bersabda: “Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad, tidak ada seorang pun baik Yahudi maupun Nashrani yang mendengar tentang diriku dari Umat Islam ini, kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa kecuali ia akan menjadi penghuni neraka.” (HR Muslim) 

”Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu seburuk-buruk makhluk.” (QS 98:6). 

Sesungguhnya binatang yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman. (QS 8:55). 

Manusia gila, sinting, tak waras, edan, *****, tak masuk akal, inilah yang sekarang begitu disanjung-sanjung oleh para Muslim tulil sebagai manusia paling suci di dunia. Mereka tak sadar kalau yang mereka elu-elukan ini adalah manusia terlaknat dan terkutuk sepanjang sejarah.

Orang yang memaksakan kehendak kepada orang lain, ini jelas tak waras.
Hanya seorang psikopat sinting yang hidup dalam dunianya sendiri yang mampu berbuat itu.

Paksa mereka masuk Islam, kalau tidak mau, bunuh atau paksa mereka hidup sebagai budak yang mencarikan nafkah buat para muslim. 


Muhammad sendiri mengaku kalau sumber penghidupannya berasal dari merampok dan pajak jizyah. 

Bukhari vol 4 no 88 
Diriwayahkan Ibn 'Umar, bahwa Nabi (saw) mengatakan, "Nafkah hidup saya adalah dibawah bayangan tombak saya,(1) dan ia yang tidak mematuhi perintah saya akan dihina lewat pembayaran Jizyah. " 

Bukhari Volume 4, Book 53, Number 388: 
Diriwayahkan Juwairiya bin Qudama At-Tamimi: Kami katakan kpd 'Umar bin Al-Khattab, “Ya ketua para mukmin ! Nasehatkanlah kami." Katanya, "Saya anjurkan kalian utk memenuhi perjanjian Allah (dgn Dhimmi) karena ini perjanjian nabimu dan SUMBER KEHIDUPAN keluargamu (yaitu pajak dari Dhimmi)." 


Si gila ini bahkan mengaku kalau harta jarahan cuma sah pada zaman Muhammad, tidak pada zaman nabi-nabi sebelumnya 

Jabir b. ‘Abdullah al-Ansari melaporkan: Nabi (saw) berkata: Saya telah dianugerahi lima hal yg tidak diberikan pada orang2 lain sebelum saya, dan itu adalah: Setiap nabi diutus khusus bagi bangsa mereka sendiri, sedangkan aku dikirim bagi semua orang merah dan hitam, Harta rampasan perang sah untukku, dan ini tidak pernah diberikan pada siapapun sebelum aku, dan bumi telah dibuat suci dan murni dan mesjid bagiku, jadi ketika waktu sholat tiba bagi siapapun kamu, ia harus sholat dimana saja dia berada, dan aku diberi kekhidmatan (yg membuat musuh2 terpengaruh/terpesona/terkagum-kagum) dari jauhpun (yg mana butuh waktu) satu bulan jauhya dan aku telah diberi hak untuk intersesi/perantara. (Sahih Muslim 4.1058) 


Muhammad dan gerombolannya tidak bekerja, hidupnya bergantung pula dari zakat selain dari Jizyah dan harta hasil merampok: 

QS 57:7 
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar. 

Muhammad tahu bahwa orang-orang yg beriman kepadanya adalah orang-orang ****, kemudian dia membalas olok-olok ini sebagai Maling teriak Maling. 


QS 2:13 
Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman", mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang **** itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang ****, tetapi mereka tidak tahu. 

Si Gila ini juga pendendam, manusia terlaknat yang dalam hatinya tidak ada kasih. 
Dia sakit hati oleh ejekan-ejekan: 

QS 9:64 
Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: "Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan Rasul-Nya)". Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu. 

Dia sakit hati karena dirinya diusir dari Mekkah: 

QS 2:191 
Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir. 

Dia sakit hati karena dirinya dipermainkan: 

QS 5:41 
Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: "Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: "Jika diberikan ini (yang sudah dirobah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini, maka hati-hatilah" Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. 


Dia ungkapkan kekesalan hati busuknya itu dengan ayat ini: 

QS 9:14-15 
Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman, dan menghilangkan panas hati orang-orang mu'min. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. 

Manusia bejat moral ini berkata: 
QS 2:6 
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. 

Terserah aku..... aku mau beriman atau tidak beriman, apa hakmu paksa-paksa orang?


Perbuatan gilamu sampai kini masih juga dilanjutkan oleh para cecungukmu, yaitu para Muslim Fanatik. 

Sungguh melas orang-orang **** itu!


Top
 Profile E-mail  
 
 Post subject: Re: Muhammad Manusia Tak Waras, Memaksakan Kehendak
PostPosted: Mon Aug 05, 2013 9:04 am 
Offline

Joined: Mon Aug 05, 2013 8:50 am
Posts: 1
Sebetulnya ada 164 ayat paksaan perang yang mengacu di alquran..sesuatu yg bertentangan dengan UUD 45. 

di: http://peranggajah.blogspot.com/2013/05 ... ontra.html

jelas2 membuat merinding bulu kuduk.. :o :o :o

Mati Syahid atau Mati Terkutuk?

Mati Syahid atau Mati Terkutuk?

Koran SINDO

Selasa,  19 Januari 2016  −  16:47 WIB

Mati Syahid atau Mati Terkutuk?

Ilustrasi.

A+ A-




KAUM teroris atau beberapa kalangan menyebutnya sebagai “para pembunuh” meyakini bahwa mereka adalah para syuhada jika mati dalam “perang suci” melawan musuh-musuh mereka. Mati syahid adalah kondisi kematian yang sangat mulia, setidaknya dalam tradisi agama-agama Semitik karena kaum syuhada akan ditempatkan dalam derajat surga yang tinggi.


Dalam keyakinan kaum pembunuh, ketika mereka mati dalam aksi, akan disambut seekor merpati cantik berwarna hijau; para pembunuh itu ditempatkan di tembolok sang merpati, lalu terbang menuju surga yang tinggi. Tapi, benarkah mereka mati dalam keadaan syahid? Atau malah sebaliknya: mati secara terkutuk di mata Tuhan? 


Kata syahid dalam bahasa Arab yang berarti “saksi” menurut David Cook (2008) sesungguhnya berasal dari bahasa Suriah Kuno sahido yang bermakna “saksi”. Menurut Quraish Shihab (1998), kata syahid yang terdiri dari huruf syin, ha dan dalmemiliki makna dasar “kehadiran”, "pengetahuan, informasi dan kesaksian”. Dalam Alquran, kata Shihab, syahid menunjuk kepada sifat Allah, sifat para nabi, malaikat dan umat Nabi Muhammad yang gugur di jalan Allah, yang menyaksikan kebenaran atas makhluk Allah. Yang gugur dalam perang di jalan Allah dinamai syahid karena para malaikat menyaksikan (menghadiri) kematiannya atau karena ia gugur di bumi sedang bumi juga dinamai “syahidah“ sehingga yang gugur dinamai “syahid“.


Menurut Shihab lebih lanjut, berdasarkan Surat Al-Baqarah ayat 143 dan 283 serta Surah Al-Thalaq ayat 2, Nabi Muhammad adalah syahid dan umatnya adalah syuhada, namun pengertian syahid dalam ketiga ayat itu adalah “teladan” dalam arti kaum muslim pengikut Muhammad harus menjadi syuhada atau teladan-teladan kebajikan bagi umat lain dan Nabi Muhammad adalah “teladan tertinggi” bagi umatnya.


Jika Allah memiliki nama Al-Syahid, apakah Allah juga memiliki nama sang pembunuh (Al-Qatil)? Tentu saja tidak! Apakah Allah melalui kitab-kitab suci yang diturunkan mau mengembangkan kehidupan dan kesejahteraan atau malah memiliki semangat untuk kehancuran dan kebinasaan makhluk-makhluk-Nya? Ada banyak ayat dalam Quran yang menghardik manusia untuk tidak merusak kehidupan dan membunuh jiwa-jiwa karena hidup adalah mulia. Bahkan, ketika malaikat protes, “Apakah Engkau akan menciptakan spesies makhluk yang gemar membunuh,” Tuhan langsung merespons, “Hei! Aku lebih tahu dari kamu! (spesies yang baru ini tidak begitu semuanya)!” 


Nabi Muhammad juga disebut syahid meskipun tidak mati syahid dalam perang. Selama masa kenabiannya, Nabi Muhammad tidak pernah melakukan tindakan “kriminal kenabian” seperti memancung kepala, memotong tangan, atau membunuh secara keji. Tidak semata melarang pembunuhan terhadap kaum sipil, tokoh agama, musuh yang sudah menyerah atau lari dalam keadaan tidak melawan, bahkan nabi melarang memetik buah yang masih mentah dan bunga yang sedang mekar. Nabi sangat humanis, karena itu ia disebut al-syahid: sang teladan. Lalu, para teroris-pembunuh itu mau meneladani siapa?


Soal peperangan Nabi, saya masih percaya dengan pandangan Husain Haykal dalam karya klasiknya, Hayatu Muhammad (1932). Bagi Haykal, Nabi dan kaum muslim perdana berperang bukan untuk menaklukkan atau menjajah, melainkan untuk mempertahankan keyakinan (akidah) ketika mereka diancam, diintimidasi, disiksa, dan dibunuh oleh kaum Arab. Selain bersifat defensif (bukan ofensif apalagi agresif) dalam tiap peperangan, Nabi tidak pernah memaksa musuh-musuhnya untuk memeluk Islam karena memang tidak ada paksaan dalam agama (la ikraha fid-din).


sumber: http://nasional.sindonews.com/read/1078376/18/mati-syahid-atau-mati-terkutuk-1453196854


Karena itu, Haykal mengkritik Washington Irving, seorang sejarawan Amerika kenamaan yang pernah menulis biografi Nabi. Tulisan Irving itu di satu sisi bagus dan objektif, tetapi di sisi lain menurut Haykal tampak bernada sinis, intoleran, dan penuh prasangka terhadap Islam. Atas nama Kristen, Irving “menuduh” Islam. Irving mengutip sebuah ayat dalam Perjanjian Baru “siapa menggunakan pedang akan binasa oleh pedang” ketika menulis bahwa salah satu watak Islam adalah perang!


Menurut Haykal, jika menelaah sejarah Nabi secara benar, pernyataan Iriving itu adalah keliru dan salah alamat. Justru Eropa yang Kristen yang suka menjajah (negeri-negeri Timur) dan melakukan Kristenisasi dengan pedang dan peluru. Bagi Haykal, Islam tidak pernah menggunakan pedang dan karena itu tak akan binasa oleh pedang.


Menjadi jelas, perang ala nabi berdasar titik pijak “mempertahankan akidah” ketika keyakinan suci itu mau dilarang dan dibungkam. Jika diusir dan diperangi karena akidahnya dan seorang muslim harus meninggal karena melawan, insya Allah itulah mati syahid. Pertanyaannya: apakah pemerintah negeri-negeri Barat yang memerangi Al-Qaeda, Taliban dan ISIS di negeri-negeri kaum muslim untuk mengintimidasi keyakinan (akidah) kaum muslim atau semata mau mencari bala tentara organisasi-organisasi radikal Islam tersebut? 


Jika katanya mau membalas atas masyarakat sipil muslim yang mati karena peluru tentara Barat, maka alamatkanlah dendam itu kepada para tentara pasukan Barat. Begitu cara perang ala Nabi, face to face. Bukan dengan membabi-buta membunuh masyarakat sipil yang tak berdosa. Sekali lagi, cara perang ala  Nabi adalah dengan mengharamkan membunuh masyarakat sipil dan merusak tempat ibadah.


Apalagi, satu kenyataan yang tak bisa dibantah adalah kaum muslim di Eropa terus mengalami perkembangan dan musala-musala serta masjid besar terus bertambah. Eropa, terutama Jerman, Belanda, dan Inggris, memberi kebebasan penuh kaum muslim untuk berkeyakinan dan beribadah (di tempat-tempat ibadah yang telah dibangun). 


Kata syahid juga disematkan kepada orang-orang suci dalam tradisi Islam seperti kaum sufi dan para wali. Mereka menjadi “teladan” dan “saksi” bagi semua perbuatan umat manusia dan kaum muslim khususnya. Terkait dengan terminologi syahid, KH Mujib, seorang kiai dan orator ulung dari Surabaya, membuat pengakuan yang mengejutkan mengenai kewalian Kiai Asad Syamsul Arifin, seorang tokoh besar Nahdlatul Ulama.


Menurut Mujib dalam acara haul Kiai Asad, hampir 20 tahun ia menjadi murid Kiai Asad, tetapi sosok sang kiai tetap misterius; laksana samudra tak bertepi, semakin didekati semakin tak kelihatan. Akhirnya pada suatu musim haji, Kiai Mujib mendapat “informasi” dari seorang ulama di Kota Madinah.


sumber: http://nasional.sindonews.com/read/1078376/18/mati-syahid-atau-mati-terkutuk-1453196854/1


Ketika berjumpa di Jawa Timur sepulang haji, di depan Kiai Asad, Kiai Mujib membacakan ayat “Fa kayfa idza jina min kulli ummatin bi syahidin wa jina bika ala haulai syahida (Maka bagaimanakah [keadaan orang kafir] jika Kami mendatangkan seorang saksi dari tiap umat dan Kami mendatangkan engkau [Muhammad] sebagai saksi atas mereka).”


Mendengar ayat ini, sontak Kiai Asad menangis sejadi-jadinya karena jati dirinya sebagai waliyullah diketahui orang. Sebagai syahid, bagaimana akhlak para wali? Apakah suka membuat teror, menyakiti manusia atau suka mengobarkan semangat kebencian, permusuhan dan pembunuhan terhadap manusia? Aduhai, jangankan terhadap manusia, akan binatang saja para wali-sufi itu memiliki akhlak yang mulia. Jikapun berdakwah pastilah dakwah mereka dengan cara yang lembut dan santun. 


Pemahaman syahid di atas sulit dipraktikkan, mungkin juga sulit dicerna, oleh kaum teroris yang hidup di negara-negara yang penuh konflik. Menurut Komaruddin Hidayat (28/11/2015), tidak sedikit kaum jihadis itu mulanya adalah preman jalanan musuh polisi. Kini mereka berbalik menjadi pasukan perang suci di medan juang global. Perang di jalan Tuhan, selain sebagai penebusan dosa masa lalu, juga jika mati masuk surga, dibandingkan mengharap insentif jabatan dunia yang tidak mungkin diraih karena kondisi negaranya yang kacau. Namun tetap saja, pertempuran itu bukan perang suci! Apalagi yang dibunuh adalah sesama muslim. 


Karena itu, tindakan teror, bunuh diri dan membunuh atas nama syahid (martir) -apalagi dalam situasi normal dan aman seperti di tanah air- tidak memiliki (kesahihan) landasan teologis sedikit pun seperti telah dijelaskan di atas. Para tokoh agama -yang mendalam pengetahuan keagamaannya selalu mengingatkan: alih-alih mati syahid, jangan-jangan kaum teroris-pembunuh itu mati secara terkutuk!


MEDIA ZAINUL BAHRI 

Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Alumni Alexander von Humboldt Stiftung pada Universitas zu Köln, Jerman


(hyk)


sumber: http://nasional.sindonews.com/read/1078376/18/mati-syahid-atau-mati-terkutuk-1453196854/2


INILAH KEIDEOTAN MUSLEM. 


MREKA SLALU MEMBELA SI MAMAD.


Selama masa kenabiannya, Nabi Muhammad tidak pernah melakukan tindakan “kriminal kenabian” seperti memancung kepala, memotong tangan, atau membunuh secara keji.


DOSA MAMAD.

1. NGERAMPOK.

2. MEMBUNUH.

3. MEMPERKOSA. JIKA  LAKI N BAPA LO DIBUNUH TRUS LO DI. KAWININ, APA  LO MAU? YA GA LAH. PASTI DIPERKOSA.. 

4. MEMERINTAHKAN POTONG KPALA YAHUDI DI PERANG PARIT.

5. MEMBAKAR ORANG DI MESJID.

6. NGESEX DENGAN MAYAT. 

7. MENEPU.

8. MEMPERALAT MUSLEM BUAT PERANG DENGAN JANJI2 HARTA RAM/PASAN PERANG N MASUK SORGA.

9. DAGANG BUDAK.

10. DLL.


Nabi tidak pernah memaksa musuh-musuhnya untuk memeluk Islam karena memang tidak ada paksaan dalam agama (la ikraha fid-din).


HA...7X DASAR IDEOT. MAMAD PAKSA MASUK ESLAM APE MATI BUAT ORANG ARAB.


ORANG ARAB BERBONDONG2 MASUK ESLAM BIAR DAPET HARTA RAMPASAN PERANG, BINI N BUDAK.


perang ala nabi berdasar titik pijak “mempertahankan akidah” ketika keyakinan suci itu mau dilarang dan dibungkam.


HA...7X PERANG ESLAM SLALU DIMULAI MA MAMAD YANG NYARI GARA2.


moslim - PENGANUT NABI PALSU TERKUTUK - mesin perang iblis

PENGANUT NABI PALSU TERKUTUK

Posted on Juni 21, 2012
0

: PARA PENGANUT NABI PALSU MASIH HIDUP DI BAWAH HUKUM ALLAH SWT, MEMBELA HUKUM MATI-MATIAN, TIDAK BISA 100% MELAKUKAN HUKUM ENGGA APA, YANG PENTING BISA BERZINAH, PUNYA ISTERI 72 DI SURGA, BISA MEMBUNUH, SETELAH ITU PUASA SATU BULAN, BAWA KORBAN, LALU DOSANYA DIAMPUNI.
:
:HIDUP DI BAWAH HUKUM ARTINYA MEREKA MASIH HIDUP DALAM KUTUK ALLAH. NERAKA LAH YANG JADI TEMPAT MEREKA. MEMANG KASIAN MEREKA, DIBODOHI OLEH NABI PALSU DAN SAMAPAI SEKARANG MASIH TERUS DIBODOHI OLEH PARA UZTAD MEREKA. LIHAT SAJA PARA TEMAN MEREKA SEPERTI FPI.
:
:===============================================================
:
:: Muhammad seorang nabi palsu:
::
::1. Tidak mampu mengadakan satu pun mujizat. (Kalau pun ada, itu berasal dari hadish tak sahih yang dibuat ratusan tahun kemudian sesudah Muhammad wafat, misal tentang mujizat Muhammad membelah bulan, ini pun berasal dari mulut Muhammad sendiri, tak ada saksi, sungguh konyol).
::
::2. Dirinya sendiri yang mengklaim bahwa dirinya adalah nabi. (Nabi-nabi di Israel tidak ada yang menyebut dirinya sendiri sebagai nabi, tetapi segala ucapan dan mujizat yang membenarkan bahwa dia nabi sehingga orang-oranglah yang menyebutnya nabi, bukan atas pengakuannya sendiri)
::
::3. Dia dengan sengaja mengarang kitab suci sendiri dan mencoba membenarkan bahwa kitabnya asli bukan palsu (Nabi-nabi Israel seperti Musa, Yesaya, Daniel, juga menulis kitabnya sendiri tapi tidak ada klaim-klaim bahwa kitabnya adalah kitab suci asli atau palsu, sebab tulisan mereka bukan untuk tujuan dikultuskan, justru orang-orang yang terkemudianlah yang mengkultuskan tulisan-tulisan nabi itu menjadi kitab suci).
::
::4. Dia dengan sengaja menciptakan agama sendiri dan mencoba membenarkan bahwa agamanya adalah agama asli berasal dari Tuhan, yang merupakan kelanjutan dari agama-agama sebelumnya (Padahal Tuhan yang Sejati tidak pernah menciptakan agama apapun. Yahudi dan Kristen adalah hasil penamaan masing-masing umat untuk lembaga mereka, bukan nama dari Tuhan. Ajaran Tuhan adalah universal)
::
::5. Alquran dikatakan sebagai kitab suci kelanjutan dari kitab-kitab suci sebelumnya yang juga diturunkan oleh Tuhan kepada nabi Musa, nabi Daud dan nabi Yesus. (Padahal Tuhan yang Sejati tidak pernah menurunkan kitab suci dalam pengertian harfiah. Yang Tuhan berikan kepada Musa adalah 2 loh batu, bukan kitab. Demikian juga kitab Zabur (Mazmur) bukan kitab yang jatuh dari langit yang diberikan Tuhan kepada Daud, dan apalagi Injil, bukanlah kitab yang ditulis oleh Yesus. Kesalahkaprahan dalam pemahaman ini sebagai bukti kalau Muhammad nabi palsu yang bodoh)
::
::6. Banyak kisah-kisah Islam yang mencatut dongeng-dongeng kafir dari agama-agama pagan di Timur Tengah, di antaranya kisah tentang Tuhan pernah mengutuk manusia jadi kera (monyet) (QS 2:65; 5:60; 7:166), kisah Bidadari Surga mirip dengan kisah dalam agama Zoroaster atau Hindu, kisah Isra’ Miraj, Raja Salomo bercakap-cakap dengan semut (Amsal 6:6; 30:25), kisah Abraham dibakar oleh Raja Nimrod (mirip dengan kisah dalam Daniel 3), kisah Gideon yang tertukar dengan Saul raja Israel, nama Maria ibu Yesus yang tertukar dengan nama Maryam saudara perempuan Musa/Harun, dan masih banyak lagi.
::
::7. Kejahatan yang tak terperikan yang pernah dilakukan sang nabi. (Memang sebelum Muhammad terusir dari Mekkah, tingkah lakunya biasa-biasa saja. Tapi semenjak dia hijrah ke Madinah, dengan didukung oleh tentara Ansor yang notabene asli Madinah, gerombolan baru ini suka merampok para pedagang yang melintasi perbatasan Mekah-Madinah, sekaligus memperkosa para tawanan wanitanya. Di dalam kota sendiri, Muhammad membantai orang-orang Yahudi satu demi satu yang kebanyakan adalah para pedagang kaya, Muhammad dan gerombolannya mengambil alih harta orang-orang Yahudi yang dibunuh itu yang katanya merupakan rejeki dari Allah dan mengambil alih istri dan anak-anaknya, sebagian dijadikan budak dan sebagian dijadikan istri, dan masih banyak lagi).
::
::8. Kebejatan moral yang dilakukan sang nabi. (Setelah istri pertamanya yang bernama Kadijah wafat, Muhammad bebas berbuat semaunya dalam mencari obyek seksnya. Dia mengembat menantunya sendiri yang bernama Zainab, memperistri anak kecil berumur 6 tahun bernama Aisyah, berzinah dengan budaknya yang bernama Maria, setelah ketahuan oleh istrinya yang bernama Hafsah, turun ayat palsu yang memerintahkan Muhammad agar menikahi budaknya, mengambil alih istri orang Yahudi dari Kaybar bernama Shafiyah sehari setelah keluarganya disiksa dan dibantai oleh gerombolannya, dan masih banyak lagi).
::
::9. Muhammad sebagai nabi palsu sangat cocok dengan nubuat dalam kitab Wahyu (13:18; 19:20; 20:10). Di dalam kitab suci disebutkan bilangan namanya, yaitu 600 60 6 atau 666. Bila angka 666 dianggap sebagai angka tahun, ini sebuah angka yang sangat dekat dengan angka tahun Masehi di mana ketika itu Kerajaan Islam mencapai masa kejayaannya; bila ditilik dari pecahan bilangan tersebut, yaitu 600 60 6, maka ini pun sangat klop dengan Muhammad. Tahun 622M sebagai tahun hijrah Muhammad memulai karir gemilangnya sebagai nabi di Madinah, angka 622 bila diambil ratusannya saja maka kita peroleh angka 600. Usia 63 Muhammad wafat dipelukan Aisyah karena racun ganas yang menggerogotinya hampir selama 3 tahun, bila diambil angka puluhannya saja akan diperoleh angka 60. Muhammad lahir pada tahun 571/572M, bila dijadikan angka satuan (angka abad) akan kita peroleh angka 6. Sehingga 600 60 6 maupun 666 semuanya cocok dan klop dengan Muhammad bila kita mencoba untuk mencocokkannya. Apalagi kalau kita mau melihat jumlah ayat dalam Alquran, yang jumlahnya 6.666 ayat. Sungguh fantastis, semuanya serba 6, dan bila angka itu dipecah akan menjadi 6000 600 60 6. Kenapa saya coba menghubungkannya dengan Muhammad? Pertimbangan ini diambil karena kata “nabi palsu” dalam kitab Wahyu ditulis dalam bentuk tunggal (bukan jamak), artinya hanya ada satu nabi palsu yang perlu mendapatkan perhatian serius. Dan sepanjang sejarah manusia, hanya Muhammad-lah yang perlu mendapatkan perhatian khusus, sebab dia secara terang-terangan menentang Yesus sebagai Tuhan (Antikristus), pengaruhnya mendunia, tidak hanya lokal di Arab saja, dan ajarannya telah menyebabkan kehancuran besar dan menewaskan ribuan orang bahkan jutaan orang akibat dari buah-buah yang dihasilkan oleh pengikutnya, seperti dari kasus-kasus BOM BUNUH DIRI maupun PELEDAKAN PESAWAT & PERUNTUHAN GEDUNG WTC di Amerika. Islam sangat membenci Yahudi dan Kristen, nah, siapa lagi kalau bukan dia? Bukankah sejak dari zaman Taurat sampai zaman Yesus, Iblis memang selalu berusaha untuk menghancurkan umat Allah?
::
::
::Kita jangan membenci Muslim, sebab mereka cuma korban. Mereka begitu karena nabinya. Mereka bejat dan jahat juga karena nabinya. Kita seharusnya merasa iba dan kasihan kepada Muslim. Kita harus tunjukkan buah-buah roh dan kasih sayang kepada para Muslim. Kita doakan semoga Tuhan mau mengampuni mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang telah mereka perbuat. Mereka hanyalah korban. Sekali lagi, kita harus mengasihi mereka, karena sebagai manusia kita sebenarnya bersaudara.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...