Monday, September 12, 2016

Hari-hari Besar Islam yang menyedihkan

Hari-hari Besar Islam yang menyedihkan

Maulud
Sewaktu Muhammad berusaha menjadi nabi Allah Israel (kiblat pertama Islam menghadap Bait Allah Israel di Yerusalem), orang Nasrani sudah merayakan kelahiran Yesus setiap tanggal 25 Desember. Hari peringatan kelahiran Yesus sering menjadi olok-olok Muslim karena orang Nasrani yang merayakan kelahiran Yesus membuat pohon Natal dengan hiasan salju sedangkan Yesus lahir di daerah yang tidak bersalju. Memang tidak ada yang tahu dengan pasti tanggal berapa Yesus dilahirkan, karena pada jaman itu belum ada kantor catatan sipil. Tentang kelahiran Yesus ditulis di Injil, terjadi di kandang domba karena Yosef tidak berhasil mendapatkan tempat menginap di di Bethlehem padahal waktu kelahiran itu sadah tiba. Dalam kesederhanaan Maria melahirkan Yesus didampingi oleh Yosef dan kemudian dimeriahkan oleh kehadiran sekawanan gembala, ada suasana kemuliaan dalam kesederhanaan. Memperingati hari kelahiran Yesus dilakukan oleh Gereja jauh setelah Yesus disalibkan dan dipilih tanggal 25 Desember karena di Eropa, tanggal 25 Desember adalah hari terpendek dalam satu tahun, artinya besok matahari akan bersinar lebih panjang. Makna menyongsong sinar yang lebih terang diambil utuk memperingati hari kelahiran Yesus yang dipercaya membawa terang ke dunia.

Pengikut Muhammad tidak mau kalah, sebagai agama benar ya harus juga punya peringatan hari kelahiran nabi mereka. Hari kelahiran Muhammad memang diketahui karena Muhammad lahir sekitar 500 tahun setelah Yesus disalibkan. Peringatan hari kelahiran Muhammad yang disebut Maulud Nabi, tidak direkayasa seperti peringatan hari kelahiran Yesus tapi apa makna memperingati hari kelahiran Muhammad? Muhammad dilahirkan ke dunia ketika ayahnya sudah meninggal sewakti bayi itu berusai 7 bulan di dalam kandungan. Ibunya tampaknya tidak menyambut gembira kelahiran itu karena bayi itu ternyata tidak disusui oleh ibu kandugnya tetapi dititipkan di keluarga Arab yang tinggal di luar kota Mekah. Islam membuat cerita pembenaran bahwa menyewa ibu penyusu adalah tradisi kalangan elit Quraisy. Cerita itu tidak bisa dibuktikan tapi kita tahu bahwa anak-anak Muhammad dari perkawinannya dengan Khadijah tidak disususi oleh orang lain. Jadi apa makna merayakan hari kelahiran Muhammad?

Miraj
Pada waktu Muhammad berjuang menjadi nabi, orang Nasrani selain memperingati hari Natal juga memperingati hari Kenaikan Yesus ke Surga. Tiga hari setelah disalibkan, Yesus bangkit dari antara orang mati dan rohnya masih ada bersama para muridnya. Empat puluh hari setelah disalibkan Yesus diangkat ke Surga.

Pengikut Muhammad yang terus berjuang membesarkan Islam dan menjadikan Islam agama benar tidak mau kalah dengan Nasrani mereka juga perlu punya cerita Muhammad ke surga. Disusunlah cerita Miraj dan cerita yang beredar di kalangan Islam, kejadian itu di Mekah, Muhammad mengendarai Buraq dari Kabah ke Bait Allah Israel di Yerusalem lalu terbang ke surga. Tapi si pembuat cerita tidak cermat dan sebenarnya mudah dilihat bahwa cerita itu jelas ngibul. Naik ke surga maksudnya Muhammad mendapat perintah berapa kali Muslim harus solat dalam sehari. Sewaktu Muhammad masih di Mekah, solat yang diajarkan kepada pengikutnya adalah dua kali sehari sama dengan yang dilakukan Yahudi, yaitu ibadat pagi dan ibadat petang dan kenapa disamakan oleh Muhammad karena Muhammad berharap menjadi nabi Israel karena itu solat itu berkiblat ke Bait Allah Israel di Yerusalem. Setelah hijrah ke Yatrib, Muhammad menambah solat Muslim menjadi tiga kali sehari karena baru diketahui Jumat siang orang Yahudi melakukan ibadat persiapan hari Sabat. Setelah Yahudi tidak mau mengakui Muhammad sebagai nabi karena tidak mungkin ada nabi dari Arab, Muhammad memindahkan kibat Muslim ke Kabah dan menambah jumlah solat Muslim menjadi lima kali sehari. Seharusnya cerita Miraj itu tejadi di Madinah bukan di Mekah. Tapi lalu kemuliaan apa dari cerita Miraj tersebut karena setelah mati Muhammad tidak naik ke surga dan raganya dikurburkan di Madinah dan makamnya bisa dilihat hingga sekarang.

Idul Fitri
Hari raya yang diperingati oleh orang Yahudi dan Nasrani adalah hari Paskah. Dalam tradisi Yahudi, Paskah diperingati sebagai hari pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Yesus sengaja membiarkan dirinya di salib pada hari Paskah sehingga peringatan pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir ditambah dengan pembebasan manusia dari dosa. Banyak Muslim mencemoohkan arti Yesus membebaskan dosa manusia, ini perlu dijelaskan sedikit. Dalam tradisi Yahudi dosa tidak dapat diampuni oleh manusia dan yang berhak mengampuni dosa adalah Allah. Dosa yang belum diampuni Allah akan diwariskan sampai turunan keempat sehingga beban dosa itu akan memberatkan anak-anak yang lahir kemudian. Dosa dapat ditebus dengan cara melakukan persembahan kepada Allah berupa pengorbanan kambing domba atau lembu sampi sesuai besarnya dosa. Tradisi menebus dosa itu dihapus oleh Yesus dengan mengajarkan bahwa dosa dapat dihapus oleh manusia bukan oleh Allah dengan cara, orang yang menjadi korban mau mengampuni kesalahan orang yang berbuat salah dan agar tidak ada lagi kambing domba atau lembu sapi yang dikorbankan untuk Allah, karena Allah tidak memerlukannya dan lebih baik kambing domba serta lembu sapi itu dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia, Yesus membiarkan darahnya tercurah sebagai lambang mulai saat itu dosa dapat dihapus oleh manusia. Karena itu sangat kurang ajar Muhammad memasukkan ke dalam al-Quran cerita bahwa Yesus tidak disalibkan yang memprovokasi pengikutnya untuk mengolok-olok orang Kristen..

Muhammad tahu arti perayaan Paskah ketika tinggal bersama orang Yahudi di Yatrib dan setelah tidak diakui sebagai nabi oleh orang Yahudi dan kiblat sudah dipindah ke Kabah, Muhammad perlu mencari hari raya bagi Muslim yang tidak sama dengan hari raya Paskah Yahudi. Memang hidup Muhammad dalam membangun Islam penuh perjuangan, merampok sukunya sendiri dilakukan untuk menyambung hidup di Yatrib bersama pengiktunya. Pada mulanya perampokan itu kurang berhasil dan puncak dari perampokan itu adalah perang Badar melawan bangsanya sendiri yang tidak terduga dimenangkanMuhammad. Muhammad dan pengkutnya sangat senang telah berhasil memenangkan perang melawan pemerintahan yang sah dari bangsanya sendiri. Dengan membawa banyak harta rampasan perang Muhammad merayakan hari kemenangan dan hari kemenangan itu dijadikan hari besar Islam, hari Idul Fitri, Hari Kemenangan, pulang membawa harta hasil merampok sukunya sendiri.

Hal ini perlu diketahui oleh bangsa Indonesia agar jelas duduk persoalannya dan tidak ada lagi fitnah di antara sesama anggota masyarakat
SUMBER: http://memahamiperbedaanagama.blogspot.co.id/search/label/Hari-hari%20Besar%20Islam%20yang%20menyedihkan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...