Sunday, September 4, 2016

Kesaksian - Perjalanan Ke Tibet (Matangnya "Buah" Damai Sejahtera)

Tuhan Yesus mengirim saya ke Tibet pertama kali pada bulan September 1986. Setelah melayani di Tibet selama seminggu, saya kembali ke Nepal dengan menggunakan bis dengan lama perjalanan 3 hari. Karena Tibet adalah daerah dataran tinggi yang bergunung-gunung, bis yang saya tumpangi tersebut harus mendaki gunung dengan rata-rata ketinggian 4000 meter. Di suatu tempat ketika bis itu melalui suatu belokan tajam dan sedang dalam posisi menanjak, tiba-tiba remnya blong. Karena panik, sang supir membunyikan alarm yang menandakan bahwa rem itu rusak. Lalu lebih parahnya lagi, bi situ meluncur ke belakang.
Semua penumpang, baik orang-orang Tibet maupun orang-orang asing mulai melompat keluar melalui jendela bis. Anehnya, ada rasa tenang dan damai di dalam hati saya. Bukannya turut melompat seperti yang lain, saya hanya berdoa, ‘Bapa, Engkaulah yang mengutus saya ke Tibet dan saya tahu, bahwa bahkan pada situasi saat ini, hidupku dan situasi ini ada dalam tangan-Mu.’ Ketika bi situ terus meluncur mendekati tikungan tajam tadi, remnya secara ajaib bekerja kembali. Sang supir dengan seketika dapat menguasai keadaan kembali dan semua orang sampai ke perbatasan Tibet-Nepal dengan selamat. Matangnya ‘buah’ Damai Sejahtera adalah hasil ‘bersekutu dan berjalan’ dengan Sang Raja Damai, Yesus Kristus.
(Selvaraj)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...