purchase books written by me.

purchase books written by me.
harga buku Rp. 21.000,- atau US$ 7.00

Monday, June 17, 2013

hoax dare para mualaf yang sungguh memalukan. ha...7x

TAU GA SEH LO.
YAHYA WALONI TERNYATA KABUR DARE pdt ESRA ALFRED SORU, WALAU DEBAT DI ADAKAN DI MESJID DI SURABAYA. BRITA LIAT DI http://pelangikasihministry2.blogspot.com/2013/06/tanggapan-atas-bualan-bualan-ustad.html?spref=fb

Ungkapkan Kesesatan IslamH. Insan LS Mokoginta - Tokoh Muallaf Indonesia
Hidayah
 coba baca - baca Bualan Muslim : Yahya Waloni, Muslim Mantan Pendeta?
 ......................................…

 al-islahonline.com : Alhamdulillah, telah masuk Islam seorang Kristen
 dengan data sebagai berikut :

 Nama Mula-mula : Yahya Yopie Waloni

 Nama Islam : Moh. Yahya Waloni

 Tempat, Tgl lahir : Manado, 30-11-70

 Karir :
 •Mantan Pendeta GKI
 •Lulusan S3 / Doktor Theologia
 •Pendiri dan Rektor UKIP (Universitas Kristen Indonesia Papua) Sorong, STT Calvinis
 •Dan berbagai jabatan strategis lainnya.

 Sebelum masuk Islam beliau dapat dibi-lang hidup sangat berkecukupan bahkan mewah, mendapatkan gaji rutin dari luar negeri, jemaat dan dari mengajar kira-kira sebesar Rp. 11.000.000,- namun saat ini, se-mua kemewahan dan fasilitas telah beliau tinggalkan untuk mencapai kebenaran ha-kiki yaitu Islam. Tapi sayang sekali, ta-bungan yang selama ini beliau kumpulkan telah diblokir oleh pihak gereja.

 Beliau adalah Bapak DR. YAHYA WALONI, beliau adalah PENDETA (Pelum) GKI di Tanah Papua, Klasis Raja Ampat – Sorong Kepulauan – Propinsi Irian Jaya Barat.
 Beliau kelahiran di Manado, 30 Nopember 1970.
 Beliau juga pernah menjadi Ketua/Rektor STT. Calvinis Ebenhaezer – Sorong sejak 1997-2004.
 Tahun 2003 beliau meningkatkan status STT Calvinis ke tingkat Universitas, dan saat ini dikenal dengan nama UNIVERISTAS KRISTEN PAPUA (UKIP) – Sorong.
 Tanggal 28 Januari 2004, beliau mengundurkan diri dari UKIP.

 ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,…
 STT Calvinis Ebenheizer...???
 kok belum pernah dengar ya..

 Ada bagian yang sangat ganjil dari berita di atas,,

 Pertama:
 Adalah Mustahil Seorang Hamba Tuhan Mendapat Gaji Hinga 11 Juta Perbulan.
 Gaji Pendeta yang memimpin Gereja dan menjadi Ketua Majelis Jemaat gak pernah lebih dari 2 Juta, bahkan Pendeta yang Melayani di Pos Pelkes atau di bawahi Gereja Induk gajinya Tidak sampai 1 Juta.
 Gaji Pendeta di atur OLEH SINODE Jemaat Gereja yang bersangkutan, Bukan Dari Luar Negeri

 Kedua:
 Pada Kalimat "Tapi sayang sekali, ta-bungan yang selama ini beliau kumpulkan telah diblokir oleh pihak gereja"

 Aneh Sekali, Dimana Mana Kas Gereja adalah atas Nama Jemaat Gereja, Bukan Perseorangan.
 Kalaupun Yahya Waloni memiliki Tabungan, PIHAK LUAR TIDAK PUNYA HAK MEMBLOKIR TABUNGAN SESEORANG, yang Berhak adalah nasabah yang bersangkutan.

 Ketiga:
 Yang Paling Ganjil
 Yahya Waloni berkata Ia Mengundurkan diri dari UKIP di 28 Januari 2004
 padahal UKIP baru berdiri 8 April 2005

 ini situs resmi Ukip
http://ukip.ac.id/index.php?option=com_c…

 Yahya Waloni Berkata ia adalah Pendiri dan Rektor UKIP
 padahal Rektor Ukip sejak Berdiri adalah Prof. Dr. Sasmoko

 So,,, ???
 UKIP: Universitas Kristen Papua
 ukip.ac.id

-------------------------













Ustad Dr. M. Yahya Waloni ngakunya mantan anggota TNI yang berhenti dari militer karena kasus Timor Timur…hehehe, yang benar Yahya Yopie Waloni (nama aslinya) adalah mantan anggota TNI berpangkat Prajurit Dua yang dipecat dari militer karena lari dari tugas/disersi. Ia disersi saat baru berdinas sekitar 1 tahun….kalau pembaca tidak percaya, silahkan cek saja di Yonif 711/Raksatama Palu atau di Korem Palu, masih banyak koq rekan seangkatannya disana.
Lalu si Ustad ngakunya pendiri dan mantan Rektor Universitas Kristen Papua, ia mengundurkan diri sebagai rektor pada tahun 2004, padahal UKI Papua sendiri baru berdiri tahun 2005, dan rektornya sejak berdiri sampai sekarang belum pernah ganti, tuh….lagi-lagi bagi yang kurang yakin, silahkan cek langsung ke Kampus UKI Papua.
Lalu ia juga mengaku Mantan Rektor STT Calvinis Eben Haezer, waduh, dimana tuh letaknya ya….soalnya gak pernah ada yang namanya STT Calvinis Eben Haezer…
mungkin ini baru sebagian dari kebohongan Ustad Dr. Muhammad Yahya Waloni, dan tidak akan lama lagi, kebusukannya bakal segera terbongkar…


sumber : http://tewelonanian.wordpress.com/2013/08/14/merespon-tanggapan-atas-bualan-ustadz-yahya-waloni/

Hj irene Handono, MANTAN BIARAWATI PALSU?

Tanggapan untuk HJ Irene Handono,Mantan Biarawati yang PALSU!!!!

Yang bikin kesaksian ini sama sekali nggak ngerti kalau seorang wanita hendak menjadi seorang biarawati katolik harus menempuh masa pendidikan dalam rumah pendidikan tarekat setempat, mulai dari masa postulat, novisiat hingga kaul pertama yang memakan waktu kurang lebih 3 tahun. Dalam kurun masa tersebut, sang calon biarawati sama sekali tidak boleh meninggalkan rumah pendidikannya. Dalam masa sebelum kaul pertama, ia sama sekali tidak akan disebut sebagai 'biarawati/suster' tapi novis. Kalau umur 18 tahun masuk biara, 19 tahun udah biarawati, masa postulat dan novisiatnya cuman setahun? Mempersiapkan kaul pertama aja bisa setahun sendiri...

Seorang biarawati nggak akan pernah bersekolah di seminari. Untuk apa? Seminari adalah jenjang pendidikan para calon imam. Biarawati kuliah di fakultas manajemen, hukum, keperawatan, bahkan teknik sipil, itu masih mungkin. Tapi Institut Filsafat Theologia?

Kalau belum ada yang pernah tahu, seminari tidak punya dan tidak pernah pakai jurusan. Jelas penulis sama sekali nggak tahu apa itu seminari. Mungkin karena tahunya di IAIN ada Fakultas Ushuluddin, dianggap di seminari juga ada Jurusan Comparative Religion.


Dari Swara Muslim.com ( dengar dari multimedia / VCD )dia bilang "Akhirnya rahmat Allah datang kepadaku. Aku kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat di depan beliau. Waktu itu tahun 1983, usiaku 26 tahun".


Dari Hidayatullah.com dia bilang "Setelah melewati liku-liku yang panjang, enam tahun kemudian, l982, Irena baru mengikrarkan syahadat di Masjid Al Falah Surabaya dibawah bimbingan KH Misbach, Ketua MUI Jatim. Badai ternyata bertambah kencang, seperti teror misalnya". Toh ia tetap tegar hingga kini. Semoga...

Di majalah dari Hidayatullah.com, dia bilang lagi "terus di majalah yang sama katanya dia lahir 30 Juni 1954"

artinya :
tahun 1983 umurnya : 29 tahun
tahun 1982 umurnya : 28 tahun

dia umur 26 tahun harusnya tahun 1980 ...
kepik ngerti kalo some women suka untuk ngaku umur yang lebih muda but this is just too weird .. kalo emang kejadian itu some life changing experience, pasti nggak bakalan lupa/salah inget.

di majalah ditulis 6 tahun setelah dia menyadari kebenaran Islam (I guess setelah dia keluar dari seminari/biara/institut/wherever) lalu dia married just 1 tahun setelah keluar dari biara, dengan seorang Katolik nevertheless ... kinda weird untuk seseorang yg lagi limbo antara Islam dan Katolik untuk segera menikahi seseorang dalam waktu kira2 1 tahun keluar dari institut/biara... baru dia bertemu KH Misbak...
kalo emang dia bersyahadat tahun 82/83, berarti umur waktu dia menemukan kebenaran itu umur 21/22 married umur 22/23 dan bersyahadat dan bercerai umur 28/29 ... not exactly 26 ...

Terus another weirdness, KH Misbach baru menjabat Ketua MUI Jatim tahun 1985 ... pada tahun 1982/1983 dia bukan ketua MUI Jatim. Tahun 1985, umur irena itu 31 tahun.

Rincian tambahan

Dari alhikmah.com, dia bilang :"Sekilas kisah pemateri Ustadzah Irene Handono ( Mantan Biarawati Gereja ) Beliau dahulunya ada seorang biarawati yang lama belajar dalam kependidikan khusus pastur akhir. Suatu ketika beliau mendapatkan materi Islamologi, yang bertujuan 'mengenalkan Islam' agar dapat memusuhinya".


CMIIW kok bisa seorang biarawati mengambil kependidikan khusus pastur akhir ...
en yang anehnya menurut wawancara al hikmah, si irena handono sudah "lama belajar" sedangkan menurut kesaksian kutipan lain, dia umur 19 tahun (baru 1 tahun, bukan "lama belajar") sudah masuk Institut Filsafat Teologia dan belajar ttg Comparative Religion, Islamologi dan diawal kuliah dia sudah mulai mempertanyakan, bukan setelah lama belajar.

di kesaksian yg ditulis di narrative, dari first person perspective (suara si irena handono sendiri), dari majalah (hidayatullah dan al hikmah) itu interview langsung.
oops sorry, yang ditulis itu hasil wawancara Irena Handono sendiri yang juga dimuat di ma
2 tahun lalu
2 tahun lalu

  • M.m. Saffrie Darongke dlm. Video I nya ... H. Irene Handono s e n d i r i telah memberikan k e s a k s i a n yg. Membongkar " KePalsuannya seb. "Katholik" apalagi mantan biarawati
  • M.m. Saffrie Darongke umur 6 thn. oleh ortunya yg. Katholik, Irene dimasukkan "Zondag School" & memperoleh pendidikan agama "Privaat" dari Moeder Overste
  • M.m. Saffrie Darongke Kenyataan : 1. dari duluuu hingga kini ,Tidak Pernah Ada " Zondag School" bagi anak2 Katholik ( Zondag School milik Protestant)
  • M.m. Saffrie Darongke Moder Overste Bertugas "Memimpin biarawati2 Dlm. Biara" ........ dari duluuu hingga kini , Tidak Pernah Ada , Pemimpin Biara ... yg. ke luar biara untuk mengajar agama ..... apalagi unt. h a n y a - s a t u - anak 6thn. (privaat) .............( kalah dong puteri2 Kerajaan Europa , oleh Irene )
  • M.m. Saffrie Darongke T i d a k - A d a - Pelajaran agama khusus , bagi anak2 Katholik (apalagi baru 6 thn.) ....... kecuali akan menerima Ekaristi atau Krisma
  • M.m. Saffrie Darongke Tidak ada Dossier Irene Handono , di Adm. Biara manapun di P. Jawa ........... Irene Handono h a n y a pernah "indekost" di Asrama Puteri (unt. awam , siswi & mahasiswi) , yg. ada dlm. lingkungan biara Suster2 Ursulin Jl. Lap. Banteng Utara 10 (Jl. Pos 2) - Jakarta Pusat ..... ketika Irene Handono kuliah di Atmajaya ( hanya tingkat I , lalu m e n i k a h)
  • M.m. Saffrie Darongke katanya ... setelah menjadi biarawati , Irene Handono t e r p i l i h unt. meneruskan kuliahnya di Seminari Agung .......padahal ....... Seminari Agung Katholik h a n y a untuk PRIA
  • M.m. Saffrie Darongke Taqiyyah & Kitman yg. DUNGU , dari Irene Handono ..... untuk memperoleh "perhatian" dari umat Islam yg. sangat sederhana ...... agar Irene Handono "Terpandang & Dapat MemperDagangkan agamanya"

KESAKSIAN TENTANG HJ, IRENA HANDOYO

IRENA NGAKU MANTAN BIARAWATI ?? HA HA HA , KETAWA SAYA SETELAH MEMBACA HAL INI !!

Menurut kesaksian Sr.Lucyana, Irene masuk postulan biara suster Ursulin Tahun 1974 di Jalan Supratman I bandung. Hanya beberapa bulan sebagai pastulan, karena selanjutnya dia tidak diterima untuk melanjutkan ketahap berikutnya yang diawalin dengan proses "kleding" (penerimaan pakaian suster). Alasannya tidak diterima karena Irene mengidap berbagai penyakit seperti asma, sehingga sampai kasur tidur harus special tidak seperti kasur2 di biarawati yang lain, selain itu irene juga membawa motor pribadi merk suzuki. Maklum orang tuanya adalah pengusaha pabrik plastik dan perternakan ayam di jawa timur. Lebih dari itu, ada kekhususan yang dimiliki irene, yaitu irene tidak lebih dulu melalui tahapan pengenalan
selama 1 tahun (aspiran) sebagaimana biasanya, melainkan langsung menjadi
postulan yang merupakan tahap kedua setelah aspiran.

Saat postulan irene mendapat tugas studi filsafat dijalan pandu yang sekarang menjadi falkultas filsafat dan teologi bandung. Tapi berhubung dia tidak diterima untuk proses kleding , maka ia hanya beberapa bulan saja studi filsafat dan berhenti, menurut suster lucy, ia baru pada tahap pengantar ilmu filsafat dan sejarah gereja. Karena tidak bisa melanjutkan pada proses tahap selanjutnya dibiara, dia pun pindah ke jakarta dan tinggal di asrama putri St.Ursula di jalan Pos II Kemudian irene masuk kuliah di universitas katolik atmajaya Jakarta.
Sebagai mahasiswa dia harus melanjutkan proses ploncoan . pada saat
orientasi itulah dia mengenal seoang senior bernama Maxi Sintu Da Rato yang menjadi pemimpin plonco, yang pada akhirnya menjadi suaminya pada tahun 1975 mereka menikah di gereja Katolik Pacet, Mojokerto, Jawa timur.
Dari pernikahan itu Tuhan mengkarnuniai 3 orang anak. Pasangan ini tidak langgeng. Karena itu keduanya berpisah . Kabarnya irene akhirnya hidup dengan seorang pria arab-pakistan, yang bekerja pada perternakan warisan Ayahnya yang dipercaya kepada mantan suaminya maxi. Lebih lanjut teman2x yang seangkatan yang sudah menjadi suster antara lain : Sr. Engeline menjadi kepala sekolah Smp vincentius putri jakarta di jalan otista,jaktim, Sr imelda suster di St.theresia Jl. sabang, jakarta, Sr Benigna yang dulu pemimpin postulan dan novisiat biara ursulin dibandung, dan kini tinggal di biara otista.

Jadi dengan tegas Sr.Lucyana mengatakan bahwa irene bukan mantan biarawati. karena tahapan menjadi seorang biarawati tidak dilalui irene. Menurutnya tahapan menjadi biarawati ursulin adalah pada saat menerima pakaian suster (kleiding) atau masuk masa noviat. Masa itu harus dijalani selama 2 tahun.
Kemudian masa yunior dengan mengikarkan kaul pertama yang harus dijalani 5 tahun. setelah itu baru seorang biarawati menjadi biarawati sesungguhnya dengan mengikarkan kaul kekal. Dengan demikian klaim irene bahwa irene adalah mantan biarawati sampai belajar diperguruan tinggi teologi sama sekali tidak benar.


Bls: CiKEAS> Irena Handono Kecewa Masuk Islam Tapi Takut Keluar !!!



Duk Mus itu cuma sepotong!!! Masih tetap Kampret kamu yah!!!
Dikirim dari ponsel cerdas BlackBerry 10 saya.
Dari: Agustinus Lesek
Terkirim: Senin, 01 Juli 2013 7:43 PM
Ke: CIKEAS@yahoogroups.com
Balas Ke: CIKEAS@yahoogroups.com
Perihal: Re: CiKEAS> Irena Handono Kecewa Masuk Islam Tapi Takut Keluar !!!


Semua biarawan/biarawati Katolik seperti romo dan suster tercatat rapi dalam dokumen resmi gereja di Roma.

Dari manapun dan dimana pun seorang biarawan/biarawati berasal/tinggal, mudah dipantau, kr semua nama mereka disebar ke semua gereja di dunia.

Karena itu, kalau ada yg mengaku biarawati atau suster, padahal dia bohong, maka akan dengan mudah diketahui.

Cuma di Gereja Katolik, tidak ada penghakiman kepada para suster, romo gadungan itu. Gereja membiarkan mereka bertobat sendiri.


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: Muskitawati <muskitawati@yahoo.com>
Sender: CIKEAS@yahoogroups.com
Date: Sun, 30 Jun 2013 15:47:33 -0700 (PDT)
To: <abdibangsa@yahoogroups.com>; <cikeas@yahoogroups.com>; <Debate-Religious-Spirituality@yahoogroups.com>; <GerejaBethanyIndonesia@yahoogroups.com>; <Indonesia-Rising@yahoogroups.com>; <iscab@yahoogroups.com>; <mediacare@yahoogroups.com>; <MURTADIN_KAFIRUN@yahoogroups.com>; <Nongkrong_Bareng2@yahoogroups.com>; <parapemikir@yahoogroups.com>; <politikmahasiswa@yahoogroups.com>; <Politikus_RI@yahoogroups.com>; <zamanku@yahoogroups.com>
ReplyTo: CIKEAS@yahoogroups.com
Subject: CiKEAS> Irena Handono Kecewa Masuk Islam Tapi Takut Keluar !!!



Irene Handono masuk Islam ternyata cuma dijadikan bahan dakwah promosi iklan Islam untuk menipu masyarakat agar lebih banyak lagi yang terjebak masuk Islam.  Beliau menyesal masuk Islam karena tidak ada kepercayaan atau saling mempercayai sesama Islam.  Antar umat Islam saling mencurigai, bahkan puncaknya Irena Handono diawasi kemanapun dia pergi hingga ke Singapore mengunjungi Gereja Katolik di sanapun disalahkan dianggap murtad.

Untuk menyelesaikan tuduhan murtad inilah Irene Handono meminta mediasi konsultasi MUI untuk menolongnya, dan MUI memberi solusi pemecahannya dengan "Mubahalah".  Dalam Muhabalah itu pihak saksi diwakili oleh Diky, sedangkan penulis laporan pemurtadan Irena Handono yaitu Imam Safari tidak dihadirkan.  Diky menyuruh Irena Handono untuk mendatangkan saksi Imam Safari untuk ikut ber mubahalah, tapi oleh Irena Handono Imam Safari dilarang datang.

Begitulah masalah jadi selesai, Irena Handono bermubahalah melawan Diky, sedangkan MUI menjelaskan bahwa kemungkinan2nya adalah kedua belah pihak bersalah, atau hanya satu pihak yang benar dan yang lainnya bersalah, tetapi tidak mungkin ke-dua2nya benar.  Demikianlah penjelasan MUI waktu itu.  Setelah 4 tahun berlalu ternyata tidak ada yang mati, maka artinya Allahnya itu yang tidak ada, karena harusnya salah satu ada yang mati, atau dua2nya mati, dan MUI sudah menegaskan enggak mungkin ke-dua2nya tetap hidup.

Irene Handono kecewa, tapi takut keluar dari Islam, karena ajaran Islam menyatakan bahwa mereka yang keluar dari Islam disebutnya "Murtad" dan wajib hukum pancung.

Tapi diam2 Irena Handono mengeluarkan uneg2 kekecewaannya keluar negeri, dan anda bisa menyaksikan dan mendengarkan sendiri isi hati Irena Handono yang diperalat untuk dakwah Islam:



Pada hakekatnya, Irene Handono itu sendiri berbohong mengaku keturunan Cina yang bermarga Han, juga dia berbohong mengaku biarawati katolik, akhirnya terbukti, tidak ada ayahnya yang keturunan Cina, dan juga tidak bisa membuktikan nama Cina yang diakuinya, meskipun dia memiliki tiga ktp dan tiga pasport, satupun tidak ada yang bernama cina.

Majelis Gereja Katolik merilis pernyataan bahwa tidak ada biarawatinya yang tercatat dengan nama Irene Handono ataupun nama Cina-nya yang diakuinya selama dakwah2nya.

Bisa jadi, untuk menangkal rilis Majelis Gereja Katolik inilah, MUI merekayasa Irena Handono membuat kunjungan resmi ke Singapore dan mengunjungi Gereja Katolik disana untuk kemudian merekayasa sandiwara tuduhan Diky cs dari laporan Imam Safari tentang kesaksian mereka melihat Irene Handono memasuki gereja katolik disana dengan berpakaian biarawati Katolik.

Kemudian kejadian ini dijadikannya kontroversi dengan penyelesaian nya melalu Muhabalah bohong2an sehingga tidak ada yang mati baik Diky si pelapor, maupun Irene Handono si pelaku.

Jadi dengan rilis Majelsi Gereja Katolik Indonesia sebagai saksi bahwa Irene Handono bukan biarawati Katolik, tapi dengan kontroversi Irene Handono berpakaian biarawati di sebuah gereja di Singapore, maka kepada umat Islam ditanamkan paham bahwa Irena-Handono itu betul2 biarawati katolik tapi tidak terdaftar di Majelis Gereja Katolik di Indonesia disebabkan dia tercatat di Singapore.

Semua skenario ini jelas bohong tapi bukan dosa bahkan pahala karena semuanya untuk memuliakan Islam, untuk memperkuat keimanan umat, dan untuk menarik umat yang bukan Islam.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


Siapa Irene Handono?
Baik, sebelum lebih jauh mengenai kata ‘pakai’simak dulu informasi penting mengenai siapa itu Irene Handoyo, terutama bagi yang belum tau. Ulasan ini saya googling, baca saja: “Saya seorang wartawan salah satu harian lokal di Indonesia (maklum) selalu kristis. Ibu ustdz Irene handoyo mulai masuk biara pada usia kalo ga salah 19 tahun (mohon diingat-ingat bu..!) terus menjadi muallaf pada tahun 1983 (usia 26 tahun), sebelum muallaf ibu menikah dengan pria Katholik dan melanjutkan pendidikan di Univ Atmajaya dan dikaruniai anak 3 org. Usia perkawinan adalah 5 tahun. Saya mau tanyakan apakah ibu keluar dari biara pada usia 21 tahun??? dgn kata lain hanya 2 tahun saja hidup  membiara dan setelah keluar dari biara ibu langsung menikah dengan pujaan hati ibu saat itu??? Sebab menurut keterangan teman saya (Katolik) seorang yang masuk biara dibagi dalam beberapa tahap. 3 tahun pertama disebut Novis, artinya masih umat biasa. Jadi menurut keterangan ibu, ibu ini belum ambil
sumpah kaul 1, ibu tdk layak disebut biarawati tapi Novis. Dan lagi di seminari manapun itu tdk pernah satu orang pun wanita diijinkan untuk “hinggap” di seminari sebab itu sekolah khusus untuk calon Imam atau Pastor ( laki-laki).
Menurut keterangan yang saya peroleh ibu tinggal di kaki bukit daerah Jogja, selama ibu menjadi Novis ibu pernah terlibat affair dengan daikon (satu tahap lagi menuju Pastor), tapi karena affair ketahuan di biara ibu, ibu terlanjur malu lantas ibu mengalihkan aib ibu kedalam Islam. Ibu pikir Islam tempat orang-orang seperti ibu??. Saya terlanjur malu karena terlibat penduplikasian dan pendistribusian vcd kesaksian ibu yang ternyata palsu itu.
Semoga Niat ibu menjadi Islam diluruskan oleh Allah SWT. Amin


Kamis , 12 Januari 2017, 18:28 WIB

Tak Puas, Tim Ahok Cecar Irena Handono Hingga ke Teman Biarawati

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Teguh Firmansyah
eko supriyadi
Pelapor kasus penistaan agama dengan tersanka Ahok, Irena Handono dan Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman tidak bisa memasuki ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
Pelapor kasus penistaan agama dengan tersanka Ahok, Irena Handono dan Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman tidak bisa memasuki ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Tim pengacara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak puas hanya menyecar saksi pelapor Ahok, Irena Handono di persidangan. Mereka juga mengklaim telah menginvestigasi latar belakang Irena.
Tim penasihat hukum terdakwa kasus dugaaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Edi Danggur mengaku telah melakukan investigasi latar belakang para saksi pelapor dalam sidang kelima kasus dugaan penodaan agama yang menjerat kliennya. Salah satunya adalah saksi pelapor Irena Handono.

"Contoh Irena. Kami dapat dari berita acara pemeriksaan (BAP) dari Irena, langsung kami search cerita di internet tentang dia. Tapi ya tidak bisa dipercaya begitu saja. Jadinya, di-compare dengan bukti lain, kami ke Bandung, kan dia terangin kuliah di situ," kata Edi di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat,  Kamis (12/1).
Tim penasihat hukum Ahok pun melakukan investigasi untuk mencari kebenaran dengan mencari salah satu biarawati, tempat Irena bersekolah seperti di dalam BAP.  "Kami cari biarawati, ada dua biarawati. Hasil investigasi kami, hal 1 BAP pendidikan terakhir dia D3, hal 2 lulusan Institusi Filsafat Teologi Bandung. Dari dosen sana bilang Institut Filsafat Teologi Bandung tidak ada. Kampus itu sejak beberapa tahun lalu dihapus dan menyatu dengan Unpar, " jelas Edi.
Kedua, sambung Edi, Irena menuliskan lulusan Diploma 3 pada 1975, sementara di Indonesia D3 baru dibuat pada 1980. "Saya dapat dari dosen di sana hanya ada BA tiga tahun dan Dra untuk wanita," ucapnya.

Tim investigasi juga mengunjungi salah satu teman biarawati Irena yang menyebut tidak mungkin ia mendapatkan gelar D3. Pasalnya, Irena hanya menjalani masa perkuliahan sekitar lima sampai enam bulan.

Pelapor kasus penistaan agama dengan tersanka Ahok, Irena Handono dan Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman tidak bisa memasuki ruang sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

"Sekolah itu khusus untuk calon pastor, imam, biarawati. Ia dikeluarkan tidak berhak sekolah lagi di situ (karena tidak lolos tes kesehatan). Tetapi di sidang ketika kami tanyakan tentang masuk sekolah itu pada 1974 dia bilang tiidak, dia bilang 1972. Lagi-lagi berbohong, padahal kami dapat bukti dari dua suster, dia bilang senior Irena yang masuk 1973 kan tidak mungkin lebih lama," kata Edi.

Edi melanjutkan ceritanya, lantaran tidak diterima dan dikeluarkan akhirnya Irena melanjutkan kuliah di Universitas Atmajaya Jakarta. Namun, lagi-lagi tidak selesai, Irena memilih untuk menikah dengan kakak kelasnya.

"Nah, pas ditanya di BAP, apakah pernah menikah dia bilang ya menikah dengan Muhammad Mansyur Amin meninggal 2010 lalu tanpa anak. Dia tidak menceritakan kenyataan yang sebenarnya. Padahal, dari keterangan suster, Dia sudah men‎ikah dengan kakak kelasnya Maxi, jelas ini dia membohongi tidak mengungkapkan diri secara benar dan jujur," tegas Edi.

Giliran Keponakan Membongkar Kebohongan Irena Handono

---------------------

MOKOGINTA.

Perjalanan keislaman Mokoginta berawal dari kepindahannya dari kota kecil Kotamubago, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara, ke ibu kota, Jakarta. Wenseslus Mokoginta, demikian nama lengkapnya, memutuskan untuk pindah ke Jakarta pada tahun 1976. Ketika itu umurnya 27 tahun. 

Ternyata kepindahan tersebut membawa banyak berkah. Jakarta menyambutnya dengan ramah. Ia tidak hanya sukses secara lahiriah, melainkan juga bathiniah. Bisnis yang digelutinya bersama seorang kenalan baru berjalan lancar. Dan yang lebih membahagiakan, ia mendapat hidayah dari Allah SWT, memeluk agama Islam. Di kota ini pula ia mendapat jodoh dari keluarga haji dan membina rumah tangga sakinah mawadah wa rahmah.

Keteladanan sebuah Keluarga Muslim 

Pria kelahiran 8 September 1949 ini adalah anak ketiga dari delapan bersaudara, dari pasangan ibu yang Islam dan ayah yang  nonmuslim yang masuk Islam ketika menikahi ibunya. 

Ketika kecil, ia dan saudara-saudaranya dimasukkan ke sekolah Katholik, sekolah yang saat itu paling maju dalam banyak hal. Dalam hal pilihan agama anak-anaknya, orangtuanya menyerahkan sepenuhnya kepada mereka. 

Bila ada orang menanyakan agamanya, kadang waktu ia menjawab Islam, tapi tak jarang pula mengaku sebagai penganut Katholik. Namun agama Katholik lebih melekat dalam dirinya, terutama setelah dibaptis pada tahun 1963, ketika berumur 14 tahun, dengan nama Wenseslaus. Tapi kitab suci agama tersebut baru dibacanya ketika duduk di kelas tiga SMP.
Mokoginta sangat terkesan dengan salah satu ayat dalam Bibel yang meyakinkan iman Kristennya, yaitu Injil Yohanes pasal 14 ayat 6, “Kata Yesus kepadanya, ‘Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui aku.” Ia yakin, hanya dalam Katholik ada jaminan pengampunan atas dosa dan jaminan hidup kekal serta masuk surga.

Pada waktu itu, menurut Mokoginta, Katholik-lah agama yang paling hebat dibanding dengan agama lainnya.

Namun, ia merasa risi tentang soal pengakuan dosa di hadapan pastor meski dalam ruangan tertutup. Itu dirasakan sangat memberatkan, terutama bagi para pemuda, apalagi bila dosa itu dilakukan dengan pacar.

Masalah lain, ia juga merasakan ada beberapa hal yang tidak pernah terpecahkan dengan tuntas, yaitu masalah ketuhanan Yesus, anak Tuhan Yesus, dosa warisan, dan penebusan dosa.

“Itu rahasia Tuhan Yesus, karena pikiran manusia tidak sampai ke sana,” demikian jawaban yang selalu diterimanya bila mempertanyakan hal-hal itu.

Tahun 1976, Mokoginta hijrah ke Jakarta, memulai lembaran baru dalam hidupnya. Ia berkenalan dengan keluarga W. Yarub, asal Palembang, seorang muslim yang taat.

Walau beda agama, hubungan keduanya sangat akrab. Mereka sepakat bekerja sama dalam usaha perdagangan dengan modal kecil. Entah kenapa, Yarub percaya penuh kepada Mokoginta untuk menjalankan usaha itu. Dan alhamdulillah, usaha itu berkembang. Kepercayaan itulah yang membuat Mokoginta terkesan.

Namun ada faktor lain lagi yang menarik minatnya. “Tingkah laku mereka selaku keluarga muslim membuat saya mulai tertarik kepada Islam,” katanya.

Selama sekitar empat tahun bergaul dengan keluarga Yarub, Mokoginta merasakan, kehidupan beragama Islam telah menyentuh qalbunya. Terutama dalam soal kebersihan dan kesucian. Minuman keras, judi, dan riba, yang diharamkan dalam Islam, membuatnya malu kepada diri sendiri, karena selama itu ia melakukannya.

Ia juga terkesan pada saat ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha. Saat itu suasana Islami sangat terasa di mana-mana. “Tidak ada yang tidak menikmati hari raya keagamaan tersebut, termasuk anak yatim, anak telantar, dan fakir miskin,” kenangnya.

Lama-kelamaan ia merasakan, Islam adalah bagian dari hidupnya. Maka pada tahun 1980 ia mengucapkan dua kalimah syahadat di Masjid Al-Muqarrabin, yang kemudian berubah namanya menjadi Masjid Abdullah bin Auf, di Kompleks Asrama Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, yang tidak jauh dari rumahnya. Disaksikan beberapa teman dekatnya, ia dipandu oleh imam masjid tersebut mengikrarkan La Ilaha Ilallah, Muhammadar Rasulullah.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah, yang menghendaki saya agar melakukan tiga macam hijrah. Hijrah antar-pulau, Sulawesi ke Jawa, hijrah antar-agama, Katholik ke Islam, dan hijrah antar-nama, Wenseslaus menjadi Insan Latif Syaukani,” katanya.

Setahun kemudian, ia menikah dengan gadis Betawi dari keluarga muslim fanatik. “Pernikahan itu menambah mantap pendirian saya dalam Islam walau pengetahuan saya tentang Islam masih sangat dangkal.”

Berkah terus Berdatangan 


Kesulitan yang sangat ia rasakan ketika baru masuk Islam adalah ketika melaksanakan shalat. “Setiap kali melakukan salat fardhu dan ketika berdoa, yang terbayang di benak saya adalah wajah lukisan Yesus. Seolah-olah saya berkomunikasi dengannya,” katanya. “Dan hal itu berlangsung selama berbulan-bulan sehingga sangat mengganggu konsentrasi ibadah saya. Tetapi dengan usaha keras dan tekun berdoa, lukisan wajah Yesus hilang dari hadapan saya. Setelah itu shalat saya mulai lebih khusyu’.”







Mokoginta: Islam adalah Pengamalan Perintah Yesus (1)

  
Mokoginta: Islam adalah Pengamalan Perintah Yesus (1)
Dua Kalimat Syahadat (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, Memiliki orang tua Muslim ternyata tak menjadikan Mokoginta pengikut agama yang dibawa Nabi Muhammad saw. Dan kebebasan beragama yang diberikan kedua orang tuanya kemudian justru menjadikannya seorang Katolik.
Alih-alih mewarisi keislaman orang tuanya, pelajaran tentang indahnya Islam justru didapatkan Mokoginta dari sebuah keluarga yang dikenalnya saat merantau ke Jakarta. Kepada Republika, pria kelahiran 8 September 1949 ini menceritakan perjalanannya mempelajari Islam, agama yang menjadikannya seorang misionaris Muslim.
***
“Ayahku adalah seorang non Muslim dari etnis Cina yang masuk Islam saat menikahi ibuku,” ujarnya mengawali cerita. Karena itu, praktis Mokoginta terlahir dari kedua orang tua yang beragama Islam. Namun karena keduanya beranggapan semua agama sama dan benar, ia dan tujuh saudaranya disekolahkan di sekolah Katolik.
Pendidikan dan lingkungan sekolah menjadikan Mokoginta dan saudara-saudaranya pemeluk Katolik. Hingga pada satu masa, tahun 1976, Mokoginta merantau ke Ibukota untuk mengadu nasib. Perantauannya itu tak hanya membawanya menjadi seorang pebisnis, namun juga seorang pengikut Yesus yang mencintai Muhammad saw.
Ia berkenalan dengan sebuah keluarga Muslim yang menjadi mitra bisnisnya di Jakarta, dan tinggal tak jauh dari mereka. Di sana, lingkungan kembali menjadi guru bagi Mokoginta. “Mereka adalah keluarga yang islami. Dan bersama mereka, aku merasakan kehidupan beragama yang harmonis,” kata pria kelahiran Kotamobagu, Sulawesi Utara ini.
Tak perlu waktu lama untuk membuat Mokoginta tertarik pada Islam. Diam-diam, ia mulai membuat penilaian tentang agama itu, dan mulai merasakan kebenarannya. Baginya, ajaran Islam sangat memperhatikan persoalan akidah dan akhlak, sesuatu yang tidak pernah diajarkan secara khusus dalam agamanya.
“Islam mengatur semuanya dengan Alquran dan sunnah Rasulullah, termasuk segala sisi kehidupan beragama. Sedangkan ajaran ‘kasih’ yang selalu didengung-dengungkan dalam Kristen tidak kurasakan,” katanya. Semakin jauh mengenal Islam, Mokoginta mulai merasakan ketidakberesan dalam keimanannya. “Alhamdulillah, hijrahku ke Jakarta adalah kehendak Allah SWT.”
Empat tahun bermitra dan bergaul dengan keluarga Muslim itu, Mokoginta tak pernah sekalipun dipaksa atau bahkan didorong untuk masuk Islam. Namun selama itu, diam-diam ia mempelajari Islam dan membandingkannya dengan ajaran Alkitab.
Tahun 1980, hidayah Allah yang melingkupi hati Mokoginta selama hampir empat tahun berbuah syahadat. Mokoginta berislam setelah melihat bahwa justru umat Islam lah yang mengamalkan ajaran agamanya. “Muslimlah pengikut Yesus dalam arti yang sesungguhnya, karena merekalah yang mengamalkan ajaran Yesus (Nabi Isa as),” ujarnya.
Mokoginta mencontohkan, banyak di antara perintah Allah dan Yesus tidak ia amalkan selama menjadi pemeluk Katolik. “Allah mengharamkan babi tapi kami memakannya, Allah berfirman bahwa Dia itu Esa tapi kami menjadikan-Nya Trinitas, Yesus dikhitan sedangkan kami tak wajib berkhitan, Yesus bersabda ia nabi utusan Allah tapi kami jadikan ia Tuhan, Yesus menyuruh menyembah Allah tapi justru Yesus yang kami sembah setiap hari,” urainya.
“Ternyata semua perintah Allah dan ajaran Yesus itu, umat Islamlah yang mengamalkan,” ujar Mokoginta. Ia kemudian menyimpulkan bahwa berislam adalah satu-satunya jalan untuk bisa mengamalkan semua ajaran Yesus. “Jika aku tetap dalam Kristen, maka setiap hari aku akan mengkhianati ajaran Allah dan Yesus.”
Terlebih, tambahnya, dalam sabdanya Yesus menyebut dirinya sebagai utusan bagi Bani Israel, bukan untuk seluruh umat. “Yesus juga berkata bahwa akan datang setelahnya nabi bernama Ahmad atau Muhammad. Dialah nabi akhir zaman yang diutus untuk menyempurnakan agama bagi umat manusia.” 

Mokoginta: Islam adalah Pengamalan Perintah Yesus (2)

  
Dua Kalimat Syahadat (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, Meski hanya nyantri pada beberapa ustaz dan mempelajari Islam secara otodidak, Mokoginta kini dikenal sebagai dai serta pembicara Kristologi di berbagai forum dan majelis. Bahkan, undangan juga datang dari luar negeri.
Tak sekadar tampil menyampaikan ajaran dan pesan Islam, Mokoginta aktif menjawab dan mendebat hujatan kaum non Muslim terhadap Islam. Sanggahan juga ia sampaikan melalui tulisan yang dibukukan. Tidak kurang dari 40 buku sanggahan telah ditulisnya. Beberapa bahkan dicetak ulang hingga beberapa kali.
Untuk semua sanggahannya, Mokoginta mengaku cukup bersenjatakan Alquran. “Cara membuktikan kebenaran Islam adalah dengan mempertandingkan Alquran dengan Bibel,” ujarnya yakin. Menurutnya, Alquran adalah mukjizat yang menjadi bukti dari semua kebenaran Islam. “Allah sendiri yang mengatakan bahwa tidak ada keraguan di dalamnya.”
Ia menambahkan, kebenaran isi Alquran adalah bukti keajaibannya. “Semakin didalami, kebenarannya akan semakin jelas terhampar. Karena itu siapapun boleh mengkritisi Alquran, asal dengan ilmu dan argumen serta dalil yang benar,” kata pria yang pernah menjadi guru bahasa Inggris ini.
Hal itu, katanya, tidak dapat ia lakukan sebelum ia berislam. “Alkitab tidak boleh dikritisi, karena ia dianggap telah final dan diyakini sebagai firman Tuhan yang murni.” Atas dasar itulah, ia banyak mengangkat studi komparatif dalam dakwahnya. Ia berharap jamaahnya dapat membandingkan dan menetapkan apa yang mereka anggap benar.
Kini Mokoginta bangga menjadi Muslim, bukan karena kiprahnya sebagai dai, melainkan karena kebenaran yang dipeluknya. “Dengan berislam, aku mengimani Nabi Muhammad saw tanpa kehilangan Yesus,” tegas peraih Mualaf Award pada 2006, 2007, 2010, dan 2011 itu.
===============
PENEPUAN MOKOGINTA. 
1. DIE BILANG KEK GINI : Alquran adalah mukjizat yang menjadi bukti dari semua kebenaran Islam. “Allah sendiri yang mengatakan bahwa tidak ada keraguan di dalamnya.”
Ia menambahkan, kebenaran isi Alquran adalah bukti keajaibannya. “Semakin didalami, kebenarannya akan semakin jelas terhampar. Karena itu siapapun boleh mengkritisi Alquran, asal dengan ilmu dan argumen serta dalil yang benar,” kata pria yang pernah menjadi guru bahasa Inggris ini.
PADAHAL PAKTA MEMBUKTIKAN KALO 
neh bukti qoran adalah kitab suci terideot sedunia. ha...7x http://allahswtadalahiblis.blogspot.com/2012/12/neh-bukti-qoran-adalah-kitab-suci.html

2. DIE BILANG KEK GINI : “Alkitab tidak boleh dikritisi, karena ia dianggap telah final dan diyakini sebagai firman Tuhan yang murni.”
PADAHAL PAKTA MEMBUKTIKAN KALO QORAN YANG GA BOLEH DIKRITIK. 
eslam : imani aje, jangan banyak nanya kalo ga mo dibenci olo. ha...7x http://antikrismuhammad.blogspot.com/2013/02/eslam-imani-aje-jangan-banyak-nanya.html
KNAPE BEGETO ? KARNE SKALI QORAN DIKRITIK MAKE RUNTUHLAH ESLAM KARNE OLO TERBUKTI IDEOT N YANG IDEOT PASTI BUKAN TUHAN. HA...7X
OLO YANG IDEOT DE PASTI TUHAN PALSU LAH. HA...7X
3. DIE BILANG KEK GINI : “Ternyata semua perintah Allah dan ajaran Yesus itu, umat Islamlah yang mengamalkan,” ujar Mokoginta. Ia kemudian menyimpulkan bahwa berislam adalah satu-satunya jalan untuk bisa mengamalkan semua ajaran Yesus. “Jika aku tetap dalam Kristen, maka setiap hari aku akan mengkhianati ajaran Allah dan Yesus.”
HA...7X SORI COY. AJARAN YESUS YANG PALING TERKENAL ADALAH AJARAN KASIH. N GA ADE KASIH DALEM AJARAN ESLAM. ISI QORAN NTU BENCI BUKAN KASIH. HA...7X
KASIH MENURUT OLO ADALAH JIHAD, RAMPOK, TAWAN, MINTE UANG TEBUSAN N BUNUH KAPIR ALIAS ORANG2 YANG GA MO NYEMBAH OLO. HA...7X
4. DIE BILANG KEK GINI : “Cara membuktikan kebenaran Islam adalah dengan mempertandingkan Alquran dengan Bibel,” ujarnya yakin. Menurutnya, Alquran adalah mukjizat yang menjadi bukti dari semua kebenaran Islam. “Allah sendiri yang mengatakan bahwa tidak ada keraguan di dalamnya.”
KALO LO BENER2 BANDINGIN ANTARA BIBLE N QORAN MAKE LO AKAN TAUK KALO OLO BUKAN YAHWE, TUHAN PARA NABI ISRAEL. HA...7X
Avatar.

Pernyataan ustad ihsan l mokoginta yang aneh?

Idolanya muslimer, ustad mualaf yang menulis buku 'mustahil kaum kristen mampu menjawab, berhadiah uang 100jt + sedan bmw' yang pertanyaannya sering di posting di sini.
Ada yang aneh yang saya tangkap waktu membaca kesaksiannya menjadi muallaf.
Pertama
dia bilang pernah melihat Pendeta mabuk di Paroki
saya mikir, ni orang bilang Pendeta, tapi kok di Paroki, kan Pendeta itu Pemimpin Jemaat Gereja Protestan, dan Paroki adalah bagian dari Gereja Khatolik yang di pimpin Pastur.

Kedua, dia menyebut Kitab Immamat dengan sebutan INJIL IMMAMAT, padahal Kitab Imammat kan 1 dari 5 kitab taurat musa dalam Perjanjian Lama, dan Injil ada di Perjanjian Baru, yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes

ketiga, ia bingung membedakan Yohanes Pembabtis yang di penggal Herodes dan Rasul Yohanes yang menulis Injil Yohanes dan Kitab Wahyu.
Ia nggak tau kalau keduanya adalah orang yang berbeda.

Ke empat, pertanyaannya 'mana bukti Yesus beragama Kristen?'
Ini konyol. Umat Kristen pasti tau bahwa Kristen berarti Pengikut Kristus.

Saya jadi ragu ia dulu beragama kristen, karena ia terlalu bolot tentang kekristenan


TAU GA SEH LO.

Kalo ga nepu, bukan islam namanye. ha...7x http://antikrismuhammad.blogspot.com/2014/02/kalo-ga-nepu-bukan-islam-namanye-ha7x.html

UMAT ESLAM BANGGA2IN TRIO MUALAP, MOKOGINTA, YAHYA WALONI N IRENA HANDONO. TAPI TRIO MUALAP GA BRANE DEBAT TERBUKA DI PESBUK MA GUE, WALAU GUE DE SEBARIN TANTANGAN DI PESBUK SLAME BERBULAN2. HA...7X

JADE TRIO MUALAP CUME BISE NEPU UMAT ESLAM N KRESTEN YANG ELMU BIBLENYE CETEK.

KALO KRESTEN YANG ELMU QORANNYE TINGGI KEK GUE MAKE MREKA SMUE PADE NGACIR. HA...7X

GUE TERUS TERANG AJE DE. ELMU QORAN GUE JAUH LEBIH TINGGI DARE PADE ELMU QORAN PARA KYAI, HAJI, USTAD, USTADJAH, ULAMA, IMAM, DLL. BUKTINYE SAAT DEBAT DI PESBUK, SMUE ESLAM2 GUE BIKIN KEOK. HA...7X

ASAL LO TAU, ELMU BIBLE GUE JAUH LEBIH TINGGI DARE PADE ELMU QORAN GUE. HA...7X

YBU AMEN, 


=============

INI DAFTAR BUKU BAGUS YANG SEBAENYE LO BELI N BACA. HA...7X
1. CHRIST, MUHAMMAD AND I by Mohammad Al Ghazoli 
  by Mark A. Gabriel
by Craig Winn 
4. LEFT BEHIND by Jerry B. Jenkins 
5. LEFT BEHIND by Tim F. LaHaye 
6. ISLAMIC INVASION by Robert A. Morey 
8. Antichrist: Islam's Awaited Messiah by Joel Richardson 
11. Islam: In Light of History By Rafat Amari
14. The Torn Veil by Gulshan Esther 
15. Why I Am Not a Muslim by Ibn Warraq 
16. Why I Am Not A Moslem by Dr. Peter S. Ruckman 
20. Islam And The Jews: The unfinished battle by Mark A. Gabriel 
22. Slavery, Terrorism and Islam by Peter Hammond 
24. Islam Exposed by Floyd McElveen 
27. The Destiny of Islam in the End Times by Faisal Malick 
28. 10 Amazing Muslims Touched by God by Faisal Malick 
32. The Hidden Life of The Prophet Muhammad by Dr. A. A. Ahmed 
34. Islam in the End Times by Ellis H. Skolfield
35. Muhammad is The Antichrist by Cole Steele 
36. Islam - The Dark Night Of Humanity by G. P. Geoghegan 
38. What the Koran Really Says by ibn warraq
    43. Iran: Desperate for God by The Voice of the Martyrs 


LO CUKUP BACA BEBERAPA AJE DARE REKOMENDASI BUKU DI ATAS. MAKA LO AKAN KAGET NGELIAT BETAPA JAHATNYE ESLAM. HA...7X

YAH JELAS JAHAT LAH KARNA ALLAH SWT ADALAH IBLIS N MAMAD ADALAH ANTIKRIS. HA...7X

SEBENERNYE SIH, ALLAH SWT PIKTIP ALIAS BERHALA DEWA BULAN ARAB N DI ISRAEL NAMANYE BAAL. HA...7X

N JIBRIL ADALAH IBLIS YANG MENYAMAR SBAGE MALAIKAT TERANG.

2 KORINTUS 11:14-15

14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang. 

15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka. 


FATHER - GOD

Yesus.
 1. Jesus Christ: The Real Story by United Church of God 
6. Jesus Humanity and the Trinity by Kathryn Tanner
9. Jesus Christ, Disciplemaker by Bill Hull 
11. Life of Christ by Fulton J. Sheen 
16. The Cross of Christ by John Stott 
17. Jesus for the Non-Religious by John Shelby Spong


Trinity.
3. Trinity by Joseph F. Girzone
8. The Trinity (Guides to Theology) by Roger E. Olson
9. The Biblical Doctrine of the Trinity by B.B. Warfield 


Holy Spirit.
1. Good Morning, Holy Spirit by Benny Hinn 
3. Baptism in the Holy Spirit by Derek Prince 
4. Experiencing The Holy Spirit by MURRAY ANDREW 
7. 7 Things The Holy Spirit Will Do In You by Pastor Chris Oyakhilome PhD 




others.
1. The Purpose Driven Life by Rick Warren 
3. The World On Fire by Rick Joyner 
5. The Final Quest by Rick Joyner 
7. Epic Battles of the Last Days by Rick Joyner 
8. The Prophetic Ministry by Rick Joyner 
9. The Harvest by Rick Joyner 
11. He Came To Set The Captives Free by Rebecca Brown 
12. Becoming A Vessel Of Honor by BROWN REBECCA 
13. Prepare For War by BROWN REBECCA 
14. The Gifts of the Body by Rebecca Brown 
15. Unbroken Curses by Rebecca Brown 
16. Church of Lies by Flora Jessop 
19. When God's Purpose Becomes Personal by Matthew Omaye Ajiake 
Buy new: $14.39 / Used from: $7.95
22. Blessing or Curse: You Can Choose by Derek Prince 
23. Secrets of a Prayer Warrior by Derek Prince 
24. Does Your Tongue Need Healing? by Derek Prince 
27. Entering The Presence Of God by Derek Prince 
33. Snakes in the Lobby by Scott MacLeod 
34. Why I Am A Christian by John Stott
36. Demons in the Church by Ellis H. Skolfield


41. The Bible Code by MichaelDrosnin 
42. Bible Code II: The Countdown by Michael Drosnin 
43. Bible Code III: Saving the World by Michael Drosnin 
45. Bible Code Bombshell by R. Edwin Sherman 





KALO MO NGELIAT YANG LEBIH BANYAK MAKA KLIK DI SINI :


---------------------------------


My blogs are now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong, Singapore, China, Taiwan, Argentina, Colombia, Serbia, Morocco, Algeria, Brazil, Moldova, Macedonia, Netherlands, Spain, South Korea, Timor Leste, Norway, Belgium, Romania, Vietnam, Bulgaria, Albania, Azerbaijan, Mexico, Venezuela, Swedish, Irish, Turkey, Italy, Cile, Austria, and others.

Here's a list of my blogs:



so help me with prayer and purchase books written by me.

Here's a list of my books: 


English Version :


BELI BUKU GUE NYOK. ha...7x
Biar gue bisa full time menyebarkan injil.
BIAR NAMA YESUS DITINGGIKAN DAN DIMULIAKAN DI SELURUH BUMI. HA...7X

Filipi 2:5-11
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 
10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 
11 dan segala lidah mengaku: ''Yesus Kristus adalah Tuhan,'' bagi kemuliaan Allah, Bapa! 

TRANSFER UANG PEMBELIAN BUKU/HAK LISENSI KE :

Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394

SETELAH ITU KIRIM EMAIL DISERTAI BUKTI TRANSFER KE  
guerich007@gmail.com

ATAU SMS KE 62-8889910822 ( SMS ONLY, NO PHONE CALL ).

Jangan lupa, beritahukan buku apa yang anda beli dari kami.

LORD JESUS BLESS YOU


AMEN


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...