Monday, September 26, 2016

moslim emang mesin pembunuh iblis bagian kedua. ha...7x

Dianggap hina Islam, lima orang ini dibunuh dengan sadis

Reporter : Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro | Selasa, 27 September 2016 06:05
  •  
  •  
  •  
Dianggap hina Islam, lima orang ini dibunuh dengan sadis
warga Bangladesh berkerumun di dekat mayat profesor liberal Rezaul Karim Siddique. ©Daily Mail
Merdeka.com - Allah menciptakan semuanya baik, bahkan ajaran yang tersebar ke berbagai agama pun dianggap baik. Sayangnya, ada saja manusia yang menghina ajaran agama satu dan lainnya.

Menghina sebuah agama tentu bisa berujung fatal. Hal tersebut dirasakan lima orang di bawah ini. Karena dianggap menghina Islam, mereka kemudian menemui ajal dengan cara sadis. Ada yang dipenggal, dibakar, hingga ditembak dari jarak dekat.
Berikut lima orang tewas dibunuh dengan cara sadis karena dianggap menghina Islam yang berhasil dihimpun merdeka.com dari berbagai sumber:

Dianggap hina Islam, lima orang ini dibunuh dengan sadis

1.
Kritik radikal Islam, narablog ini dipenggal dengan parang

Merdeka.com - Narablog asal Bangladesh bernama Nazimuddin Samad dipenggal pria bersenjata parang April lalu.

Pria 28 tahun itu dikenal kerap melontarkan kritik terhadap kelompok berpaham radikal Islam melalui media sosial Facebook.

Menurut polisi, malam itu dia baru pulang dari kampusnya di Dhaka. Ada tiga hingga empat orang bersenjata pistol dan parang. Dia ditembak dan setelah jatuh dipenggal dengan parang.

Saksi mengatakan mendengar para penyerangkan meneriakkan kata-kata "Allahu Akbar" sembari kabur.

"Dia memang cukup vokal menyuarakan ketidakadilan dan mendukung kaum sekuler," ujar Imran H Sarker rekan Samad di kelompok Jaringan Aktivis Daring (BOAN).

Sehari sebelum dibunuh dia menyerukan paham sekuler dan mengkritik radikal Islam di Facebooknya, kata temannya kepada koran Dhaka Tribune.

"Evolusi itu kebenaran ilmiah. Agama dan ras adalah ciptaan manusia yang keji dan tidak berperadaban," kata dia di Facebooknya.

Polisi mengatakan ada sejumlah bukti para penyerang Samad telah mengawasi dan mengikuti dia selama beberapa waktu. Diduga dia sudah masuk dalam daftar target dari para penyerangnya.

Setelah dia dibunuh, ratusan mahasiswa dari Universitas Jagannath, tempat dia kuliah, berunjuk rasa turun ke jalan menuntut pelaku ditangkap dan dihukum setimpal.

Dalam setahun terakhir peristiwa serupa sudah beberapa kali terjadi di Bangladesh. Tahun lalu kelompok militan membunuh lima penulis sekuler, termasuk seorang pegiat keturunan Amerika-Bangladesh. Kelompok militan Ansarullah Bangla Team mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan itu.
Warga membakar rumah orang Kristen di Pakistan.

2.
Dianggap hina Alquran, pasangan suami istri Pakistan tewas dibakar

Merdeka.com - Sekelompok warga muslim Pakistan yang marah membakar hidup-hidup pasangan suami istri di sebuah pabrik batu bata karena mereka dianggap menghina Alquran.

Peristiwa itu terjadi di Desa Chak 59 dekat Kot Radha Kishan, sekitar 60 kilometer sebelah barat daya Kota Lahore, seperti dilansir surat kabar Pakistan Today, Selasa (4/11/2014).

Korban bernama Shahzad Masih dan istrinya, Shama, bekerja di sebuah pabrik batu bata milik pria bernama Yousaf Gujjar. Mereka sudah bekerja di pabrik itu selama tiga-empat tahun.

Kerabat korban mengatakan pasangan itu berasal dari Clarkabad, sebuah desa beberapa kilometer dari Raiwind.

Kerabat itu menuturkan, Shama sedang membersihkan pojokannya di pabrik itu ketika
dia menemukan sebuah jimat milik mendiang mertuanya yang suka mempraktikkan ilmu hitam.

"Sharma membakar jimat itu dan melemparnya ke tumpukan sampah. Seorang pekerja muslim di pabrik, Irfan, melihat jimat yang terbakar itu mengandung kertas berisi sejumlah tulisan," kata dia.


Irfan mengklaim kertas yang terbakar itu adalah bagian dari kitab suci Alquran. Dia lalu mengabari rekan-rekannya.

Dalam waktu singkat kabar itu menyebar dan pada pukul 07.00 kemarin, sekitar 3.000 hingga 4.000 warga muslim yang marah menyerang pasangan itu di pabrik tempat mereka bekerja lalu menyiksa dan membakar keduanya hingga tewas di tempat pembakaran di pabrik itu.

Kerabat korban mengatakan, pasangan itu berusia 30 dan 35 tahun. Mereka sudah punya tiga anak dan Shama sedang hamil anak keempat.

Kepala Menteri Provinsi Punjab Shahbaz Sharif sudah membentuk tim terdiri dari tiga orang untuk menyelidiki pembunuhan itu. Polisi mengatakan mereka sudah menangkap 48 orang yang terlibat dalam kejadian.
Polisi forensik memeriksa lokasi penyerangan terhadap narablog ateis di Bangladesh.

3.
Kerap menulis soal anti-Islam, narablog ateis ini dipenggal di jalan

Merdeka.com - Segerombolan pria bertopeng memenggal seorang narablog hingga tewas hari ini di sebelah timur laut Bangladesh. Ini adalah serangan serupa ketiga yang diduga dilakukan kelompok militan Islam sejak Februari lalu.

Polisi mengatakan narablog bernama Anata Bijoy Das itu dibunuh pada pagi hari saat dia sedang menuju sebuah bank lokal di kota Sylhet.

Empat pria bertopeng menyerang narablog tersebut dengan parang sekitar jam 8.30 di pusat kota tersibuk kelima di Bangladesh.

"Mereka mengejar dia di jalanan serangan pertama dengan parang itu mengenai kepalanya. Mereka lalu menyerang semua bagian tubuhnya," kata komisioner polisi Kamrul Hasan, seperti dilansir surat kabar Daily Mail, Selasa, (12/5/2015).

Genangan darah tak terbendung, warga langsung melarikan pria tersebut ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong saat perjalanan menuju rumah sakit, ungkap pihak medis dan kepolisian.

Saat dikonfirmasi, Hasan tidak membeberkan lebih jauh motif penyerangan gelap ini. Namun menurut keterangan lain, penyerangan ini terkait oleh gerakan militan yang sebelumnya juga membantai Avijit Roy, yang juga seorang narablog ateis.

Ketua asosiasi narablog Bangladesh, Imran Sarker, membenarkan penyerangan tersebut memang terkait unsur sara yang memojokkan agama Islam, pasalnya korban adalah seorang penganut ateis.
warga Bangladesh berkerumun di dekat mayat profesor liberal Rezaul Karim Siddique.

4.
Ekstremis Islam penggal ulama sufi di Bangladesh

Merdeka.com - Muhammad Shahidullah, 65 tahun, hilang sejak dia meninggalkan rumahnya Jumat pagi lalu. Tadi malam warga menemukan jasadnya dalam keadaan mandi darah di sebuah kebun pohon mangga di Rajshahi, Bangladesh.

Shaidullah adalah seorang ulama sufi. Dia tampaknya dibunuh karena dianggap tidak sejalan dengan pemahaman Islam kaum ekstremis.

"Dia bukan seorang sufi yang terkenal. Tapi ada kemungkinan dia dibunuh oleh kelompok militan Islam," ujar kepala polisi distrik Rajshahi, Nisharul Arif, seperti dilansir koran the Daily Mail, Senin (9/5).

Sebelumnya, dua pekan lalu kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengaku membunuh Rezaul Karim Siddique, profesor liberal di kawasan yang sama. Sejak bulan lalu sudah enam orang dibunuh dengan cara yang sama di Bangladesh.

Polisi mengatakan pembunuhan terhadap ulama sufi itu mirip dengan insiden yang sama dalam beberapa waktu belakangan, yakni menggunakan parang atau golok.

"Dia dipenggal dari lehernya dan juga ada luka bacokan di tenggorokannya," ujar polisi bernama Abdur Razzak.

Shahidullah diketahui punya sejumlah pengikut di Rajshahi.

Kelompok sufi di pedalaman Bangladesh kerap dipandang sebagai aliran yang menyeleweng dari Islam oleh kelompok Sunni mayoritas. Paham ekstrem asal Arab Saudi macam Salafi dan Wahabi kini berkembang pesat di Bangladesh. Korban-korban sebelumnya diketahui menganut paham Syiah, Ahmadiyah, Hindu, Kristen, dan warga asing.
nahid hattar.

5.
Penulis Yordania ditembak dari jarak dekat karena hina Islam lewat kartun

Merdeka.com - Penulis kondang asal Yordania Nahid Hattar hari ini tewas ditembak seorang pria bersenjata di depan gedung pengadilan.

Hattar rencananya akan menjalani sidang atas kasus menyebarkan gambar kartun yang dianggap menghina Islam.

Polisi dan kerabat mengatakan Hattar baru saja akan masuk ke gedung pengadilan ketika seorang pria menembaknya dari jarak dekat.

"Dia berdiri sekitar satu meter di depan Nahid di tangga menuju Mahkamah Agung," ujar saksi kepada kantor berita the Associated Press.

Saksi itu mengatakan sedikitnya tujuh peluru dilepaskan oleh pria itu dan Hattar ditembak di bagian kepada. Kantor berita Petra News Agency mengatakan Hattar ditembak tiga kali.

Hattar, penulis Kristen berusia 56 tahun, ditangkap bulan lalu setelah menyebarkan gambar kartun di jejaring sosial Facebook. Karikatur itu memperlihatkan pria berjanggut di surga sedang merokok di tempat tidur ditemani dua perempuan. Dia kemudian memanggil Tuhan untuk membawakannya anggur dan kacang.

Kerabatnya mengatakan kartun itu menggambarkan pendapat Hattar terhadap kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kartun itu kemudian segera dihapus setelah banyak orang marah.

Hattar yang mendukung rezim Basyar al-Assad di Suriah kemudian ditahan selama dua pekan sebelum dibebaskan dengan jaminan.

Sepupu Hattar, Saad, mengatakan pelaku penembakan sudah diserahkan ke polisi.

"Nahid ditemani dua kakak dan seorang teman ketika ditembak. Kakak dan temannya kemudian mengejar pelaku dan meringkusnya lalu menyerahkannya ke polisi," ujar Saad.

Keluarga Hattar mengatakan Perdana Menteri Hani al-Mulki bertanggung jawab atas kematian Nahid.

"Perdana Menteri orang pertama yang mengecam Nahid dan memerintahkan dia ditangkap dan diadili karena menyebarkan gambar kartun itu. Akibatnya publik menyerang dia hingga dia dibunuh," kata Saad.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...