Sunday, September 11, 2016

Mengapa Tuhan Yesus Harus Mati di Luar Pintu Gerbang Yerusalem?

Mengapa Tuhan Yesus Harus Mati di Luar Pintu Gerbang Yerusalem?

Mengapa Tuhan Yesus harus mati di luar pintu gerbang Yerusalem? Dan lagi, sudah seberapa sering kita mendengar teologi seperti ini bahwa "konsep Mesias yang diyakini oleh orang-orang Yahudi lain dengan apa yang diyakini oleh orang-orang Kristen karena konsep Mesias orang Yahudi adalah politik, sedangkan konsep Mesias orang Kristen bersifat rohani".

Sudah seberapa sering kita mendengar hal tersebut dan diajarkan demikian? Hal ini sebenarnya dan perlu ditafsir ulang. Kenapa? Karena ternyata kalau kita meneliti teks-teks kuno Yahudi dari zaman intertestamental sampai pada zaman seterusnya di dalam literatur-literatur Yahudi baik Targum, Pseudepigrapha, Talmud, Mishnah, Midrash, dan juga Kabbalah, maka kita akan sangat terkejut sekali bahwa ternyata orang-orang Yahudi sangat mengenal dan sangat paham sekali dengan konsep kemesiasan yang harus mait untuk menebus dosa manusia dan juga konsep Mesias yang akan bangkit dari antara orang mati.

Itulah sebabnya, studi secara mendalam tentang Yudaisme adalah sangat penting agar kita dapat memahami Perjanjian Baru dengan baik karena Kekeristenan itu berasal dari Yudaisme. Tidak ada satu pun teologi dalam Kekeristenan yang tidak berasal dari Yudaisme.

Buktnya adalah ini, mengapa Tuhan Yesus harus mati di luar pintu gerbang Yerusalem? Kalau kita tidak mengadakan penyelidikan yang cermat ke dalam konsep Yudaisme pada zaman itu, maka kita tidak akan pernah bisa tahu mengapa Mesias harus mati di depan pintu gerbang Yerusalem. Kita juga tidak akan pernah menemukan konsep seperti ini di Perjanjian Lama, karena hal tersebut tidak tertulis.

Lantas dimana kita bisa menemukan nubuatan bahwa Mesias harus mati di depan pintu gerbang Yerusalem? Tepat sekali, hanya di dalam teks-teks kuno Yahudi tersebut, maka kita akan menemukan dengan sangat jelas nubuatan tersebut.

Dalam Fragment Targum Zakharia 12:10, kita bisa menemukan suatu bukti yang konkrit mengenai nubuatan ini.

(Zakharia 12:10 [FRAGMENT TARGUM] Dan Aku akan mencurahkan di atas keluarga Daud dan di atas penduduk Yerusalem, roh nubuat dan doa kebenaran dan sesudah demikian, Mesias Anak Ephraim akan keluar menyatakan perang terhadap Gog dan Gog akan membunuhnya di depan pintu gerbang Yerusalem dan mereka akan memandang kepadaku dan mereka akan memohon kepadaku karena apa yang bangsa-bangsa sebut sebagai Mesias anak Ephraim dan mereka akan meratapinya sebagaimana bapa dan ibu meratapi atas anak tunggal dan berkabung atasnya seperti berkabung atas anak sulung")
Aram: ואשׁרי על בית דוד ועל יתבי ירושׁלם רוח נבואה וצלותא דקשׁוט ומן בתר כדין יפק משׁיח בר אפרים לאגחא קרבא עים גוג ויקטול יתיה גוג קדם תרעא דירושׁלם ויסתכלון לוותי ויבעון מיני מטול מא דקרו עממיא למשׁיח בר אפרים ויספדון עלוהי כמא דספדין אבא ואמא על בר יחידאי ויתמררון עלוהי כמא דמתמררין על בוכרא
Transliteration: We'ashrey al beyt dawid we'al yatevey yerushelem rukh nevuah wetzelota de qeshut umin batar kediyn yippaq meshiykha bar ephraim leagakha qerava im gog weyiqtol yateh gog qedam tira deyerushelem weyistakhel lewati weyivon mini mitul ma deqeru ammayya lemeshikh bar ephraim weyispedun aloh kema de saphedin abba weimma al bar yakhiday weyitmarerun aloh kema demitmarerin al bukhra


Tepat sekali, dalam teks Targum Aram di atas, tertulis suatu nubuatan mengenai "Mesias anak Ephraim" yang akan mati di depan pintu Yerusalem karena dia akan menyatakan perang melawan Gog dan dia dibunuh oleh Gog di depan pintu gerbang Yerusalem. (Catatan, orang-orang Yahudi padaabad ke-1 menafsirkan bahwa Gog itu adalah Roma). Siapakah Mesias anak Ephraim? Dalam keyakinan Yudaisme, akan ada 2 Mesias yang datang untuk menebus Israel, yaitu Mesias Anak Daud dan Mesias anak Ephraim/ Yusuf

(Kidung Agung 4:5 [TARGUM JONATHAN] Ada dua penebusmu yang akan menebus engkau, Mesias anak Daud dan Mesias anak Ephraim yang mana serupa dengan Musa dan Harum, anak-anak Yokheved dan serupa dengan dua anak rusa dan mereka menggembalakan umat itu, bangsa Israel dengan kebenaran mereka empat puluh tahun lamanya di padang gurung dengan Mana dan Burung yang gemuk dan juga air dari sumur Miryam
Aram: תרין פריקיך דעתידין למפרקיך משׁיח בר דויד ומשׁיח בר אפרים דדמיאן למשׁה ואהרן בני יוכבד דאמתילו לתרין ארזילא תיומי טביא והוו רען לעמא בית ישׁראל בזכותהון ארבעין שׁנין במדברא במנא ועופין פטימא ומוי באירא דמרים
Transliteration: Tareyn periqerkha deatidin lemiphraqeykha meshiykh bar dawid wemasiykh bar ephraim de damian lemosheh weaharon beney yokeheved de im tayyelu letereyn arzila tiyumi taviya wehwv raen leama beyt yisrael bezekhuhon arbain sahnin bemidbera bemana weopiyn petiyma umoy beira demiryam,


Jadi dalam keyakinan Yudaisme, ada 2 Mesias akan muncul, yaitu Mesias Anak Ephraim, dan Mesias Anak Daud. Mesias Anak Ephraim menurut keyakinan orang-orang Yahudi akan muncul mendahului kedatangan Mesias anak Daud dan Mesias anak Ephraim harus dianiaya, mati untuk menebus dosa, dan dia pun nanti akan dibangkitkan. Ini saya tidak ngarang, kalau sodara tanya langsung ke rabbi-rabbi Yahudi saat ini, mereka juga pasti akan menjawab hal yang sama. Mesias anak Ephraim ini merupakan salah satu tokoh sentral dalam keyakinan Yudaisme.

Nah disinilah, akan terbuka jawaban sehingga kita bisa melihat koneksinya dengan Tuhan Yesus. Teologi yang mengajarkan bahwa Mesias Yahudi adalah politik dan Mesias Kristen adalah rohani, sebenarnya adalah teologi yang tak berdasar dan tidak meninjau dengan serius apa yang sebenarnya orang-orang Yahudi yakini.

Contoh, kenapa Tuhan Yesus pada waktu itu menolak untuk diangkat sebagai raja?

(Yohanes 6:15 [LAI TB] Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.)

Tuhan Yesus menyingkir bukan karena Dia tidak paham bahwa Mesias Anak Daud memang harus menjadi raja politik atas Israel, tetapi Dia menyingkir karena Dia tahu benar pada saat kedatangan-Nya yang pertama ini, perannya bukanlah sebagai Mesias anak Daud yang harus menjadi raja politik bagi Israel,, tetapi peran yang sedang Dia jalankan adalah Mesias anak Ephraim yang harus mati di depan pintu Yerusalem.

Jadi bisa dikatakan Tuhan Yesus sebenarnya nanti akan menggenapi 2 peran kemesiasan Yudaisme. Dia menggenapi nubuat tentang Mesias anak Ephraim dan Dia juga akan nanti menggenapi nubuatan tentang Mesias anak Daud yang akan menjadi raja atas Israel pada saat kedatangan-Nya yang kedua.

Jadi teologi yang mengatakan bahwa nanti Tuhan Yesus tidak akan menjadi Mesias politik adalah keliru. Tuhan Yesus nanti juga akan menjadi Mesias Politik, yaitu pada saat kedatangan-Nya yang kedua, yaitu sebagai Mesias Anak Daud dimana Dia akan menjadi raja atas seluruh 12 suku Israel. Nubuat inilah yang digenapi oleh Tuhan Yesus.

(Lukas 1:32 [LAI TB] Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.")

Ya, Tuhan Yesus belum menggenapi nubuatan ini bahwa Dia harus menjadi raja atas ke-12 suku Israel.

Well, pahamilah teologi secara utuh. Sekiranya menjadi berkat. Tuhan Yesus memberkati

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...