Monday, September 12, 2016

7 Kebodohan Muhammad, orang buta huruf yang ingin jadi nabi

7 Kebodohan Muhammad, orang buta huruf yang ingin jadi nabi

Kalau juga tidak ada jawaban dari Menteri Agama, apa bisa ada yang membantu agar tulisan di bawah dibahas secara terbuka.
Salam Damai

--- On Sun, 5/24/09, Made Bali wrote:
From: Made Bali 
Subject: Fw: Mohan Masukkan
To: humas@dpr.go.id, admin@dpr.go.id
Date: Sunday, May 24, 2009, 1:07 PM

Yth. Bapak Ketua dan Anggota DPR-RI,
Tulisan saya berjudul "7 Kebodohan Muhammad, orang buta huruf yang ingin menjadi nabi" sudah saya kirim ke MUI dengan harapan dapat tanggapan, tetapi lama ditunggu tidak ada tanggapan lalu kami kirim ke Bapak Menteri Agama dan kami masih menunggu jawaban. Dan sambil menunggu jawaban dari Bapak Menteri Agama, copy tulisan tersebut kami kirim ke Bapak Ketua dan Anggota DPR-RI yang terhormat.
Mudah-mudahan tulisan itu ada gunanya bagi kemajuan bangsa kita.
Tulisan lainnya dapat dilihat di http://memahamiperbedaanagama.blogspot.com/
Salam Damai

--- On Fri, 5/22/09, Made Bali wrote:
From: Made Bali 
Subject: Mohan Masukkan
To: pikmas@depag.go.id
Date: Friday, May 22, 2009, 7:33 AM

Bapak Menteri Agama yang terhormat,
sudah cukup lama kami mengirim e-mail kepada MUI memohon masukkan terhadap tulisan kami yang berjudul "7 Kebodohan Muhammad, orang buta huruf yang ingin menjadi nabi" tetapi hingga sekarang belum ada jawaban.
Kami mohon saran Bapak Menteri atas tulisan tersebut.
Salam Damai

--- On Sat, 5/2/09, Made Bali wrote:
From: Made Bali 
Subject: Mohon Penjelasan dan Masukan
To: mui-online@mui.or.id, sekretariat@mui.or.id
Date: Saturday, May 2, 2009, 1:39 AM

Bapak-bapak MUI yang terhormat,
secara iseng diskusi di milis, saya merumuskan 7 Kebodohan Muhammad, orang buta huruf yang ingin menjadi nabi dan tulisan ini banyak mendapat masukan dari teman-teman yang Islam.
Tetapi karena banyak orang Islam tidak punya otoritas mengatakan kebenaran Islam, saya mohon kepada Bapak-bapak MUI untuk memberi masukan atas tulisan tersebut, mana yang salah dan mana yang tidak baik untuk disebarluaskan.
Atas bantuan Bapak-bapak MUI sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih.
Salam Damai


Dari diskusi di Milis Spiritual Indonesia dan milis lain, dapat dirumuskan 7 Kebodohan Muhammad yang menyulitkan banyak orang dan kebodohan itu perlu diungkap lalu disebarluarkan agar banyak orang Indonesia dapat membebaskan diri dari belenggu kebodohan yang diciptakan Mummad, orang Arab yang buta huruf dan berusaha menjadi nabi.

1. Tuhan adalah Dzat
Pada waktu kecil, Muhammad adalah pengunjung setia Kabah dan dia sering melakukan ritual mengelilingi Kabah. Pada waktu itu Kabah adalah pusat kegiatan agama suku Quraisy di mana di sekitarnya ada 360 patung dan salah satunya adalah batu hitam yang disebut Hazar Aswad.
Ketika Kabah direnovasi terjadi kesulitan mengembalikan Hazar Aswad karena klen dalam suku Quraisy masing-masing ingin mendapat kehormatan mengangkat batu tersebut dari tempat sementara kembali ke asalnya dan untuk mengatasi keributan, Muhammad yang kebetulan baru datang akan memulai melakukan ritual mengelilingi Kabah diminta bantuannya. Muhammad lalu meletakkan batu tersebut di atas sehelai kain dan meminta wakil dari tiap klen memegang tepi kain sehingga semua klen merasa berperan dalam memindahkan batu itu ke tempat asalnya.
Bagi suku Qurasisy dan orang Hindu pada umumnya patung atau batu itu hanyalah ornamen atau hiasan untuk mendukung suasana yang kondusif bagi kegiatan kontemplatif, bukan benda yang harus disembah. Tetapi Muhammad muda tampaknya amat berkesan dengan batu tersebut.
Muhammad yang sudah menjadi suami Khadijah sebenarnya pengangguran dan merasa tidak perlu bekerja karena kebutuhan hidupnya dipenuhi oleh istrinya yang kaya. Lalu dia melihat hidup pemuka agama Yahudi dan Nasrani yang terhormat dia ingin mendapat kedudukan seperti itu bahkan lebih, yaitu menjadi nabi seperti yang banyak didengarnya dari orang Yahudi dan Nasrani.
Dia mulai mendengarkan omongan orang Yahudi dan Nasrani tentang Tuhan dan dari orang Yahudi diketahuinya bahwa Tuhan ada di Bait Allah di Yerusalem karena di Bait Allah itu disimpan batu 10 perintah Tuhan dan dari orang Nasrani didengar ajaran Yesus yang mengatakan kamu harus menjadi garam dunia. Nah Muhammad berpikir, Tuhan itu pasti lebih hebat dari garam. Garam itu Dzat yang membuat asin dan Tuhan pasti Dzat yang lebih hebat dari garam, maka setelah mempunyai banyak pengikut dari kalangan orang miskin dilantunkanlah ayat:

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?” (10:3)

Kalau saja Muhammad dapat membaca sebenarnya mudah untuk mendapat rumusan yang tepat tentang Tuhan. Pada halaman pertama Alkitab disebutkan, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.” (Kejadian 1:1-2)

Kebodohan Muhammad yang mengatakan bahwa Tuhan adalah Dzat bukan hanya karena buta huruf tetapi juga karena Muhammad adalah pengagum batu Hazar Aswad dan punya ikatan emosional dengan batu itu sejak kecil sehingga Muhammd dengan mudah menyimpulkan bahwa Tuhan itu seperti batu yang dipujanya itu.

Buka hanya orang Yahudi yang mengatakan Tuhan adalah Roh, agama Hindu juga merumuskan Tuhan sebagai Roh. Demikian juga Buddha walau tidak menyebut Tuhan tetapi kekuatan ilahi itu adalah Roh yang ada di dalam tubuh manusia.

Perbedaan roh dan Dzat sangat mendasar. Roh dapat masuk ke mana saja tanpa dapat dihalangi oleh benda apa pun sedangkan Dzat adalah benda mati yang berada di luar diri manusia.

Tuhan yang diajarkan untuk disembah oleh Muhammad adalah Dzat, yaitu sesuatu yang berada di luar manusia dan tidak dapat masuk ke dalam pikiran atau hati manusia. Tuhan yang diajarkan Muhammad, karena tidak dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan manusia adalah berhala yang sesungguhnya, bukan ornamen tetapi inti dari Islam. Tidak heran ketika Muhammad dan pengikutnya menyerbu Kabah lalu merebut Kabah dari orang Quraisy, saudara sebangsanya sendiri, 360 patung yang ada dihancurkan tetapi batu Hazar Aszad disisakan dan dalam ritual haji dalam Islam diwajibkan jemaah mencium batu itu, yaitu Tuhan Islam yang sesungguhnya.

2. Tuhan Minta Disembah

Waktu masih kecil Muhammad tidak jarang datang ke Kabah menjalankan ritual suku Quraisy mengelilingi Kabah yaitu tradisi keagamaan yang diduga berasal dari Hindu. Dalam ajaran Hindu ritual yang bersifat fisik dimaksudkan untuk menghilangkan nafsu. Puasa bahkan sampai menyiksa badan (tidur di atas papan yang diberi paku) semuanya dirancang untuk mengalahkan keinginan badan yang digerakkan oleh nafsu dan orang yang berhasil menghilangkan nafsu setidaknya dapat mengedalikan nafsunya dapat menjalankan hidup suci, demikian yang diajarkan kitab suci.

Tetapi karena Muhammad buta huruf dan bangga pernah berperan dalam memindahkan Hazar Aswad ke tempat aslinya, batu hitam dan Kabah itu sendiri yang dilihatnya sebagai sesuatu yang sakral. Lalu ketika punya kesempatan ke Syria Muhammad bertemu dengan pendeta Nasrani, yang waktu itu pasti hidup dalam kecukupan kalau tidak dikatakan dalam kemewanan. Pandangan itu tentu berbeda dengan pemuka agama sukunya sendiri, yang kita bisa bandingkan dengan para biksu yang hidup sederhana. Muhammad kagum dan ingin menjadi seperti pendeta itu yang hidup dalam kemewahan dunia dan Muhammad diberi tahu bahwa Tuhan yang disembah oleh orang Yahudi dan Nasrani berbeda dengan apa yang disembah di Kabah dan menurut ajaran Yahudi yang ada di Kabah adalah berhala.

Muhammad lalu berusaha menjadi tokoh agama bahkan menjadi nabi bagi orang Arab, tetapi Tuhan yang mana yang harus disembah, jawabannya jelas, Allah bangsa Yahudi karena jika menjadi pendeta Allah itu hidupnya pasti lebih enak. Dia mulai mengajarkan sembahyang menyembah Allah Israel kepada orang Arab, yaitu nunggang-nungging sambil komat-kamit dalam bahasa Arab mengikuti ritual orang Yahudi dan Nasrani dan sembahyang yang diajarkan Muhammad menghadap ke Bait Allah di Yerusalem, yaitu tempat di mana Allah Israel berada.

Bahwa sosok Allah yang dipahami Muhammad adalah Dzat sudah kita bahas, lalu Muhammad harus mengajarkan kepada pengikutnya kenapa Allah yang berupa Dzat itu harus disembah dan Muhammad mencoba menguping dari orang Yahudi tentang menyembah Allah.

Dari orang Yahudi dia menguping cerita tentang Nuh. Dalam Alkitab tidak pernah disebut Allah Israel memerintahkan umatnya menyebah Allah. Persembahan yang dilakukan Nuh adalah inisiatif sendiri sebagai ungkapan syukur kepada Allah, “Nuh mendirikan mezbah bagi Tuhan; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segela burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.” (Kejadian 8:20)

Kepada Musa Tuhan pernah berfirman, “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila seseorang di antaramu hendak mempersembahkan kepada Tuhan, haruslah persembahan yang kamu persembahan itu dari ternak, yaitu dari lembu sapi atau dari kambing domba.” (Imamat 1:2)
Artinya melakukan persembahan adalah pilihan bukan kewajiban kepada Tuhan karena Tuhan tidak minta disembah. Tetapi jika ada orang merasa bersalah dan ingin menghapus dosanya, Tuhan Israel memberi jalan keluar, yaitu melakukan persembahan tetapi persembahan itu tidak wajib dan tidak ada hukumannya bagi yang tidak melakukan persembahan.

Tetapi karena buta huruf dan pemahamannya tentang Tuhan sangat rendah cerita Nuh itu masuk ke dalam al-Quran menjadi, “Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat). (7:59)

Dan juga ada ayat lain:

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,” (2:21)

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum 'Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?" (7:67)

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih." (7:73)

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. (20:14)

Muhammad selain salah paham bahwa Tuhan meminta disembah, Muhammad juga mengajarkan Tuhan akan menghukum dengan sadis orang yang tidak mau menyembah Tuhan, yaitu orang yang menurut Muhammad kafir.

“Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. (22:19)

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): "Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir." (40:10)

“Sesungguhnya Allah mela'nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka),” (33:64)

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,” (3:10)

Allah yang dipahami Muhammad selalin minta disembah juga Allah yang sangat sadis. Kenapa Muhammad bisa salah atau sengaja? Karena semakin sadis Allah dan semakin menakutkan, maka umatnya akan sangat tergantung pada nabinya dan orang buta huruf yang mengaku nabi itu akan semakin mendapat kenikmatan duniawi.

3. Tuhanku Tuhanmu

Ketika Muhammad menginjak dewasa, orang Katolik sedang gila-gilanya menyembah Tuhan. Di biara-biara mereka melakukan kebaktian 7 kali dalam sehari dan beberapa komunitas biarawan membangun biara di sekitar padang pasir dengan menara tinggi, manyampaikan puji-pujian kepada Allah dengan membaca Mazmur yang dilantunkan.

Karena buta huruf dan hanya mendengar sepotong-sepotong, Muhammad tidak bisa membedakan antara Allah Israel yang dipercaya oleh orang Yahudi yang bersemayam di Bait Allah di Yerusalem dan Allah Nasrani, yaitu Allah yang satu bagi semua orang, Allah yang satu bagi orang jahat maupun bagi orang baik, Alalh bagi semua orang apa pun suku dan agamanya.

Muhammad terkesan dengan puji-pujian kepada Allah dan dengan dukungan istrinya Khadijah, dia mencoba peruntungan menjadi nabi lalu mulai melantunkan ayat-ayat al-Quran bagi orang sebangsanya di sekitar Kabah, berusaha mendapatkan pengikut dari orang Arab Quraisy. Dan Tuhan yang dijual Muhammad adalah Allah Israel sehingga sembahyang yang diajarkan kepada orang Arab adalah sembahyang menyembah Allah Israel yang bersemayam di Yerusalem, karena itu sembahyang itu harus menghadap kiblat, yaitu Bait Allah Israel yang ada di Yerusalem.

Tentu saja kegiatan Muhammad dan pengikutnya menjual Allah Israel kepada orang Arab yang sedang melakukan ritual di Kabah dianggap mengganggu oleh pemimpin suku Quraisy yang berkuasa atas Mekah. Suatu hari dikirim petugas dari suku Quraisy untuk berbicara baik-baik kepada Muhammad dan pengikutnya agar tidak melakukan kegiatan yang mengganggu ketertiban beribadah di Kabah. Mendapat teguran itu salah seorang sepupu Muhammad mengambil rahang unta lalu menyerang petugas sehingga terjadi pertumpahan darah pertama atas nama Islam.

Mengenang peristiwa itu Muhammad lalu melantunkan ayat al-Quran,

“Katakanlah, Hai orang-orang kafir
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,
dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku.

Ayat itu kemudian diberi nama surat Al-Kafirun (orang-orang kafir). Orang kafir yang dimaksud adalah suku Quraisy yang mempunyai tradisi keagamaan beribadat di Kabah yang bersumber dari agama Hindu.

Muhammad mengatakan “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah” maksudnya orang Quraisy menyebah “apa” yaitu kata ganti benda, jadi menurut Muhammad orang Quraisy bukan menyembah Tuhan, karena Muhammad paham betul di sekitar Kabah ada 360 patung dan juga ada batu Hazar Aswad. Muhammad yang buta huruf dan salah satu anggota suku Quraisy tidak memahami bahwa orang Quraisy tidak menyembah patung-patung itu tetapi melakukan ibadat di Kabah yang dihiasi patung-patung.

Muhammad merasa lebih benar dibanding orang sebangsanya, karena telah menjadi penyembah Allah Israel yang bersemayam di Bait Allah di Yerusalem dan Muhammad merasa lebih tinggi derajatnya dari orang sebangsanya. Kenapa Muhammad menyimpulkan orang sebangsanya menyembah “apa”? Karena dari orang Yahudi Muhammad mendengar bahwa Allah Israel adalah Allah yang cemburu yang tidak mau ada allah lain yang disembah oleh orang Israel dan allah lain itu disebut dalam Alkitab sebagai berhala. Muhammad memvonis bangsanya sendiri sebagai penyembah berhala berdasarkan ajaran Yahudi yang hanya didengarnya.

Setelah peristiwa penyerangan petugas Quraisy oleh sepupu Muhammad, Muhammad dan pengikutnya merasa tidak aman tinggal di Mekah, lalu mereka hijrah ke Yatrib yang kemudian dikenal dengan nama Madinah, yaitu kota kecil di mana ada tiga suku Yahudi yang sudah lebih dahulu tinggal di situ.

Muhammad yang berusaha menjadi nabi, mendengar dari orang Yahudi bahwa orang Yahudi sedang menantikan Mesias (Penyelamat) karena mereka tidak percaya bahwa Yesus yang sudah disalib adalah Mesias karena tidak mau memimpin perang terhadap bangsa Romawi dan Mesias yang dinantikan oleh orang Yahudi adalah orang yang akan menyelamatkan bangsa Yahudi dari penjajahan. Satu hari Muhammad mendatangi salah satu suku Yahudi di Madinah minta diakui sebagai nabi, tentu saja permintaan itu ditolak mentah-mentah.

Marah tidak diakui sebagai nabi oleh orang Yahudi, Muhammad mengajarkan kepada pengikutnya untuk tidak lagi sembahyang menghadap kiblat Allah Israel yang berada di Bait Allah di Yerusalem tetapi pindah ke Kabah di Mekah yang waktu itu masih digunakan oleh orang Quraisy sebagai tempat pemujaan.

Kenapa dengan mudah Muhammad mengganti Tuhan bagi umat Islam dari Allah Israel menjadi “apa” yang ada di Kabah? Karena Tuhan bagi Muhammad yaitu Dzat adalah benda yang dapat dimiliki. Muhammad bilang Tuhanku yang berbeda dengan Tuhanmu, karena Tuhan bagi Muhammad bukan Tuhan semesta alam bagi semua orang tetapi Tuhan yang dapat dimilikinya. Muhammad tidak bisa memiliki Allah Israel yang ada di Yerusalem karena orang Yahudi tidak mau mengakuinya sebagai nabi. Lalu Muhamamd mencari Tuhan pengganti yang asli Arab, yaitu batu Hazar Aswad, batu yang punya hubungan emosional dengan dirinya.

Setelah Kabah berhasil direbut dan 360 patung di sekitarnya dihancurkan, batu Hazar Aswad tetap dipertahankan oleh Muhammad dan umat Islam wajib mencium batu itu sewaktu naik haji. Tuhanku yang disebut Muhammad sejak kiblat Islam pindah dari Bait Allah ke Kabah tidak lain yang dimaksud adalah Hazar Aswad dan jika umat Islam bilang Tuhanku, seperti yang dimaksud Muhammad adalah batu Hazar Aswad itu.

Dengan mengatakan Tuhanku Tuhanmu, Agamaku Agamamu kepada orang sebangsanya yaitu suku Quraisy, Muhammad dengan jelas bukan mengajarkan kebenaran, mengajak orang sebangsanya untuk menyembah satu Tuhan tetapi membangun kelompok pemberontak terhadap pemerintahan yang sah dan kelompok pemberontak itu mula-mula menyembah Allah Israel tetapi kemudian berbalik menyembah Hazar Aswad yang sudah berhasil direbut dari suku Quraisy. Tuhan yang disembah Muhammad bukan Tuhan yang Esa bagi semua orang tetapi Tuhan yang hanya berlaku bagi pengikutnya, yaitu umat Islam dan Tuhan itu didapat Muhammad dengan cara merebut dari suku Quraisy yang semula dituduh sebagai penyembah berhala.

Kalau ada orang Islam yang terdesak dalam diskusi masalah agama lalu menyebut Tuhanku Tuhanmu, Agamaku Agamamu sesungguhnya dia menyatakan bahwa Tuhannya bukanlah Tuhan semesta alam yang hanya satu bagi semua orang, tetapi Tuhan yang disembahnya adalah Tuhan Islam yang ada di Kabah, yaitu Hazar Aswad.

4. Kiblat

Setelah Musa mendapat sepuluh perintah Tuhan yang tertulis dalam dua lembar batu, kedua keping batu itu kemudian diletakkan dalam sebuah kotak kayu yang dapat diusung oleh orang orang-orang Israel dalam perjalanan menuju Tanah Kanaan setelah mereka bebas dari perbudakan di Mesir. Dalam perjalanan yang menurut Alkibab berlangsung selama 40 tahun, kotak kayu itu ditempatkan di sebuah kemah yang disebut Kemah Suci ketika rombongan beristirahat dan akan diusung kembali ketika perjalanan dilanjutkan. Selama 40 tahun tersebut rombongan orang-orang Israel beberapa kali harus berperang dengan bangsa yang dianggap menghalangi perjalanan mereka dan ketika berperang, kotak kayu itu diusung di barisan paling depan. Ada kalanya orang Israel memenangkan perang lalu mereka bersyukur kepada Tuhan Israel yang telah mengalahkan musuh Israel tetapi jika kalah mereka mengatakan bahwa Tuhan Israel telah meninggalkan bangsa Israel karena orang Israel melakukan dosa. Tetapi kotak kayu itu tetap bersama orang-orang Israel dan orang-orang Israel merasa Tuhan tinggal bersama-sama mereka.

Setelah orang-orang Israel menguasai sebagian besar Tanah Kanaan, mereka hidup tersebar dalam wilayah yang cukup luas dan Tuhan Israel yang sebelumnya secara fisik hadir di antar orang Israel, sejak mereka tinggal berpencar tidak dapat dilihat lagi oleh orang Israel lalu mereka membiasakan dalam berdoa mengarahkan pandangan mereka ke lokasi di mana kotak kayu itu berada.

Ketika Salomo berkuasa menjadi raja Israel dibangunlah rumah tuhan (Bait Allah) di Yerusalem dan setelah bangunan selesai, kotak kayu itu diletakkan di ruang utama bangunan itu dan semua orang Israel dalam berdoa harus mengarah ke Bait Allah yang terletak di Yerusalem.

Ketika Muhammad yang buta huduf berusaha menjadi nabi bagi orang Arab, Muhammad mengetahui bahwa Tuhan ada di Bait Allah di Yerusalem, karena itu Muhammd mengajarkan kepada pengikutnya sembahyang menghadap ke arah kiblat, yaitu ke arah Bait Allah yang terletak di Yerusalem. Muhammad tidak mengetahui bahwa orang Nasrani dalam sembahyang tidak menghadap ke Bait Allah karena Yesus mengajarkan bahwa Tuhan ada di mana-mana bahkan Yesus menganjurkan agar Bait Allah dihancurkan agar orang tidak terikat kepada Bait Allah dan menganggap Tuhan ada di Bait Allah.

Setelah hijrah ke Madinah, Muhammad meminta kepada orang Yahudi agar diakui sebagai nabi. Permintaan itu disertai bukti bahwa Muhammad dan pengikutnya juga menyembah Tuhan yang sama dengan Tuhan yang disembah orang Yahudi, bukti itu ditunjukannya dengan sembahyang menghadap Bait Allah dan masjid pertama yang dibangun Muhammad di Madinah juga menghadap ke Bait Allah di Yerusalem. Tetapi orang Yahudi menolak permintaan itu karena tidak mungkin ada nabi di luar bangsa Israel.

Karena marah kepada orang Yahudi, Muhammad merasa tidak ada gunanya lagi sembahyang menghadap ke Bait Allah di Yerusalem lalu Muhammad mengajarkan kepada pengikutnya untuk sembahyang menghadap Kabah, yang waktu itu masih digunakan oleh orang Quraisy sebagai tempat pemujaan.

Untuk meyakinkan pengikutnya bahwa pemindahan kiblat itu bukan ide Muhammad tetapi pemindahan itu berdasar perintah Tuhan, Muhammad melantunkan ayat al-Quran, “2:144. Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

Dari ayat itu Tuhan (kata Muhammad) mengerti tentang kiblat yang disukai Muhammad, yaitu Kabah di Mekah. Tetapi ayat itu juga mengatakan bahwa orang Yahudi dan Nasrani mengetahui bahwa kiblat ke Majidil Haram adalah benar (waktu itu belum ada Masjidil Haram, karena Masjidil Haram di Mekah baru dibangun setelah Muhammad meninggal dan orang Arab yang menyusun al-Quran dalam bentuk kitab tidak cermat sehingga kata Masjidil Haram masuk ke dalam ayat itu padahal waktu itu Kabah masih menjadi milik orang kafir Quraisy). Ayat itu jelas isapan jempol Muhammad, karena orang Yahudi hanya mengakui bahwa Tuhan ada di Bait Allah yang dibangun Salomo sedangkan orang Nasrani tidak punya kiblat, karena menurut Yesus, Tuhan ada di mana-mana.

Masih ada ayat lagi tentang kiblat, “2:148. Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat).“

Ayat itu jelas salah dan menunjukkan kebodohan Muhammad. Sudah disebut bahwa orang Nasrani tidak mengenal kiblat dan kaum yang lain selain Yahudi juga tidak punya kiblat, orang Hindu dan Buddha juga tidak mengenal kiblat karena Tuhan ada di mana-mana. Karena orang Islam percaya ayat-ayat al-Quran bersal dari Tuhan, dengan kebodohan Muhammad tentang kiblat itu bisa dikatakan bahwa Tuhan Muhammad lebih bodoh dari Muhammad karena tidak memahami bahwa yang punya kiblat hanya kaum Yahudi.

Kiblat bagi orang Yahudi berdampak baik bagi pembinaan nasionalisme, karena semua orang Yahudi, ketika berdoa, selalu ingat akan tanah airnya di mana pun mereka berada. Tetapi kiblat bagi Islam merugikan nasionalisme bangsa lain selain mereka yang menjadi warga negara Arab Saudi.

5. Kafir

Walaupun manusia punya warna kulit berbeda, berasal dari tradisi yang berbeda, tetapi manusia bersaudara satu sama lain sejak dahulu kala dan pada mulanya tidak ada ajaran untuk membedakan sesama manusia berdasarkan warna kulit apa lagi agama dan kepercayaan yang dianutnya. Salah satu bukti bahwa manusia bersaudara walau berbeda asal usul dan keyakinan ada di Alkitab, yang mengisahkan Yusuf buyut Abraham diangkat menjadi pejabat tinggi oleh Raja Firaun di Mesir. Cerita itu juga dimasukkan ke dalam al-Quran oleh Muhammad namun tidak selengkap cerita aslinya yang ada di Alkitab dan banyak penyimpangan yang ada di dalam al-Quran karena Muhammad yang buta huruf tidak dapat membaca cerita aslinya tetapi informasinya yang dikumpulkannya hanya berdasarkan pendengarannya.

Pada mulanya Abraham mungkin tidak berpikir sunat yang dilakukan terhadap semua laki-laki yang ada di rumahnya akhirnya disalahgunakan menjadi kata yang mengandung kebencian dan permusuhan. Waktu itu Abraham membuat perjanjian dengan Allah. Dari pihak Abraham janji itu, akan mengerat kulit khatan semua laki-laki yang ada di rumahnya sebagai bukti sudah menjadi umat Allah dan dengan adanya bukti tersebut Allah akan menjadi Allah bagi keluarganya dan keturunannya, Allah akan menjadi Allah Israel. Tetapi walaupun bersunat, Abraham dengan keluarganya hidup berdampingan dengan rukun di antara orang-orang yang tidak bersunat.

Pengertian sunat sebagai bukti bukan kafir mulai dikembangkan sewaktu Musa menjadi pemimpin bangsa Israel. Musa mengajarkan bahwa orang Yahudi yang bersunat adalah umat Allah Israel, yaitu Tuhan yang menjadi pemimpin tertinggi bangsa Israel. Orang di luar bangsa Israel adalah kafir, yaitu bukan umat Allah Israel. Tetapi Musa mengajarkan bahwa orang kafir, yaitu mereka yang bukan orang Yahudi harus dihormati oleh orang Yahudi karena Allah Israel mengatakan bahwa orang Israel pernah diperlakukan dengan baik oleh orang kafir ketika mereka tinggal di Mesir, di bawah kekuasan Firaun yang menurut difinisi orang Yahudi adalah kafir karena tidak bersunat. Orang Yahudi diajarkan memberi penampungan bagi orang kafir yang sedang dalam kesulitan. Pengertian kafir bukan hanya tidak bersunat tetapi juga orang di luar bangsa Yahudi, jadi dalam pemahaman orang Yahudi orang bukan Yahudi pasti kafir walau bersunat.

Sewaktu ajaran Yesus mulai disebarkan oleh para muridnya, timbul pertanyaan apakah orang yang tidak bersunat boleh menjadi anggota Gereja. Yesus memang tidak mengatakan secara spesifik tentang sunat dan sebagai orang Yahudi, Yesus juga disunat ketika berusia 8 hari. Tetapi Yesus mengatakan, “Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.” (Mat 5:22) Yesus melarang mengkafirkan orang lain. Lalu diputuskan bahwa yang menjadi anggota Gereja boleh bersunat boleh juga tidak artinya orang kafir menurut pengertian Yahudi boleh menjadi anggota Gereja.

Sewaktu Muhammad mencoba peruntungannya menjadi nabi seharusnya pengertian kafir Yahudi dan Nasrani dipahaminya tetapi karena Muhammad buta huruf dan lebih banyak mendengar cerita dari orang Yahudi, dia menangkap pengertian kafir dari orang Yahudi yaitu orang yang tidak menyembah Allah yang ada di Bait Allah di Yerusalem.
Muhammad lalu mengajak orang sebangsanya, yaitu Arab Quraisy untuk menyembah Allah yang ada di Bait Allah (Allah Israel). Tentu saja kegiatan Muhammad dianggap mengganggu ketertiban ibadat suku Quraisy karena kegiatan Muhammad mencari pengikut dilakukan di Kabah, di tempat suci milik orang Quraisy yang kemungkinan bersumber dari ajaran Hindu. Lalu ada bentrokan antara pengikut Muhammad dan orang Quraisy sehingga timbul pertumpahan darah. Kaum Muslim hijrah ke Madinah lalu permusuhan dengan orang Quraisy berkembang dan Muhammad mengatakan orang sebangsanya itu, orang Quraisy adalah kafir dan menjadi kafir pertama dalam definisi Islam.

Setelah tinggal di Madinah, Muhammad mendatangi suku Yahudi dan minta diakui sebagai nabi, tetapi tentu ditolak karena menurut orang Yahudi tidak mungkin ada nabi dari orang kafir (Muhammad bukan orang Yahudi, pasti kafir). Setelah perang Badar melawaan suku Quraisy yang dimenangkan kaum Muslim, Muhammad merasa kuat lalu suku Yahudi itu diusir dari Madinah dan dijadikan kafir. Jadi kafir kedua menurut Islam adalah Yahudi dan membenci kafir mulai diajarkan Muhammad melalui ayat yang dilantunkannya, (59:2). Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan.”

Tapi Muhammad masih berharap dapat diakui sebagai nabi oleh orang Nasrani, hal itu dapat dilihat dari ayat, (5:82). Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani." Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.

Tetapi setelah orang Nasrani juga tidak mau mengakuinya sebagai nabi, mereka juga dikafirkan dan menjadi golongan kafir yang ketiga. Hal itu dapat dilihat pada ayat (9:34). Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,

Untuk menyemangati pengikutnya memerangi pemerintahan yang berkuasa atas Mekah, yaitu suku sebangsanya sendiri, suku Quraisy, kebencian terhadap kafir semakin dikobarkan dan dimasukkan ke dalam ayat-ayat al-Quran.

35:36. Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahannam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir

9:73. Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.

39:32. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?

2:161. Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat la'nat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya.

8:12. (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman." Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

Banyak orang mengagung-agungkan Muhamamd katanya punya pandangan yang jauh ke depan bahkan ada beberapa penemuan ilmiah belakangan ini yang katanya sesungguhnya sudah diungkap oleh Muhammad dan ditulis di dalam al-Quran. Cerita itu isapan jempol belaka, salah satu bukti yang nyata bahwa Muhammad berpikir pendek demi kepentingannya sendiri adalah soal kafir. Muhammad tidak memahami bahwa tindakannya mengkafirkan orang yang tidak mau menyembahnya sebagai nabi membawa bencana kemanusiaan hingga sekarang. Perang, jihad, permusuhan yang terus dikobarkan di hati Muslim hingga sekarang yang bersumber dari al-Quran terus memecah belah keluarga, masyarakat, dan bangsa dan tidak sedikit korban yang ditimbulkannya dan masih akan terus menjadi racun masyarakat jika ajaran itu terus dibiarkan disebarkan di masyarakat.

6. Potong Tangan Pencuri

Mencuri adalah perbuatan jahat yang harus dihukum. Di zaman sekarang apa yang harus dilakukan terhadap pencuri sudah diatur dalam undang-undang yang dibuat negara. Tetapi di zaman dulu, raja lah yang membuat peraturan dan agama tertentu juga ikut membuat aturan. Hukum yang berlaku di banyak negara sekarang sebagian berakar dari hukum yang dibuat orang Yahudi yang tercantum dalam Alkitab.

Perintah ke-8 dari 10 Perintah Tuhan yang diajarkan Musa adalah “Jangan Mencuri” dan tindakan apa yang harus dilakukan terhadap pencuri, Musa mengajarkan dalam kitab Keluaran 22:1-2, “Apabila seseorang mencuri seekor lembu atau seekor domba dan membantainya atau menjualnya, maka ia harus membayar gantinya, yakni lima ekor lembu ganti lembu itu dan empat ekor domba ganti domba itu. Jika seorang pencuri kedapatan waktu membongkar, dan ia dipukul orang sehigga mati, maka si pemukul tidak berhutang darah; tetapi jika pembunuhan itu terjadi setelah matahari terbit, maka ia berhutang darah.”

Yesus dalam pengajarannya tidak menyinggung sama sekali tentang pencuri atau apa yang harus dilakukan terhadap pencuri, karena Yesus mengatakan masalah itu diatur dalam hukum Taurat dan hukum Taurat masuk dalam kekuasaan Kaisar dan sekarang menjadi hak pemerintah membuat undang-undang bersama parlemen. Tetapi Yesus mengajarkan agar orang tidak mencuri, Yesus mengajarkan bagaimana orang harus menjaga dirinya sendiri agar tidak mencuri, Yesus mengatakan, “Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. (Matius 5:30)

Yesus mengajarkan agar orang mengendalikan dirinya, menjaga agar seluruh anggota tubuhnya tidak melakukan hal yang jahat, agar orang introspeksi dan membuang hal yang jahat yang ada di dalam dirinya. Tetapi tentu tidak ada orang yang mau memenggal tangannya sendiri karena lebih baik memperbaiki diri daripada memenggal tangan sendiri.

Muhammad yang buta huruf dan berusaha menjadi nabi ketika menghadapi masalah pencuri, tampaknya pernah mendengar ajaran Yesus tersebut tetapi karena tidak paham dan tidak pernah mengerti Injil secara penuh mengira itu adalah hukum yang harus diterapkan kepada pencuri dan dengan mudah Muhammad melantunkan ayat, “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (5:38).

Muhammad dengan mudah mengatasnamakan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana mengeluarkan ayat yang sangat tidak bijaksana dan melanggar HAM. Kebodohan Muhammad yang sok tahu itu berakibat buruk bagi kemanusiaan, sudah berapa tangan manusia sejak ayat itu dilantukan hingga sekarang yang sudah dipotong? Pasti sudah ribuan mungkin jutaan dan jika ajaran sesat itu tidak dihentikan kemungkinan akan terus ada korban akibat ayat yang sangat tidak masuk akal tersebut.

7. Berserah Diri

Muhammad mendapat cerita tentang Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dari orang Yahudi dan dari cerita itu Muhammad menangkap kemampuan Tuhan, karena dalam kitab Kejadian disebutkan Tuhan berfirman, “Jadilah Terang.” Lalu terang itu jadi.

Muhamamd yang buta huruf tidak dapat membaca Kitab Kejadian secara keseluruhan, dan dari sepenggal cerita itu Muhammad mengembangkan pemahaman apa itu Tuhan menurut kemampuannya sendiri. Karena Tuhan Maha Kuasa maka segala apa yang diinginkan Tuhan akan terjadi dan dengan mudah hanya menyebut “Jadilah” maka terjadi apa yang diinginkan Tuhan. Muhammad menangkap bahwa Tuhan seperti pemain sulap yang mengucapkan mantra “aba kadabra” lalu keluarlah burung dari topi si penyulap. Lalu Muhammad melantunkan ayat al-Quran, “

36:82. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.

7:166. Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah" kamu kera yang hina.

56:65. Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia hancur dan kering, maka jadilah kamu heran dan tercengang.

Lalu bagaimana manusia harus berhadapan Tuhan Yang Maha Kuasa yang dengan mudah hanya dengan perkataan “Jadilah” dapat mengubah manusia menjadi kera yang hina, Muhammad berkesimpulan manusia harus tunduk kepada Tuhan sebagai pencipta langit dan bumi. Cerita Yahudi tentang Tuhan menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dalam enam hari, dimasukakan kedalam al-Quran dengan interpretasi sendiri.

7:54. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

Menurut Muhammad, manusia harus tunduk kepada perintah Tuhan. Tetapi bukan hanya harus tunduk kepada perintah Tuhan, Muhammad juga bependapat bahwa kehendak Tuhanlah yang akan berlaku dan Tuhan dapat menentukan segala hal termasuk nasib seseorang dan percuma menghangi kehendak Tuhan karena pasti terjadi.

48:11 Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Muhammad juga mendengar tentang cerita Raja Salomo, Raja Yahudi yang besar, yang lalu kisahnya dimasukkan ke dalam al-Quran sebagai nabi Sulaeman.

27:42. Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: "Serupa inikah singgasanamu?" Dia menjawab: "Seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri."

Tidak ada dalam kitab Yahudi pengertian berserah diri kepada Tuhan, rupanya Muhammad dari pemahaman tentang Tuhan yang seperti tukang sulap, berpendapat bahwa manusia harus menerima apa saja kehendak Tuhan, Muhammad berkesimpulan yang harus dilakukan manusia adalah berserah diri.

Setelah menjadi pemimpin perang, Muhammad terus berusaha agar pengikutnya sungguh-sungguh tunduk dan berserah diri kepada Tuhan tetapi sikap seperti itu juga masih kurang karena yang hadir di hadapan pengikutnya dia sendiri dan agar perang itu efektif diperlukan sikap taat kepada pemimpin, yaitu dia yang menamakan dirinya rasul, dilantunkanlah ayat.

48:17. Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barang siapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih.

Ketaatan yang diajarkan Muhammad kepada pengikutnya disertai janji kenikmatan dan ancaman jika sikap taat itu tidak diperlihatkan.

Ayat-ayat yang mengajarkan taat kepada Tuhan dan Muhammad semakin digunakan untuk segala keperluannya dan ketika menghadapi istri-istrinya yang dirasanya kurang taat dilantunkanlah ayat.

66:5. Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

Segala kesusahan hidup, bencana alam dan sebagainya dijadikan oleh Muhamamd alat untuk menakut-nakuti pengikutnya agar mereka bersikap tunduk kepada Tuhan dan kepada Muhammad.

6:42. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.

Setelah Islam berhasil merebut kekuasaan Mekah dan meluaskan wilayah kekuasaannya, banyak orang-orang yang belum mau memeluk Islam di wilayah yang sudah dikuasai Islam, lalu dilantunkanlah ayat.

9:29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Bermula dari kebodohan yaitu bahwa manusia harus berserah diri, tunduk, dan taat kepada Tuhan, berubah menjadi kecerdikan dan kelicikan Muhammad berusaha agar pengikutnya tunduk, taat, dan berserah diri, bukan hanya kepada Tuhan tetapi juga kepada Muhammad.

Di dalam al-Quran ada 28 ayat yang menjelaskan tentang berserah diri dan menjadi ciri dari Islam dan tidak ada pada agama lain.

Di dalam Perjanjian Lama.

Tuhan berfirman, "Janganlah kamu membuat berhala bagimu, dan patung atau tugu berhala janganlah kamu dirikan bagimu; juga batu berukir janganlah kamu tempatkan di negerimu untuk sujud menyembah kepadanya, sebab Akulah Tuhan Allahmu. Kamu harus menghormati hari-hari SabatKu dan menghormati tempat KudusKu, Akulah Tuhanmu. (Imamat 26:1-2)

"Tetapi jikalau kamu tidak mendengarkan Daku, dan tidak melakukan segala perintah itu, jikalau Kamu menolak ketetapanKu dan hatimu muak mendengarKu, sehingga kamu tidak melakukan perintahKu dan kamu mengingkari perjanjianKu, maka Akupun akan berbuat begini kepadamua...." (Imamat 26:14-15)

Tuhan Allah yang berfirman di atas adalah Tuhan bangsa Israel, Tuhan yang menjadi pemimpin tertinggi bangsa Israel, bukan Tuhan untuk semua orang. Wajar jika pemimpin tertinggi dalam rangka membangun nasionalisme menuntut dihormati tetapi bukan disembah. Orang Israel yang menghormati pemimpin lain selain Tuhan Israel adalah penghianat bangsa.

Apa yang harus diikuti oleh bangsa Israel adalah peraturan yang diberikan pemimpin tertinggi bangsa Israel dan sekarang berlaku di semua negara dan semua bangsa, semua warga negara harus menjalankan perintah hukum yang berlaku, semua warga negara harus taat pada peraturan hukum yang berlaku yang dikeluarkan oleh pemimpin tertinggi bangsa itu dan mereka yang tidak mematuhi akan dihukum.

Firman Tuhan Israel itu disampaikan oleh Musa tetapi tidak ada kata-kata bahwa orang Israel harus taat kepada Musa.

Jadi dalam Perjanjian Lama tidak ada perintah berserah diri dan yang ada adalah perintah menghormati pemimimpin tertinggi bangsa dan menaati hukum yang berlaku dan tidak ada perintah untuk taat kepada Musa yang kebetulan berperan sebagai hamba Allah. Di negara moderen juga berlaku, orang harus patuh pada hukum, menghormati pemimpin tetapi tidak berserah diri kepada pemimpin, tidak menghamba kepada pemimpin.

Di dalam Perjanjian Baru, kita lihat Doa Bapak kami.

"Bapa Kami yang di dalam surga, dimuliakanlah namamu."

Tidak ada makna berserah diri hanya ungkapan hormat.

"Datanglah kerajaanmu, jadilah kehendakmu di atas bumi seperti di dalam surga."

Tidak ada perintah berserah diri. Bahwa orang berharap kehidupan di dunia akan sama seperti di surga tidak salah dan agar kehidupan di dunia seperti di surga tidak perlu dilakukan dengan berserah diri, karena kehendak Tuhan ada di luar jangkauan manusia dan manusia tidak berhak mencampuri urusan Tuhan, biarlah Tuhan yang bekerja, kita boleh berharap tetapi tidak merendahkan Tuhan dengan mengambarkan seperti tukang sihir misalnya.

"Berilah kami rejeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami."

Yang diminta hanyalah rejeki hari ini bukan kenikmatan duniawi dan mnita ampun harus didahulu sikap aktif (tidak berserah diri) dengan mengampuni terlebih dahulu orang yang bersalah kepada kami, tidak menuntut orang bersalah kepada kami harus minta ampun lebih dahulu, tanpa orang itu minta maaf sudah harus mau mengampuni, maknanya bukan berserah diri tapi harus berusaha dan berjuang untuk dapat mengampuni kesalahan sesama.

"Janganlah masukkkan kami ke dalam percobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat."

Hanya sebuah harapan dan agar harapan itu terpenuhi tidak perlu dilakukan dengan menyembah Tuhan dan berserah diri kepada Tuhan, manusia punya kebebasaan menjalankan hidupnya sesuai dengan pilihannya.

Demikian juga agama Hindu dan Buddha tidak mengajarkan berserah diri melainkan manusia harus memanfaatkan apa yang diberikan Tuhan untuk berkarya sebaik mungkin bagi sesama.

Ajaran berserah diri kepada Tuhan dinikmati oleh Muhammad selama hidupnya dan setelah itu para ulama dan ustadz memanfaatkan demi kepentingan mereka. Umat diajarkan tidak perlu mengetahui banyak hal, serahkan saja soal al-Quran dan agama Islam kepada ahlinya, yaitu para kiayi, ustadz, atau ulama, berserah dirilah kepada Tuhan dengan menjalankan sholat dan rukun Islam.

Salam Damai

SUMBER: http://memahamiperbedaanagama.blogspot.co.id/search/label/7%20Kebodohan%20Muhammad
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...