Sunday, September 25, 2016

eslam dalam nubuatan alkitab



Foxhound
SERSAN MAYOR
SERSAN MAYOR

Male
Posts : 612
Kepercayaan : Protestan
Location : Jakarta
Join date : 2012-09-28
Total Like dan Thanks : 57


Kata Pengantar

Islam, adalah agama yang dibawa oleh Muhammad di abad ke 6, dan diklaim saat ini merupakan agama dengan pertumbuhan paling cepat yang ada di dunia. Pengaruhnya yang cukup luas, terutama di negara2 Timur Tengah, Afrika dan Asia, membawa pengaruh yang sangat besar di sejarah peradaban dunia di berbagai aspek budaya, politik, dan juga ekonomi.

Dengan segala kontroversinya, Islam harus diakui adalah salah satu faktor yang memainkan peranan besar bagi kemanusiaan. Sebagai salah satu agama Samawi bersama Yahudi dan Kristen, Islam menempatkan diri sebagai agama terakhir penutup kedua agama pendahulunya. 

Pengaruh Islam sedemikian besar, apalagi peranannya di jaman sekarang yang dipercayai banyak orang dari tiga agama samawi ini adalah jaman akhir, juga semakin dominan di berita2 dunia. Lepas dari peranan baik maupun buruk, lepas dari hujatan maupun pujian, agama ini memakan porsi pemberitaan lebih dari kedua agama samawi pendahulunya.

Yahudi, mempercayai bahwa Mesias akan datang dalam waktu dekat karena mereka sudah pulang ke Tanah Perjanjian saat ini. Muslim sendiri, meskipun tidak semua, juga ada yang mempercayai hadits yang mengatakan umur Islam hanya 1500 tahun. Sedangkan Kristen, mengamati dan menghitung nubuat2 zaman akhir juga mempercayai bahwa waktunya memang sudah dekat. Yang artinya jaman2 akhir yang dipahami oleh ketiga agama Samawi ini, tidak berbeda jauh satu sama lain.

Peran yang semakin besar ini menimbulkan tanda tanya, jikalau memang Islam adalah salah satu pemegang peranan penting di tatanan dunia dan agama samawi secara khusus, apalagi di jaman akhir. Masakan Alkitab dengan segala nubuat2annya yang selalu tergenapi, tidak bicara sama sekali soal agama ini?

Tetapi, hanya yang mengerti soal Islam lah yang mengerti apa yang dibicarakan oleh Alkitab. Seorang Pendeta yang tidak mengerti cerita Muhammad di gua Hira, juga tidak akan pernah paham soal nubuat Yesaya. Seorang Theolog, yang tidak menguasai hukum sumpah dan hadits, tidak akan mengerti soal nubuat Zakharia. Dan seseorang yang menyelidiki Wahyu, tetapi tidak mengerti soal Ka’bah, tidak akan pernah mengerti soal Babel.

Apa yang saya tulis, adalah apa yang saya percayai. Dengan segala dasarnya, dengan segala penafsirannya, dengan segala 'cocokmology’ dari penggenapan nubuat-nubuat yang ditemukan. Inilah:

ISLAM sang ANTI – KRISTUS

by Foxhound – FFI 


THE PROPHECY
Nubuat

Sebelum lebih lanjut berbicara soal nubuat tentang Islam. Ada baiknya kita kembali dahulu melihat apakah yang disebut dengan nubuat itu sendiri.

Berbeda dengan ramalan, ramalan adalah sesuatu yang diramalkan akan terjadi. Tetapi nubuat, mengandung janji dari Tuhan bahwa yang dinubuatkan pasti akan digenapi. Nubuat, juga adalah salah satu jalan Tuhan untuk membuktikan bahwa Dialah Tuhan, seperti ada tertulis:


    Yesaya 46:9-11
    Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: Keputusan-Ku akan sampai, dan segala kehendak-Ku akan Kulaksanakan, yang memanggil burung buas dari timur, dan orang yang melaksanakan putusan-Ku dari negeri yang jauh. Aku telah mengatakannya, maka Aku hendak melangsungkannya, Aku telah merencanakannya, maka Aku hendak melaksanakannya.


Itulah nubuat. Janji Tuhan, rencana Tuhan, sumpah Tuhan, apa yang akan terjadi, dan yang akan digenapi olehNya karena Dialah Tuhan. Tetapi nubuat, selalu dimeteraikan di dalam perumpamaan. Nubuat, disampaikan dalam gaya bahasa kiasan. Dan seringkali, nubuat hanya dimengerti setelah digenapi.

Nubuat, juga seringkali tidak bicara tentang satu hal. Penggenapannya bisa dilaksanakan lebih dari sekali (double prophecy) dalam situasi berbeda dalam rentang waktu berbeda, dengan cara berbeda. Salah satu contoh double prophecy adalah


    Yesaya 7:10-16
    TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya: "Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas." 

    Tetapi Ahas menjawab: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN." 

    Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel. Ia akan makan dadih dan madu sampai ia tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong.


Semua orang Kristen jaman sekarang yang membaca ayat tersebut di atas tahu bahwa nubuat Yesaya adalah tentang Yesus Kristus. Tetapi bukankah nubuat tersebut diberikan kepada Ahas, yang memang akhirnya juga tergenapi di masa Ahas saat kerajaannya tumbang?

Ketika nubuat ini diberikan, Yesaya masih tercatat menggunakan bahasa Ibrani, kata “perempuan muda” di sana, dalam bahasa Ibrani aslinya menggunakan kata almah yang artinya belum pernah mengandung dan melahirkan (baik perawan maupun bukan). Tetapi anehnya kira-kira 3 abad sebelum kelahiran Kristus, saat budaya helenistic judaism mulai berkembang, dan Septuagint diterjemahkan ke bahasa Yunani, penerjemahnya menggunakan kataparthenos yang artinya adalah perawan.

Nubuat Yesaya itu digenapi dua kali, satu kali saat masa di mana Ahas mengalami keruntuhan, dan ada seorang anak lahir dari seorang almah, dan yang kedua adalah saat Yesus lahir dari seorang parthenos

Demikian pula dengan nubuat tentang Mesias itu sendiri. Yesus datang bukan hanya sekali, melainkan dua kali. Dalam arti kata, nubuat tentang kedatangan Mesias yang ditolak oleh orang2 Yahudi karena Yesus dianggap tidak memenuhinya, bukan tidak tergenapi, tetapi belum tergenapi.

Tetapi tanda2 kedatangan Yesus, yang didahului oleh kepulangan Yahudi dari Babel, dan saat ini didahului dengan kepulangan Yahudi dari pembuangan-pembuangan di seluruh dunia. Sama-sama dilukiskan oleh Daniel dalam satu nubuat, dan digenapi dalam rentang 2520 tahun (360 hr / thn) berbeda, tepat dengan time frame, yang sama.



Dan banyak nubuat-nubuat di dalam Alkitab yang merupakan nubuat yang tidak hanya digenapi satu kali.

Kedatangan Mesias sendiri juga adalah merupakan suatu double prophecy

Yesus Kristus, dipercayai oleh orang Kristen, akan datang kembali saat penghakiman akhir. Sehingga nubuat atas kedatangan Mesias, berarti akan digenapi dua kali. Faktor terbesar yang menjadi penolakan bangsa Yahudi akan kemesiasan Yesus adalah janji bahwa Mesias akan mengalahkan musuh-musuh Israel, yang tidak dilakukan oleh Yesus. Tetapi kalau Mesias memang digenapi datang dua kali, dan dalam kedua kalinya nanti Mesias akan mengalahkan musuh-musuh Israel. Maka penafsiran Yahudi tentang Mesias juga akan menjadi salah kaprah. Dan di saat Mesias yang datang di jaman akhir tersebut, yang juga akan diakui oleh bangsa Yahudi, memberi kesaksian bahwa Ia adalah sosok yang sama dengan yang pernah datang ke dunia. Maka di saat itulah mau tidak mau setiap lutut akan bertelut dan setiap lidah akan mengaku bahwa Dia lah Tuhan.

Secara terbalik, 'meterai', dan double prophecy sering mengaburkan pemahaman seseorang akan nubuat itu sendiri. Dan juga digunakan sebagai alibi bagi orang yang ingin menyangkalnya. Tetapi nubuat, tetaplah nubuat. Bukan karena disangkal, atau disangka orang adalah suatu kebetulan maka menjadikan Tuhan ingkar janji. Setiap nubuat, akan digenapi, sekali, dua kali, tiga kali... tidak akan ada satu titikpun yang terlewatkan, karena Dialah Tuhan yang bernubuat.

Three Children of Isaiah
Tiga orang anak di dalam kitab Yesaya


Selain nubuat dalam bentuk perumpamaan, atau kiasan, seringkali Tuhan juga memberikan suatu nubuat dalam bentuk kejadian yang nyata yang akan digenapi kembali dengan cara berbeda. Contohnya adalah ular tembaga yang digantung di kayu 


    Bilangan 21:7-9

    Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. 

    Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup." 

    Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.


Meskipun cerita di atas adalah kisah yang diceritakan memang terjadi, dan bukan hanya berupa kiasan atau perumpamaan. Namun apa yang terjadi tersebut adalah juga nubuat tentang Yesus Kristus. Karena ular, adalah makhluk yang dikutuk Tuhan, tetapi ular yang digantung di tiang tersebut menyelamatkan siapa yang memandangnya. Demikian pula Yesus, sebagai yang terkutuk yang digantung di tiang, siapa memandangNya, juga akan diselamatkan.

Demikian pula Yesaya, Yesaya mempunyai nubuat yang berbentuk perlambang yang bukan hanya sekedar cerita, melainkan terjadi dalam kehidupan nyatanya. Di dalam kitab Yesaya, ada tiga orang anak yang menjadi pertanda suatu nubuat.

Anak Pertama
Anak pertama, adalah anak Yesaya, bernama Syear Yasyub. 


    Yesaya 7:3-9
    Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: "Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu, dan katakanlah kepadanya: Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut dan janganlah hatimu kecut karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, yaitu kepanasan amarah Rezin dengan Aram dan anak Remalya. 

    Oleh karena Aram dan Efraim dengan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu, dengan berkata: Marilah kita maju menyerang Yehuda dan menakut-nakutinya serta merebutnya, kemudian mengangkat anak Tabeel sebagai raja di tengah-tengahnya, 

    maka beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak akan sampai hal itu, dan tidak akan terjadi, sebab Damsyik ialah ibu kota Aram, dan Rezin ialah kepala Damsyik. Dalam enam puluh lima tahun Efraim akan pecah, tidak menjadi bangsa lagi. Dan Samaria ialah ibu kota Efraim, dan anak Remalya ialah kepala Samaria. Jika kamu tidak percaya, sungguh, kamu tidak teguh jaya."


Syear Yasyub, mempunyai arti “sisa-sisa, akan kembali”.. anak ini dibawa ke Ahas sambil Yesaya menyampaikan nubuat Tuhan bahwa Efraim (dan nantinya keseluruh 10 suku Israel), akan diserakkan ke seluruh penjuru dunia.


Anak kedua

Anak kedua, bukan merupakan anak Yesaya. 


    Yesaya 7:10 -17

    TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya: "Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas."

    Tetapi Ahas menjawab: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN." Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? 

    Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan diaImanuel.

    Ia akan makan dadih dan madu sampai ia tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong. TUHAN akan mendatangkan atasmu dan atas rakyatmu dan atas kaum keluargamu hari-hari seperti yang belum pernah datang sejak Efraim menjauhkan diri dari Yehuda--yakni raja Asyur."


Imanuel, mempunyai arti “Tuhan berserta (ada di antara) kita”... anak ini akan menjadi pertanda datangnya raja Asyur ke tanah Yehuda.


Anak ketiga
Anak ketiga, adalah anak Yesaya.


    Yesaya 8:1-4
    Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Ambillah sebuah batu tulis besar dan tuliskanlah di atasnya dengan tulisan biasa: Maher-Syalal Hash-Bas." Maka aku memanggil dua saksi yang dapat dipercaya, yaitu imam Uria dan Zakharia bin Yeberekhya. 

    Kemudian aku menghampiri isteriku; ia mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Namailah dia: Maher-Syalal Hash-Bas, sebab sebelum anak itu tahu memanggil: Bapa! Ibu! maka kekayaan Damsyik dan jarahan Samaria akan diangkut di depan raja Asyur." 


Maher-Syalal Hash-Bas, mempunyai arti “Hancurkan segera, jarah dengan cepat”… anak ini akan menjadi pertanda dijarahnya Damsyik dan Samaria.


The Jew, The Christian and The Moslem
Anak Pertama, Syear Yasyub, mempunyai arti “sisa-sisa, akan kembali”, ini juga melambangkan Yudaisme, yang pemeluknya terpencar-pencar dan menjadi sisa-sisa suatu bangsa. Tetapi akhirnya berhasil kembali lagi ke tanah perjanjian.

Anak Kedua, Imanuel, mempunyai arti “Tuhan ada diantara kita”, double prophecy dengan kelahiran Kristus, triple prophecy melambangkan pengikut-pengikut Kristus, Kristen. Yang percaya bahwa Tuhan sudah menjelma dan menjadi manusia di antara manusia.

Anak Ketiga, Maher-Syalal Hash-Bas, mempunyai arti “Hancurkan segera, jarah dengan cepat”, ini juga melambangkan Islam, yang awal pertumbuhannya dimulai dengan banyak kisah peperangan dan penjarahan sesuai hadits dan sejarah Islam itu sendiri. Dan juga masa-masa sekarang di mana terorisme dan peperangan seringkali dilakukan di bawah panji agama ini oleh pemeluknya.

Anak pertama dan ketiga, adalah kedua anak dari Yesaya. Sedangkan anak kedua tidak berasal dari Yesaya. Sesuai apa yang dikatakan dari Yesus, bahwa pengikutNya, tidak berasal dari sumber yang sama dengan yang lainnya.


    Yohanes 15:18-19 

    Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.


Ketiga anak ini; Yudaisme, Kristen dan Islam akan kita bahas satu persatu nubuatannya tentang mereka di Perjanjian Lama.

The Jew 
Nubuat Yesaya atas orang Farisi

Yesaya, memang adalah kitab yang banyak berisikan nubuatan, terutama juga terkait tentang kedatangan Mesias. Yesus sendiri juga mengutip nubuat-nubuat Yesaya dan menunjukkan bagaimana kebebalan bangsa Yahudi sudah menggenapi nubuat Yesaya.


    Yesaya 29:9-11 
    Tercengang-cenganglah, penuh keheranan, biarlah matamu tertutup, buta semata-mata! Jadilah mabuk, tetapi bukan karena anggur, jadilah pusing, tetapi bukan karena arak! 

    Sebab TUHAN telah membuat kamu tidur nyenyak; matamu--yakni para nabi--telah dipejamkan-Nya dan mukamu--yaitu para pelihat--telah ditudungi-Nya. 

    Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai"; 


Yesaya 29:11. Berbicara soal kaum Farisi saat Yesus datang bagi bangsa Israel. 

Tercatat komentar Yesus soal mereka adalah: 


    Matius 13:10 -15 

    Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" 

    Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 

    Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. 

    Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. 

    Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.


Perumpamaan, adalah meterai yang digunakan dalam nubuat, dan juga apa yang diajarkan oleh Yesus. Kenapa Yesus menggunakan perumpamaan? Karena sejelas apapun Yesus berkata, sejelas apapun perintah dan hukum dinyatakan. Hati yang bengkok, akan membengkokkan ajaran tersebut. 

Tetapi dengan memberikan perumpamaan, hati yang lurus dan mengasihi Tuhan akan mengerti apa yang Tuhan mau, meskipun perintah tidak diberikan secara literal. Dan dengan demikian, hati yang lurus akan membuka meterai.


    Matius 15:7-8
    Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.


Orang-orang Farisi adalah kaum Yahudi yang tidak pernah bisa mengerti ajaran Yesus. Mereka menggunakan hukum sebagai kedok bahwa mereka adalah orang-orang saleh yang mematuhi hukum Tuhan. Tetapi hati mereka condong akan kejahatan. Mereka bahkan mempunyai kitab hukum sendiri yang membelokkan Taurat yang diberikan Tuhan hingga Yesus menghardik mereka di ayat sebelumnya.

Ajaran Yesus tentang kasih dan implementasinya, hukum Kerajaan Allah, bisa diterima oleh ribuan orang. Mereka dengan setia mendengarkan khotbah di bukit. Tetapi justru bagi orang-orang Farisi, ajaran Yesus adalah benalu dan debu kotor di mata mereka.


    Matius 15:1-6 
    Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata: "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan." 

    Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati. Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah, orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.


Taurat yang diberikan kepada bangsa Israel, fungsinya adalah sebagai suatu aturan yang mengkuduskan Bangsa Israel. Karena mereka disebut umat kepunyaaan Tuhan. Mereka diwajibkan berpuasa, tarak makan daging tertentu, tidak menyembah Ilah lain, dan berbagai macam aturan dan tatanan. 

Tetapi saat itu pada masa ketika Yesus datang, orang-orang Farisi sudah merusak implementasi hukum Taurat dengan meletakkan aturan-aturan dan hukum lain yang membenarkan tindakan-tindakan mereka yang justru sebetulnya sudah melanggar 10 perintah Tuhan. Dan dengan demikian, genap pula nubuat Yeremia:


    Yeremia 31:31-32
    Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.


Suatu firman yang dipahami berbeda oleh kaum muslim, bahwa Taurat sudah dirubah-rubah secara literal oleh bangsa Yahudi untuk membenarkan tuduhan AlQurannya. Septuagint sudah diterjemahkan menjadi bahasa Yunani, tiga abad sebelum Yesus lahir. Semua dokumentasinya tersimpan dan terjaga dengan baik di berbagai perpustakaan, synagog dan gereja. Tidak ada yang berubah secara literal. Tetapi justru perubahan implementasinya dengan menambahkan hukum-hukum adat istiadat Yahudi yang membelokkan keinginan Tuhan, itulah yang dibenci Tuhan dan dikatakanNya telah merubah-rubah Taurat.

The Christian
Kristen - Perjanjian Baru

Sama seperti Yesaya, Yeremia juga adalah nabi penuh dengan nubuat. Nubuat Yeremia tentang perjanjian yang baru yang ditetapkan oleh Tuhan dan penghapusan dosa asal (original sin) juga tercatat dengan jelas.

    Yeremia 31:28 Maka seperti tadinya Aku berjaga-jaga atas mereka untuk mencabut dan merobohkan, untuk meruntuhkan dan membinasakan dan mencelakakan, demikianlah juga Aku akan berjaga-jaga atas mereka untuk membangun dan menanam, demikianlah firman TUHAN. 

Seperti yang dipertanyakan oleh banyak orang dan banyak kalangan. Tuhan di Perjanjian Lama sering dilukiskan sebagai Tuhan yang keras, dan tidak ada ampun. Setiap bangsa yang menyembah berhala, dan kemudian menodai bangsa Israel dalam beberapa kasus, sering dihabisi oleh Tuhan.

Karena memang, ketika dosa belum ditebus, manusia adalah seteru Tuhan. Makhluk yang harus dihakimi akan dosa-dosanya yang membumbung dan berbau asap kekejian di hadapan Tuhan. Israel lah atas kemurahan Tuhan terhadap Abraham, Ishak dan Yakub yang memelihara perjanjian antara manusia dan Tuhan bahwa suatu saat manusia akan diperdamaikan dengan Tuhan.

Dosa asal, original sin atau juga dikenal sebagai dosa warisan. Adalah status, cap, bagi manusia, bahwa mereka-mereka ini adalah seteru Tuhan, makhluk berdosa yang harus dilenyapkan karena kejahatan-kejahatan di hati dan perbuatan mereka. Cap berdosa yang didapatkan manusia atas kekalahan Adam terhadap nafsunya sendiri sehingga seluruh 
manusia jatuh dalam kuasa penghakiman maut.

Tetapi sejak Adam pula, Tuhan menjanjikan kuasa penebusan bagi manusia. Dan melalui Yeremia, Tuhan sudah menegaskan sekali lagi, bahwa dosa warisan akan dihapuskan. 

    Yeremia 31:29-30 
    Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu, melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu.


Dan dengan dihapuskannya dosa warisan, Tuhan menetapkan suatu Perjanjian Baru antara Tuhan dengan Israel dan Yehuda. Israel, keturunan Yakub, juga keturunan Efraim dan 10 suku yang tercerai berai ke seluruh pelosok dunia dan menghasilkan keturunan dalam berbagai bangsa. Dan Yehuda, the Jews, bangsa Yahudi yang menjaga garis keturunan mereka dan menempati tanah Palestina.


    Yeremia 31:31-34
    Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. 

    Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka."


Dan dengan demikian, Taurat yang merupakan perjanjian antara Tuhan dengan manusia, sebenarnya sudah tidak berlaku bagi orang-orang yang memperoleh Perjanjian Baru dengan Tuhan. Perjanjian Baru yang diadakan antara Tuhan kepada manusia yang bukan lagi seteru Tuhan, melainkan adalah sekutu Tuhan, warga Kerajaan Allah.

Menjadi warga Kerajaan Allah, harus dimulai dari pertobatan, lahir kembali menjadi manusia yang baru. Lahir dari air dan roh, lahir dari sesuatu yang tidak dikutuk oleh dosa. Seperti perkataan Yesus kepada Nikodemus:


    Yohanes 3:5-7
    Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.


Dan sesuai dengan Perjanjian Baru yang ditetapkan, maka siapa masuk ke dalam Kerajaan Allah, tidak lagi hidup di bawah Perjanjian Lama, Taurat. Melainkan mereka mempunyai Taurat di dalam hati mereka. Orang yang hatinya penuh kasih terhadap Tuhan, tidak akan melakukan apa yang jahat. Dan dengan demikian hukum Taurat menjadi obsolete, tidak ada gunanya lagi bagi mereka. Karena mereka hidup di atas Taurat.

Joh 3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak; 
Joh 3:21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

Warga Kerajaan Allah, melakukan apa yang baik karena kasih terhadap Allah, bukan karena takut atas hukuman. Karena hanya orang jahat yang takut atas hukuman. Warga Kerajaan Allah, adalah orang yang terbebas dari takut akan hukuman dan dengan demikian perbuatan baik mereka nyata dilakukan di dalam Tuhan.
Suatu konsep yang ditegaskan kembali dan diteguhkan oleh pernyataan Yohanes


    1 Yohanes 4:16-21
    Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. 

    Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. 

    Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih. 


Karena Allah mengasihi manusia, maka meskipun telah menjadi seteruNya, Allah tetap datang memanggil, menebus, merengkuh kembali manusia yang menjauh dariNya. Karena manusia telah ditebus, manusia tidak lagi menjadi seteru Allah, tetapi menjadi sekutu Allah yang hidup dengan hati yang sangat mengasihi Allah. Dan dengan demikian, mereka hidup menjadi apa yang Allah mau, bukan lagi karena mereka takut akan hukuman. Itulah arti kata “Melakukan kehendak Bapa”

Dan orang yang melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan karena mengasihi Tuhan, tidak lagi membutuhkan hukum sebagai boundary, sebagai pagar terali besi yang mengekang mereka agar jalan mereka lurus. Karena hati mereka adalah hati yang lurus, dan dengan demikian mereka adalah orang yang hidup sebagai orang merdeka, bukan lagi budak yang terbelenggu dosa.

Konsep bebas dari “takut akan hukuman”, inilah konsep hukum Kerajaan Allah. Tatanan Perjanjian Baru antara Allah dan manusia, yang diajarkan oleh Injil Yesus Kristus. Dasar pemahaman yang melahirkan pengikut-pengikut Kristus, yang akhirnya dikenal dengan sebutan Kristen.

Konsep inilah juga yang membedakan dan menentukan garis yang jelas antara kekristenan, dan konsep agama samawi pendahulunya Yudaisme. Tetapi apa yang diajarkan Yesus, ditolak mentah-mentah oleh orang Farisi. Bagi mereka, mengikuti hukum Taurat ditambah dengan talmud dan rabbinical mitzvot adalah yang terutama. Konsep inilah juga yang nantinya akan ditentang habis-habisan dan dijungkirbalikkan oleh anak Yesaya ketiga, Islam.

Yesus Kristus, memang tidak datang untuk menghapuskan, mengurangi atau memodifikasi Taurat. Tetapi Yesus datang untuk menggenapi Taurat sehingga dalam teladanNya, menunjukkan bahwa Taurat sebenarnya tidak ada artinya lagi bagi sekutu Allah, orang-orang yang dipilih menjadi imamat rajani.
Inilah orang Kristen, yang dipanggil dari gelap kepada terang. 


    1 Petrus 2:9-10

    Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.


Hanya yang hidup di dalam kegelapan, yang membutuhkan hukum(an).

The Moslems
Islam - Umat yang tidak dapat membaca

Sebagai anak ketiga di nubuat Yesaya, perilaku beberapa pemeluk-pemeluk Islam juga menggenapi namanya; Maher-Syalal Hash-Bas. Kegiatan menghancurkan dan menjarah di dalam nama Islam, bukan hanya satu dua kali terdengar, dan bukan hanya terjadi di satu dua tempat. Meskipun hal ini akan ditolak oleh muslim-muslim moderat, atau muslim-muslim yang ngotot bahwa Islam tidak mengajarkan secara demikian. Kenyataan lapangan menunjukkan bahwa Islam memang bisa dipakai untuk keperluan demikian terlepas dari bahwa itu tergantung dari moral dan hati pelaku itu sendiri.

Di samping itu, memang di awal sejarah berdirinya Islam, Muhammad sendiri memimpin pengikut-pengikutnya untuk berperang, menghancurkan, dan juga menjarah dengan dalih itu adalah rampasan perang yang dihalalkan oleh tuhan mereka.

Dilambangkan sebagai anak yang sama yang lahir dari Yesaya. Islam, juga mengusung doktrin yang hampir sama dengan Yudaisme, mengembalikan pemahaman perbuatan manusia kembali di bawah hukum. Dengan demikian, sebenarnya Islam mengembalikan konsep hubungan manusia dengan Tuhan kembali ke ajaran Yudaisme.

    RELIGIOUS LAW
    Judaism and Islam are unique in having systems of religious law based on oral tradition that can override the written laws and that does not distinguish between holy and secular spheres. In Islam the laws are called Sharia, In Judaism they are known as Halakha. Both Judaism and Islam consider the study of religious law to be a form of worship and an end in itself.


Yudaisme dan Islam juga mempunyai keunikan dalam kepercayaan yang sama. Keduanya sama-sama mempunyai hukum agama yang juga diturunkan turun temurun secara lisan, dan dipandang mempunyai kekuatan hukum lebih besar dari hukum-hukum tertulis yang lain (termasuk kalau bisa hukum negara), dan tidak membedakan hukum antara kehidupan beragama dan kehidupan sosial sekuler. Di Islam, hukum-hukum ini dikenal dengan Sharia, di Yudaisme dikenal dengan nama Halakha. Dua agama ini sama-sama menganggap ketekunan dalam mempelajari dan menjalankan hukum agama adalah ibadah mereka.

Jadi di dalam hal Perjanjian Baru, Kekristenan, berdiri sendiri di luar Yudaisme dan Islam. 


Kesamaan antara Islam dengan Yudaisme ini sangat menarik, karena ketika Yesus menghardik orang Farisi yang tidak mengerti apa yang diajarkan Yesus terutama yang disampaikan dengan perumpamaan. Di sanalah Yesaya 29:11, telah tergenapi.

    Yesaya 29:11 Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai"; 

Ayat di atas digenapi oleh Yudaisme, sedangkan ayat berikutnya...

    Yesaya 29:12 dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: "Baiklah baca ini," maka ia akan menjawab: "Aku tidak dapat membaca." 

Ayat ini digenapi oleh Islam.

Nubuat Ganda Yesaya Tergenapi oleh Islam
Islam, didirikan oleh Muhammad setelah menurut kesaksiannya, ia mendapatkan wahyu di gua Hira. Ada satu peristiwa yang sangat menarik yang diceritakan tentang proses penerimaan Wahyu ini, dan juga menjadi salah satu cerita identitas agama Islam. 

Muhammad, diklaim adalah seorang buta huruf yang tidak dapat membaca. Menurut kesaksiannya pula yang tercatat di dalam hadits, Malaikat Jibril datang kepadanya dan meminta Muhammad membaca AlQuran… Dan Muhammad meresponnya dengan “Aku tidak dapat membaca”

Peristiwa ini, menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi muslim. Terkadang, juga dianggap sebagai suatu privilege yang meneguhkan kenabian Muhammad. Karena bagi muslim, itu adalah suatu mujizat, bkagaimana seorang buta huruf, bisa mendapatkan wahyu secara langsung dari Tuhan semesta alam dalam bentuk firman.

Karena, bukan suatu kebetulan yang diciptakan oleh orang Yahudi ataupun Kristen, bahwa Muhammad mengaku menjawab “Aku tidak dapat membaca” ketika memperoleh wahyu di gua Hira. Dan dengan demikian Muhammad menggenapi lambang yang disebutkan di Yesaya 29:12

Dan bukan suatu kebetulan yang diciptakan oleh orang Kristen pula, bahwa Islam mengusung pemahaman yang sama dengan Yudaisme terkait ajaran-ajaran Yesus Kristus. Dengan demikian, maka nubuat Yesaya, adalah nubuat ganda yang tergenapi oleh Yudaisme di jaman Yesus, dan Islam.


    Yesaya 29:13 

    Dan Tuhan telah berfirman: "Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan, 


Islam sendiri, dalam segala bentuk ibadah yang diakui oleh ajaran ini, juga menggenapi apa yang dinubuatkan Yesaya 29:13. Karena ajaran Islam lah yang paling bangga dan giat mengusung ‘puji-pujian’ kepada Tuhan (yang mereka percaya di dalam hati mereka) dengan cara mengumandangkannya ke mana-mana dari atas menara-menara.

Dan yang menarik adalah soal frase kata “perintah manusia yang dihafalkan”. Karena dari seluruh adu argumentasi antara Kristen dan Islam, hampir selalu ada tantangan dari pihak muslim, apakah ada orang Kristen yang hafal akan Alkitab mereka? Tantangan yang muncul karena memang mereka hafal luar kepala isi AlQuran. Bahkan anak-anak kecil mereka, dididik untuk menghafalkan AlQuran… meskipun tidak tahu menahu apa makna dan artinya.

Yesus, memang menghardik orang-orang Farisi dengan Yesaya 29:13. Tetapi setelah Yudaisme pudar tersebar dan terserak ke berbagai penjuru dunia, Islam lah yang hadir mengambil alih posisi orang-orang Farisi tersebut dan berusaha mengembalikan konsep kepercayaan kepada Tuhan sama dengan Yudaisme dengan cara-caranya sendiri. Dan dengan demikian Islam mengambil kursi dan posisi orang-orang Farisi dan sekali lagi menggenapi nubuat ganda Yesaya.


    Yesaya 29:14 

    maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi."


Ayat berikutnya di atas, akan susah dimengerti oleh orang-orang yang tidak pernah berhadapan dengan muslim ketika beradu argumentasi. Atau mereka-mereka yang tidak pernah mengikuti bagaimana muslim mengartikan ilmu pengetahuan dan kecocokannya dengan AlQuran. Atau mereka-mereka yang tidak pernah mengikuti bagaimana muslim menciptakan hoax. 

Tetapi, adalah suatu kenyataan, bahwa muslim akan lebih suka mengkritik ajaran “kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar kepadanya” dengan berbagai dalih serta alasan dan akan menolak berbagai penjelasan atas ajaran tersebut. Tetapi sebaliknya dengan mudah akan mengajukan berbagai dalih dan alibi bahwa poligami, kawin cerai dan memukul isteri adalah hal yang positif untuk diajarkan sebagai umat yang beragama, dan sebagai sebuah solusi jitu konflik rumah tangga. Hikmat dan kearifan, sungguh telah dihapuskan di ajaran ini. 

    Yesaya 29:15-16
    Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap TUHAN, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: "Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?" Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: "Bukan dia yang membuat aku"; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: "Ia tidak tahu apa-apa"? 


Dan yang terakhir, ketika dikatakan bahwa ajaran ini akan memutarbalikkan segala sesuatu, penggenapan akan Islam adalah Anti-Kristus menjadi lengkap. Karena Anti dalam arti sesungguhnya adalah berlawanan dan memutarbalikkan segala sesuatunya. Aspek ini nantinya akan kita bahas satu persatu dalam bab-bab berikutnya, untuk membuktikan bahwa Islam adalah Anti Kristus, bukan hanya sekedar karena penggenapan nubuat-nubuat dan lambang-lambangnya, tetapi juga karena ajarannya yang berlawanan 180 derajad.

Zechariah Prohecy
Nubuat dan pandangan YHVH atas Islam dan Arab

Zakharia, juga menuliskan nubuat tentang Israel, masa pengasingannya, dan masa kembalinya, dan juga nasib dan sikap YHVH terhadap musuh-musuh Israel.

    Zakharia 1:12 Berbicaralah Malaikat TUHAN itu, katanya: Ya TUHAN semesta alam, berapa lama lagi Engkau tidak menyayangi Yerusalem dan kota-kota Yehuda yang telah tujuh puluh tahun lamanya Kaumurkai itu? Lalu kepada malaikat, yang berbicara dengan aku itu, TUHAN menjawab dengan kata-kata yang ramah dan yang menghiburkan. 

    13-15 Berkatalah kepadaku malaikat yang berbicara dengan aku itu: Serukanlah ini: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Sangat besar usaha-Ku untuk Yerusalem dan Sion, tetapi sangat besar murka-Ku terhadap bangsa-bangsa yang merasa dirinya aman, yang, sementara Aku murka sedikit, telah membantu menimbulkan kejahatan. 


YHVH memang murka kepada Yerusalem dan Sion. Setelah 70 tahun pertama pengasingan Babel, YHVH mengijinkan Yahudi untuk kembali dan membangun Bait Allah kedua. Tetapi tingkah laku mereka yang penuh kejahatan membawa kutuk dan murka YHVH kembali kepada Israel. Tetapi seperti yang dinubuatkan YHVH, YHVH lebih murka terhadap bangsa-bangsa yang merasa dirinya aman.

    Zakharia 1:16-17 Sebab itu, beginilah firman TUHAN, Aku kembali lagi kepada Yerusalem dengan kasih sayang. Rumah-Ku akan didirikan pula di sana, demikianlah firman TUHAN semesta alam, dan tali pengukur akan direntangkan lagi di atas Yerusalem.Serukanlah ini selanjutnya: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Kota-kota-Ku akan berlimpah-limpah pula dengan kebajikan, dan TUHAN akan menghiburkan Sion dan akan memilih Yerusalem pula."


Sejak kepulangan bangsa Yahudi dari pengasingan Babel, janji dan nubuat YHVH inilah yang belum ditepati. Karena setelah itu Palestina secara bergilir menjadi kekuasaan bangsa-bangsa asing. Dan baru setelah berdirinya kembali Israel, YHVH memenuhi segala janjinya.

    Zec 1:18-19 Aku melayangkan mataku dan melihat: tampak empat tanduk. Lalu aku bertanya kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Apakah arti semuanya ini?" Maka ia menjawab aku: "Inilah tanduk-tanduk yang telah menyerakkan Yehuda, Israel dan Yerusalem." 


Ini adalah double prophecy, prophecy yang pertama digenapi dengan empat kerajaan besar yang mencerai beraikan Israel. Babylonia, Medo-Persia, Yunani, dan terakhir Romawi, tetapi lambang tanduk, juga akan digunakan Tuhan ketika memberikan wahyu kepada Yohanes, untuk melambangkan negara-negara di akhir jaman yang akan menjadi musuh Israel.

Dan memang, saat Israel berdiri, keempat tanduk itulah yang bergerak maju menjadi pasukan utama untuk menyerakkan Israel: Transjordan (Yordan), Syria, Irak dan Mesir. Sedangkan negara Arab lain ada yang menyatakan perang, menitipkan sedikit pasukan, tetapi tidak benar-benar melakukan agresi militer ke Israel.


    http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Palestine#World_War_II_and_Palestine
    On 14 May 1948, David Ben-Gurion and the Jewish People's Council declared the establishment of a Jewish state in Eretz Israel, to be known as the State of Israel.[213] The neighbouring Arab states intervened to prevent the partition and support the Palestinian Arab population. While Transjordan took control of territory designated for the future Arab State, SyrianIraqi and Egyptian expeditionary forces attacked Israel without success. The most intensive battles were waged between the Jordanian and Israeli forces over the control of Jerusalem.


    Zec 1:20-21 Kemudian TUHAN memperlihatkan kepadaku empat tukang besi. Lalu aku bertanya: "Orang-orang ini datang untuk melakukan apa?" Maka ia menjawab: "Inipun adalah tanduk-tanduk yang telah menyerakkan Yehuda, sehingga tidak seorangpun berani mengangkat kepalanya. Dan semuanya ini datang untuk mengejutkan mereka, yakni untuk menghempaskan tanduk bangsa-bangsa yang telah mengangkat tanduk terhadap tanah Yehuda hendak menyerakkannya." 


YHVH berjanji akan menghempaskan tanduk bangsa-bangsa yang mengangkat tanduknya kepada tanah Yehuda dan berkehendak menyerakkannya... ini bukan digenapi dengan empat kerajaan besar. Karena keempat kerajaan besar tersebut berhasil menyerakkan Yehuda. Sedangkan yang ditulis Zakharia adalah kejutan bagi empat tanduk yang hendak menyerakkan Yehuda. Yang artinya empat tanduk ini baru berkehendak, tetapi YHVH tidak akan membuatnya berhasil.

Keempat tanduk tersebut Irak, Mesir, Syria dan Yordan, gagal dan gigit jari meskipun sudah mengerahkan segenap pasukan dan mengeroyok Israel dalam jumlah yang sangat tidak berimbang.... dan YHVH sudah memorakporandakan negara-negara itu secara berurutan; Irak, Mesir, dan tahun ini Syria..... akan menyusul Yordan dalam tahun-tahun ke depan. Mungkin saja segera di tahun depan, karena semakin cepat semuanya digenapi, semakin dekat waktu penghakiman. Siapa yang dipilih akan tengadah dan berharap akan hari janji Tuhan. Siapa yang tidak beriman dan tahu akan mendapat hukuman, akan lari bersembunyi karena takut akan kedatangan hari Tuhan.

Nubuat tentang Islam
Selain berbicara tentang Israel dan lawan-lawannya, Zakharia juga mencatat penglihatan akan Islam

    Zec 5:1-2 Aku melayangkan mataku pula, maka aku melihat: tampak sebuah gulungan kitab yang terbang. Berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat sebuah gulungan kitab yang terbang; panjangnya dua puluh hasta dan lebarnya sepuluh hasta." 


Dua puluh hasta dan sepuluh hasta adalah ukuran dari Kemah Suci dan Ruang Maha Kudus Bait Suci. Gulungan kitab ini akan mengambil alih dan 'meniru' kebesaran dan kekudusan YHVH.

    Zec 5:3-4 Lalu ia berkata kepadaku: "Inilah sumpah serapah yang keluar menimpa seluruh negeri; sebab menurut sumpah serapah itu setiap pencuri di sini masih bebas dari hukuman, dan setiap orang yang bersumpah palsu di sini juga masih bebas dari hukuman. Aku telah menyuruhnya keluar, demikianlah firman TUHAN semesta alam, supaya itu masuk ke dalam rumah pencuri dan ke dalam rumah orang yang bersumpah palsu demi nama-Ku, dan supaya itu bermalam di dalam rumah mereka dan memusnahkannya, baik kayunya maupun batu-batunya." 


Ini adalah poin kedua yang mengidentifikasi Islam. Bersumpah palsu di dalam bahasa aslinya dicatat: 
שׁקר
sheh'-ker
an untruth; by implication a sham (often adverbially): - without a cause, deceit (-ful), false (-hood, -ly), feignedly, liar, + lie, lying, vain (thing), wrongfully.

Adalah termasuk sumpah yang palsu, yang menipu, yang tidak ada tujuan dan maksud, dsb.

Seperti tercatat di dalam AlQuran 
    5:89. Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya). 

Bahkan melanggar sumpah yang tidak palsu pun, bisa dibayar dengan puasa tiga hari.

Pencuri yang lolos dari hukuman, juga tercatat di dalam hadits sahih Bukhari:

    Sahih Bukhari Vol 9, Book 93. Oneness, Uniqueness Of Allah (Tawheed). Hadith 579.
    Narrated By Abu Dharr : The Prophet said, Gabriel came to me and gave me the glad tidings that anyone who died without worshipping anything besides Allah, would enter Paradise. I asked (Gabriel), 'Even if he committed theft, and even if he committed illegal sexual intercourse?' He said, '(Yes), even if he committed theft, and even if he Committed illegal sexual intercourse."


Terjemahan:
Diceritakan oleh Abu Dharr : Nabi pernah berkata, Jibril datang kepadaku dan memberitahuku kabar gembira bahwa siapa saja yang mati tanpa pernah menyembah apapun selain Allah, akan masuk surga. Aku lantas bertanya (kepada Jibril), "Meskipun dia mencuri, dan meskipun dia melakukan perzinahan?" Dia menjawab, "Ya, meskipun dia mencuri, dan meskipun dia melakukan perzinahan "

    Zec 5:5-11 Tampillah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: "Cobalah layangkan matamu dan lihatlah apa yang muncul itu!" 
    Lalu tanyaku: "Apa itu?" Jawabnya: "Yang muncul itu sebuah gantang!" Lagi katanya: "Inilah kejahatan mereka di seluruh negeri!" 
    Lihat, tutup timah gantang itu telah terangkat, dan seorang perempuan duduk di dalamnya! Kemudian berkatalah ia: "Itulah kefasikan!" Lalu didorongnyalah perempuan itu kembali ke dalam gantang dan dibantingnyalah batu timah itu ke mulut gantang. 

    Lalu aku melayangkan mataku dan aku melihat: tampak tampil dua orang perempuan yang sayapnya didorong oleh angin. Adapun sayap mereka adalah sayap seperti burung ranggung. Mereka mengangkut gantang itu di antara bumi dan langit. Bertanyalah aku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Ke mana mereka membawa gantang itu?" 
    Jawabnya kepadaku: "Ke tanah Sinear, untuk mendirikan sebuah rumah bagi perempuan itu. Dan apabila itu selesai, maka mereka akan menempatkan dia di sana di tempat rumah itu didirikan."


Ini poin ketiga yang mengidentifikasi Islam, tetapi akan lebih jelas setelah nubuat Yohanes di Wahyu dibahas. Perempuan di dalam gantang, yang dibawa terbang ke Sinear (Arab), inilah "Pelacur Babel" yang akan dinubuatkan oleh Yohanes di dalam kitab Wahyu, paham kefasikan menurut YHVH. Bagaimana nasib "perempuan" ini? Apa yang ditetapkan YHVH bagi "perempuan" ini? Akan kita bahas di bab-bab berikutnya.

The Devil
Bapak segala dusta - Heylel ben Shachar

    Yesaya 14:12
    "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Heylel ben Shachar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!


Ayat yang dikenal oleh seluruh orang Kristen, berbicara soal Iblis... Heylel ben Shachar yang sudah salah diterjemahkan oleh Jerome menjadi Lucifer, sehingga kata Lucifer diadaptasi menjadi nama Iblis. Kesalahan yang sama dari Jerome ketika menterjemahkan "Musa mempunyai dua tanduk"... Kesalahan yang kemudian dijadikan "kebenaran" oleh beberapa orang-orang Kristen tanpa pernah sadar bahwa mereka sedang dibodohi. 

Lucifer adalah lambang dan gelar buat Yesus Kristus, bintang timur yang gemerlap. Lucifer adalah nama di dalam bahasa latin, sedangkan nama-nama malaikat, tidak pernah diperkenalkan menggunakan bahasa latin. Iblis yang dikenal sebagai malaikat yang jatuh, tentu tidak akan berbeda dengan Michael, Gabriel, Raphael, dan Uriel yang semuanya menggunakan bahasa Ibrani. Pendeta-pendeta yang berbohong dan mengaku bernubuat, naik turun ke surga dan neraka... begitu mengaku bertemu s*t*n bernama Lucifer.... bisa dipastikan sedang berbohong dan mendongeng. Karena mereka yang diurapi, tidak akan bernubuat palsu.

Heylel ben Shachar, ayat dan nubuat ini adalah double prophecy, yang digenapi oleh Raja Babel. Tetapi sejak awal hingga sekarang, Babel sendiri juga memang adalah lambang perlawanan Iblis terhadap YHVH. Penguasa Babel pulalah yang menghakimi bangsa Yahudi, dimulai dari Babylonia, Assyria, Medo-Persia, Yunani, Romawi, Ottoman dan Bangsa Arab. Babel sendiri adalah perlambang dari apa yang dibenci dan akan dihancurkan oleh YHVH. Sosok yang akan dihancurkan sendiri oleh YHVH juga disebut sebagai pelacur babel (Wahyu 17).

Dari referensi Talmud, dan berbagai catatan-catatan legenda Yahudi. Ha-Satan, Heylel ben Shachar; adalah sosok yang sama dengan Samael, malaikat pencabut nyawa, yang juga menggoda Hawa. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, dan terpisah dari Tuhan, manusia jatuh ke dalam kerajaan maut, status mereka menjadi makhluk yang berdosa, dan mereka dihakimi oleh Iblis yang mempunyai kuasa di dalam kerajaan maut. Samael, Heylel ben Shachar inilah yang mendakwa manusia siang dan malam, mengklaim bahwa setiap orang, jiwa dan raganya adalah hak miliknya.

Iblis yang hendak menyaingi Tuhan

    Yesaya 14:13-15
    Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur. 


Samael, juga konon diciptakan mempunyai salah satu kuasa yang sama dengan salah satu pribadi Tuhan... malaikat yang mengerti apa yang baik dan yang jahat. Maka dalam kesombongannya, ingin menjadi sama seperti Tuhan. Hal yang sama inilah juga yang digodakan Samael terhadap Hawa, menjadi seperti Tuhan karena mengerti apa yang baik dan yang jahat.

    Kejadian 3:4-5 
    Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."


Cerita di atas, melukiskan kebodohan manusia terbesar... karena mereka sudah diciptakan sama seperti Tuhan meskipun tidak tahu tentang apa yang baik dan yang jahat. Karena tokh, hanya satu pribadi Tuhan yang mengerti apa yang baik dan yang jahat.

    Kejadian 3:22
    Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."



TUHAN tidak bisa dideskripsikan dengan kata apapun selain TUHAN itu sendiri, sama seperti BENAR, tidak bisa dideskripsikan dengan kata apapun selain BENAR itu sendiri. BENAR, juga tidak diciptakan dan tidak menciptakan dirinya sendiri. Bahwa 1+1=2, adalah benar, tidak perlu diciptakan. Bahkan ketika alam semesta tidak diciptakan, 1+1 akan selalu 2.

Tuhan adalah BENAR, sesuatu yang tidak diciptakan, tidak bisa dideskripsikan dan tidak menciptakan diriNya sendiri. Dan karena tidak diciptakan dan tidak menciptakan diriNya sendiri, maka Tuhan juga tidak bernama. Karena nama adalah pemberian dari yang menciptakan, menguasai, menemukan, atau memiliki.

אב שׁקר - Father of Lies - The Devil

BENAR, itu kudus, suci, dan tidak bisa bersekutu dengan kesalahan seperti apapun.
    Logic Algebra: True AND True AND True AND True AND False = False
    True, is holy, can't join with any false


BENAR adalah absolute, tidak bisa dibantah, dan juga tidak bisa disaingi oleh kesalahan
    Logic Algebra: True OR False OR False OR False OR False OR False = True
    True, is absolute, no matter how many False compared to True, True will always prevail


Sehingga satu-satunya tempat di mana Iblis ingin menjadi tuhan adalah berada di dalam kegelapan dan kesalahan. Itulah jalan yang ditempuh Iblis untuk menjadi seperti Tuhan, menyaingi Tuhan dengan menjadi penguasa kegelapan. Karena tidak mungkin Iblis menyaingi Tuhan dalam kebenaran, dan dalam ke-absolute-anNya. Hal yang sama, dikatakan oleh Yesus sendiri tentang Iblis, malaikat pencabut nyawa dan bapa segala dusta, father of lies, אב שׁקר, ab sheh'-ker... 

    Yohanes 8:44
    Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.


Itu sebabnya Iblis, akan berusaha keras menjadi Bapa dari segala kesalahan, karena itu adalah misinya, itu adalah keinginannya, dan itu adalah segala hakikinya ketika Iblis memutuskan ingin menjadi tuhan. Dan di dalam kerajaan Iblis tidak akan ada kebenaran, karena BENAR akan membuat SALAH menjadi obsolete dan tidak ada artinya lagi.

Ketika manusia masih belum ditebus, Iblis seperti di dalam kisah Ayub, masih berada di Sorga untuk mendakwa anak-anak manusia.

    Ayub 1:6-7
    Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi."


Sebelum waktunya Iblis untuk dihakimi, sebelum waktunya kuasanya dipatahkan atas umat manusia, Iblis masih mempunyai hak untuk mendakwa manusia di hadapan Tuhan.

Tetapi dikatakan oleh Yesus, sesuai nubuat dan kesaksianNya sendiri:

    Lukas 10:18
    Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.


Ketika Yesus mati, dan bangkit sebagai manusia yang mengalahkan kuasa maut, kuasa penghakiman tidak lagi berada dalam kerajaan maut. Itu sebabnya ada tertulis:

    1 Korintus 15:54
    Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.


Dan dengan demikian Iblis tidak bisa lagi mendakwa manusia, karena manusia tidak lagi dihakimi oleh Kerajaan Maut, tetapi oleh penghakiman Anak Manusia yang mengerti setiap hati ciptaanNya, dan akan menghakimi dalam kasih karunia.

    Wahyu 12:7-10
    Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. 

    Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. 


Heylel ben Shachar, Ha Satan, Samael, Iblis, אב שׁקר, ab sheh'-ker, Father of Lies ... inilah sosok 'tuhan' yang lain. Yang akan memerangi seluruh kebenaran dan orang-orangnya yang tinggal di dalam kebenaran.

The Crescent and the Star
Bulan sabit yang hendak menyaingi bintang

Heylel dalam bahasa aslinya di dalam Alkitab Perjanjian Lama, hanya dipakai satu kali, dan kata ini tidak pernah muncul lagi di tempat lain. Kata yang sebenarnya merupakan turunan dari kata "HALAL" (Halal bahasa Ibrani, bukan bahasa Arab)

Arti kata Halal:
    הלל
    hâlal
    haw-lal'
    A primitive root; to be clear (originally of sound, but usually of color); to shine; hence to make a show; to boast; and thus to be (clamorously) foolish; to rave; causatively to celebrate; also to stultify: - (make) boast (self), celebrate, commend, (deal, make), fool (-ish, -ly), glory, give [light], be (make, feign self) mad (against), give in marriage, [sing, be worthy of] praise, rage, renowned, shine.

    Halal berarti bersinar, penuh kemuliaan, tetapi juga penuh amarah dan kesombongan. 


Arti kata Shachar:
    שׁחר
    shachar
    shakh'-ar
    dawn (literally, figuratively or adverbially): - day (-spring), early, light, morning, whence riseth.

    Sedangkan Shachar artinya adalah fajar.


Heylel ben Shachar inilah yang kalau diterjemahkan dari bahasa aslinya, menjadi -- Yang Bersinar (dan Sombong), Putera Fajar. Dan kata inilah yang kemudian salah diterjemahkan Jerome menjadi Lucifer, Bintang Timur yang Gemilang. Karena Jerome berasumsi yang (masih) bersinar di fajar hari adalah Bintang Timur.

Secara menarik, bahasa Arab yang juga berasimilasi dengan bahasa Ibrani, menggunakan kata Halal untuk segala sesuatu yang diijinkan, sah. Sedangkan Halal dalam bahasa Ibrani itu artinya indah, penuh pujian, tetapi juga penuh kesombongan dan amarah. Dan Halal merupakan sifat Iblis, Samael, malaikat Tuhan yang jatuh seperti yang diceritakan di mana-mana.

Bahasa Arab mengadopsi kata Halal menjadi kata yang artinya "Legal"/"Sah", padahal Ibrani menggunakan kata "Kosher". Jadi secara tidak langsung, hukum-hukum yang berasal dari Islam, yang sah dan halal, itu melambangkan ketaatan kepada Heylel ben Shachar.


Sang bulan dan sang bintang
Kata bahasa Arab lain, yang merupakan turunan dari kata Heylel adalah Hilal yang digunakan untuk menyebut bulan sabit. Bulan sabit, melambangkan kegelapan yang menang dari terang. Bulan yang mempunyai bagian kegelapan lebih besar dari terang, tetapi masih menyisakan terang supaya orang tetap bisa memandang dan melihatnya. Karena kegelapan tidak akan bisa menipu orang tanpa sedikit terang.

Sedangkan Shachar, juga mempunyai kemiripan dengan kata Sahar, Sahur, yang punya arti tidak berbeda dengan Shachar, yaitu fajar. Di lain sisi, Venus, Bintang Timur yang cemerlang, adalah lambang yang disebut Petrus untuk menyebut Kristus. Dan juga pernyataan Yesus dalam Wahyu kepada Yohanes:

    Wahyu 22:16 "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang."


Bintang Timur, adalah bintang yang masih tetap bersinar di pagi hari ketika bintang-bintang lain menjadi redup dan tidak terlihat. Bintang Timur ini pula yang melambangkan fajar.

Secara keseluruhan, lambang bulan sabit dan bintang mempunyai arti tersembunyi. Dalam waktu tertentu, Venus sang Bintang Timur mengalami gerhana bulan sabit, di mana Bulan Sabit bergerak naik menutupi Venus. 



Crescent Star, Hilal bin Sahar, Bulan Sabit - Bintang, adalah lambang di mana Bulan Sabit naik menyaingi dan mengalahkan Bintang Timur. Lambang yang menjadi mimpi Iblis menyaingi Kristus, menjadi Anti-Kristus.



http://en.wikipedia.org/wiki/Crescent#Symbolism

In the Ancient World
The crescent is one of the oldest symbols known to humanity. Together with the sun, it appeared on Akkadian seals as early as 2300 BC and from at least the second millennium BC it was the symbol of the Mesopotamian Moon gods Nanna in Sumer and Sin in Babylonia, Sin being the "Lamp of Heaven and Earth". The crescent was well known in the Middle East and was transplanted by the Phoenicians in the 8th century BC as far as Carthage (now in Tunisia). The crescent and star also appears on pre-Islamic coins of South Arabia.[3]
Under the Byzantine Empire

The crescent was in use in the ancient Greek colony of Byzantium. Subsequently, it became one of the symbols of the Byzantine Empire and especially of Constantinople. It is unclear whether the Ottomans adopted the symbol after the conquest of Constantinople or it was already in use. Indeed, during the Byzantine-Ottoman Wars, the crescent was used simultaneously by both the Byzantines and the Ottoman Sultans.

Anna Notaras, daughter of the last Megas Doux of the Byzantine Empire Loukas Notaras, after the fall of Constantinople and her emigration to Italy, made a seal with her coat of arms which included Two Lions holding above the crescent a cross or a sword.[4]

Pre-Islamic and Islamic uses
Before Islam, the crescent was the symbol of Sassanids and after capturing Persian lands, the crescent has been adopted by Muslim Arabs and later by Islamic faith. In the 12th century the crescent and star were adopted by the Turks and since then the crescent has been a frequent symbol used by powerful Muslim empires such as the Ottomans and the Mughals. It is a historical symbol of the Turks, associated especially with the Ottoman Empire, but pre-Islamic Turkic nations such as the Göktürks used the crescent and star figure on their coins.

Sesuai referensi di atas, diterjemahkan secara singkat, simbol bulan sabit sudah muncul sejak jaman permulaan, dan selalu muncul di pusat dunia, BABEL. Mulai dari Mesopotamia, Babylon, Romawi hingga Ottoman dan akhirnya Bangsa Arab dan Islam itu sendiri. Bagaimana Islam menggenapi semuanya itu di masa-masa akhir, akan dibahas lebih lanjut juga di bab yang membahas tujuh kepala dan sepuluh tanduk yang dinubuatkan Wahyu.

Heylel ben Shachar, Hilal bin Sahar, inilah roh Anti-Kristus yang berdiri di belakang semua kebohongan, kepalsuan, cemooh, kekejian dan kedurhakaan terhadap Kristus dan pengikutnya. Sang Bulan Sabit yang berusaha keras menyaingi dan menenggelamkan Sang Bintang Timur. Lambang Bulan Sabit Bintang inilah sesuai yang tercatat di referensi di atas dari wikipedia, diadopsi oleh kekuasaan-kekuasaan politik di Timur Tengah - Babel, dan akhirnya diadopsi oleh banyak sekali muslim di seluruh dunia. 

Muslim, tidak mengenal mazhab (aliran), ataupun tempat (negara), menganggap lambang Bulan Sabit Bintang adalah lambang yang identik dengan imannya meskipun tidak tahu arti sebenarnya.

The Trinity
Naga, Binatang, dan Nabi Palsu

Trinitas, adalah ajaran dari Gereja tentang seperti apa itu Tuhan. Dan selalu, disalahmengerti oleh orang non Kristen sebagai Tuhan yang berjumlah tiga biji, Trinitas, tidak pernah berkata jumlah Tuhan dalam hitungan matematika. Karena juga ada tertulis:


    Wahyu 4:5 Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah. 

    Wahyu 5:6

    Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.


Tuhan adalah roh, dan roh itu artinya seperti angin, dan angin, tidak bisa dihitung jumlahnya, meskipun dalam wujud tertentu, orang bisa ‘menghitungnya’. 

Tiga di dalam Trinitas, bukan jumlah Tuhan yang dikatakan ada tiga. Tetapi tiga manifestasi kuasa dan otoritas yang dinyatakan oleh YHVH sepanjang pernyataannya kepada nabi-nabi dan rasul-rasul dan juga sesuai kesaksian Anak.

s*t*n, Heylel ben Shachar, secara tidak langsung juga sebenarnya mengkonfirmasi hal ini. Ketika ia berkomitmen untuk menyaingi tahta YHVH Yang Maha Tinggi, s*t*n berusaha meniru semua apa yang dilakukan YHVH, memutarbalikkan, dan melawanNya.

Jadi, tiga otoritas, adalah apa yang diwujudkan oleh YHVH ketika memperkenalkan kuasaNya sesuai dengan apa yang dipercayai oleh orang Kristen. Dan kuasa gelap, s*t*n, yang menyatakan perlawanannya terhadap YHVH, juga melakukannya dengan cara yang sama. 

Dimulai dari perlawanan kepada Bapa, yang mengutus Anak-Nya melalui Israel. s*t*n juga mengutus Binatang, Sang Anti-Kristus untuk membunuh Anak, Sang Kristus, dan juga untuk membasmi Israel, dan kemudian membasmi pengikut Kristus.

Dan untuk melawan penolong yang dikirim Bapa setelah Anak kembali ke sorga, Sang Naga mengutus ‘penolong’ lain, sang Nabi Palsu, yang menyamar jadi penolong yang dimaksudkan oleh Anak, yaitu Roh Kudus. 

Dengan hadirnya Nabi Palsu, maka 'The Wicked Trinity', musuh dari 'The Holy Trinity', menjadi lengkap.

    Wahyu 16:13 Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak.


Naga melawan Bapa
Binatang melawan Anak
Nabi Palsu melawan Roh Kudus

The Dragon
Ular tua yang melawan rencana Bapa

Sebagai lambang ular tua yang besar, wujud ketika ia mencobai Hawa. Samael, s*t*n, Heylel ben Shachar, dilambangkan sebagai naga.

    Wahyu 12:1-4
    Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. 

    Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. 

    Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. 

    Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.


Inilah s*t*n, sesuai dengan apa juga yang tertulis. Sejak permulaan, ketika s*t*n mengangkat tangannya melawan YHVH, di situ pula s*t*n berkomitmen untuk menghabisi sang Anak. Perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya ,dan mahkota dari dua belas bintang, adalah lambang dari Israel sesuai dengan mimpi Yusuf yang diceritakan kepada Yakub.

Perempuan ini berteriak kesakitan dalam penderitaan ketika sang Anak lahir, hidup di bawah penjajahan Romawi, dan sebagian yang lain tercerai berai ke penjuru dunia.

    Wahyu 12:5-6
    Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.
    Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.


Israel, yang melahirkan Anak Manusia, yang menggembalakan semua bangsa dengan gada besi. Gada besi adalah yang melambangkan hukum yang tidak lagi bisa dibengkokkan, berbeda dengan hukum Taurat dan Taurat Musa yang akhirnya diserongkan oleh orang-orang Farisi dan Ahli Taurat. Kemudian 600 tahun setelah Anak Manusia kembali ke takhtaNya, Yerusalem dan Bait Suci resmi digantikan oleh bangsa lain dengan berdirinya Masjid Al-Aqsa. Israel tercerai berai ke penjuru dunia dan seluruh padang gurun dan baru 1260 tahun (x360 hari) kemudian kembali ke tanah perjanjian.

    Wahyu 12:7-12
    Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. 

    Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. 

    Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. 

    Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. 

    Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."


Cerita yang sama dengan apa yang diceritakan oleh Yesus. Bahwa Samael, terlempar dari sorga setelah kuasa maut atas manusia dipatahkan. Karena dengan demikian, Samael, Heyleh ben Shachar, ha Satan, tidak lagi berhak mendakwa manusia kembali sebagai bagian dari kerajaan maut dan ia tidak mendapatkan tempat lagi di sorga seperti saat ia mendakwa Ayub.

    Wahyu 12:13-14
    Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu. 
    Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.


Perikop yang menegaskan kembali kisah yang sama dengan ayat sebelumnya. Satu masa, dua masa dan setengah masa, total adalah tiga setengah masa. Kalau setiap masa sama dengan 360 hari, maka tiga setengah masa adalah 1260 hari yang juga melambangkan 1260 tahun.

    Wahyu 12:15 
    Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu. 
    Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya. 
    Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.


Dan inilah wujud dari keinginan Iblis membasmi orang-orang Israel. Dan meskipun diijinkan oleh YHVH, tetapi Israel tidak akan musnah untuk selamanya. Dan ketika malapetaka bagi Israel tidak bisa lagi dicanangkan oleh Iblis, ia mengarahkan pedangnya kepada pengikut Yesus, orang Kristen.

The Beast
Kerajaan-kerajaan Babel

Binatang, adalah apa yang digunakan oleh seluruh dunia untuk melambangkan suatu Negara atau kekuasaan. Tidak berbeda dengan itu, Anti-Anak, yaitu Anti Christ juga dilambangkan sebagai suatu kekuasaan atau pemerintahan. 

Anti-Christ, anti-Anak, mengambil rupa sebagai bentuk pemerintahan dunia, juga adalah sebagai lambang perlawanan terhadap pemerintahan Anak Manusia. Pemerintahan yang disebut sebagai kerajaan Allah.

    Wahyu 13:1-2
    Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat. 

    Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.




Enlarge this image



Binatang yang disebutkan di dalam Wahyu tersebut, tidak mewakili hanya satu Negara di dalam satu masa. Seperti gambar yang terlihat di atas, maka yang dimaksud dengan binatang tersebut sebenarnya adalah kerajaan-kerajaan Babel. Babel, boleh dikatakan adalah pusat dunia ketika manusia pertama kali berkembang biak setelah peristiwa air bah. Dan dari sana YHVH menceraiberaikan manusia ke dalam berbagai bahasa.

    Kejadian 11:1-9
    Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. 

    Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. 
    (Fox: ingat bab nubuat Zakharia)

    Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. 

    Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi." 

    Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. 

    Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing." Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 

    Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.


Dan terlihat bahwa usaha Iblis dengan alat kerajaan-kerajaan Babel, adalah melawan rencana YHVH dengan mengembalikan seluruh manusia ke dalam satu bahasa dan satu logat. Negara-negara Babel berhasil menancapkan kukunya ke kebudayaan internasional secara masif. Termasuk di dalamnya yang berhasil tercatat di dalam sejarah adalah bahasa Yunani, bahasa Latin dari Romawi dan nantinya bahasa Arab di dalam Islam. 

    Wahyu 17:9-10
    Yang penting di sini ialah akal yang mengandung hikmat: ketujuh kepala itu adalah tujuh gunung, yang di atasnya perempuan itu duduk, ketujuhnya adalah juga tujuh raja: lima di antaranya sudah jatuh, yang satu ada dan yang lain belum datang, dan jika ia datang, ia akan tinggal seketika saja.


Manifestasi kerajaan-kerajaan Babel, dimulai dari:
1. Sumeria
2. Assyria
3. Babylonia
4. Medo-Persia
5. Yunani
6. Romawi

Romawi sebagai kerajaan yang keenam sesuai nubuat Wahyu di atas adalah penguasa Babel saat Wahyu ditulis. Sementara Sumeria adalah juga kebudayaan pertama yang mengenal lambang bulan sabit bintang. Dan Islam, adalah yang terakhir menggunakan lambang bulan sabit bintang ini.


http://symboldictionary.net/?p=2395

Simbol bulan sabit bintang sudah muncul sejak jaman purba. Diketahui dipakai oleh kebudayaan Sumeria 2100 SM untuk melambangkan Dewa Matahari dan Dewi Bulan, dan kemudian juga digunakan untuk melambangkan Dewa-Dewi Tanit (Baal, dewa Babel) atau bahkan Diana (Yunani). Lambang ini secara konstan terus dipakai (meskipun melambangkan dewa-dewi yang berbeda2) dan kemudian diadopsi sebagai panji perang Kekalifahan Ottoman yang boleh dibilang adalah asal muasal penggunaan lambang ini untuk Islam.

Ottoman adalah kekalifahan yang juga merupakan ujung politik dari Islam. Maka tidak bisa dihindari lagi, lambang bulan sabit bintang dari Ottoman ini kemudian diasosiasikan juga dengan Islam. Sebenarnya di dalam AlQuran, kitab suci Islam, tidak ada relasi antara lambang bulan sabit bintang dengan nabi mereka Muhammad yang menggunakan panji hitam putih bertuliskan “Nasr Um Min Allah” (dengan pertolongan Allah).

Tetapi pada hari ini, bulan sabit bintang diterima secara luas sebagai simbol agama Islam, dan dipakai sebagai dekorasi-dekorasi, perhiasan dan juga bendera Negara, tidak berbeda dengan penggunaan salib di bendera-bendera Negara yang mayoritas penduduknya Kristen. Simbol ini memang tidak diterima oleh seluruh muslim, beberapa Muslim juga bahkan menganggap lambang ini tidak Islami dan bahkan syirik.

Meskipun harus diakui bahwa tidak semua muslim menerima lambang ini. Tetapi sebaliknya juga penggunaan lambang ini sebagai lambang Islam, tidak bisa dihindari oleh kebudayaan Islam di mana-mana.

Apa yang dituliskan oleh Yohanes di dalam Wahyu sesuai penglihatannya di pulau Patmos. Juga sudah ditulis oleh Daniel dengan penglihatan yang berbeda, namun mempunyai makna yang sama. Babylonia, Medo-Persia, Yunani dan Romawi, dan kemudian pengganti kerajaan Romawi, juga dinubuatkan di dalam mimpi Daniel.



Di mana pengganti kerajaan Romawi nantinya adalah suatu pemerintahan dengan 10 kerajaan atau Negara, yang dilambangkan dengan 10 jari kaki. Jika penglihatan Daniel, dihubungkan dengan penglihatan Yohanes, maka konsisten bahwa negara ketujuh terdiri dari 10 negara yang memerintah bersama-sama dengan binatang kedelapan.

Babel yang terluka
Babel sebagai kerajaan-kerajaan yang mengangkat panji Iblis, merupakan kekuasaan yang masif, digdaya dan mempunyai pengaruh besar kepada kebudayaan dunia. Dan di satu sisi secara rutin berkala mengangkatkan pedang kepada umat-umat YHVH. Tetapi ada satu masa dikatakan oleh Wahyu bahwa Babel mengalami luka yang membahayakan hidupnya.

    Wahyu 13:3
    Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.


Dalam kedigdayaan Babel, ada satu peristiwa yang cukup besar yang seperti membahayakan kehidupan Babel, sang Binatang, yang pada saat itu dimanifestasikan oleh Kerajaan Romawi. Yaitu perang sipil yang dikobarkan Constantine. Dalam perang sipil tersebut, dengan mengangkat panji berlambangkan Kristus, Constantine berhasil menggulingkan penguasa-penguasa lain, dan akhirnya Constantine berhasil menjadi penguasa Romawi. Constantine sebagai Kaisar pemeluk Kristen yang pertama, mengangkat kekristenan sebagai agama yang diakui oleh kerajaan Romawi, mengganti tempat-tempat pemujaan dewa dengan gereja.

Constantine juga memindah ibukota dari Roma ke Constantinople. Dan bukan kebetulan juga, Roma, sebagai ibukota Romawi kerajaan Babel, juga diidentifikasi sebagai kota yang berdiri di atas tujuh bukit sesuai nubuat Wahyu soal pelacur Babel. Double prophecy yang nantinya juga akan digenapi secara lengkap oleh Mekkah, dan akan dibahas di bab-bab berikutnya.

Tindakan Constantine memindahkan ibukota Romawi ini juga adalah tanda dari lain perlawanan Kekristenan kepada Babel. Kebangkitan kekristenan dan tersingkirnya ajaran paganisme Babel inilah yang disebutkan sebagai luka yang membahayakan binatang tersebut. Gereja-gereja banyak didirikan, kekristenan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat pula di jaman ini. Tetapi sesuai dengan nubuat Wahyu, kondisi luka Babel ini tidak berumur lama, karena dalam waktu relatif singkat, ajaran pagan Babel kembali merasuki kekristenan tanpa banyak disadari oleh orang-orang Kristen itu sendiri.

    Wahyu 13:4-11
    Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?" 

    Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya. 

    Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga. 

    Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. 

    Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih. 

    Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar! 

    Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.


Dari sana, Babel dalam berbagai bentuk melanjutkan peperangan melawan orang-orang kudus dan membunuhi banyak sekali pengikut Kristus. Dan setelah Romawi yang kemudian menjadi Byzantine jatuh, kepala ketujuh bangkit menggantikannya membawa panji Babel, dengan 10 mahkota. Yaitu ISLAM.

Sejak jatuhnya Byzantine, dan bangkitnya kekuatan Islam, daerah Babel mayoritas dikuasai oleh kekuatan-kekuatan Islam yang disatukan di dalam satu kekalifahan. 10 Mahkota atau 10 tanduk yang dilambangkan, adalah juga 10 kekalifahan yang mewakili pemerintahan Islam secara berurutan. 

1. Rashidun
2. Umayyad
3. Cordoba
4. Abbasids
5. Fatimids
6. Shadow Caliphate
7. Ottomans
8. Sokoto
9. Ahmadiyah
10. Khilafat Movement

Dan kemudian nantinya juga akan melambangkan 10 negara turunan dari Babel, 10 negara Arab yang akan memerintah atas nama hukum Islam bersama dengan tanduk kecil menurut penglihatan Daniel, dan binatang ke delapan menurut penglihatan Yohanes.

Islam, adalah agama yang juga merupakan kekuatan politik. Dan di dalam kekuatan politik nya di tempat kekuasaan Babel, dan sebagai panji-panji yang diangkat di dalam peperangan, penyebaran kekuasaan dan pengaruh. Islam adalah merupakan manifestasi binatang ketujuh, pemersatu 10 tanduk dan 10 mahkota.

The False Prophet
Binatang kedua, sang Nabi Palsu

Binatang yang disebut pertama, Anti Anak, Anti Christ, atau dikenal juga sebagai Babel, dalam manifestasinya yang terakhir akan dibantu oleh binatang kedua. 

    Wahyu 13:11-14
    Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. 

    Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh. 

    Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. 

    Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.


Inilah Muhammad, nabi palsu yang membawakan ajaran Babel versi ketujuh yang sama kali berbeda. Bertanduk dua sama seperti anak domba dan berbicara seperti seekor naga melambangkan bentuk ajarannya yang hampir sama dengan ajaran anak domba, tetapi berbicara seperti seekor naga, yaitu Iblis, yang memutarbalikkan segala sesuatunya.

Dan genap pulalah nubuatan Yesaya tentang ajaran ini:

    Yesaya 29:16
    Betapa kamu memutarbalikkan segala sesuatu! Apakah tanah liat dapat dianggap sama seperti tukang periuk, sehingga apa yang dibuat dapat berkata tentang yang membuatnya: "Bukan dia yang membuat aku"; dan apa yang dibentuk berkata tentang yang membentuknya: "Ia tidak tahu apa-apa"?


Sedangkan tanda-tanda dahsyat yang dikatakan Wahyu dilakukan oleh binatang kedua, yaitu “Menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang". Ini adalah tanda kenabian dari Elia saat membasmi imam-imam Baal. Sebagai suatu pertanda kiasan bahwa hal sama juga dilakukan oleh Muhammad, yaitu membasmi orang-orang Quraishy penyembah berhala.

    1 Raja-Raja 18:36-40
    Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini. 

    Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali." 

    Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya. Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!" 
    Kata Elia kepada mereka: "Tangkaplah nabi-nabi Baal itu, seorangpun dari mereka tidak boleh luput." Setelah ditangkap, Elia membawa mereka ke sungai Kison dan menyembelih mereka di sana.


Peristiwa pembersihan Ka’bah dari dewa-dewa berhala ini pula yang menjadi tanda dimulainya ajaran Islam dengan konsep tauhidnya dan mengkukuhkan kenabian Muhammad atas tuhan Islam yang tauhid. Sama seperti Elia yang “menurunkan api dari langit” dan membersihkan Israel dari nabi-nabi Baal. 

Dan Muhammad kemudian membuat ajaran Islam, yang merupakan gambar dari ajaran Babel. Kata "Patung" di Wahyu 13:14, dalam bahasa aslinya ditulis εἰκών, yang dalam bahasa Inggris menjadi icon. Islam sebagai icon dari Babel akan diulas dalam bab-bab berikutnya.

    Wahyu 13:15
    Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu, dibunuh.


Ayat di atas, tepat digenapi dengan apa yang diajarkan di dalam At Taubah. At Taubah adalah surat kedua AlQuran paling akhir yang diturunkan oleh Muhammad. 

    At Taubah
    9:5. Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. 

    9:29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. 

    9:30. Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?

    9:123. Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa. 


Dan dengan pesan terakhir Muhammad bagi kaum muslim untuk “memerangi seluruh orang kafir sampai tiada fitnah”, pembantaian orang-orang non muslim terus berjalan hingga saat ini. Fitnah, yang dimaksud adalah hingga tiada lagi yang disembah selain Alloh SWT yang Maha Esa, sesembahan Islam. 

Selain peperangan terhadap kafir, di dalam hukum Islam itu sendiri murtadin juga wajib dihukum mati. Jadi genap nubuat Wahyu, siapa tidak menyembah Babel’s Icon, dibunuh.

    Wahyu 13:16
    Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.


Sementara ayat diatas, bisa jadi adalah nubuat yang belum terjadi, atau sudah pernah terjadi dan akan terjadi lagi (double prophecy). 

Tanda di dahi dan di tangan kanan sebenarnya juga sudah terpenuhi sebagian di dalam Islam. Tanda di dahi adalah apa yang dikenal sebagai zabiba, tanda kekusyukan seorang muslim menjalankan sholat penyembahannya ke Alloh SWT. Ketika dahi mereka terus menerus tergesek lantai atau karpet, maka akan muncul lah tanda zabiba ini.


Sedangkan tanda di tangan kanan adalah tanda pengobaran peperangan kepada orang-orang kafir. Istilah Ma Malakat Aymanukum, “Apa yang dimiliki oleh tangan kananmu” adalah istilah yang digunakan bagi budak hasil peperangan dengan kafir. Sementara hukum syariah dari Islam, juga merupakan adalah hukum yang harus dipatuhi dalam aspek ekonomi Negara-negara Islam. Menggenapi nubuat; bahwa tanpa hukum ini, kegiatan ekonomi Islam tidak diperbolehkan berjalan di negara-negara Islam.

Binatang kedelapan, satu dari 10 tanduk, memang belum tergenapi hingga sekarang. Dan ketika tergenapi, nubuat ini mungkin akan menjadi lebih jelas lagi atau tergenapi dengan lengkap. Hukum Syariah mungkin akan ditegakkan dan diimplementasikan lebih menyeluruh di mana-mana. Sementara ini, gelombang tuntutan untuk itu sudah mulai bermunculan di mana-mana, termasuk di negara-negara Eropa dan Amerika, dan ekonomi syariah juga mulai mendapatkan tempat tersendiri di dunia perbankan. Sosok yang mewakili anti Kristus, Imam al Mahdi yang ditunggu-tunggu oleh muslim, mungkin akan menggenapi nubuat ini menjadi lebih lengkap lagi.

    Wahyu 13:17
    Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.


Bilangan Anti Christ, sebagai bilangan seorang manusia, pernah digenapi oleh Nero Caesar. Kelakuannya sebagai pembunuh orang-orang Kristen sangat terkenal dan dokumentasi yang ditemukan di Murabba’at yang tercatat di tahun kedua pemerintahan Nero dalam bahasa Aramaic, menuliskan nama Nero dalam huruf Ibrani NRWN QSR.

Huruf Ibrani tidak mengenal angka dengan huruf khusus untuk angka, layaknya abjad yang kita pakai saat ini. Setiap huruf Ibrani, mewakili suatu angka yang berbeda yang disebut dengan Gematria

Nama Nero Caesar (NRWN QSR), apabila dihitung menggunakan angka Gematria, 



Nun = 50
Resh = 200
Wav = 6
Nun = 50
Quf = 100
Samech = 60
Resh = 200

Diketemukan bahwa Nero menggenapi angka 666 yang dituliskan oleh Yohanes. 

Tetapi angka 666 ini, juga sekali lagi digenapi (double prophecy) oleh Nabi Palsu Muhammad dan Islam dengan cara berbeda dan sangat menarik. 


Dimulai dari Iblis, sang Naga yang melawan Bapa. Yesus juga menyebutnya sebagai Bapa Kebohongan, Ab Shekher, אב שׁקר 

אב שׁקר - Ab Shekher, bisa diterjemahkan menjadi "Bapa Palsu" (Allah-Bapa yang palsu), bisa juga diterjemahkan menjadi Bapa Kebohongan. 

    Yohanes 8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.


Ayat di atas adalah hardikan Yesus kepada orang2 Farisi dan ahli Taurat yang juga digenapi oleh orang-orang alim ulama saat ini. Mereka tidak akan pernah bisa mengerti ajaran Yesus, karena mereka menyembah dan menjadikan אב שׁקר - Ab Shekher menjadi Bapa mereka.

Dan ketika Yesus akan naik ke sorga, Yesus memberikan suatu janji yaitu

    Yohanes 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya


Secara menarik, ayat ini diklaim oleh banyak muslim adalah berbicara soal Muhammad, tanpa melihat ayat-ayat berikutnya. Tetapi sebenarnya, dengan ‘Bapa’ yang berbeda, Muhammad memang menggenapi dikirimnya ‘penolong’ yang lain. Karena sesuai dengan otoritas “The Wicked Trinity”, Nabi Palsu adalah apa yang diutus אב שׁקר - Ab Shekher untuk melawan Roh Kudus. 

אב שׁקר נביא - Ab Shekher Nabiy.

Bisa diterjemahkan secara berbeda:
- Nabi (utusan) dari Bapa Kebohongan
- Bapa dari (segala) Nabi Palsu

dan apabila Ab (אב) yang dibaca awb, dibaca dengan cara berbeda menjadi abe… maka terjemahannya akan menjadi:

Nabi Palsu Berwarna Hijau

Itulah makna sebenarnya dari warna hijau yang digunakan oleh Islam, yang asal usulnya sendiri sebenarnya juga tidak dimengerti oleh muslim. Karena kapan dan mengapa warna hijau menjadi warna tradisional Islam, sebenarnya tidak tercatat jelas di dalam hadits maupun Alquran selain dihubung2kan dengan adanya beberapa kata ‘hijau’ di dalamnya. Tetapi meskipun demikian, secara aneh dan kebetulan, warna ini diadopsi menjadi warna tradisional Islam.

Dan Gematria dari אב שׁקר נביא - Ab Shekher Nabiy adalah
Alephא1
Betב2
Shinשׁ300
Qufק100
Reshר200
Nunנ50
Betב2
Yudי10
Alephא1

Jumlahnya, enam ratus enam puluh enam, 666



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...