Sunday, July 31, 2016

olo tuhan eslam pembenci cewe

Mengapa Aku Menolak Islam, Allah dan Muhammad – Dan Tantangan-ku Untuk setiap Muslim

Jika anda dilahirkan atau menjadi seorang pengikut Islam, membuangnya bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Seorang Muslim telah mengalami indoktrinasi sejak masih sangat belia. Aku percaya indoktrinasi ini berkembang dan menjadikan Muslim merasa takut untuk mempertanyakan atau menolak Allah, Islam dan hukum-hukum Muhammad. Memutuskan untuk bebas dan independen, akan memerdekakan seseorang dari menjadi budak Islam. Sekali seorang menjadi budak Islam, hal itu akan membunuh keberanian dan keinginannya untuk meninggalkan Islam. Sebagaimana yang telah disebutkan, Islam dan para pemimpin Muslim akan menghukum mati mereka yang menolak Islam, Allah dan Muhammad.



24 Juni 2016
Aku tak pernah berpikir bahwa aku akan memiliki keberanian untuk mengumumkan secara publik bahwa aku telah meninggalkan Islam. Sudah lama aku ragu untuk secara terbuka mendeklarasikan hal ini; karena menurut yang diajarkan oleh banyak pemimpin Muslim, saat ini aku adalah seorang “murtadin”, hal paling buruk dalam pandangan mereka. Tapi yang paling aku khawatirkan adalah penolakan dan risiko-risiko yang akan dialami oleh keluarga dan kerabatku. Tetapi, menyaksikan kengerian-kengerian yang telah tersebar ke seluruh dunia, pada akhirnya aku memutuskan untuk menuliskan kisah hidupku dalam buku “The Muslim Renegade: A Memoir of Struggle, Defiance, Enlightenment, and Hope.” (“Pengkhianatan Muslim: Sebuah Catatan dari Pergumulan, Pembangkangan, Pencerahan dan Harapan”)
Seorang Muslim percaya bahwa Quran berisi kalimat-kalimat verbatim ALLAH dan harus diimplementasikan tanpa ragu, disegala waktu dan tempat. Upah Islami karena membunuh seorang kafir atau yang murtad, yaitu mereka yang keluar dari Islam dan menolak ALLAH serta Muhammad, mereka akan menerima tempat terbaik di surga; demikianlah yang diajarkan oleh Islam. Hukuman bagi mereka yang menolak Islam adalah eksekusi, dan hal ini telah dilegalkan secara administratif oleh pemerintah, dari masyarakat Islam, juga oleh pengadilan-pengadilan Islam, atau sejumlah kelompok-kelompok keagamaan dan individu Muslim yang rindu untuk melaksanakan kewajiban mereka sebagaimana yang ditentukan oleh Allah, Muhammad dan Quran. Hukum-hukum Islam dan Syariah ini membuatku menjadi sangat berhati-hati, merasa takut dan juga merasa terancam untuk menyampaikan kisahku ini.
Jika anda dilahirkan atau menjadi seorang pengikut Islam, membuangnya bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Seorang Muslim telah mengalami indoktrinasi sejak masih sangat belia. Aku percaya indoktrinasi ini berkembang dan menjadikan Muslim merasa takut untuk mempertanyakan atau menolak Allah, Islam dan hukum-hukum Muhammad. Memutuskan untuk bebas dan independen, akan memerdekakan seseorang dari menjadi budak Islam. Sekali seorang menjadi budak Islam, hal itu akan membunuh keberanian dan keinginannya untuk meninggalkan Islam. Sebagaimana yang telah disebutkan, Islam dan para pemimpin Muslim akan menghukum mati mereka yang menolak Islam, Allah dan Muhammad.
Aku dibesarkan dalam sebuah keluarga religius di tengah-tengah masyarakat Islam hingga beberapa tahun lalu. Aku adalah salah satu dari sedikit orang yang dengan tulus membaca keseluruhan Quran kata demi kata. Aku telah membacanya beberapa kali, dan berusaha untuk mengikuti hukum-hukumnya dengan cermat, baris demi baris. Aku tidak hanya melihat agamaku sebagai sebuah titel; aku ingin hidup sebagai seorang Muslim yang saleh. Untuk melakukan itu, aku harus menjadi seorang yang mengikuti hukum-hukum Islam dengan sungguh-sungguh. Menurut banyak imam yang pernah bercakap-cakap denganku, aku adalah seorang Muslim yang baik.
Tetapi, siapakah Muslim yang “baik” ini menurut ajaran Islam? Seorang Muslim yang baik adalah seorang yang mengikuti ayat-ayat Allah kata demi kata. Engkau tak boleh hanya memilih aturan-aturan yang engkau sukai atau yang engkau ingin aplikasikan dalam situasi-situasi tertentu. Engkau harus mengikuti setiap hukum-hukum legal, sosial dan spiritual. Bukan hanya setiap orang dapat menjadi Muslim yang baik; seorang Muslim yang baik merasakan sebuah keyakinan yang telah mereka “pilih” jauh dalam batin. Hanya saja anda ada pada jalan yang benar, dan setiap orang lain dari agama-agama lain, bahkan orang Muslim lainnya, tidak berada di jalan yang suci ini, yang memimpin pada keselamatan.
Seorang Muslim yang baik juga harus menjadi seorang pengikut dari imam atau ayatollah-nya sebagai tambahan dari menjadi pengikut Allah, Muhammad dan Quran. Berbicara secara sosial dan legal, berdasarkan perkataan-perkataan Allah dalam Quran, anda harus menerima “hukum-hukum Allah” bahwa seorang pria dapat menikahi lebih dari seorang istri secara simultan tanpa meminta ijin dari istri-istri mereka (sebagaimana yang dilakukan oleh ayah saya), bahwa kesaksian seorang wanita di pengadilan tidak setara dengan kesaksian seorang pria, bahwa wanita mewarisi jauh lebih sedikit warisan daripada pria (separuh dari yang diterima oleh saudara laki-laki mereka), bahwa anda dapat melakukan nikah siri sebanyak yang kau mau, bahwa memiliki budak bukanlah sebuah masalah, bahwa engkau seharusnya tidak menjadi seorang Muslim yang pasif, sebaliknya engkau harus menjadi seorang jihadis yang rindu untuk menerapkan hukum-hukum Allah di setiap kelompok masyarakat dengan cara mengikuti ketiga langkah ini:
  • Memberitahukan mereka yang belum mengikuti Islam tentang jalan yang lurus (Islam)
  • Jika mereka tidak mau mendengar, berikan peringatan pada mereka,
  • Dan jika mereka masih saja menolak, hukumlah mereka (dengan kekerasan)
Seorang Muslim yang baik percaya pada tahyul-tahyul, diantaranya bahwa Quran ada menyebut tentang “mata jahat”. Seorang Muslim yang baik menyembunyikan beberapa dari perasaan-perasaannya yang sesungguhnya, menghindari hal-hal lucu yang normal, dan memandang agama-agama lain sebagai tidak sempurna oleh karena Allah menyatakan dalam Quran bahwa Islam adalah agama terakhir yang menyempurnakan semua kekurangan yang ada dalam agama-agama sebelumnya.
Ketika aku tiba di Amerika Serikat beberapa tahun lalu – sebelum kejadian Paris, Orlando, San Bernardino, London dan serangan-serangan teroris terkini lainnya – aku mencoba untuk membangun kesadaran dan memberikan peringatan mengenai kemungkinan terjadinya serangan teroris dalam nama Islam. Islam dapat menyediakan sebuah bahasa serta perkakas yang kuat untuk melakukan sejumlah kejahatan-kejahatan terburuk atas kemanusiaan, sementara secara simultan para pelaku penyerangan itu merasa diberkati, istimewa, mendapatkan upah dan berada sebagai pihak pemenang.
Kecuali kita memperoleh sebuah pemahaman yang lebih baik mengenai natur Islam, dan bagaimana agama ini bersandar penuh pada ayat-ayat Quran, dan juga pada norma-norma, nilai-nilai, prinsip-prinsip dan ideologi dunia modern, maka kita tidak akan sanggup menjawab ancaman ini. Kejahatan atas nama Islam akan terus meningkat intensitasnya dan menyebar lebih jauh daripada yang dapat dibayangkan.
Aku tidak menyarankan hal ini berdasarkan hanya pada sebuah pandangan akademis dan pandangan epistemologi budaya dunia, tetapi pada pengalaman pertama bagaimana aku bertumbuh, belajar dan bekerja di tengah-tengah masyarakat Muslim di sebagian besar hidupku. Aku dilahirkan di negara Republik Islam Iran dan dibesarkan dalam budaya Arab dan Persia.
Pendapatku adalah bahwa mereka yang mencoba untuk memualafkan orang ke dalam Islam pertama-tama akan mulai dengan menjelaskan sejumlah gagasan menarik tentang Islam. Sekali anda memutuskan untuk masuk ke dalam agama ini (dengan mengucapkan dua kalimat syahadat: Ash hadu an la ilaha ill Allah wa ash hadu anna Muhammadar Rasul Allah; Aku bersaksi tiada Tuhan selain ALLAH dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan ALLAH), maka secara bertahap larangan-larangan, aturan-aturan diskriminatif mengenai kaum wanita, dan sebagainya, secara perlahan akan mengikuti. Tanpa disadari oleh para mualaf baru, dia telah menjadi budak dari ideologi Islam dan juga budak dari imam. Kebebasanmu akan diambil, dan sebuah dunia baru, Tuhan yang baru (yaitu ALLAH), dan sebuah aturan baru akan diciptakan bagimu. Sekali anda tunduk pada Islam, tak ada jalan untuk berpaling, sebab jika anda meninggalkan agama ini, maka anda dikategorikan sebagai seorang yang kafir, seorang murtadin yang patut dijatuhi hukuman mati berdasarkan firman ALLAH dalam Quran.
Dalam buku-ku, aku membagikan sebagian dari pengalaman pribadiku karena aku sangat percaya bahwa sementara manusia semakin terhubung satu sama lain, saat ini tantangan terbesar terhadap tata dunia – nilai-nilai demokrasi Barat, hak-hak asasi universal manusia, aturan hukum, keadilan sosial, kesetaraan jender, masyarakat sipil dan seluruh aspek kemanusiaan – bukan bom nuklir, senjata kimia atau kemampuan-kemampuan militer lainnya, melainkan ideologi Islam modern. Sampai berapa lama lagi media arus utama dan para politisi tetap berpegang pada “pembenaran politis” atas isu ini? Niat saya adalah untuk membangun kesadaran mengenai apa yang sedang terjadi di sudut yang paling dilindungi dan diam dari Islam fundamental. Bagi saya adalah sangat penting agar masyarakat Amerika dan dunia diedukasi mengenai Islamis ekstremis yang memandang mereka dengan kebencian yang sedemikian besar.  
Apakah ideologi Islam dan ideologi damai yang diperdebatkan banyak orang Muslim dan para imam? Ada sejumlah ayat dan ide-ide dalam Quran (tampaknya diplagiat dari ide-ide Kekristenan dan Yudaisme) yang mempromosikan hal-hal positif.
Tetapi hukum-hukum kekerasan dan diskriminasi dalam Quran menghalangi setiap petunjuk akan perdamaian.
Akankah anda beranggapan bahwa sebuah ideologi atau seorang pemimpin berperilaku damai jika pemimpin itu menyampaikan satu hal baik pada anda, tetapi pada saat yang sama, mengatakan pada anda bahwa anda boleh membunuh atas nama ideologi tersebut (sebagaimana yang dinyatakan oleh ALLAH dalam Quran)? Akankah anda mengikuti seseorang yang memberitahu anda akan satu hal baik, tetapi juga mengatakan pada anda bahwa kaum wanita tidak boleh dianggap setara dengan kaum pria dalam sistem hukum?
Ideologi Islam, ajarannya yang keras dan hukum-hukumnya yang mustahil, menciptakan kontradiksi dalam diriku. Karena itu aku mulai melakukan pencaharian jati diri, yang membawaku kepada tranformasi dan revolusi batin. Aku telah dilahirkan sebagai seorang budak ke dalam ideologi ini, dan akhirnya aku harus dibebaskan untuk membuat pilihan pribadi atas hidupku (ketika aku masih di Iran beberapa tahun lalu), untuk membebaskanku dari belenggu ideologi ini. Melakukan semuanya ini, meninggalkan segala hal yang telah diajarkan padaku selama lebih dari dua dekade, bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah.
Jika anda dilahirkan ke dalam sebuah keluarga Muslim dan hidup di tengah-tengah masyarakat Muslim, dimana Syariah dan hukum-hukum Islam secara legal diimplementasikan oleh sistem tersebut, ini adalah satu hal yang sangat berbahaya untuk dilakukan. Ketakutan akan kekerasan dan kematian telah menghantui hidupku pada saat aku dilahirkan – hingga saat ini. Meskipun berisiko, aku merasa bahwa aku harus menyampaikan kebenaran. Belenggu dan ancaman-ancaman yang mengerikan dari ideologi ini akan menghantui anda kemanapun anda pergi. Mengetahui bahwa aku akan menjadi target, bersama dengan keluarga dan sahabat-sahabatku, mengetahui bahwa aku akan kehilangan segala-galanya yang pernah kumiliki (termasuk banyak dari anggota keluarga dan teman-temanku), bisa saja aku menyerah pada ketakutanku. Tapi aku telah memutuskan sebaliknya. Keluar dari Islam adalah sebuah keputusan yang tak bisa tidak harus aku buat.
Sumber: Frontpagemag

Dr. Majid Rafizadeh, adalah seorang Amerika berkebangsaan Iran. Ia adalah ilmuwan politik, penulis, penasihat bisnis dan pembicara publik, disamping sebagai presiden dari the International American Council dan bekerja sebagai anggota yayasan the Harvard International Review (Harvard University). Kuliah di Harvard, Rafizadeh dibesarkan dan hidup di tengah-tengah masyarakat Muslim (baik Sunni maupun Syiah). Ia adalah penulis dari buku “A God Who Hates Women” (ALLAH - sosok Ilah yang membenci kaum wanita) dan buku “The Renegade.” Anda dapat berkorespondensi dengan Dr. Rafizadeh di Dr.Rafizadeh@post.harvard.edu. Follow him at @Dr_Rafizadeh.

JANGAN GITU AH
Reply 07 Jul 2016 23:16:50
copy paste dulu ah...

HR. Muslim, buku 004, hadis 1034
Abu Huraira melaporkan : Rasulullah berkata : “SEORANG WANITA, SEEKOR KELEDAI DAN SEEKOR ANJING MENGHANCURKAN SHOLAT, tetapi sesuatu seperti bagian belakang pelana menjaganya terhadap hal tersebut.

esensi dari hadits di atas dengan nyaring mengabarkan pada kita bagaimana pandangan dan pemikiran Muhammad bin djjl swt terhadap wanita. Ya, ini tentu wanita karena makhluk ini adalah manusia yang seharusnya setara dengan pria. Soal apakah ada anjing dan keledai sesungguhnya tidak menjadi terlalu penting. Kenapa? Karena sebenarnya sasaran tembak pemikiran Muhammad bin djjl swt hanyalah wanita.

kebenciannya kepada wanita berakar dari pengalaman pribadi Muhammad bin djjl swt terkait hubungannya dengan sang ibu, Siti Aminah. Ada semacam dendam terselubung dari seorang anak yang semenjak kecil kehilangan belaian sayang dari seorang ibu. Dan itu ditumpahkannya lewat ajaran-ajaran konyol Muhammad bin djjl swt.

Oleh karena kebenciannya itu pula, maka Muhammad tidak dapat atau tidak sanggup memberikan penghargaan pada wanita. perkosaan perkosaan tawanan perang yang digambarkan oleh Hadits Coitus interuptus menunjukkan karakter sebenarnya Muhammad bin djjl sang pendendam itu. Tidak heran hal ini juga terefleksi pada hadits yang menyebut wanita dapat membatalkan/menghancurkan sholat seorang pria.

Tidak hanya sebatas hadits, cerminan kebencian terhadap wanita juga terdapat pada Quran yang memberikan hak privasi kepada Muhammad bin djjl swt berhubungan intim tanpa batas pada semua wanita yang ikut hijrah bersamanya, tidak penting apakah wanita itu adalah saudara kandungnya sendiri atau bahkan adik-adik ibunya. Hak privasi ini membuka kedok pandangan Muhammad bin djll swt yang menganggap wanita merupakan objek permainan seksual berlaka.

JANGAN GITU AH
Reply 07 Jul 2016 23:27:18
HR. Muslim, buku 004, hadis 1034
Abu Huraira melaporkan : Rasulullah berkata : “SEORANG WANITA, SEEKOR KELEDAI DAN SEEKOR ANJING MENGHANCURKAN SHOLAT, tetapi sesuatu seperti bagian belakang pelana menjaganya terhadap hal tersebut.

Bagaimana pun sangat jelas terbaca di dalam hadits di atas bentuk kebencian Muhammad tersebut. Ada 3 perkara yang membatalkan sholat-kata Muhammad bin djjl.

Anjing dapat membatalkan sholat
Keledai dapat membatalkan sholat
wanita dapat membatalkan sholat

apabila salah satu atau ketiga-tiganya lewat di depan muslim yang lagi sholat. Ketiganya menempati posisi yang sama sebagai pencetus batalnya sholat. Artinya tidak ada perbedaan sebab sebab dari ketiganya. Semuanya menghasilkan konsekuensi yang sama, sama sama merusak sholat seorang pria.

Apakah hal itu bukan merupakan pencetus yang setara? Jelas dong? Kesalahan seekor anjing sederajad dengan kesalahan seekor keledai dan sama pula derajat kesalahannya dengan kesalahan seorang wanita yang melintas di depan orang sholat.

Oleh karena itu tidak dapat dipungkiri bahwa sebagai pencetus batalnya sholat, posisi wanita sama dengan posisi anjing maupun posisi keledai. Sama sama dianggap sebagai biang rusuh sholat. Karena itu tidak salah kita mengatakan dalam perkara pembatalan sholat ini DERAJAT WANITA BAGI MUHAMMAD BIN DJJL SWT SAMA DENGAN DERAJAT ANJING DAN KELEDAI.

Sangat merendahkan nalar sehat!
Margono
Reply 13 Jul 2016 09:00:31
@JANGAN GITU AH, menulis:
Kebenciannya kepada wanita berakar dari pengalaman pribadi Muhammad bin djjl swt terkait hubungannya dengan sang ibu, Siti Aminah. Ada semacam dendam terselubung dari seorang anak yang semenjak kecil kehilangan belaian sayang dari seorang ibu. Dan itu ditumpahkannya lewat ajaran-ajaran konyol Muhammad bin djjl swt.

Tanggapan:
Saya sangat setuju dengan analisa psikologis Muhammad yg kamu sampaikan di atas, ada "akar kepahitan" dalam kehidupan Muhammad terhadap ibunya yg tidak terselesaikan dengan tuntas, hal ini tertanam di alam bawah sadarnya, dengan kata lain Muhammad termasuk bermasalah dalam hal kejiwaan.

Unsur penyakit kejiwaan Muhammad berakibat buruk bagi ajaran Islam terhadap kaum perempuan, direndahkan martabatnya, hanya tempat bercocok tanam, tempat pemuas nafsu, hanya properti bagi muslimin.

Salam damai JBU.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...