Saturday, July 30, 2016

Muhammad Membakar Mesjid

Muhammad Membakar Mesjid

Orang-orang ini telah membangun mesjid dan mengundang Muhammad untuk sembahyang disana. Ini bukanlah sesuatu yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak beriman dan oposisi. Bukankah lebih baik jika menyelidiki dan menegaskan fakta sebelum bertindak dengan sembrono seperti itu? Orang yang normal akan masuk ke dalam mesjid, mengajukan pertanyaan dan menemukan fakta-fakta. Jika kabar burung itu benar, ia akan menginstruksikan para pendiri mesjid itu cara yang benar untuk memahami dan mempraktikkan Islam. Memerintahkan pembakaran mesjid sekaligus orang-orang yang masih berada di dalamnya bukanlah tindakan yang akan dilakukan oleh orang yang waras.
Perbuatan Muhammad bukanlah tindakan yang waras, tetapi jika ia telah membuat sesembahannya menyetujui hal itu maka itulah akhir pembicaraan.Allah selalu menyetujui apa yang dilakukannya, tidak peduli betapa menjijikkan dan memalukannya perbuatan itu.
 
Dhu Awan - 9 Hijriah
Ketika Muhammad pergi menuju Tabuk ia berhenti di Dhu Awan, sebuah kota setengah hari perjalanan dari Medinah. Beberapa orang dari kota itu menemuinya dan berkata, “kami telah membangun mesjid untuk orang yang sakit dan miskin dan untuk malam-malam dengan cuaca buruk, dan kami ingin engkau datang kepada kami dan berdoa untuk kami disana”. Ia berkata ia akan melakukannya sekembalinya dari Tabuk.
Ketika ia kembali, beberapa orang dari kota itu yang memiliki kapak untuk diasah melawan para pembangun mesjid, dan menyebarkan berita buruk mengenai mereka dan mengatakan bahwa mereka menyebarkan versi Islam yang tidak benar atau sesuatu seperti itu. Muhammad memerintahkan Malik ibn al-Dukhsum, dan seorang lainnya, kemungkinan orang-orang yang sama yang telah menyebarkan fitnah, dan berkata kepada mereka, “Pergilah ke mesjid orang-orang yang jahat itu dan bakarlah mesjid itu”. Mereka pun segera pergi, menyalakan ranting palem dan kemudian kedua orang itu berlari ke dalam mesjid saat orang-orang sedang berada di dalamnya, membakar dan menghancurkannya, dan orang-orang berlarian keluar”.[1]
Di dalam Quran Muhammad menyebut mesjid ini sebagai mesjid oposisi.
وَالَّذِينَاتَّخَذُوامَسْجِدًاضِرَارًاوَكُفْرًاوَتَفْرِيقًابَيْنَالْمُؤْمِنِينَوَإِرْصَادًالِمَنْحَارَبَاللَّهَوَرَسُولَهُمِنْقَبْلُوَلَيَحْلِفُنَّإِنْأَرَدْنَاإِلاالْحُسْنَىوَاللَّهُيَشْهَدُإِنَّهُمْلَكَاذِبُونَ
“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya).” (Quran Sura 9:107)
Orang-orang ini telah membangun mesjid dan mengundang Muhammad untuk sembahyang disana. Ini bukanlah sesuatu yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak beriman dan oposisi. Bukankah lebih baik jika menyelidiki dan menegaskan fakta sebelum bertindak dengan sembrono seperti itu? Orang yang normal akan masuk ke dalam mesjid, mengajukan pertanyaan dan menemukan fakta-fakta. Jika kabar burung itu benar, ia akan menginstruksikan para pendiri mesjid itu cara yang benar untuk memahami dan mempraktikkan Islam. Memerintahkan pembakaran mesjid sekaligus orang-orang yang masih berada di dalamnya bukanlah tindakan yang akan dilakukan oleh orang yang waras.
Perbuatan Muhammad bukanlah tindakan yang waras, tetapi jika ia telah membuat sesembahannya menyetujui hal itu maka itulah akhir pembicaraan. Allah selalu menyetujui apa yang dilakukannya, tidak peduli betapa menjijikkan dan memalukannya perbuatan itu.  Ibn Ishaq menyebut mesjid ini “skismatik”. Tetapi itu tidak logis. Skisma (pecahan) hanya terjadi setelah kematian pendiri sebuah agama, bukan dalam masa hidupnya. Tuduhan ini absurd. Anda tidak dapat memulai sebuah skisma ketika pendirinya masih hidup, kecuali anda menentangnya, dan orang-orang itu tidak sedang melakukannya. Mereka mengundang Muhammad untuk berdoa dalam mesjid mereka yang baru, yang berarti mereka tidak sedang menentangnya.  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...