Monday, October 17, 2016

UMAR, MERTUA MAMAD NIKAH MA Ummu Kultsum, CUCU MAMAD, CICIT UMAR. ESLAM AGAMA PALING GA BERMORAL DI DUNIA.

ESLAM AGAMA PALING GA BERMORAL DI DUNIA.

ESLAM AGAMA PENGHANCUR KELUARGA.

MAMAD KAWIN MA ZAINAB, ISTRI ANAK ANGKATNYE ZAID.

INI UDE GILA N BUKTIIN KALO ESLAM ADALAH AGAMA SETAN.

TAPI ADA YANG LEBIH GILA.

MAMAD  KAWIN MA ANAK UMAR BERNAMA Hafshah binti Umar bin Khaththab.

JADI UMAR = MERTUA MAMAD.

MAMAD PUNYA ANAK CEWE, FATIMA.

FATIMA KAWIN MA ALI, KEPONAKAN MAMAD.

JADI FATIMA KAWIN MA ALI, SEPUPUNYE.

ALI N FATIMA PUNYA ANAK BERNAMA Ummu Kultsum.

JADI Ummu Kultsum ADALAH CUCU MAMAD.

UMAR ADALAH MERTUA MAMAD, ARTINYA Ummu Kultsum ADALAH CICIT UMAR.

TAPI GILANYE ADALAH UMAR KAWIN MA Ummu Kultsum, CUCU MAMAD N CICIT UMAR SENDIRI.

YANG PALING GILA ADALAH UMUR Ummu Kultsum (CUCU MAMAD N CICIT UMAR SENDIRI) ADALAH 3 TAHUNhttp://www.lppimakassar.com/2012/08/pernikahan-umar-bin-al-khaththab-dan.html


Sebagian sumber Ahlusunnah juga menyebutkan lamaran Umar tanpa adanya perantara, “Umar melamar Ummu Kultsum dari Ali As. Dalam menjawab lamaran tersebut, Ali As berkata, ”Ia masih kecil.” Umar berkata, ”Ia bukan anak kecil dan engkau tidak ingin memberikannya padaku. Jika demikian, kirimlah ia padaku hingga aku melihatnya.” Imam as mengirim Ummu Kultsum kepada Umar. Umar yang melihatnya berkata, ”Katakanlah pada ayahmu: Bukanlah seperti yang engkau katakan!” Kemudian Ali As menyetujui pernikahan mereka.”[9]
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Umar menyentuh sarung kaki Ummu Kultsum dan melepaskannya. Ummu Kultsum berkata, ”Jika engkau bukan seorang khalifah, telah kubutakan matamu dan kuhancurkan hidungmu.” Ummu Kultsum pulang menemui ayahnya dan mengadukan perbuatan Umar seraya berkata, ”Engkau telah mengutus aku pada seorang kakek bejat.”[10] Mengenai perbuatan Umar ini, Sabath bin Jauzy berkata, ”Demi Allah, perbuatan seperti ini adalah buruk, sekalipun ia seorang budak wanita; Umar tidak punya hak untuk melakukan hal tersebut karena sesungguhnya ijma’ kaum muslimin menyebutkan tidak bolehnya menyentuh wanita non-muhrim.”[11]

Siapa nama putra Umar bin Khaththab yang dilahirkan oleh Ummu Kultsum?
Zaed dan ruqayyah
Apa kalimat yang melegenda dari Ucapan Zaed bin Umar yang tampan itu?
Dia berkata: “Ana Ibnu al-Khalifataini” (aku putera dua khalifah) maksudnya adalah putera khalifah Umar dan Khalifah Ali.
TRUS LO MASIH MO BILANG KALO ESLAM BUKAN BERASAL DARE SETAN? OH ALANGKAH IDEOTNYE LO TAU GA. HA...7X 

UMAT ESLAM ADALAH MANUSIA N JIN.

JIN ADALAH NAMA LAEN DARI SETAN.

JADI JELAS KALO ESLAM ADALAH AGAMA SETAN. HA...7X

JADI MURTAD DARE ESLAM SEBELOM LO DIBAKAR DI NRAKA TEMENIN MAMAD N OLO. HA...7X

apalagi MAMAD pedopil karna kawin ma aisa, anak abu bakar saat umur 6 taon n ngesex saat umur 9 taon.

UMAR YANG SUNAH MAMAD JUGA PEDOPIL. CELAKANYE YANG JADI SASARAN PEDOPILNYE UMAR ADAALAH CUCU MAMAD SENDIRI.

INI NAMANYE KLUARGA MAMAD KENA HUKUM KARMA. HA...7X

yang pedopil mane bisa masuk sorga tau. ha...7x


YBU AMEN.

Berikut adalah hadiah untuk syiah dari ahlisunnah.
  1. Berapa Umar Umar bin al-Khaththab sang penakluk Majusi itu saat masuk Islam?
Jawab: 27 tahun (lebih kecil dari Nabi -shalallahu alaihi wasalam- 13 tahun)
  1. Berapa umur Umar al-Faruq saat wafat?
63 tahun.
  1. Berapa Umur Ali saat memeluk Islam?
10 tahun.
  1. Kapan Imam Ali menikahi Fatimah al-Zahra`?
Pernikahan penuh berkah itu terjadi tahun 2 H, dan Sayyidah Fatimah itu masih gadis kecil. Pernikahan gadis kecil di zaman itu adalah sesuatu yang lumrah. Maka jangan lupa pernikahan Rasulullah -shalallahu alaihi wasalam- dengan sayyidah Aisyah pun saat Aisyah masih muda belia, sangat jauh jaraknya dengan Nabi -shalallahu alaihi wasalam-, dan Abu Bakar (mertua Nabi -shalallahu alaihi wasalam-) lebih kecil usinya dari nabi -shalallahu alaihi wasalam-.
  1. Berapa Umur Umar bin al-Khaththab saat Ali menikah dengan Fathimah?
42 tahun.
  1. Kapan Umar wafat?
Tahun 23 H.
  1. Kapan Ummu Kultsum binti Ali lahir?
6 H. (saat ibunya Sayyidah Fathimah berusia 20 tahun)
  1. Tahun berapa Ummu Kultsum dinikahi oleh Khalifah Umar?
Sebelum tahun 20 H.
  1. Berapa Usia Ummu Kultsum saat Suaminya yaitu Umar bin al-Khaththab wafat?
17 tahun. (Nabi -shalallahu alaihi wasalam- saat istrinya, Sayyidah Aisyah berusia 18 tahun, dan wafat tahun 57 H dalam usia 64 tahun.
(sayyidah Fathimah, ibu dari Hasan, Husain dan Ummu Kultsum ini wafat dalam usia 25 tahun, lahir 1 tahun sebelum kenabian dan wafat Ramadhan 11 H)
  1. Siapa nama putra Umar bin Khaththab yang dilahirkan oleh Ummu Kultsum?
Zaed dan ruqayyah
  1. Kapan zaed bin Umar dan Ibunya: Ummu Kultsum binti Ali wafat?
Sekitar tahun 45 H, Zaed dan ibunya wafat di saat yang sama, tidak diketahui siapa yang lebih dulu wafat.
  1. Apa kalimat yang melegenda dari Ucapan Zaed bin Umar yang tampan itu?
Dia berkata: “Ana Ibnu al-Khalifataini” (aku putera dua khalifah) maksudnya adalah putera khalifah Umar dan Khalifah Ali.
  1. Berapa Umur Umar bin al-Khaththab saat Ali menikah dengan Fathimah? 42 tahun. TAHUN 2H. 
  2. Kapan Ummu Kultsum binti Ali lahir? 6 H. UMAR = 46 TAON.
  3. Berapa Usia Ummu Kultsum saat DINIKAHI UMAR? 3 TAON. UMAR = 49 TAON.
  4. Berapa Usia Ummu Kultsum saat Suaminya yaitu Umar bin al-Khaththab wafat? 17 tahun. JADI UMAR MATI UMUR 63 TAON.

Istri dan Anak-anak Umar Bin Khattab


Al-Waqidi, al-Kalbi dan lainnya pernah berkata,"Pada masa jahiliyyah Umar pernah menikahi Zainab binti Mazh'un saudara wanita dari utsman bin Mazh'un, dari perkawinan tersebut lahirlah Abdullah, Abdurrahman yang sulung, serta Hafshah.

Beliau juga pernah menikahi Mulaikah binti Jarwal, dari hasil perkawinan tersebut lahirlah Ubaidullah. Setelah itu beliau menceraikannya ketika terjadi hudnah (perdamaian). setelah di cerai wanita tersebut dinikahi oleh Abu Jahm bin Hudzaifah, sebagaimana yang di katakan oleh al-Madaini.

Al-Waqidi berakata," Wanita ini bernama ummu Kaltsum binti jarwal, dari hasil pernikahan ini lahirlah Ubaidullah dan Zaid yang bungsu."

Al-Madaini berakata,"Umar pernah menikahi Quraibah binti Abi Umayyah al-Makhzumi, sewaktu terjadi hudnah(perdamaian) Umar menceraikannya, setelah itu wanita ini dinikahi oleh Abdurrahman bin Abu Bakar."

Mereka berkata,"Umar juga menikahi Ummu Hakim binti al-Harits bin Hisyam setelah suaminya yakni Ikrimah bin Abu Jahal terbunuh dalam peperangan di negeri syam. Dari hasil penikahan ini lahirlah Fathimah. Kemudian Umar menceraikannya."Al-madaini berkata,"Umar tidak menceraikannya."

Mereka berkata,"Umar pernah pula menikahi Jamilah binti Ashim bin Tsabit bin Abi al-Aqlah dari suku Aus."

Umar juga mneikahi Atikah binti Zaid bin Amr bin Nufail, yang sebelumnya adalah istri Abdullah bin Abu bakar. Setelah umar terbunuh, wanita ini dinikahi oleh az-Zubair bin al-Awwam. Disebutkan bahwa wanita ini adalah ibu dari anaknya yang bernama Iyadh, wallahu a'lam.

Al-Madaini berkata,"
Umar pernah meminang Ummu Kaltsum, Puteri Abu Bakar as-Shiddiq ketika itu masih gadis kecil dalam hal ini Umar mengirim surat kepada Aisyah, namun Ummu Kaltsum berkata,"Aku tidak mau menikah dengannya" Aisyah berkata padanya,"Apakah engkau menolak Amirul Mukminin?" Ummu Kaltsum menjawab,"Ya, sebab hidupnya miskin." AKhirnya Aisyah mengirim surat kepada Amru bin al-Ash, dan Amru berusaha memalingkan keinginan Umar untuk menikahi puteri Abu Bakar dan menyarankan kepadanya agar menikahi Ummu Kaltsum puteri Ali bin Abi Thalib dari hasil penikahannya dengan Fathimah. Amru berkata padanya,"Nikahilah puteri Ali dan hubungkan kekerabatanmu dengan kerabat Rasulullah. "Akhirnya Umar meminang Ummu Kaltsum kepada ALi dan memberikannya mahar sebanyak empat pulur ribu. Dan dari hasil pernikahan ini lahirlah Zaid dan Ruqayyah.

Mereka berkata,"Umar juga menikahi Luhyah seorang wanita yaman dari hasil pernikahan itu lahirlah Abdurrahman yang bungsu, ada yang menyebutkan Abdurrahman yang tengah. Al-Waqidi berkata,"Wanita ini adalah Ummu al-Walad (budak wanita) dan bukan sebagai istri. Ada yang menyebutkan bahwa umar juga memiliki Fukaihah sebagai Ummu Walad yang melahirkan anaknya bernama Zainab. Al-Waqidi berkata,"Zainab adalah anak Umar yang paling kecil."

Ibnu Katsir berkata,"Jumlah seluruh anak umar adalah tiga belas orang, yaitu, Zaid yang sulung, Zaid yang bungsu, Ashim, Abdullah, Abdurrahman yang sulung, Abdurrahman yang pertengahan,Az-zubair bin Bakkar, yaitu Abu Syahmah, Abdurrahman yang bungsu, Ubaidullah, Iyadh, Hafsah,RUqayyah,Zainab, Fathimah. Jumlah seluruh istri Umar yang pernah dinikahi pada masa Jahiliyyah dan Islam baik yang diceraikan ataupun yang ditinggal wafat sebanyak tujuh orang.
Penulis : IBNU KATSIR


  
JADI UMAR MO NIKAHIN ANAK ABU BAKAR ( ADIK AISYAH ) YANG MASIH KECIL BERNAMA Ummu Kaltsum, Puteri Abu Bakar as-Shiddiq. TAPI DITOLAK.

TRUS UMAR MALAH NIKAHIN Ummu Kaltsum puteri Ali bin Abi Thalib dari hasil penikahannya dengan Fathimah. 


BEJAD YAH. MERTUA MAMAD MO NIKAHIN ANAK DARI MERTUA MAMAD YANG LAINNYA.

KARNA DITOLAK MA ANAK  KECIL, UMAR JADI TAMBAH BEJAD .
KARNA NIKAHIN CUCU MAMAD, ALIAS CICITNYA SENDIRI.HA...7X

ESLAM EMANG AGAMA BEJAD N JAHAT KARNA BERASAL DARI SETAN.

GIMANA? APA ADA YANG MO PROTES? HA...7X

JADI  MURTAD DARI ESLAM SKARANG JUGA. 

YBU AMEN.

IDEOTNYE UMAT ESLAM ADALAH MREKA GA MRASA KALO PERBUATAN UMAR BEJAD TAPI MALAH MUJI2 PERBUATAN UMAR TERSEBUT.HA...7X

OTAK MOSLIM EMANG UDE DIRUSAK ESLAM.HA...7X 



Ummu Kultsum binti Ali bin Abu Thalib, Wanita Mulia Pendamping Umar bin Khattab



 Jika ada wanita yang dikelilingi ahli surga, Ummu Kultsum binti Ali bin Abu Thaliblah orangnya. Dia adalah cucu Rasulullah saw. Ayahnya termasuk assabiqunal awwalun (pemeluk agama Islam yang pertama). Ibunya adalah pemimpin wanita di surga, yakni putri Rasulullah saw, Fathimah ra. Sedang dua saudaranya, Hasan dan Husein adalah penghulu ahli surga.]

Keutamaan Ummu Kultsum sebagai wanita mulia keturunan Rasulullah, menarik hati Umar bin Khattab yang saat itu menjabat sebagai khalifah. Meski demikian, Ali sebagai ayah dari Ummu Kultsum tidak serta merta mengiyakan keinginan Umar tersebut. Saat Umar mengkhitbah Ummu Kultsum, Ali bertanya,” Apa yang kamu inginkan darinya?” Umar menjawab, “Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda, 'Semua sebab dan nasab akan terputus pada hari kiamat, kecuali sebabku dan nasabku sendiri'.”

Menurut riwayat Abu Umar bin Abdul Barr, Umar berkata kepada Ali, “Nikahkanlah aku dengan Ummu Kultsum, karena aku melihat kemuliaan-kemuliaan pada dirinya yang tak terdapat pada orang lain.” Lalu Ali menjawab, “Aku telah menyerahkannya kepadamu jika kamu meridhainya dan aku telah menikahkanmu dengannya.”
            Umar menikahi Ummu Kultsum dengan mahar sebesar 40 ribu dirham (senilai dengan 64 miliar untuk ukuran saat ini) sebagai bentuk penghormatan padanya. Mereka dikaruniai 2 anak, Zaid dan Ruqayyah.
            Sebagai pendamping Amirul Mukminin, Ummu Kultsum senantiasa mendukung suaminya dalam mengayomi masyarakat. Dan salah satu peristiwa penting dialami Ummu Kultsum menjelang wafatnya Umar.
            Pada malam itu, sebagaimana biasa Umar melakukan ronda mengelilingi wilayahnya. Untuk memantau keadaan masyarakat, kalau-kalau ada orang yang kelaparan atau membutuhkan pertolongan.
            Di pinggir kota Madinah, Umar bertemu dengan seorang Badui yang tengah gelisah di depan sebuah kemah. Dari dalam kemah terdengar rintihan seorang wanita. Bergegas Umar mendatangi Badui tersebut dan menanyakan apa yang sedang terjadi. Awalnya Badui itu menolak menjawab, namun karena Umar terus mendesak akhirnya Badui itu berkata bahwa istrinya sedang kesakitan karena mau melahirkan sementara tidak ada seorang pun yang menolongnya.
            Umar bergegas meninggalkan Badui itu dan pulang ke rumahnya. Ia menemui Ummu Kultsum dan berkata,” Apakah kamu ingin mendapat pahala yang Allah akan limpahkan kepadamu?” Ummu Kultsum menjawab dengan antusias, “Apa wujud kebaikan dan pahala tersebut wahai Umar?” Lalu Umar menjelaskan kondisi keluarga Badui yang baru ditemuinya sekaligus mengajak Ummu Kultsum untuk membantu persalinan wanita istri Badui tersebut. Ummu Kultsum bergegas menyiapkan peralatan untuk persalinan bayi dan Umar memanggul gandum serta membawa minyak samin.
            Sesampainya di sana, Ummu Kultsum bergegas masuk ke dalam kemah dan menolong wanita Badui melahirkan bayinya. Sementara itu Umar bergegas memasak makanan di luar kemah. Ketika bayi telah kahir, Ummu Kultsum secara spontan berseru dari dalam kemah: "Wahai Amirul Mukminin, sampaikan kepada temanmu itu bahwa ia dikaruniai anak laki-laki." Orang Badui dan istrinya pun kaget, tidak menyangka bahwa orang yang memasak untuk mereka adalah Amirul Mukminin.
            Sepeninggal Umar, Ummu Kultsum menikah dengan sepupunya 'Aun bin Ja'far bin Abi Thalib sampai wafatnya ‘Aun, lalu ia menikah lagi dengan saudara dari 'Aun bin Ja'far, yaitu Muhammad bin Ja'far bin Abi Thalib. Setelah wafatnya suami ketiga ini, Ummu Kultsum pun menikah lagi dengan saudara dari dua suaminya ini yaitu 'Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib hingga Ummu Kultsum wafat.


TAHUKAH ANDA

Hubungan Pernikahan Antara Ahlu Bait dan Keluarga Umar bin Khattab

umar bin khathtab
KELUARGA Ahlu bait Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam memiliki hubungan yang sangat dekat dengan keluarga Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Bahkan terjadi perkawinan d iantara dua keluarga tersebut yang mana hal ini menunjukkan bahwa Umar beserta keturunannya termasuk orang yang mulia.
KELUARGA Ahlu bait Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam memiliki hubungan yang sangat dekat dengan keluarga Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Bahkan terjadi perkawinan d iantara dua keluarga tersebut yang mana hal ini menunjukkan bahwa Umar beserta keturunannya termasuk orang yang mulia.
Kitab-kitab biografi para tokoh dan kitab-kitab nasab menunjukkan kepada kita adanya beberapa  hubungan perkawinan antara keluarga Nabi dengan keluarga Umar bin Khattab. Yang paling menonjol adalah pernikahan antara Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sendiri dengan Hafsah putri Umar.
Pernikahan yang penuh berkah ini terjadi pada tahun 3 Hijriyah, setelah suami Hafsah mati syahid di perang Badar, dan pernikahan tersebut berlangsung hingga Rasulullah wafat.
Adapun pernikahan kedua adalah pernikahan Umar bin Al-Khattab dengan putri Ali dengan Fatimah binti Rasulillah yang Ummu Kultsum cucu Nabi shalallahu ‘alaihi salam.
Ummu Kultsum ini lahir tatkala Nabi masih hidup tepatnya tahun 6 Hijriyah dan dinikahi oleh Umar sebelum tahun 20 Hijriyah.


Ketika Ali bin Abi Thalib (ayahnya) terbunuh, Ummu Kultsum berkata : “Mengapa aku dengan shalat subuh !!”, maksudnya suaminya Umar bin Khatab yang terlebih dahulu menjadi Khalifah juga terbunuh ketika shalat subuh oleh seorang majusi bernama Abu Lu’lu’ah. Sedangkan ayahnya dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljam juga dalam shalat subuh. Dan Allah pun berkehendak bahwa anaknya yang bernama Zaid bin Umar bin Khattab juga meninggal tatkala waktu subuh. Bahkan dia juga meninggal dunia bersama putranya di saat yang sama hingga orang-orang tidak mengetahui mana yang lebih dahulu meninggal.
Ummu kultsum juga dinikahi oleh Auf bin Ja’far bin Abi Thalib setelah Umar mati syahid, kemudian Auf meninggal dunia, dan Ummu Kultsum dinikahi oleh saudara Auf yang bernama Muhammad. Kemudian Muhammad meninggal dan Ummu Kultsum dinikahi saudaranya yang lain yang bernama Abdullah bin Ja’far hingga akhirnya Ummu Kultsum meninggal di sisinya.
Dulunya Ummu Kultsum berkata: “Saya malu kepada Asma’ binti Umais karena dua anaknya sudah meninggal di sisiku, aku mengkhawatirkan anaknya yang ketiga.” Kemudian Ummu Kultsum meninggal dan tidak melahirkan satu anak pun untuk mereka.
Adapun pernikahan ketiga antara keluarga Umar dan Ahlu bait Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam terjadi pada generasi kelima, yaitu antara Al-Husain bin Ali bin Ali bin Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib dengan Juwairiyyah binti Khalid bin Abu Bakar bin Abdillah bin Umar, sebagai bentuk pengukuhan atas kasih sayang dan kecintaan para pendahulunya.
Dinukil dari majalah Al-Umm edisi 10 vol.II oleh Ust. Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...