Thursday, November 17, 2016

Bangladesh Pertimbangkan Hapus Islam Sebagai Agama Resmi

Bangladesh Pertimbangkan Hapus Islam Sebagai Agama Resmi

KAMIS, 17 NOVEMBER 2016 | 15:31 WIB
Bangladesh Pertimbangkan Hapus Islam Sebagai Agama Resmi
Merantau ke kota besar untuk bekerja dan memperbaiki nasib juga terjadi di negara Bangladesh. Karenanya setiap menjelang perayaan hari besar seperti Idul Fitri, warga yang merantau akan pulang ke kampung halaman untuk merayakan lebaran bersama sanak keluarga. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang wajib dilakukan oleh para orang perantauan di Bangladesh. dhakatribune.com
TEMPO.CODhaka- Pemerintah Bangladesh sedang mempertimbangkan untuk menghapus  Islam sebagai agama resmi negara ini. Pemimpin partai berkuasa, Liga Awami, Abdul Razzak mengusulkan penghapusan Islam dari Konstitusi Bangladesh saat  berdiskusi dengan Klub Pers Nasional di Dhaka.

Seperti yang dilansir Independet pada 16 November 2016,  Razzak mengatakan Bangladesh adalah sebuah negara harmonis dengan penduduk dari berbagai agama. Sehingga Islam tidak seharusnya dijadikan agama resmi dalam konstitusi.

"Saya sudah menyatakan tentang di luar dan sekarang saya mengulanginya kembali bahwa Islam harus digugurkan dari konstitusi Bangladesh ketika waktunya tepat. Penerimaan paham sekuler sudah ada dalam kalangan penduduk di Bangladesh," kata Razzak.

Baca:
Calon Penasihat Trump Antiorang Asia di Silicon ValleySebulan Bertempur, 2.800 Milisi ISIS Tewas di MosulPertempuran Terburuk di Aleppo, Rumah Sakit Anak Hancur

Razzak mengatakan ia percaya Islam telah dipertahankan sebagai agama resmi untuk alasan strategis tetapi menolak berkomentar lebih tentang hal itu saat diskusi.

Islam merupakan agama terbesar diamalkan mayoritas rakyat di Bangladesh, menjadikan negara keempat di dunia yang memiliki penduduk Islam terbesar di dunia setelah India, Pakistan, dan Indonesia.

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dalam pidatonya baru-baru ini menekankan pentingnya menjaga perasaan penganut agama minoritas.

"Sebagai sebuah negara mayoritas Islam, adalah menjadi tanggung jawab moral rakyat Bangladesh untuk menjaga kaum minoritas," kata Razzak.

Menurut sebuah survei nasional dari tahun 2003, agama adalah cara utama warga Bangladesh mengidentifikasi diri, dan ateisme adalah hal yang langka di negara itu. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...