Sunday, March 24, 2013

BUKTI OLO = MAMAD



Hadist yang menyatakan bahwa pada hari Kebangkitan Allah akan
memakai parfum yang sangat kuat untuk menghadirkan rasa
penasaran Muslim. Orang Muslim akan mengenal Allah dari
parfumNya yang sangat menyenangkan itu.
Ibn Sa’d menulis bahwa Muhammad menyenangi tiga barang
duniawi: parfum, wanita dan makanan. Ia mendapatkan wanita dan
parfum tetapi tidak mendapatkan makanan (Ibn Sa’d,
diterjemahkan oleh S. Moinul Haq, 1972 hl. 1.469). Ibn Sa’d
bahkan menulis bahwa Muhammad dikenal dari parfumnya
apabila
ia keluar dari tempat tinggalnya – tepat seperti cara Allah akan
dikenal apabila Ia keluar dari tempat kediamanNya (Ibn Sa’d.
Terjemahan S. Moinul Haq, 1972 hl. 1.470).
Imam Ghazali, yang posisinya menurut banyak umat Islam
dianggap setingkat dibawah Muhammad, menulis tiga jenis
barang
yang disenangi Muhammad: parfum, wanita dan berdoa (Ghazali.
Terjemahan Fazl-ul- Karim hl 227). Ghazali juga menulis bahwa
pada Hari Kebangkitan, Allah akan memakai parfum yang
keharumannya akan mengalahkan keharuman dari kesturi
(Ghazali.
Terjemahan Fazl-ul- Karim hl.4.322).
Seperti halnya Muhammad, Allah terobsesi dalam pembiaran para
wanita menjadi objek seks, dan memenuhi keinginan nafsu birahi
Muhammad sampai tak terbatas. [Allah masih membatasi jumlah
istri Muslim, tetapi tidak ada apapun yang dikenakan bagi batas-
batas nafsu birahi Muhammad, baik terhadap jumlah dan umur
istri, selir, budak dan perempuan yang menawarkan dirinya]. Di
dalam kitab-kitab Islam, penting untuk diketahui betapa Allah
telah
menetapkan perempuan-perempuan muda, cantik, menarik, dan
sexy bagi pasangan Muhammad, termasuk perhatian khususNya
terhadap bagian tertentu dari tubuh wanita. Kita harus memahami
sikap haus seks dari orang-orang Arab Badui terhadap wanita,
kalau kita harus menilai kepedulian Allah terhadap bagian-bagian
tubuh wanita. Tidaklah heran bilamana Allah dan Muhammad
memiliki selera yang sama, sebab bagaimanapun juga
sebenarnya
sejarah, kultur dan bahasa Allah dan Muhammad telah terintegrasi
dengan Arabiah.


Kenapa ada ayat Quran yang "turun" cepat dan lambat


Kalau kita ingin tahu apakah Muhammad benar-benar NABI atau PENIPU, kita bisa mengetes "KECEPATAN TURUNNYA WAHYU".

Kalau wahyu itu dapat turun dengan cepat secepat ketika dia mengarang ayat-ayat untuk kepentingannya pribadi, maka itulah bukti dia benar-benar mendapat wahyu ilahi.

Tapi..............

Kalau wahyu itu turunnya LAMAAAAA BANGET, sampai harus nunggu 15 hari demi mendapatkan jawaban suatu pertanyaan, maka itulah bukti dia tidak diutus Tuhan.

Mari kita lihat dari bukti riwayat, bagaimana sewaktu Muhammad mengeluarkan ayat-ayat untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, ayat itu bisa secepat kilat keluar dari mulutnya, tapi sewaktu dites pertanyaan oleh orang-orang Quraish, Muhammad butuh 15 hari untuk dapat menurunkan ayatnya.

AYAT-AYAT GAMPANG, BISA KELUAR SECEPAT KILAT SEWAKTU MUHAMMAD MEMBUTUHKANNYA

Ayat Pengusir Tamu

Asbabun Nuzul Jalaludin As-Suyuti halaman 462
    Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. yang berkata, "Pada hari Rasulullah menikahi Zainab binti Jahsy, beliau mengundang orang-orang menghadiri jamuan di rumah beliau. Setelah orang-orang tersebut selesai makan, mereka lantas tetap duduk di tempatnya sambil bercakap-cakap."Rasulullah lantas pura-pura berdiri (agar orang-orang yang hadir itu pun ikut berdiri). Melihat tindakan Rasulullah tersebut, sebagian hadirin tersebut lantas ikut berdiri. Akan tetapi, tiga orang dari mereka tetap duduk di tempat dan baru keluar beberapa saat kemudian. Setelah semuanya keluar, saya lalu mendatangi Rasulullah untuk mengabarkan hal tersebut.Rasulullah lantas datang dan masuk ke rumah. Saya pun ikut masuk ke dalam. Akan tetapi, Rasulullah langsung menurunkan tirai yang menghalangi antara saya dan beliau.Allah lantas menurunkan ayat:
      Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya)[1228], tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah. (QS 33:53)

Ayat Pelarangan Menikahi Istri Nabi

Asbabun Nuzul Jalaludin As-Suyuti halaman 464-465

    Firman Allah swt.,
      "Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah..." (al-Ahzab: 53)

    Tentang sebab turunnya ayat ini, Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Zaid yang berkata, "Suatu ketika, Rasulullah mendengar bahwa ada seorang laki-laki berkata, 'Jika Rasulullah wafat maka sepeninggal beliau saya akan menikahi Fulanah (seraya menyebut nama salah seorang istri beliau).Sebagai respons terhadap hal itu, turunlah ayat,"Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah...."""

    Ibnu Abbas juga meriwayatkan, "Ayat ini turun berkenaan dengan seorang laki-laki yang bermaksud menikahi beberapa orang di antara istri Nabi sepeninggal beliau." Sufyan berkata, "Diriwayatkan bahwa istri Rasulullah yang dimaksud adalah Aisyah."

    Dari Suddi juga diriwayatkan, "Kami mendengar bahwa Thalhah bin Ubaidillah pernah berkata, 'Bagaimana mungkin Muhammad menghalangi kami untuk menikahi anak-anak paman kami sementara ia sendiri menikahi kaum wanita kami. Jika suatu saat terjadi sesuatu padanya, niscaya kami akan menikahi istri-istrinya sepeninggalnya.' Sebagai responsnya, Allah lalu menurunkan ayat ini."

    Ibnu Sa'ad meriwayatkan dari Abu Bakar dari Muhamamd bin Amru yang berkata, "Ayat ini turun sebagai respons terhadap ucapan Thalhah bin Ubaidillah, yaitu, 'Jika nanti Rasulullah wafat, maka saya akan menikahi Aisyah.'"

    Juwaibir meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa seorang laki-laki datang dan berbincang-bincang dengan beberapa istri Rasulullah. Laki-laki itu adalah anak paman istri beliau. Ketika Rasulullah melihat hal tersebut, beliau berkata kepada laki-laki itu, "Jangan sampai engkau mengulangi tindakanmu ini untuk kedua kalinya!"

    Laki-laki itu lalu berkata, "Wahai Rasulullah, ia adalah anak paman saya. Demi Allah, saya tidak mengucapkan kata-kata yang tidak baik kepadanya, demikian juga ia."

    Akan tetapi, Rasulullah balik berkata, "Engkau telah mengetahui bahwa tidak ada yang lebih pencemburu dibanding Allah dan sesungguhnya tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu dibanding saya."

    Laki-laki itu kemudian pergi. Setelah agak jauh ia berkata, "Bagaimana mungkin beliau melarang saya berbicara dengan anak wanita paman saya. Saya sungguh akan menikahinya sepeninggal beliau kelak." Allah lalu menurunkan ayat ini.

    Lebih lanjut, Ibnu Abbas berkata, "Sebagai bentuk penyesalan dan tobatnya terhadap ucapannya di atas, laki-laki itu pun kemudian memerdekakan seorang budak, menginfakkan hartanya di jalan Allah seberat yang bisa diangkut sepuluh ekor unta, serta menunaikan haji dengan berjalan kaki."

Ayat Perintah Hijab bagi Istri Nabi

Asbabun Nuzul Jalaludin As-Suyuti halaman 466
      "Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin,"'Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (al-Ahzab: 59)

    Sebab turunnya ayat

    Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah, "Setelah turunnya perintah berhijab, suatu ketika Sau'dah (salah seorang istri Rasulullah) keluar untuk membuang hajat. Sau'dah adalah seorang wanita berbadan besar sehingga akan langsung dikenali jika berpapasan dengan orang yang telah mengenalnya. Di tengah jalan, Umar melihatnya. Umar lalu berkata, 'Wahai Sau'dah, kami sungguh masih dapat mengenali engkau. Oleh karena itu, pertimbangkanlah kembali bagaimana cara engkau keluar!'

    Mendengar ucapan Umar itu, Sau'dah langsung berbalik pulang dengan cepat. Pada saat itu, Rasulullah tengah makan malam di rumah saya dan di tangan beliau tengah tergenggam minuman. Ketika masuk ke rumah, Sau'dah langsung berkata, 'Wahai Rasulullah, bane saja saya keluar untuk menunaikan hajat. Akan tetapi, Umar lalu berkata begini dan begini kepada saya.' Tiba-tiba turun wahyu kepada Rasulullah. Ketika wahyu selesai dan beliau kembali ke kondisi semula, minuman yang ketika itu beliau pegang masih tetap berada di tangannya. Rasulullah lalu berkata, 'Sesungguhnya telah diizinkan bagi kalian keluar rumah untuk menunaikan hajat kalian."'

Ayat Tentang Perempuan Muslim

Asbabun Nuzul Jalaludin As-Suyuti halaman 452-453
      "Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, lakilaki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (al-Ahzab: 35)

    Sebab turunnya ayat

    Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dalam kitabnya, seraya menyatakannya berkualitas hasan, sebuah riwayat dari Ikrimah dari Ummu Imarah al-Anshariyah yang mendatangi Rasulullah seraya berkata, "Saya melihat bahwa segalanya hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki. Saya tidak menemukan kaum wanita disebutkan sedikitpun (dalam ayat Al-Qur'an)." Setelah berkata demikian, tiba-tiba turunlah ayat ini.

    Dengan kualitas sanad yang lumayan baik, Imam ath-Thabrani juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang berkata, "Beberapa wanita berkata kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, kenapa yang disebutkan (dalam ayat) hanya kaum mukmin laki-laki saja sementara kaum mukmin wanita tidak pernah disebut?' Tiba-tiba turunlah ayat ini."

Ayat Koreksi tentang Jihad

Hadis Sahih Bukhari, Volume 6, Buku 60, Nomerr 117:
    Dikisahkan Al-Bara:
    Ketika ayat: "Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (di rumahnya)” (4:95) dinyatakan, Rasul Allah memanggil Zaid untuk menuliskannya. Pada saat yang sama Ibn Umm Maktum datang danmengeluh tentang kebutaannyamaka Allah mewahyukan: “Kecuali mereka yang tidak sanggup (oleh karena luka atau buta atau lemah…”) (4:95).

    Ini hadis serupa lainnya:
    Muhammad dengan cepat mengubah sebuah ayat sesuai dengan permintaan orang buta tentang melakukan Jihad (4:95)

    Hadis Sahih Bukhari, Volume 6, Buku 61, Nomer 512:
    Dikisahkan oleh Al-Bara:
    Diwahyukan sebagai berikut: "Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (di rumahnya) dan mereka yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya” (4.95)
    Sang Nabi berkata, "Panggil Zaid menghadapku dan suruh dia membawa papan tulis, tinta dan tulang skapula (atau tulang skapula dan tempta tinta).” Lalu dia berkata, “Tulislah: "Tidaklah sama antara mukmin yang duduk..”, dan pada saat itu 'Amr bin Um Maktum yang buta datang dan duduk di belakang sang Nabi. Dia berkata, “Wahai Rasul Allah! Apakah perintahmu bagiku (yang berhubungan dengan ayat tersebut) sebagai orang buta?” Maka, ayat itu pun diganti menjadi:
    “Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (di rumahnya) kecuali mereka yang tidak sanggup (oleh karena luka atau buta atau lemah, dll”) dan mereka yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya.” (4.95)

    Berikut adalah hadis serupa dari Sahih Muslim:

    Hadis Sahih Muslim, buku 20, nomer 4676
    Telah dikisahkan dengan ijin dari Abu Ishaq bahwa dia mendengar Bara’ bicara tentang ayat Qur’an: “Tidak sama kedudukan antara mereka yang duduk (di rumah) diantara para mukmin dan mereka yang pergi berjihad di jalan Allah.” (4:95). (Dia berkata bahwa) sang Rasul Allah (semoga damai menyertainya) memerintahkan Zaid (untuk menulis ayat ini). Dia membawa tulang bahu (unta) yang menulis ayat itu di atasnya. Putra Umm Maktum mengeluh tentang kebutaannya pada Rasul Allah(Mendengar itu) wahyu berikut dinyatakan“Dari antara kaum mukmin yang duduk (di rumah) tanpa masalah apapun (sakit, tidak mampu, cacat)” (4:95). Kisah ini disampaikan melalui dua rantai penyampai kisah lainnya.


Dan masih banyak lagi contoh ayat kilat yang keluar dari mulut Muhammad kapan pun dia membutuhkannya untuk memenuhi keinginan pribadinya.

Sekarang, mari kita lihat, bagaimana kecepatan turunnya ayat sewaktu Muhammad diminta menjawab 3 pertanyaan dari orang-orang Quraish:

AYAT-AYAT JAWABAN, BARU KELUAR SETELAH 15 HARI

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 253-255

    An-Nadhr bin Al-Harits termasuk syetan-syetan Quraisy, orang yang menyakiti Rasulullah ShallallahuAlaihi wa Sallam, dan membuka permusuhan dengan beliau. la pernah pergi ke Al-Hirah dan di sana ia belajar cerita-cerita tentang raja-raja Persia, kisah-kisah tentang Rustum, dan Isfandiyar. Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk di satu tempat untuk mengajak kaumnya ingat kepada Allah, mengingatkan mereka tentang hukuman Allah yang diterima orang-orang sebelum mereka, dan beliau beranjak dan tempat tersebut, maka An-Nadhr bin Al-Harits duduk di tempat yang sama, kemudian berkata, `Demi Allah, wahai orang-orang Qurais, aku lebih bagus ucapannya daripada Muhammad. Sekarang kalian kemarilah, niscaya aku katakan kepada kalian perkataan yang jauh lebih bagus daripada perkataan Muhammad!' Kemudian An-Nadhr bin Al-Harits bercerita kepada mereka kisah-kisah tentang raja-raja Persia, Rustum, dan Isfandiyar. la berkata, 'Dengan apa Muhammad lebih bagus ucapannya daripada saya?"'

    Ibnu Hisyam berkata, "An-Nadhr bin AI-Hants inilah (seperti disampaikan kepadaku) orang yang berkata, `Aku akan menurunkan ayat seperti yang diturunkan Allah'."

    Ibnu Ishaq berkata, "Seperti disampaikan kepadaku bahwa Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu berkata, `Al-Qur'an menurunkan delapan ayat tentang An-Nadhr bin Al-Harits. Yaitu firman Allah Ta'ala, `Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata, 'Itu adalah dongeng orang-orang yang dahulu. '(Al-Muthaffifin: 13). Dan semua ayat-ayat yang di dalamnya terdapat kata Al-Asaathir (dongeng orang-orang terdahulu) dalam AI-Qur'an'."

    Orang-orang Quraisy Bertanya kepada Rahib-rahib Madinah

    Ibnu Ishaq berkata, "Usai An-Nadhr bin Al-Harits berkata seperti itu, orang-orang Quraisy mengirimkannya bersama Uqbah bin Abu Mu'aith kepada rahib-rahib Madinah. Orang-orang Quraisy berkata kepada keduanya, 'Bertanyalah Italian berdua kepada rahib-rahib Yahudi tentang Muhammad, ceritakan sifat-sifatnya, dan jelaskan ucapannya kepada mereka, karena mereka adalah orang-orang yang pertama kali diberi ktab mempunyai pengetahuan tentang para nabi yang tidak kita ketahui.'

    An-Nadhr bin Al-Harits dan Uqbah bin Abu Mu'aith berangkat ke Madinah. Tiba di sana, keduanya bertanya kepada rahib-rahib Yahudi tentang Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, sembari menjelaskan sifat-sif at dan sebagian ucapan beliau kepada mereka. Keduanya berkata kepada mereka, `Sesungguhnya kalian mempunyai Kitab Taurat, dan kami datang kepada kalian untuk bertanya tentang sahabat kami (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam)'."

    Usulan Orang-orang Yahudi

    Ibnu Ishaq berkata, "Rahib-rahib Yahudi berkata kepada kedua utusan Quraisy, `Tanyakan tiga hal kepada sahabatmu. Jika ia mampu menjawab ketiga hal tersebut, ia seorang Nabi yang diutus. Jika ia tidak bisa menjawabnya, maka ia berkata bohong dan kalian bebas mengeluarkan pendapat kalian tentang dia. Tanyakan kepadanya perihal pemuda-pemuda yang meninggal pada periode pertama dan bagaimana informasi tentang mereka? Karena mereka mempunyai informasi yang menarik. Kemudian tanyakan kepadanya perihal seorang pengembara yang menjelajahi timur dan barat; bagaimana kisahnya? Kemudian tanyakan kepadanya perihal roh; apakah roh itu? Jika sahabatmu bisa menjawab ketiga pertanyaan tersebut, ia seorang Nabi dan kalian hams mengikutinya. Jika ia tidak bisa menjawabnya, berarti ia berkata bohong dan silahkan kerjakan apa yang kalian inginkan terhadap dia'."

    Orang-orang Quraisy Bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

    Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian An-Nadhr bin Al-Harits dan Uqbah bin Abu Mu'aith bin Abu Amr bin Umaiyyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushai pulang ke Makkah. Ketika keduanya bertemu kembali dengan orang-orang Quraisy, keduanya berkata kepada mereka, `Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya kami datang kepada kalian dengan membawa kata pamungkas persoalan kita dengan Muhammad. Rahib-rahib Yahudi menyuruh kita menaayakan tiga hal kepada Muhammad. Jika ia bisa menjawabnya, ia betul-betul seorang Nabi. Jika ia tidak bisa menjawabnya, ia berkata bohong dan kalian bebas mengeluarkan pendapat kalian terhadapnya.'

    Kemudian mereka datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan berkata kepada beliau, `Hai Muhammad, terangkan kepada kami tentang anak-anak muda yang meninggal dunia pada periode pertama, karena mereka mempunyai kisah yang menarik, kisah seorang pengembara yang menjelajahi dunia timur dan barat, dan jugs tentang roh?'

    Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Semua pertanyaan kalian aku jawab besok pagi.'

    Beliau rnengatakan begitu tanpa mengatakan insya Allah. Setelah itu, mereka berpaling dari hadapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Menurut banyak orang, selama lima belas malam Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak mendapatkan wahyu dan Malaikat Jibril tidak datang kepada beliau, hingga membuat gusar penduduk Makkah. Mereka berkata,'Muhammad menjanjikan memberi jawaban atas pertanyaan kita besok pagi, dan waktu sudah berjalan lima belas malam, namun ia tidak memberi jawaban atas pertanyaan kita.'Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sedih sekali, karena wahyu terputus dari beliau. Beliau terpukul dengan komentar orang-orang Quraisy terhadap dirinya. Kemudian Malaikat Jibril datang kepada beliau dari Allah Azza wa Jalla dengan membawa surat AI-Kahfi. Dalam surat tersebut, Allah mengecam kesedihan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam atas mereka, menjelaskan kepada beliau informasi seputar pertanyaan mereka; perihal pemuda-pemuda yang mereka maksud, sang pengembara, dan permasalahan roh."

NALAR:

Ayat-ayat itu bukan ayat-ayat dari Tuhan, melainkan ayat-ayat hasil pikiran Muhammad belaka.
Ketika Muhammad membutuhkan ayat-ayat yang gampang membuatnya, dia bisa secepat kilat mengucapkannya, tanpa menunggu waktu berhari-hari.
Tetapi sewaktu Muhammad butuh ayat-ayat jawaban atas pertanyaan yang sulit, Muhammad tidak bisa menurunkan ayat secepat ayat-ayat gampang, dia harus mikir dulu untuk menemukan jawabannya.

Untuk menutupi itu, dia mengatakan "wahyu terputus" atau "malaikat jibril terlambat datang kepadanya".


Kesimpulan mengenai Muslim yang Percaya Muhammad menerima Wahyu:

Muslim itu adalah MAKHLUK TERBODOH DI DUNIA.
Muslim sama sekali tidak merasa curiga walau terdapat fakta-fakta kejanggalan yang terlihat dari diri Muhammad.

by Duladi


Diriwayatkan Aisha : Aku mengawasi perempuan-perempuan itu yang memberikan diri mereka ke rasulullah dan aku berkata, “Dapatkah seorang perempuan memberikan dirinya (kepada pria)?” Tetapi ketika Allah mewahyukan: “Engkau (O Muhammad) dapat membatalkan siapapun yang engkau kehendaki dari mereka (istri-istri mu), dan engkau dapat menerima siapapun dari mereka yang engkau ingini; dan tidak disalahkan bagimu bila engkau mengajak kembali salah satu dari yang engkau ceraikan (bersifat sementara) [33.51] Aku berkata (kepada Nabi) , “Aku merasa bahwa Tuhan selalu dengan cepat memenuhi keinginan dan hasratmu.” [Sahih al-Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 311].

Read more: http://islamexpose.blogspot.com/2008/08/bgmana-ceritanya-muhammad-ubah-kiblat.html#ixzz2Q91V87OZ

========================

tau ga seh lo.
 DEBATER ESLAM ENTU IDEOT. BACA N PLAJARIN N SLIDIKKIN SEBAB2 TURUNNYE AYAT. SMUA KEJADEAN PASTI KEK GINI.
 1. ADA KEJADIAN ATO MASALAH.
 2. MAMAD MENNGAMBIL KEPUTUSAN ATAS HAL TERSEBUT.
 3. OLO TURUNIN AYAT.

 DARE SINI JELAS SKALI KALO OLO = MAMAD.

 KALO OLO BUKAN MAMAD MASA SEH OLO SLALU IKUTIN SMUA KEINGINAN MAMAD. HA...7X

 O IYE GUE LUPA, SI OLO KAN TUHAN YANG IDEOT MAKENYE DIE NURUT MA MAMAD, BAHKAN NURUT AJE SAAT DISURUH SOLAWATIN MAMAD. HA...7X

 SAPE YANG SOLAWAT MAMAD 1 KALI MAKA OLO AKAN BALES SOLAWATIN MAMAD 10 KALI.

 MIKIR PAKE OTAK GA SEH LO.

 APE UNTUNGNYE LO SOLAWAT MAMAD ? GA ADA. KARNA OLO GA BALES SOLAWATIN LO. TAPI OLO BALESNYE SOLAWATIN MAMAD. HA...7X

 JADE YANG UNTUNG YAH SI MAMAD LAH. HA...7X

 CUMA ORANG IDEOT YANG GA MERASA JANGGAL MA QS 33:56 N HADIS BUKHARI N MUSLIM YANG BAHAS SOLAWAT MAMAD. HA...7X

  QORAN ADALAH PUISI KARANGAN MAMAD. HA...7X 

 MAKENYE MURTAD DARE TUHAN MAMAD. HA...7X

 YLU AMEN

---------------------------------

Marco Balian
Perdana Mentri InggrisKaleb YosuaRama RhamadhanFirman BiaggiYUUUKK SAMA SAMA LIAT MANA DUSTA MANA WAHYU,,KALAU ANDA BER INTELEKTUAL TINGGI SAMBIL MENUTUP MATAPUN ANDA MUDAH DAPATKAN HOAKNYA,,BACA SAJA SAMBIL SENYUM LEBAR,,Ayat 51-54, yaitu firman Allah ta'ala,

 "Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab ? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut , dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman. Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barangsiapa yang dikutuki Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya. Ataukah ada bagi mereka bahagian dari kerajaan (kekuasaan) ? Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikitpun (kebajikan) kepada manusia .ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya ? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar." (an-Nisaa': 51-54)

 Sebab Turunnya Ayat

 Ahmad dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas berkata, "Ketika Ka'b ibnul Asyraf datang ke Mekah, orang-orang Quraiys berkata, 'Tidakkah kalian melihat orang yang bertahan terpisah dari kaumnya itu. Dia kira dia lebih baik dari kita, padahal kita adalah orang-orang yang selalu menunaikan haji, para pengabdi dan pemberi minum orang-orang yang melaksanakan haji.' Ka'b ibnul Asyraf menjawab, ''Ya, kalian lebih baik darinya.'

 Lalu turunlah firman Allah pada mereka,,,<<<<<<<<<<<<<<<<ternyata yg dapat wahyu bukan hanya si mamad,,tapi gengnya juga<<<<<<

 'Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah)." (al-Kautsar: 3)

 Dan turun firman Allah, '"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab?" hingga firman-Nya,

 '...niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya."' (an-Nisaa': 51-52)

 Ibnu Ishaq meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas berkata, "Orang-orang yang menggalang Bani Quraisy, Ghathfan, dan Bani Quraizhah untuk memerangi Nabi saw. pada Perang Ahzab adalah Huyai bn Akhtab, Salam bin Abil Huqaiq, Abu Rafi', ar-Rabi' bin Abil Huqaiq, Abu Amir, dan Haudzah bin Qais. Mereka semua adalah dari Bani Nadhir. Ketika mereka mendatangi orang-orang Quraiys, orang-orang Quraisy berkata, 'Para pendeta Yahudi itu adalah orang-orang yang tahu tentang kitab-kitab yang lebih dulu diturunkan. Tanyalah mereka apakah agama kalian lebih baik ataukah agama Muhammad.' Ketika ditanya tentang hal itu, para pendeta Yahudi tersebut menjawab, 'Agama kalian lebih baik daripada agama Muhammad. Dan kalian lebih mendapatkan petunjuk daripada dia dan para pengikutnya.' Maka Allah menurunkan firman-Nya, ''"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab?" hingga firman-Nya, "...dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar." (an-Nisaa': 51-54)

 Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari jalur al-Aufi, dia berkata, "Orang-orang Ahli Kitab berkata, 'Muhammad mengatakan bahwa dia diberi apa yang dia dapatkan adalah karena ketawadhu'an, sedangkan dia mempunyai sembilan istri. Dan keinginannya hanyalah menikah saja. Maka raja mana yang lebih utama dari dia?' Maka Allah menurunkan firman-Nya,((allah mendadak ngayat backing kontol si brengsek mamad???

 "....ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad)..." (an-Nisaa': 54)

 Ibnu Sa'ad juga meriwayatkan hadits yang serupa dengan di atas dari Umar, maula Afrah, tapi isinya lebih ringkas.

 77. HR. Abu Dawud dalam Kitabul Asyribah, No. 3026, Tirmidzi dalam Kitabut Tafsir, No. 2952 dan al-Hakim dalam al-Mustadrak, No. 7330.

 78. HR. Thabrani dalam al-Mu'jamul Kabiir, No. 872.

 79. HR. Thabrani dalam al-Mu'jamul Kabiir, No. 3956.



 Sumber: Diadaptasi dari Jalaluddin As-Suyuthi, Lubaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul, atau Sebab Turunnya Ayat Al-Qur'an, terj. Tim Abdul Hayyie (Gema Insani), hlm. 164-171.
Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’d ra.: Rasulullah Saw pernah bersabda, “siapapun yang dapat menjaga lidah dan kemaluannya, aku jamin ia akan masuk surga” (H.R Bukhari)
KNAPE MAMAD BISA JAMIN ORANG MASUK SORGA? KARNA MAMAD SENDIRILAH OLO. HA...7X

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Zaid yang berkata, "Suatu ketika, Rasulullah mendengar bahwa ada seorang laki-laki berkata, 'Jika Rasulullah wafat maka sepeninggal beliau saya akan menikahi Fulanah (seraya menyebut nama salah seorang istri beliau). Sebagai respons terhadap hal itu, Muhammad lalu menurunkan ayat,"Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah...."""

Ibnu Abbas juga meriwayatkan, "Ayat ini turun berkenaan dengan seorang laki-laki yang bermaksud menikahi beberapa orang di antara istri Nabi sepeninggal beliau." Sufyan berkata, "Diriwayatkan bahwa istri Rasulullah yang dimaksud adalah Aisyah."

Dari Suddi juga diriwayatkan, "Kami mendengar bahwa Thalhah bin Ubaidillah pernah berkata, 'Bagaimana mungkin Muhammad menghalangi kami untuk menikahi anak-anak paman kami sementara ia sendiri menikahi kaum wanita kami. Jika suatu saat terjadi sesuatu padanya, niscaya kami akan menikahi istri-istrinya sepeninggalnya.' Sebagai responsnya, Muhammad lalu membuat ayat ini."

Ibnu Sa'ad meriwayatkan dari Abu Bakar dari Muhamamd bin Amru yang berkata, "Ayat ini turun sebagai respons terhadap ucapan Thalhah bin Ubaidillah, yaitu, 'Jika nanti Rasulullah wafat, maka saya akan menikahi Aisyah.'"

Juwaibir meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa seorang laki-laki datang dan berbincang-bincang dengan beberapa istri Rasulullah. Laki-laki itu adalah anak paman istri beliau. Ketika Rasulullah melihat hal tersebut, beliau berkata kepada laki-laki itu, "Jangan sampai engkau mengulangi tindakanmu ini untuk kedua kalinya!"

Laki-laki itu lalu berkata, "Wahai Rasulullah, ia adalah anak paman saya. Demi Allah, saya tidak mengucapkan kata-kata yang tidak baik kepadanya, demikian juga ia."

Akan tetapi, Rasulullah balik berkata, "Engkau telah mengetahui bahwa tidak ada yang lebih pencemburu dibanding Allah dan sesungguhnya tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu dibanding saya."

Laki-laki itu kemudian pergi. Setelah agak jauh ia berkata, "Bagaimana mungkin beliau melarang saya berbicara dengan anak wanita paman saya. Saya sungguh akan menikahinya sepeninggal beliau kelak." Muhammad lalu menurunkan ayat ini.

Lebih lanjut, Ibnu Abbas berkata, "Sebagai bentuk penyesalan dan tobatnya terhadap ucapannya di atas, laki-laki itu pun kemudian memerdekakan seorang budak, menginfakkan hartanya di jalan Allah seberat yang bisa diangkut sepuluh ekor unta, serta menunaikan haji dengan berjalan kaki."
DARE HADIS DI ATAS DE SANGAT JELAS KALO MAMAD = OLO. KARNA MAMAD YANG NGARANG AYAT ATAS NAMA OLO. HA...7X

Steiner Budiman berbagi status melalui As-Sunnah.
HADIS LAEN BILANG ARI JUMAT. HA...7X MAMAD EMANG GA BISA DIPEGANG OMONGANNYE. HA...7X JUSTRU OMONGAN MAMAD NYANG SUKA BEROBAH2 NTU MEMBUKTIKAN KALO MAMAD = OLO. HA...7X SOALNYE OLO JUGA SUKA BEROBAH2 OMONGANNYE TAUK. HA...7X

BUKTI OLO = MAMAD http://antikrismuhammad.blogspot.com/2013/03/bukti-olo-mamad.html

QORAN ADALAH PUISI KARANGAN MAMAD. HA...7Xhttp://allahswtadalahiblis.blogspot.com/2013/02/qoran-adalah-puisi-karangan-mamad-ha7x.html

YBU AMEN
Keutamaan Hari Nahr

Dari Abdullah bin Qurâthradhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَعْظَمُ الأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ
“Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari An-Nahr kemudian hari Al-Qarr.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dâwud, An-Nasâ`iy dalam As-Sunan Al-Kubrâ, dan selainnya. Dishahih kan oleh Al-Albâny dalam lrwâ’ul Ghalîl no. 1958.]

An-Nahr berarti penyembelihan. 10 Dzulhijjah disebut dengan hari An-Nahr sebab hari tersebut adalah permulaan syariat penyembelihan hewan qurban.

Hari Al-Qarr artinya hari menetap karena, pada 11 Dzulhijjah, orang-orang yang mengerjakan ibadah haji bermalam dan menetap di Mina.

Selain itu, 12 Dzulhijjah disebut dengan nama hari An-Nafar Al-Awwal karena jamaah haji keluar dari Mina pada hari ini.
13 Dzulhijjah disebut dengan nama hari An-Nafar Ats-Tsâny karena ini adalah hari terakhir di Mina bagi jamaah haji yang menginginkan hal yang lebih afdhal.

Hadits di atas menunjukkan bahwa hari An-Nahr adalah hari yang paling agung di sisi Allah Ta’âlâ. Hari An-Nahr adalah hari haji Akbar yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam [sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumâriwayat Al-Bukhâry –secara mu’allaq-, Abu Dâwud, Ibnu Mâjah dan selainnya. Dishahihkan oleh Al-Albâny dalam beberapa buku beliau.] dan termasuk hari ‘Id umat Islam sebagaimana keterangan yang telah berlalu dalam hadits ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu.

Hari An-Nahr, atau ‘Id An-Nahr, lebih utama daripada ‘Idul Fitri. Hal ini karena, pada ‘Id An-Nahr, terdapat pelaksanaan shalat, penyembelihan, keutamaan dalam sepuluh hari Dzulhijjah, serta keutaman tempat dan waktu yang agung bagi orang-orang yang melaksanakan ibadah haji, sedangkan, pada ‘Idul Fitri, hanya terdapat pelaksanaan shalat dan shadaqah saja. Tentunya, sembelihan lebih utama daripada shadaqah.

Sikap Muhammad thd awloh membantu kita tahu siapa Awloh

Postoleh Duladi • Jumat 27 November 2009 pk 13.59
Di topik ini saya akan memperlihatkan pada kalian bahwa:

1) AWLOH adalah FIKTIF (sosok kayal ciptaan Muhammad)
2) AWLOH adalah PRIBADI SETAN
3) AWLOH adalah BERHALA (batu hitam hajar aswad)
4) AWLOH adalah Muhammad itu sendiri (selaku pemerannya)

4 IDENTITAS AWLOH dapat kita lihat dari diagram ilustrasi berikut:

Gambar

Gambar

____________________

1) AWLOH adalah FIKTIF (sosok kayal ciptaan Muhammad)

Sikap Muhammad yang bisa kita lihat:
    1) Tidak sudi mempercayakan keselamatan dirinya kepada Awloh
    2) Lebih percaya kekuatan manusia (orang-orang Anshar/Jihadis) ketimbang mempercayakan dirinya kepada awloh

Bukti sikap Muhammad dari Sumber Islam terpercaya:

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 400-401

    Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbicara. Beliau membaca Al-Qur'an, mengajak mereka kepada agama Allah dan mengharapkan keislaman mereka. Setelah itu, beliau bersabda, 'Aku membait kalian agar kalian melindungiku sebagaimana kalian melindungi anak-istri kalian.'

    Al-Barra' bin Ma'rur memegang tangan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kemudian ia berkata, 'Ya, demi Dzat yang mengutusmu dengan membawa kebenaran, kami pasti melindungimu sebagaimana kami melindungi anak-istri kami. Baiatlah kami wahai Rasulullah! Demi Allah, kami ahli perang dan ahli senjata. Itu kami wariskan dari satu generasi kepada generasi lainnya.'

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 Halaman 43-44

    Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah SAW dikepung orang-orang Quraisy, beliau berkata, 'Siapa orang yang siap mengorbankan nyawa untukku?'

Penjelasan:

    Kita bisa tahu alasannya, kenapa Muhammad tidak percaya pada awlohnya, dan lebih percaya pada manusia.

    Itu ibaratnya seorang pengarang tokoh fiksi Superman tak mungkin sewaktu mengalami bahaya dia teriak-teriak, "Superman, tolong aku!"
    Walaupun dia bisa mengarang tokoh Superman, tapi sewaktu dia mengalami bahaya dia akan teriak-teriak pada manusia, bukan pada tokoh fiksi ciptaannya itu.

    Muhammad, walaupun di saat-saat tenang dia bisa berkata dengan lantang: "Awloh maha perkasa, awloh maha kuat, awloh maha melindungi."
    Tapi di saat-saat genting dan terancam bahaya, Muhammad tidak berteriak kepada awlohnya, tapi berteriak kepada manusia.

    Kalau kita berteriak kepada manusia, itu bisa dimaklumi karena kita bukan nabi yang tidak ada kedekatan dengan Sang Tuhan.
    Muhammad khan ngakunya "nabi", dia sudah mengalami hubungan luar biasa dengan tuhannya, suatu pergumulan yang nyata penuh kuasa ilahi, yang tidak dimiliki oleh orang-orang biasa seperti kita. Namun di saat-saat dia mengalami kegentingan, sikapnya kepada awlohnya itu menunjukkan kalau dia tak ubahnya seperti kita (manusia biasa, bukan nabi), dan sosok yang diklaimnya tuhan itu hanyalah sosok rekaan ciptaannya sendiri sehingga tak mungkin dia mengandalkannya.


2) AWLOH adalah PRIBADI IBLIS (sosok yg meng-inspirasi Muhammad)

Sikap Muhammad yang bisa kita lihat:
    1) Mengancam Awloh tidak akan disembah, bila awloh tak memberinya kemenangan (sebagai isyarat bagi kita kalau awloh GILA SEMBAH)
    2) Melarang pengikutnya berdoa menatap langit (Simbol Takhta Tuhan), dan menganjurkan pengikutnya berdoa ke arah Kabah (di bumi, simbol tempat tinggal Iblis)

Bukti sikap Muhammad dari Sumber Islam terpercaya:

    Sahih Muslim Jilid 3, 4360
    "Ya Allah, capailah untuk aku apa yang Engkau telah menjanjikan aku ! Ya Allah, bawalah apa yang Engkau telah janjikan dulu, Ya Allah! Jika kumpulan Muslim yang kecil ini terhapus, Engkau tidak akan disembah di Bumi ini.

    Sahih Bukhari Vol 9, Book 93. Oneness, Uniqueness Of Allah (Tawheed). Hadith 579.
    Diriwayatkan oleh Abu Dharr : Nabi berkata, Jibril datang padaku dan memberi aku kabar baik bahwa siapa saja yang mati tanpa menyembah apapun selain Allah akan masuk surga. Aku bertanya (pada Jibril), "Walaupun dia mencuri, walaupun dia berzinah?" Dia menjawab, " (Ya), "Walaupun dia mencuri, dan walaupun dia berzinah."

    Sahih Muslim Book 4. Prayer. Hadith 0862
    Jabir bin samura melaporkan:Rasul berkata : Orang2 yang memandang ke langit di saat berdoa diharuskan menghindari itu atau mereka kehilangan penglihatannya

    QS 2:144
    Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

    QS 2:150
    Dan dari mana saja kamu (keluar), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujjah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim diantara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku (saja). Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk.

    Hadits riwayat Ibnu Majah
    Rasulullah SAW bersabda: Dibukakan pintu langit dan diperkenankan doa orang muslim ketika melihat Ka'bah.

Penjelasan:

    Baca di:



    Gambar

    Gambar

Bersambung ...
Duladi
Tulisan: 1608
Bergabung: Kamis 20 November 2008 pk 1.04

Re: Sikap Muhammad thd awloh membantu kita tahu siapa Awloh

Postoleh Duladi • Jumat 27 November 2009 pk 14.40
3) AWLOH adalah BERHALA (batu hitam hajar aswad)

Sikap Muhammad yang bisa kita lihat:
    1) Dia memperkenalkan tuhan yang tauhid, yaitu tuhan yang sendirian yang tidak boleh dipersekutukan atau diperserikatkan bersama berhala-berhala (tuhan-tuhan lain)
    2) Pada waktu dia merebut Mekkah dari Quraish, dia membersihkan Kabah, 360 berhala dihancurkan dan menyisakan 1 berhala, yaitu hajar aswad.
    3) Sebelum Muhammad mengaku rasul, dia sudah mengkeramatkan batu hitam hajar aswad. Jadi batu itu bukanlah batu biasa.

Bukti sikap Muhammad dari Sumber Islam terpercaya:

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 162-163

      Konflik Orang-orang Quraisy dalam Peletakan Hajar Aswad

      lbnu Ishaq berkata, "Semua kabilah di Quraisy mengumpulkan batu-batu untuk pembangunan Ka'bah. Setiap kabilah mengumpulkan batu sendiri-sendiri, kemudian mereka membangun Ka'bah. Ketika pembangunan memasuki tahap peletakan Hajar Aswad, mereka bertengkar. Setiap kabilah ingin mengangkat Hajar Aswad ke tempatnya tanpa melibatkan kabilah lainnya. Itulah yang terjadi hingga mereka berdebat, saling sumpah, dan bersiap-siap untuk perang. Bani Abduddaar mendatangkan mangkok yang penuh dengan darah, kemudian mereka bersekutu dengan Bani Adi bin Ka'ab bin Luai untuk mati bersama dan memasukkan tangan mereka ke dalam mangkok darah tersebut. Oleh karena itu, mereka dinamakan La aqatu Ad-Dami (sesendok darah). Orang-orang Quraisy selama empat atau lima malam dalam kondisi seperti itu."

      Penyelesaian Konflik

      lbnu Ishaq berkata, "Kemudian mereka bertemu di Masjidil Haram untuk berunding. Sebagian perawi mengaku bahwa Abu Umaiyyah bin Al-Mughirah bin Umar bin Makhzum, orang tertua di kalangan Quraisy berkata, 'Hai orang-orang Quraisy, serahkan penyelesaian konflik kalian ini kepada orang yang pertama kali masuk ke dalam masjid.' Mereka menuruti perintah Abu Umaiyyah bin Al-Mughirah, dan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjadi orang yang pertama kali masuk ke dalam masjid. Ketika mereka melihat Rasulullah Shaliallahu Alaihi wa Sallam sudah berada di dalam Masjid, mereka berkata, 'Kami ridha terhadap orang yang terpercaya ini, Muhammad.' Ketika beliau bertemu dengan mereka, maka diceritakan kepada beliau, kemudian beliau berkata, 'Serahkan kain Ka'bah kepadaku.' Kain Ka'bah diberikan kepada beliau. Rasulullah mengambil Hajar Aswad yang diperebutkan, kemudian meletakkannya ke dalam kain dengan tangannya sendiri dan berkata, 'Hendaklah setiap kepala kabilah memegang ujung kain, kemudian mengangkat kain tersebut bersama-sama.' Mereka menuruti perintah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ketika mereka tiba di tempat Hajar Aswad, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengambil Hajar Aswad dari kain tersebut kemudian meletakkannya di tempatnya. Sebelum Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menerima wahyu, orang-orang Quraisy menamakan beliau Al Amin (orang yang terpercaya)."

      Gambar

    Hadis Sahih Muslim 1190
    "Tatkala Rasulullah SAW tiba di Mekah, mula-mula beliau datangi Hajar Aswad lalu beliau mencium."

    Hadis Sahih Muslim 1150
    Sebelum mencium Hajar Aswad itu, Muhammad mengucapkan: "Labbaik allahuma labbaik" yang berarti :
    "Ya Allah atas panggilanMu aku datang kepadaMu."


    Hasan: Irwa-ul Ghalil IV:312 dan al-Bazzar II:23 no:1114
    Dari Ibnu Umar r.a. berkata, saya pernah melihat Umar bin Khattab r.a. mencium hajar aswad dan sujud diatasnya, kemudian kembali lagi mencium (lagi) dan sujud (lagi) diatasnya. Kemudian dia berkata, “Begitulah saya melihat Rasulullah saw. (berbuat).”

    MUWATTA, Book 20, Number 20.33.113:
    Yahya bercerita padaku dari Malik apa yang dia dengar bahwa ketika Rasul Allah SAW telah selesai Tawaf Kabah, sholat dua rokaat, dan ingin berangkat ke Safa dan Marwa, dia akan memberi hormat ke sudut tempat Batu Hitam berada sebelum berangkat.

    Hadits riwayat Ibnu Majah
    Rasulullah SAW bersabda: Dibukakan pintu langit dan diperkenankan doa orang muslim ketika melihat Ka'bah (=tempat di mana hajar aswad berada).

    Hadits Tirmizi
    Batu Hitam Hajar Aswad adalah sebagai tempat berdoa yang mustajab...

    Hadits Shahih Bukhari no. 1187
    Dari Abdullah bin Mas'ud r.a. katanya: "Nabi SAW memasuki kota Mekkah, sedang di waktu itu di keliling Ka'bah terdapat tiga ratus enam puluh berhala."

    Gambar

    Gambar

Penjelasan:

Baca di:
Duladi
Tulisan: 1608
Bergabung: Kamis 20 November 2008 pk 1.04

Re: Sikap Muhammad thd awloh membantu kita tahu siapa Awloh

Postoleh Duladi • Jumat 27 November 2009 pk 15.03
4) AWLOH adalah MUHAMMAD ITU SENDIRI (selaku AKTOR PEMERANNYA)

Sikap Muhammad yang bisa kita lihat:
    1) Menolong Muhammad = Menolong Awloh
    2) Ayat-ayat keluar dari mulutnya setelah Muhammad mendapat ide atau masukan dari sahabatnya
    3) Ayat-ayat keluar dari mulutnya di saat Muhammad membutuhkannya untuk keperluannya sendiri
    4) Muhammad tahu awloh tak bisa memberi jawab atas 3 pertanyaan Quraish pada hari yang sama, sehingga dia menjanjikan "BESOK"

Bukti sikap Muhammad dari Sumber Islam terpercaya:

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 2 halaman 623-624

    Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendengar ucapan Ashma' binti Marwan di atas, beliau bersabda, 'Ketahuilah, siapakah yang bisa membunuh putri Marwan?' Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam didengar Umair bin Adi Al-Khathmi yang ketika itu berada di dekat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Pada malam tersebut, Umair bin Adi Al-Khathmi pergi ke rumah Ashma' binti Marwan dan membunuhnya. Esok paginya, Umair bin Adi bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, kemudian ia berkata, 'Wahai Rasulullah, aku telah membunuh wanita tersebut.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 'Hai Umair, engkau telah menolong Allah dan Rasul-Nya.'

    Sahih Al-Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 313:
    Diceritakan oleh Umar bin Khattab: Aku berkata, "Oh Rasul Allah! Orang-orang alim dan orang-orang mata keranjang ada di sekitarmu, jadi sebaiknya aku sarankan bahwa engkau memerintahkan istri-istrimu untuk memakai kerudung." Kemudian Allah menurunkan ayat tentang hijab (=pakaian yang menutupi seluruh tubuh wanita kecuali mata)

    Buku Sebab Turunnya Ayat Alquran oleh Jalaludin As-Suyuti, halaman 466-467:

      QS 33:59
      Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


      Sebab turunnya ayat
      Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah, "Setelah turunnya perintah berhijab, suatu ketika Sau'dah (salah seorang istri Rasulullah) keluar untuk membuang hajat. Sau'dah adalah seorang wanita berbadan besar sehingga akan langsung dikenali jika berpapasan dengan orang yang telah mengenalnya. Di tengah jalan, Umar melihatnya. Umar lalu berkata, 'Wahai Sau'dah, kami sungguh masih dapat mengenali engkau. Oleh karena itu, pertimbangkanlah kembali bagaimana cara engkau keluar!'

      Mendengar ucapan Umar itu, Sau'dah langsung berbalik pulang dengan cepat. Pada saat itu, Rasulullah tengah makan malam di rumah saya dan di tangan beliau tengah tergenggam minuman. Ketika masuk ke rumah, Sau'dah langsung berkata, 'Wahai Rasulullah, baru saja saya keluar untuk menunaikan hajat. Akan tetapi, Umar lalu berkata begini dan begini kepada saya.' Tiba-tiba turun wahyu kepada Rasulullah. Ketika wahyu selesai dan beliau kembali ke kondisi semula, minuman yang ketika itu beliau pegang masih tetap berada di tangannya. Rasulullah lalu berkata, 'Sesungguhnya telah diizinkan bagi kalian keluar rumah untuk menunaikan hajat kalian." (Shahih Bukhari, kitab at-Tafsiir, hadits nomor 4795).

      Ibnu Sa'd, dalam kitab ath-Thabaqaat, meriwayatkan dari Abu Malik yang berkata, "Para istri Rasulullah biasa keluar di malam hari untuk menunaikan hajat. Akan tetapi, beberapa orang munafik kemudian mengganggu mereka di perjalanan sehingga mereka merasa tidak nyaman. Ketika hal tersebut dilaporkan (kepada Rasulullah), beliau lantas menegur orang-orang tersebut. Akan tetapi, mereka balik berkata, 'Sesungguhnya kami hanya melakukannya dengan isyarat tangan (menunjuk-nunjuk dengan jari).' Setelah kejadian itu, turunlah ayat ini." Ibnu Sa'ad juga meriwayatkan hal serupa dari al-Hasan dan Muhammad bin Ka'ab al-Qurazhi.

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 507
    Ibnu Ishaq berkata, Rafi' bin Harimalah dan Wahb bin Zaid berkata kepada Rasulullah SAW, "Hai Muhammad, datanglah kepada kami dengan membawa kitab yang engkau turunkan kepada kami dari langit sehingga kami bisa membacanya, alirkan untuk kami sungai, niscaya kami mengikutimu dan membenarkanmu." Allah Ta'ala menurunkan ayat tentang ucapan Rafi' bin Harimalah dan Wahb bin Zaid, Surat Al-Baqarah ayat 108: "Apakah kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasul kamu seperti Bani Israil meminta kepada Musa pada jaman dahulu? Dan barangsiapa yang menukar iman dengan kekafiran, maka sungguh orang itu telah sesat dari jalan yang lurus"

    Buku Sebab Turunnya Ayat Alquran oleh Jalaludin As-Suyuti, halaman 461-462
    Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. yang berkata, "Pada hari Rasulullah menikahi Zainab binti Jahsy, beliau mengundang orang-orang menghadiri jamuan di rumah beliau. Setelah orang-orang tersebut selesai makan, mereka lantas tetap duduk di tempatnya sambil bercakap-cakap."Rasulullah lantas pura-pura berdiri (agar orang-orang yang hadir itu pun ikut berdiri). Melihat tindakan Rasulullah tersebut, sebagian hadirin tersebut lantas ikut berdiri. Akan tetapi, tiga orang dari mereka tetap duduk di tempat dan baru keluar beberapa saat kemudian. Setelah semuanya keluar, saya lalu mendatangi Rasulullah untuk mengabarkan hal tersebut. Rasulullah lantas datang dan masuk ke rumah. Saya pun ikut masuk ke dalam. Akan tetapi, Rasulullah langsung menurunkan tirai yang menghalangi antara saya dan beliau. Allah lantas menurunkan ayat: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri- isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah." (Al-Ahzab: 53)

    Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 254-255

      Usulan Orang-orang Yahudi

      Ibnu Ishaq berkata, "Rahib-rahib Yahudi berkata kepada kedua utusan Quraisy, `Tanyakan tiga hal kepada sahabatmu. Jika ia mampu menjawab ketiga hal tersebut, ia seorang Nabi yang diutus. Jika ia tidak bisa menjawabnya, maka ia berkata bohong dan kalian bebas mengeluarkan pendapat kalian tentang dia. Tanyakan kepadanya perihal pemuda-pemuda yang meninggal pada periode pertama dan bagaimana informasi tentang mereka? Karena mereka mempunyai informasi yang menarik. Kemudian tanyakan kepadanya perihal seorang pengembara yang menjelajahi timur dan barat; bagaimana kisahnya? Kemudian tanyakan kepadanya perihal roh; apakah roh itu? Jika sahabatmu bisa menjawab ketiga pertanyaan tersebut, ia seorang Nabi dan kalian harus mengikutinya. Jika ia tidak bisa menjawabnya, berarti ia berkata bohong dan silahkan kerjakan apa yang kalian inginkan terhadap dia'."

      Orang-orang Quraisy Bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

      Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian An-Nadhr bin AI-Harits dan Uqbah bin Abu Mu'aith bin Abu Amr bin Umaiyyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushai pulang ke Makkah. Ketika keduanya bertemu kembali dengan orang-orang Quraisy, keduanya berkata kepada mereka, `Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya kami datang kepada kalian dengan membawa kata pamungkas persoalan kita dengan Muhammad. Rahib-rahib Yahudi menyuruh kita menanyakan tiga hal kepada Muhammad. Jika ia bisa menjawabnya, ia betul-betul seorang Nabi. Jika ia tidak bisa menjawabnya, ia berkata bohong dan kalian bebas mengeluarkan pendapat kalian terhadapnya.'

      Kemudian mereka datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan berkata kepada beliau, `Hai Muhammad, terangkan kepada kami tentang anak-anak muda yang meninggal dunia pada periode pertama, karena mereka mempunyai kisah yang menarik, kisah seorang pengembara yang menjelajahi dunia timur dan barat, dan juga tentang roh?' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Semua pertanyaan kalian aku jawab besok pagi.' Beliau mengatakan begitu tanpa mengatakan insya Allah. Setelah itu, mereka berpaling dari hadapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Menurut banyak orang, selama lima belas malam Rasulullah ShallallahuAlaihi wa Sallam tidak mendapatkan wahyu dan Malaikat Jibril tidak datang kepada beliau, hingga membuat gusar penduduk Makkah. Mereka berkata, 'Muhammad menjanjikan memberi jawaban atas pertanyaan kita besok pagi, dan waktu sudah berjalan lima belas malam, namun ia tidak memberi jawaban atas pertanyaan kita.' Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sedih sekali, karena wahyu terputus dari beliau. Beliau terpukul dengan komentar orang-orang Quraisy terhadap dirinya. Kemudian Malaikat Jibril datang kepada beliau dari Allah Azza wa Jalla dengan membawa surat AI-Kahfi. Dalam surat tersebut, Allah mengecam kesedihan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam atas mereka, menjelaskan kepada beliau informasi seputar pertanyaan mereka; perihal pemuda-pemuda yang mereka maksud, sang pengembara, dan permasalahan roh."

Penjelasan:

    Baca di:




    Gambar

    Gambar

    Gambar

    Gambar
Duladi
Tulisan: 1608
Bergabung: Kamis 20 November 2008 pk 1.04

Re: Sikap Muhammad thd awloh membantu kita tahu siapa Awloh

Postoleh Duladi • Kamis 16 September 2010 pk 15.02
Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

sumber : http://mengenal-islam.phpbb3now.com/viewtopic.php?f=7&t=1008



A: Kau tahu, ada nabi yg bilang bahwa khusus dirinya aja boleh ngelakuin apa saja, termasuk tidur dengan wanita mana pun, merampok dsb. Dia boleh mengawini janda-janda pengikutnya, tapi sebaliknya, pengikutnya gak boleh mengawini janda nabi.

B: Emang siapa yg memberi hak-hak nyeleneh itu padanya?

A: Tuhannya.

B: Siapa yg memberitahu bahwa hak-hak nyeleneh itu pemberian Tuhannya?

A: Si nabi sendiri.

B: Wkwkwkwkwkwkwk..... pantesan................. Gak aneh, wajar aja lha wong yg jadi tuhan dia sendiri..... wkwkwkwk.... Baru aneh, kalo yg ngasih hak-hak nyeleneh itu Tuhan beneran, semisal langsung ngomong dari langit dan semua orang denger...
Lha itu sumbernya dari si nabi sendiri..... ya gak aneh lha. Kan di dunia ini emang banyak penipu.

-----------------------------------








Oleh: Sam Shamoun

Pendahuluan
Sepanjang “kenabian” Muhammad dia selalu mencoba untuk merukunkan Yahudi dan Kristen dengan harapan meyakinkan mereka bahwa ia adalah seorang nabi sejati seperti nabi-nabi lain dalam Bibel. Beberapa cara yang dia usahakan adalah dengan mengadopsi praktek keagamaan tertentu dari Yahudi dan Kristen seperti puasa, sunat, tayyamun, peraturan makan (halal-haram), dll. Ketika dia melihat Yahudi dan Kristen tidak menerimanya, dengan menolak menerimanya sebagai nabi, Muhammad berbalik memusuhi mereka dan menghapuskan beberapa dari kebiasaa dan praktek yang asalnya diadopsi dari mereka.


Bukti
Menurut sumber muslim, Muhammad pertama kali mengadopsi puasa Yahudi, yang dilakukan pada Hari Penyesalan (Taubat), ketika dia datang ke Medina:
Diriwayatkan Ibn Abbas: Nabi datang ke Medina dan melihat Yahudi puasa pada hari Ashura. Dia bertanya kepada mereka tentang itu. Mereka menjawab, “Ini adalah hari yang baik, hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh-musuh mereka. Maka, Musa puasa pada hari ini.” Nabi berkata, “Kami lebih mengakui Musa ketimbang engkau.” Maka, Nabi puasa pada hari itu dan memerintahkan (muslim) untuk puasa (pada hari itu). [Sahih al-Bukhari, Volume 3, Book 31, Number 222], lihat juga [Sahih al-Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 202].
Diriwayatkan Aisha: Orang-orang puasa pada hari Ashura (hari ke 10 pada bulan Muharram) sebelum puasa Ramadan menjadi kewajiban. Dan pada hari Kabah ditutup dengan sebuah penutup. Ketika Allah menjadikan puasa pada bulan Ramadhan wajib, Rasulullah berkata, “Siapapun yang ingin puasa (pada hari Ashura) kerjakan itu; dan siapaun yang ingin meninggalkan lakukan itu.” (Sahih al-Bukhari, Volume 2, Book 26, Number 662), lihat juga (Sahih al-Bukhari, Volume 3, Book 31, Number 116).
Dia juga memerintahkan muslim shalat menghadap Jerusalem, arah shalat Yahudi, tetapi kemudian membatalkannya dan mengatkan kepada mereka untuk shalat menghadap Kabah di Mekkah. Quran mencatat reaksi orang-orang ketika Muhammad memutuskan mengubah arah shalat:
[142] Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitulmakdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus. [143] Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. [144] Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. [145] Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebahagian mereka pun tidak akan mengikuti kiblat sebahagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu termasuk golongan orang-orang yang lalim.QS. 2:142-145 terjemahan Al Islam.
Catat baik-baik bahwa text di atas menyatakan secara jelas bahwa Allah-nya islam juga menetapkan qiblat yang lama (sebagai sebuah test).
Sarjana Islam Iran kemudian Ali Dashti menulis mengenai pembatalan Muhammad atas ketaatan muslim atas beberapa ritual Yahudi tertentu. Langkah awal adalah mengubah arah shalat dari Masjid Terjauh (ol-Masjed ol-Aqsa) di Jerusalem ke Kabah di Mekkah. Akibatnya adalah Yahudi sesudah itu dikenakan pajak terpisah dari Muslim. Akibat yang lain adalah orang-orang Arab Medinah dan juga orang-orang Arab secara umum melepaskan kompleks rendah diri (minder) dan mereka digerakkan kepada sejenis kebanggaan nasional, untuk seluruh suku-suku yang memuja berhala Kabah, yang dari sebuah kuil berhala menjadi rumah Abraham dan Ishmael, leluhur umumnya setiap orang Arab.
Dengan cara yang sama berkenaan dengan puasa, pembuat hukum Islam berhenti untuk mengikuti Yahudi dan mengubah jangka waktu awal dari hari ke sepuluh Muharram, yang adalah praktek mereka, ke sejumlah hari dalam bulan Ramadhan dan kemudian seluruh Ramadhan. (Dashti, Twenty-Three Years: A Study of the Prophetic Career of Mohammad, translated from Persian by F.R.C. Bagley [Mazda Publishers, Costa Mesa, CA 1994], p. 92)
Catatan sejahrawan Sunni dan komentator al–Tabari menyediakan beberapa informasi latar belakang untuk ayat-ayat di bawah di atas.
Perubahan Qiblat
Salah satunya Allah mengubah Qiblat Muslim dari Syria (Jerusaelm) ke Kabah. Itu terjadi pada tahun kedua Nabi tinggal di Medina, waktu Sha’ban ( mulai 28 January, 624). Para cendekiawan mula-mula tidak sepakat mengenai tanggal perubahan Qiblat di tahun ini, mayoritas berkata bahwa perubahan dilakukan setengah jalan melewati Sha’ban, delapan belas bulan sesudah singgahnya Rasulullah di Medina.
Mereka yang berkata seperti ini..
Menurut Musa b. Harun al-Hamdani –‘Amr b. Hammad - Asbat – al-Suddi – Abu Malik dan Abu Salih – Ibn ‘Abbas and Murrah al-Hamdani – Ibn Mas‘ud dan beberapa sahabat nabi: Orang-orang mengerjakan shalat menghadap Jerusalem ketika Nabi datang ke Medina, selama delapan belas bulan sesudah perpindahannya. Dia mengangkat kepalanya ke langit ketika shalat, untuk melihat apa yang akan diperintahkan kepadanya , dia mengerjakan shalat ke arah Jerusalem, kemudian ini dibatalkan berpihak kepada Kabah. Nabi mengingini shalat menghadap Kabah dan Allah mewahyukan ayat: “Kami melihat mukamu menengadah ke langit…..”
Menurut Ibn Humayd – Salamah – Ibn Ishaq: Qiblat diubah pada Sha’ban, delapan belas bulan sesudah Rasulllah singgah di Medina.
Ibn Sa‘d - al-Waqidi memberkan catatan yang sama, menambahkan: Qiblat diubah ke Ka’nah pada hari Selasa siang, separuh jalan melewati Sha’ban.
Menurut Abu Ja‘far (al-Tabari): Yang lain berkata bahwa Qiblat diubah ke Ka’bah enambelas bulan sesudah masa Hijrah. Others say that the Qiblah was changed to the Ka‘bah sixteen months after the beginning of the Hijrah era.
Mereka yang berkata seperti ini..
Menurut Al-Muthanna b. Ibrahim al-Amuli – al-Hajjaj – Hammam b. Yahya – Qatadah: Mereka shalat menghadap Jerusalem sementara Rasuullah ada ddi Mekkah sebelum Hijrah. Sesudah Rasulullsh berpindah, dia shalat menghadap Jerusalem untuk 16 bulan dan sesudah itu diubah kearah Ka’bah.
Menurut Yunus b. ‘Abd al-A‘la – Ibn Wahb – Ibn Zayd: Nabi menghadap kea rah Jerusalem 16 bulan, dan kemudian terdengar di telinganya Yahudi berkata, “Demi Allah, Muhammad dan para sahabatnya tidak tahu Qiblat mereka sampai kami mengarahkan mereka.” Ini tidak menyenangkan nabi dan dia menengadahkan mukanya ke Langit, dan Allah berkata, “Kami melihat mukamu menengadah ke langit…..”(The History of Al-Tabari: The Foundation of the Community, translated by M. V. McDonald, annotated by W. Montgomery Watt [State University of New York Press (SUNY), Albany 1987], Volume VII, pp. 24-25; bold emphasis ours)
Al-Tabari tidak masalah mengakui bahwa Muhammad memutuskan mengubah arah shalat sesudah Yahudi memperoloknya.
Menariknya, sumber Muslim menyatakan bahwa Muhammad telah shalat menghadap Jerusalem semasa ada di Mekkah: ...Sementara dia ada di Mekkah dia menghadap ke Syria ketika shalat, dan ketika dia berdoa di antara sudut sebelah selatan dan batu hitam, memposisikan Kabah antara dirinya dan Syria…..(The Life of Muhammad: A Translation of Ishaq’s Sirat Rasul Allah, with introduction and notes by Alfred Guillaume [Oxford University Press, Karachi, tenth impression 1995], p. 135)
Pada lain kesempatan seseorang yang shalat menghadap Mekkah di koreksi oleh Muhammad dan mengarahkannya kearah Jerusalem!!
Ma‘bad bin Ka‘b bin Malik bin Abu Ka‘b bin al-Qayn, saudara B.Salima, berkata kepadaku bahwa saudaranya ‘Abdullah b. Ka‘b yang adalah salah seorang Anshar yang sangat terpelajar mengatakan kepadanya bahwa ayahnya Ka‘b salah seorang yang hadir di al-‘Aqaba dan melakukan penghormatan kepada rasul, menginformasikan dia berkata: ‘Kami pergi bersama para pesiarah musyrik dari orang-orang kami untuk shalat dan mempelajari tata cara ziarah. Bersama kami adalah al-Bara’ b. Ma‘rur ketua dan senior kami. Ketika kami mulai perjalanan dari Medina al Bara berkata, “Aku sampai pada suatu kesimpulan dan aku tidak tahu apakah engkau akan setuju denganku atau tidak. Aku pikir bahwa aku tidak akan memutar punggungku pada bangunan ini” (Ka’bah), “dan aku akan sembahyang menghadapnya.” Kami menjawab bahwa sebegitu jauh yang kami tahu nabi kami shalat menghadap Syria dan kami tidak menginginkan bertindak berbeda. Dia berkata, “ Aku shalat menghadap Ka’ba.” Kami berkata, “Tetapi kami tidak.” Ketika saatnya shalat datang kami shalat ke arah Syria dan dia shalat kea rah Ka’nah sampai kami datang ke Mekkah. Kami menyalahkan dia untuk apa yang dia lakukan, tetapi dia menolak untuk berubah. Ketika datang ke Mekkah dia berkata kepadaku, “Kemenakan, mari kita pergi ke rasul dan bertanya kepadanya tentang apa yang kita kerjakan dalam perjalanan kita. Karena aku merasa was-was sejak aku melihat perlawananmu.” Maka kami pergi untuk bertanya kepada rasul… Al Bara berkata, “O rasulullah, aku datang dalam perjalanan ini auwloh membimbingku kepada Islam dan aku merasa bahwa aku tidak bisa membelakangi bangunan ini, maka aku shalat menghadapnya, tetapi ketika para sahabatku berlawanan denganku aku merasa was-was. Apa pendapatmu, O rasulullah? “Dia menjawab, “Engkau akan mempunyai Qiblat bila engkau menjaganya,“ maka al Bara’ kembali ke qiblat rasul dan shalat menghadap Syria. Tetapi orang-orangnya menyatakan bahwa dia shalat menghadap Ka’ba sampai hari matinya; tetapi tidak demikian. Kami tahu lebih banyak tentang dia daripada mereka (237).’ (Ibid., p. 202; bold emphasis ours)
Pada faktanya, sumber ini mengklaim yang sama bahwa Jerusalem adalah arah Muslim yang paling awal, bukan Mekkah: Dan ketika qiblat diubah dari Syria ke Ka’ba – itu diubah dalam Rajab pada awal bulan ke tujuh belas sesudah rasul datang ke Median -- Rifa‘a b. berkata: Qardam b. ‘Amr, sekutu Ka‘b’s; al-Rabi b. al-Rabi‘ Abu’l-Huqayq; dan Kinana b. al Rabi‘ b. Abu’l-Huqayq datang kepada rasul bertanya kenapa dia membelakangi pada Qiblat yang dia gunakan untuk menghadap ketika dia menganggap bahwa dia mengikuti agama Abraham. Bila dia mau kembali kepada qiblat di Jerusalem mereka akan mengikuti dia dan menyatakannya benar. Niat tunggal mereka adalah untuk merayu dia dari agamanya, maka auwloh mengirim wahyu mengenai mereka: “Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka dari kiblatnya yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus. Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot; --yakni untuk mengetest dan menemukan mereka.-- Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh auwloh; --yaitu godaan-- Dan sungguh itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh auwloh; dan auwloh tidak akan menyia-nyiakan imanmu — yaitu PADA QIBLAT YANG PERTAMA, kepercayaanmu kepada nabimu dan ketaatanmu kepadanya kepada Qiblat yang kemudian dan kepatuhanmu kepada nabimu ditempat itu, yaitu dia akan memberikan pahala kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia (Ibid., pp. 258-259; capital emphasis ours)
Seluruh sumber, Quran, Sira dan Tafsir, berbicara hanya satu perubahan qiblat, dari Qiblat awal (Jerusalem) kepada Qiblat yang baru (Mekkah). Tampaknya Muhammad dan pengikutnya shalat kearah Jerusalem (yang sama dengan ke arah Syria) dari masa awal karir kenabian Muhammad, yaitu lebih dari 13 tahun (seluruh waktu di Mekkah, plus 18 bulan di Medina).
Apa yang menakjubkan adalah bahwa Muhammad menggantikan praktik yang sangat monotheistic untuk hal yang berasal dari orang Arab Mekkah penyembah berhala!
Catat bahwa pengubahan arah shalat muslim –dari Jerusalem ke Kabah— terjadi pada saat ketika Kabah penuh dengan berhala dan penyembahan kepada ilah yang palsu (berhala) adalah praktik harian pada tempat pemujaan itu, bertahun-tahun sampai Muhammad menyerbu Mekkah….
Muhammad mencari Yahudi untuk menariknya ke Islam, dan mengadopsi arah shalatnya adalah salah satu alat yang digunakan untuk usahanya itu. Sesudah menjadi nyata bahwa Yahudi tidak akan pernah mengikutinya, dia berbalik melawan meraka, dan meninggalkan puasa pada Ashura dan Qiblat yang dia pilih untuk mengesankan mereka dan memenangkan mereka. Sesudah Muhammad kehilangan harapan bahwa komunitas Yahudi dan Kristen akan bergabung dengan gerakannya, satu-satunya kelompok yang masih dapat diharapkan untuk bergabung dengan dengannya adalah berbagai suku-suku Arabia.

Muhammad mengikuti berbagai ibadah Yahudi untuk memperoleh sympati mereka. Tampaknya untuk alasan oportunis yang sama dia sekarang mengubah Qiblat Muslim ke arah Kabah, pusat pemujaan Arab Jahiliyah, meskipun faktanya Kabah penuh dengan berhala. Adalah susah untuk dikatakan spekulasi tak berdasar anggapan bahwa dia memberi tempat suci mereka posisi yang sangat penting dalam agamanya adalah dalam rangka untuk membuatnya lebih menarik perhatian orang Arab untuk bergabung dengan Islam.
Catatan penutup:
Ini sangat nyata dari contoh-contoh di depan bahwa Quran berisi pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan Muhammad. Pandangan Muhammad terhadap orang-orang dan kejadian tertentu membantu untuk membentuk gaya dan isi Quran. Sebagai contoh, penolakan Yahudi membawanya untuk membatalkan kewajiban agama tertentu seperti arah shalat Muslim dan memasukkan ini ke dalam Quran dalam rangka memberi mereka sebuah sangsi ilahi. Ini menunjukan asal Quran yang sangat manusiawi, bahwa perintah dan instruksi Quran tidaklah diturunkan dari tempat tinggi tetapi hanyalah sebagai akibat perasaan dan pengalaman Muhammad.
Muslim harus mengatasi persoalan atas fakta bahwa Quran berisi buah pikiran manusia belaka dan ekspresi dari Muhammad sendiri, dan oleh karena itu bukanlah berasal dari yang ilahi. Atau mereka harus menerima fakta bahwa Allah berubah pikiran dan ajaran dalam rangka memenuhi hasrat dan keinginan Muhammad, sesuatu yang bahkan Quran sendiri menegaskanya secara gamblang.
Sungguh Kami (sering) melihat mukamu (Muhammad) menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat YANG KAMU SUKAI. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. [QS 2:144 Al Islam]
Melihat semua hal ini, apakah ada yang mengherankan bahwa banyak sarjana dan penulis melihat Quran membatalkan praktek monotheistic yang khas sebagai pengganti kebiasaan dan upacara kafir sebagai bukti bahwa Quran adalah sungguh-sungguh produk Muhammad ketimbang wahyu dari Tuhan?
Juga, apakah ini mengejutkan para pembaca ketika individu-individu semacam penulis dan apologist Kristen DR. Robert Morey bisa membuat pernyataan berikut tentang Muhammad membatalkan arah shalat?
Awalnya Muhammad mengatakan pengikutnya untuk shalat menghadap Jerusalem. Kemudian dia mengatakan kepada mereka karena Allah ada di mana-mana mereka boleh menghadap ke arah manapun yang mereka ingini. Kemudian dia mengubah pikiran kembali dan mengarahkan mereka shalat menghadap Mekkah (Sura 2:115 vs 2: 144). Banyak sarjana percaya bahwa perubahan arah tergantung kepada dia mencoba menyenangkan Yahudi ataukah orang-orang pagan. (Morey, The Islamic Invasion: Confronting the World’s Fastest Growing Religion. Harvest House Publishers, Eugene, Oregon 1992, p. 146).
Dan adakah sesorang yang sungguh-sungguh terkejut bahwa istri Muhammad sendiri bisa membuat pengamatan cerdas seperti ini berkaitan bagaimana “wahyu” yang selalu datang disesuaikan dengan kesenangan dan khayal Muhammad ?
Diriwayatkan Aisha : Aku mengawasi perempuan-perempuan itu yang memberikan diri mereka ke rasulullah dan aku berkata, “Dapatkah seorang perempuan memberikan dirinya (kepada pria)?” Tetapi ketika Allah mewahyukan: “Engkau (O Muhammad) dapat membatalkan siapapun yang engkau kehendaki dari mereka (istri-istri mu), dan engkau dapat menerima siapapun dari mereka yang engkau ingini; dan tidak disalahkan bagimu bila engkau mengajak kembali salah satu dari yang engkau ceraikan (bersifat sementara) [33.51] Aku berkata (kepada Nabi) , “Aku merasa bahwa Tuhan selalu dengan cepat memenuhi keinginan dan hasratmu.” [Sahih al-Bukhari, Volume 6, Book 60, Number 311].

Jelas terlihat, Aisha menyindir si Mamad nabi gadungan itu dengan mengatakan bahwa kalau orang lain tidak boleh tetapi bila itu buat si Mamad boleh-boleh saja. Tentu dengan disahkan oleh ayat-ayat yg turun langsung dr si auwloh utk memenuhi hasrat (nafsu) nabi gadungan kita itu. Ini sekaligus membuktikan kepalsuan keduanya; kenabian si Mamad, dan ke-Tuhan-an si auwloh. Keduanya palsu. Muhammad nabi palsu, dan auwloh Tuhan palsu!!!




Read more: http://islamexpose.blogspot.com/2008/08/bgmana-ceritanya-muhammad-ubah-kiblat.html#ixzz2Q93LdJgA

Glen Highland
BUKTI ALKORAN ADALAH KARANGAN MUHAMAD

Apakah benar bagian akhir dari Sura 6:106 adalah ucapan Allah, “Dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara“? Bukankah ini jelas ucapan Muhammad seperti telah diakui dengan memasukkan namanya dalam tanda kurung?
Bagaimana dengan Sura 6:114, “Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang menurunkan kitab[…]” Bukankah ini ucapan Muhammad dan bukan ucapan Allah?
Apakah bukan ucapan Muhammad dalam Sura 17:1 yang berbunyi, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam hari dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha[…]”?
“Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS 27:91)

Ayat ini jelas adalah ucapan Muhammad. Jika memang itu adalah kalimat Tuhan, seharusnya ada perintah “Katakanlah”. Ayat awal ini saja sudah membuktikan bahwa Quran hanyalah perkataan Muhammad, bukan perkataan Allah.

DEBAT ISLAM KRISTEN BUDHA HINDU · 117.992 menyukai ini
7 jam yang lalu · 
  • Sebuah Sindiran bagaimana Muhammad mengkadalin muslim

    Pada suatu ketika, saat santai, para pengikut Paijo menemui sang rasul dan bertanya tentang keberadaan tuhannya Paijo yg bernama Panjul.
    Salah seorang dari mereka bertanya, “Wahai Baginda, anda adalah utusan Panjul. Anda pasti tahu dan saya ingin tahu, bagaimanakah rupa tuhan anda?”

    Paijo menjawab, “Jangan sekali-kali kamu menanyakan rupa tuhanmu, dan jangan sekali-kali kamu menyamakan tuhanmu dengan apapun!”

    Sang pengikut kembali bertanya, “Bisakah Baginda memohon kepada Panjul untuk mendemonstrasikan sesuatu di hadapan kami agar kami yakin bahwa tuhan anda yang bernama Panjul itu memang sungguh-sungguh ada dan bukan karangan anda?”

    Paijo murka dan membentak, “Berani benar kamu meragukan aku?” Paijo menoleh ke para pengawalnya, “Penggal kepala orang ini. Sesungguhnya tuhan Panjul telah berfirman, barangsiapa menyakiti hati rasul, berarti ia juga menyakiti Panjul. Sesungguhnya Panjul maha pemurka.”

    Kemudian orang itu pun dipenggal hidup-hidup di hadapan semua yang hadir.

    Sesudah itu, Paijo berkata, “Yang kalian saksikan barusan, adalah sebagai peringatan bagi kalian bahwa hukuman Panjul sangatlah keras. Panjul tidak hanya menghukum kalian di dunia, tapi juga akan menyiksa kalian di neraka.

    Barangsiapa dari kalian meragukan aku, berarti ia telah termakan oleh hasutan Taghut. Panjul tidak akan mengampuni dosa orang yang berani meragukan rasulnya. Janganlah pernah menentang Panjul dan rasulnya, bila kalian memang benar-benar orang yang beriman.”

    Maka bubarlah mereka. Tetapi pada malam hari sesudah peristiwa tersebut, datanglah seorang pengikut Paijo yang lain menemui sang rasul dan oleh rasa penasarannya yang dalam dia bertanya, “Maaf Baginda, saya ingin bertanya empat mata kepada anda. Mudah-mudahan anda tidak tersinggung seperti tadi siang, karena saya hanya seorang diri dan saya berjanji tidak akan menceritakan kepada siapa-siapa perihal pembicaraan kita.”

    Paijo bertanya, “Kamu mau tanya apa?”

    “Saya mohon baginda mau mengajari saya, bagaimana caranya agar saya tahu bahwa tuhan anda yg bernama Panjul itu memang sungguh ada.”

    Paijo lalu bangkit berdiri dan berkata, “Kemarilah dan mendekatlah kepadaku.”

    Lalu orang itupun mendekat.

    Paijo secara tiba-tiba menggerakkan tangannya, dan “PLOK-PLOK-PLOK!”
    Ternyata sang rasul menampar pipi orang itu sampai tiga kali.

    Lalu Paijo bertanya, “Apa yang dirasakan oleh pipimu?”

    Orang itu menjawab, “Sakit, Baginda. Apa maksud baginda melakukan itu kepada saya?”

    Paijo menjelaskan, “Kalau kamu bisa menjelaskan kepada saya bagaimana rupa rasa sakit di pipimu itu, maka saya pun akan menjelaskan kepadamu bagaimana rupa tuhan Panjul kepadamu.”

    Orang itu menjawab, “Saya tidak bisa.”

    Paijo tersenyum, “Nah, seperti itulah Panjul. Panjul ada, tapi dia tidak bisa dilihat. Janganlah kamu berpikir, bahwa sesuatu yang ada itu pasti bisa dilihat, karena rasa sakit pun tidak bisa dilihat dan tidak bisa diketahui bagaimana rupanya tapi rasa sakit itu nyata/ada.”

    Tanpa sengaja, orang itu kentut. Terdengar bunyi, “Pret-prueet”.

    Paijo tersenyum lagi dan berkata, “Nah, itu juga contoh lain untuk mengetahui keberadaan tuhanmu. Kentut itu ada, tapi kita tidak bisa melihat bagaimana rupa dari kentut.”

    Orang itu berpikir sejenak, lalu bertanya, “Rasa sakit bisa dirasakan, kentut bisa dibaui. Tapi bagaimana tuhan anda yang bernama Panjul itu bisa saya rasa dan bisa saya baui?”

    Paijo tertegun dengan pertanyaan itu. Lalu dia membalikkan badannya dan berpikir keras. Tidak lama sesudah itu, alisnya terangkat, dan ia segera bergerak ke arah dinding dan dia ambil pedang yg tergantung di sana. Dia hunus pedang itu dan menodongkannya ke arah orang tersebut.

    “Kalau kamu memang benar-benar ingin melihat rupa tuhan Panjul, maka kamu harus mati dulu. Bagaimana? Siapkah kamu mati untuk menemui tuhanmu?”

    Orang itu berubah pucat dan suaranya gemetar, “Baginda, saya belum siap mati.”

    Paijo menarik pedangnya dan berkata lega, “Nah, kalau begitu, selesai sudah. Jangan tanya-tanya lagi tentang tuhan. Sesungguhnya Panjul telah berfirman, bahwa Panjul sangat benci kepada orang yang banyak tanya.”

    Orang tersebut lalu mundur dan mengambil langkah seribu.

    Namun tidak lama berselang, datang lagi seorang penanya, juga salah satu dari pengikut Paijo. Setelah dia sujud, dia bertanya kepada Paijo, “Saya mohon kepada baginda untuk menunjukkan suatu mujizat kepada hamba, agar hamba yakin bahwa tuhan baginda bernama Panjul itu benar-benar ada dan telah mengutus baginda sebagai rasulnya.”

    Paijo berpikir sejenak, lalu berkata, “Mujizat itu urusan Panjul.”

    Dengan agak terheran-heran, orang itu bertanya, “Kenapa kalau ngurusin syahwat dan ngeluarin ayat, Panjul bisa demikian sigap, tapi kalau menunjukkan mujizat demikian susah?”

    Muka Paijo langsung berubah MERAH, dan Paijo berseru nyaring: “PENGAWAAAAAL, kemari kalian!!!!!”

    Melihat gelagat tak baik dari Paijo, orang itu langsung lari terbirit-birit meninggalkan ruangan Paijo.

    Paijo berteriak-teriak, “Panjul-akbar, Panjul-akbar, tangkap orang tadi dan penggal kepalanya. Panjul-akbar. Panjul benar-benar murka kepada orang tadi karena dia telah membuat rasulnya tersinggung. Tangkap & Penggal!!!!!”

    Drama atau Dialog di atas saya buat untuk MENYINDIR MUHAMMAD bagaimana dia menipu/mengkadalin kita orang-orang muslim agar percaya bahwa dia rasul, dan tuhannya yang bernama Alloh itu benar-benar ADA.

    Dari penelaahan sejarah yang akurat yang telah saya lakukan selama puluhan tahun ini, saya berkesimpulan bahwa tuhannya Muhammad yang bernama Alloh itu tidak lain hanyalah sosok rekaan/karangan Muhammad saja. Pribadi Alloh tidak lain adalah pribadi Muhammad sendiri, walau saya juga yakin bahwa RUH SETAN juga turut menginspirasi pribadi Muhammad.

    Baca juga, Muhammad sewaktu ditantang oleh orang-orang Quraish untuk membuktikan "kenabian"-nya dan "ketuhanan" Alloh:





    tau ga seh lo.

    Abdul Rahman
    Kakek muhammad ,abdul mutholib, paman abu tholib,bapak abdullah, ibu fatimah semua adalah orang musyrik ! Bahkan abu tholib pelindung muhammad tetap menolak islam !sampai matinya ! Keluarga besar muhammad masuk neraka jahanam !

    Dari Ibnul Musayyib, dari ayahnya, ia berkata, “Ketika menjelang Abu Tholib (paman Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-) meninggal dunia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menemuinya. Ketika itu di sisi Abu Tholib terdapat ‘Abdullah bin Abu Umayyah dan Abu Jahl. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada pamannya ketika itu,

    أَىْ عَمِّ ، قُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ . كَلِمَةً أُحَاجُّ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ

    “Wahai pamanku, katakanlah ‘laa ilaha illalah’ yaitu kalimat yang aku nanti bisa beralasan di hadapan Allah (kelak).”

    Abu Jahl dan ‘Abdullah bin Umayyah berkata,

    يَا أَبَا طَالِبٍ ، تَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ

    “Wahai Abu Tholib, apakah engkau tidak suka pada agamanya Abdul Muthollib?” Mereka berdua terus mengucapkan seperti itu, namun kalimat terakhir yang diucapkan Abu Tholib adalah ia berada di atas ajaran Abdul Muttholib.

    Abu tholib paman muhammad lah yg berjasa besar melindungi ambisi muhammad jadi nabi di tanah arab ! Siapa abu tholib ? Seorang penyembah berhala di kabah alias orang musyrik!

    Masalahnya Yg melindungi muhammad itu orang musyrik bukan jibril atau alloh swt ! Paham !

    Muhammad selama dakwah di mekkah pelindungnya pamannya abu tholib , abu tholib orang musyrik ! Setelah abu tholib mati , muhammad takut , lari ke madinah krn G̶̲̅ãK̶̲̅ ada yg melindunginya, di madinah muhammad di lindungi kaum anshar dan jadi pengikut muhammad dgn janji dpt jarahan perang ! Dimana alloh yg katanya jadi pelindung dan tuhannya muhammad ??

    Alloh swt begitu bencinya sama orang musyrik , suruh dibantai semua sama alloh orang musyrik itu ! Lupa kalau nabinya masih hidup krn perlindungan abu tholib yg musyrik ! Intoleransi islam terhadap musyrik !

    Bacalah dlm quran , mana ada kasih sayang yg di tunjukkan alloh swt tuhan islam kpd musyrik,yahudi,nasrani ! Lihat paman muhammad abu tholib ! Masih penuh kasih sayang pada ponakannya yg mengaku nabi , dan di lindungi ! Jgn di balik dong !

    Bahkan abu tholib pun tdk di beri hidayah sama alloh swt ! Ini ceritanya :Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian mengatakan :

    لأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْهُ

    “Sungguh aku akan memohonkan ampun bagimu wahai pamanku, selama aku tidak dilarang oleh Allah”

    Kemudian turunlah ayat,

    مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

    “Tidak pantas bagi seorang Nabi dan bagi orang-orang yang beriman, mereka memintakan ampun bagi orang-orang yang musyrik, meskipun mereka memiliki hubungan kekerabatan, setelah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahanam” (QS. At Taubah: 113)

    Allah Ta’ala pun menurunkan ayat,

    إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ

    “Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak bisa memberikan hidayah (ilham dan taufiq) kepada orang-orang yang engkau cintai” (QS. Al Qosshosh: 56) (HR. Bukhari no. 3884)

    Tanpa abu tholib islam tdk ada di dunia ini ! Abu tholib menyerahkan nyawanya buat melindungi muhammad tapi sama alloh swt malah di sesatkan tetap musyrik tdk di beri hidayah ! Dan malah di katakan masuk neraka jahanam !

    =============

    HA...7X SKARANG LO TAUK ALESAN KNAPE MAMAD MITA LO DOAIN BIAR DIE DISAMAIN MA KLUARGA BESAR IBRAHIM. KARNA KLUARGA BESAR IBRAHIM MASUK SORGE TAPI KLUARGA BESAR MAMAD MASUK NRAKE. HA...7X

    TRUS MIKIR PAKE OTAK NYOK.

    MAMAD MEMBANGGA2KAN PERTOLONGAN OLO, TAPI KNAPE SAAT BENERAN DALEM BAHAYE MAMAD TERGANTUNG MA PAMANNYE ABU THOLIB N PASUKAN JIHAD ALIAS JAHAT ANSAR. HA...7X

    KARNA MAMAD TAUK KALO OLO NTU PIKTIP KARANGAN MAMAD LAH. HA...7X

    TEPU DAYA ALLOH LEWAT KALIMAT SYAHADAT http://antikrismuhammad.blogspot.com/2012/04/tepu-daya-alloh-lewat-kalimat-syahadat.html1.

    YBU AMEN


    =========================

Oleh Duladi Samarinda
=Apa buktinya bahwa Muhammad itu adalah ALLAH SWT ?=
Allah SWT berasal dari mulut Muhammad. Dia ada karena Muhammad yang mengatakannya. Kemana pun Muhammad pergi, ke situlah Allah SWT nongol. Tidak pernah Allah berfirman di Mekkah, ketika Muhammad di Medinah. Begitu pula ketika Muhammad di Medinah, Allah tidak pernah berfirman di Mekkah. Sebelum Muhammad mengaku dicekik "Jibril" di gua Hira, Allah hanyalah mitos sembahan bangsa Arab yang patungnya disimpan di dalam Kaabah dan wujudnya di langit sebagai bulan sabit. Allah tidak pernah satu kali pun berfirman kepada orang-orang Arab. Allah yang mitos itu dibuat seolah-olah ada setelah mulut Muhammad mengatakannya. Setelah Muhammad mati, Allah ikut lenyap. Jadi, inilah bukti bahwa Muhammad itulah Allah.
Segala ayat-ayat yang dikarangnya adalah untuk memenuhi kebutuhannya pribadi, sama sekali jauh dari kepentingan TUHAN yg Mahabenar dan Mahaadil. Muhammad telah menjadi Allah bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain.
Muslim ketika membela nabinya, berkata: "Allah SWT sudah sejak lama dikenal, sebelum Muhammad jadi Rasul, Allah SWT sudah dikenal oleh masyarakat Mekkah sebagai Tuhan Pencipta."
Benarkah begitu? Allah SWT sebelum Muhammad adalah Allah yang memiliki 3 putri: Latta, Uzza dan Manat. Wujudnya disimpan di dalam kuil Kaabah berupa Patung Hubal, dan di langit ia berupa bulan sabit.
Setelah mengaku jadi Rasul, Allah SWT tidak memiliki anak. Jadi, jelas sekali bahwa Allah SWT yang disembah masyarakat Mekkah tidak sama dengan Allah SWT yang dikarang Muhammad.
Begitu pula Allah yang disembah oleh orang-orang Nasrani Mekkah dan orang-orang Yahudi Medinah, bukanlah Allah SWT simbolnya bulan sabit. Tapi kata "Allah" sebenarnya terjemahan atas kata ELOHIM dari bahasa Ibrani. Ibaratnya kata GOD yang diterjemahkan menjadi "TUHAN" dalam bahasa kita. Tuhan umat Yahudi dan Nasrani adalah YAHWEH. Jadi, jelas sudah bahwa Allah SWT yang dikarang Muhammad tidak sama dengan Allah yang disembah orang Yahudi dan Nasrani di Arab ketika itu.
Sebelum Muhammad mengaku Rasul, tidak pernah walau satu kali saja Allah SWT muncul secara riil, baik dalam bentuk SUARA, PENGLIHATAN maupun MUJIZAT. Siti Khadijah tidak pernah mendengar suara Allah SWT. Waraqah tidak pernah mendengar suara Allah SWT. Nah, sejak mulai kapankah Allah SWT-nya Muhammad ada? Sejak Muhammad mengeluarkan ALLAH dari mulutnya. Sebelum itu, Allah SWT cuma mitos. Dan sesudah itu, yaitu setelah Muhammad mati, Allah SWT kembali lagi lenyap seperti sedia kala. Dari mitos balik lagi ke mitos.
Nah, mau ngomong apa lagi? Bukankah ini secara logika menunjukkan bahwa memang Muhammad itulah Allah SWT? Muhammad telah menjadi Allah untuk dirinya sendiri dan untuk para pengikutnya.
Ini sama seperti Lia Eden yang mengarang TUHAN sendiri untuk dirinya dan para pengikutnya, atau sama seperti tokoh Paijo yang mengorbitkan Tuhan Panjul sebagai Tuhan yang sama dengan Tuhannya nabi Musa dan nabi-nabi lain. Tuhan-tuhan itu adalah palsu, karena terbukti tidak ada kecuali lewat mulut si pembuat klaim tersebut saja.
Kalau Muslim membantah logika ini dan mengatakan Allah SWT itu harus diimani ada walau secara logis hal itu sangat konyol, karena Allah adalah berasal dari bibir Muhammad saja. Maka, patutkah kita mengimani sosok Tuhan yang tabiatnya sama dengan tabiat SETAN?
Apakah dapat dipandang sebagai orang yang berakal, bila kita mengimani sosok Tuhan yang bodoh dan (* edit moderator *), yang gila disembah-sembah, senang memuji-muji dirinya sendiri, mengekor terus pada keinginan rasulnya, tidak independent dan sangat bergantung pada mulut rasulnya, menyumpah-nyumpah demi benda, menempatkan namanya sejajar dengan nabinya, dan menggunakan kata ganti KAMI ketika berfirman kepada manusia? Kenapa kita mempercayai sosok tuhan yang begitu bodoh dan (* edit moderator *)?
Dari keberadaannya saja sudah meragukan, sehingga harus diimani secara bodoh dan menghilangkan akal sehat. Apalagi bila ditinjau dari tabiatnya, sama sekali tidak cocok dengan tabiat Tuhan. Kenapa kita masih terus mengimani sosok tuhan yang begini?
Apa sih yang sudah Muhammad berikan pada kita? Kecuali semuanya itu untuk mengistimewakan dan memuliakan bangsa Arab semata.
Sejak kapan owo mulai berfirman?
Sejak Muhammad mengaku dicekik oleh "malaikat" di gua Hira.
Setelah itu, Allah SWT alias Allah terus memuntahkan kata-kata ajimat-nya lewat perantaraan mulut Muhammad.
Tanpa mulut dowernya Muhammad, Allah tidak akan bisa menyampaikan firman kepada orang-orang Arab.
Padahal sebelum itu, Allah tidak pernah mengeluarkan firman atau petunjuk apapun yang nyata kepada orang-orang Arab, selain patung hubal dan bulan sabit di langit. Sebuah mitos yang tiba-tiba berubah jadi riil berkat mulut dowernya Muhammad.
Seandainya saat ini ada orang mengaku mendapat wahyu dari Dewa Zeus, maka dewa Zeusnya orang Yunani itu pun akan berubah status dari mitos menjadi seolah riil.
Nah, apakah benar Allah itu benar-benar menjadi riil, sehingga pada akhirnya dia bisa diyakini sebagai Tuhan beneran dan bukan mitos lagi?
Kita amati dari sejarahnya. Setelah Muhammad mati, adakah Allah berfirman kepada para sahabat Muhammad?
TIDAK. NOL BESAR. NIHIL.
Padahal, para sahabat itu menggantikan posisi Muhammad sebagai amirul mukminin kerajaan "Tuhan" versi Arab.
Kenapa Allah cuma nongol kepada Muhammad saja? Ada Muslim yang beralasan, karena Muhammad itu nabi terakhir. Kalau Allah masih berfirman kepada para sahabat, maka nanti dikhawatirkan para sahabat itu akan jadi nabi pengganti Muhammad. Nah, ini konyol.
Setelah kita melihat dari fakta sejarah ini, maka dapat disimpulkan, bahwa Allah yang semula mitos itu, dijadikan seolah-olah riil oleh Muhammad pada abad 7, kemudian setelah Muhammad mati, tuhan yang sudah tampak riil itu balik lagi jadi mitos kembali.
Kematian Muhammad, menghantarkan Allah pada kematian pula.
Dengan tiadanya Muhammad, berarti itu menjadi momen bagi ketiadaan Allah pula.
Dengan perkataan lain, Allah ADA karena Muhammad yang mengatakannya.
Setelah Muhammad tidak mampu mengarang ayat-ayat lagi karena mulut dowernya sudah membusuk dimakan cacing tanah, maka Allah dari tiada kembali menjadi tiada. Dengan demikian, Allah bukanlah ALFA & OMEGA, yang awal dan yang akhir (walau di Alquran, Muhammad mengklaim demikian).
Jadi kesimpulan atas poin ini:
Allah bukanlah Tuhan, apalagi sampai diklaim sebagai Tuhan yang sama dengan Tuhannya para nabi seperti yang tertulis dalam Bibel. Keberadaan Allah sangat ditentukan oleh keberadaan Muhammad, itu pun setelah Muhammad berusia sekitar 40-an. Pada waktu Muhammad berusia 0 hingga 39 tahun, di manakah Allah?
Begitu juga setelah Muhammad mati pada usia 63 tahun, di manakah Allah? Setelah lewat tahun ke-63 usia Muhammad itu, Allah sirna kembali seperti sedia kala. Jadi, keberadaan Allah ditentukan oleh keberadaan Muhammad.
Allah dibuat seolah-olah tetap ada, karena Muslim yang mengatakannya. Membunuh, teriak Allahuakbar. Ngebom, teriak Allahuakbar. Tapi secara akal, ini gobloknya setengah mati. Yang membunuh dan ngebom itu bukan Allah, tapi Muslim-muslim tengik yang jiwanya telah dikuasai Iblis. Tapi, mereka mengimani, katanya yang melakukan kekejian itu adalah Allah. Nah, disinilah letak kesintingannya. Di sinilah letak sintingnya Islam.
Allah itu tidak ada, tapi dibikin seolah-olah ada oleh Muslim.
Selama di bumi ini masih ada yang memuja Allah dan Rasulnya, maka tuhan mitos itu pun akan tetap diyakini ADA, walau secara akal sehat mereka tidak tahu menyembah siapa.
Bagi yang mau berpikir, seharusnya bisa mengambil kesimpulan sendiri, kalau Muhammad itulah yang menjelma jadi Allah SWT.
Sampai kapan kita mau dibodohi terus-menerus oleh bangsa buta rohani itu?

==================================

INI DAFTAR BUKU BAGUS YANG SEBAENYE LO BELI N BACA. HA...7X
1. CHRIST, MUHAMMAD AND I by Mohammad Al Ghazoli 
  by Mark A. Gabriel
by Craig Winn 
4. LEFT BEHIND by Jerry B. Jenkins 
5. LEFT BEHIND by Tim F. LaHaye 
6. ISLAMIC INVASION by Robert A. Morey 
8. Antichrist: Islam's Awaited Messiah by Joel Richardson 
11. Islam: In Light of History By Rafat Amari
14. The Torn Veil by Gulshan Esther 
15. Why I Am Not a Muslim by Ibn Warraq 
16. Why I Am Not A Moslem by Dr. Peter S. Ruckman 
20. Islam And The Jews: The unfinished battle by Mark A. Gabriel 
22. Slavery, Terrorism and Islam by Peter Hammond 
24. Islam Exposed by Floyd McElveen 
27. The Destiny of Islam in the End Times by Faisal Malick 
28. 10 Amazing Muslims Touched by God by Faisal Malick 
32. The Hidden Life of The Prophet Muhammad by Dr. A. A. Ahmed 
34. Islam in the End Times by Ellis H. Skolfield
35. Muhammad is The Antichrist by Cole Steele 
36. Islam - The Dark Night Of Humanity by G. P. Geoghegan 
38. What the Koran Really Says by ibn warraq
    43. Iran: Desperate for God by The Voice of the Martyrs 


LO CUKUP BACA BEBERAPA AJE DARE REKOMENDASI BUKU DI ATAS. MAKA LO AKAN KAGET NGELIAT BETAPA JAHATNYE ESLAM. HA...7X

YAH JELAS JAHAT LAH KARNA ALLAH SWT ADALAH IBLIS N MAMAD ADALAH ANTIKRIS. HA...7X

SEBENERNYE SIH, ALLAH SWT PIKTIP ALIAS BERHALA DEWA BULAN ARAB N DI ISRAEL NAMANYE BAAL. HA...7X

N JIBRIL ADALAH IBLIS YANG MENYAMAR SBAGE MALAIKAT TERANG.

2 KORINTUS 11:14-15

14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang. 

15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka. 


FATHER - GOD

Yesus.
 1. Jesus Christ: The Real Story by United Church of God 
6. Jesus Humanity and the Trinity by Kathryn Tanner
9. Jesus Christ, Disciplemaker by Bill Hull 
11. Life of Christ by Fulton J. Sheen 
16. The Cross of Christ by John Stott 
17. Jesus for the Non-Religious by John Shelby Spong


Trinity.
3. Trinity by Joseph F. Girzone
8. The Trinity (Guides to Theology) by Roger E. Olson
9. The Biblical Doctrine of the Trinity by B.B. Warfield 


Holy Spirit.
1. Good Morning, Holy Spirit by Benny Hinn 
3. Baptism in the Holy Spirit by Derek Prince 
4. Experiencing The Holy Spirit by MURRAY ANDREW 
7. 7 Things The Holy Spirit Will Do In You by Pastor Chris Oyakhilome PhD 




others.
1. The Purpose Driven Life by Rick Warren 
3. The World On Fire by Rick Joyner 
5. The Final Quest by Rick Joyner 
7. Epic Battles of the Last Days by Rick Joyner 
8. The Prophetic Ministry by Rick Joyner 
9. The Harvest by Rick Joyner 
11. He Came To Set The Captives Free by Rebecca Brown 
12. Becoming A Vessel Of Honor by BROWN REBECCA 
13. Prepare For War by BROWN REBECCA 
14. The Gifts of the Body by Rebecca Brown 
15. Unbroken Curses by Rebecca Brown 
16. Church of Lies by Flora Jessop 
19. When God's Purpose Becomes Personal by Matthew Omaye Ajiake 
Buy new: $14.39 / Used from: $7.95
22. Blessing or Curse: You Can Choose by Derek Prince 
23. Secrets of a Prayer Warrior by Derek Prince 
24. Does Your Tongue Need Healing? by Derek Prince 
27. Entering The Presence Of God by Derek Prince 
33. Snakes in the Lobby by Scott MacLeod 
34. Why I Am A Christian by John Stott
36. Demons in the Church by Ellis H. Skolfield


41. The Bible Code by MichaelDrosnin 
42. Bible Code II: The Countdown by Michael Drosnin 
43. Bible Code III: Saving the World by Michael Drosnin 
45. Bible Code Bombshell by R. Edwin Sherman 





KALO MO NGELIAT YANG LEBIH BANYAK MAKA KLIK DI SINI :


---------------------------------


My blogs are now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong, Singapore, China, Taiwan, Argentina, Colombia, Serbia, Morocco, Algeria, Brazil, Moldova, Macedonia, Netherlands, Spain, South Korea, Timor Leste, Norway, Belgium, Romania, Vietnam, Bulgaria, Albania, Azerbaijan, Mexico, Venezuela, Swedish, Irish, Turkey, Italy, Cile, Austria, and others.

Here's a list of my blogs:



so help me with prayer and purchase books written by me.

Here's a list of my books: 


English Version :


BELI BUKU GUE NYOK. ha...7x
Biar gue bisa full time menyebarkan injil.
BIAR NAMA YESUS DITINGGIKAN DAN DIMULIAKAN DI SELURUH BUMI. HA...7X

Filipi 2:5-11
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 
10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 
11 dan segala lidah mengaku: ''Yesus Kristus adalah Tuhan,'' bagi kemuliaan Allah, Bapa! 

TRANSFER UANG PEMBELIAN BUKU/HAK LISENSI KE :

Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394

SETELAH ITU KIRIM EMAIL DISERTAI BUKTI TRANSFER KE  
guerich007@gmail.com

ATAU SMS KE 62-8889910822 ( SMS ONLY, NO PHONE CALL ).

Jangan lupa, beritahukan buku apa yang anda beli dari kami.

LORD JESUS BLESS YOU


AMEN
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...