Sunday, May 22, 2016

7 Buku ini dituding sebagai akar kejahatan di dunia

7 Buku ini dituding sebagai akar kejahatan di dunia


7 Buku ini dituding sebagai akar kejahatan di dunia
Ilustrasi buku kejahatan dalamThe Evil Dead. © Playbuzz
Merdeka.com - Dalam sejarah literasi, bermunculan buku-buku kontroversial yang mengguncang tatanan sosial. Buku-buku ini biasanya dicap kekirian atau dilarang beredar.

Sejumlah buku bahkan kerap dituding menyebarkan kejahatan atau pemikiran ekstrem di tengah masyarakat. Tak hanya buku yang dicap kekiri-kirian saja yang terkena tudingan negatif. Buku-buku fiksi yang menyajikan kekerasan eksplisit juga kerap dijadikan kambing hitam atas perilaku kekerasan di tengah masyarakat.

Buku-buku berikut ini termasuk karya literatur yang dicap sebagai biang kejahatan. Kontroversi yang menyertai penerbitannya membuat berbagai spekulasi negatif dilekatkan oleh khalayak.
Catcher In The Rye.

1.
The Catcher In The Rye - J.D. Salinger

Merdeka.com - Apa persamaan Mark David Chapman, John Hinckley, dan Lee Harvey Oswald? Ketiga pembunuh ini sama-sama terobsesi pada buku The Catcher In The Rye yang ditulis oleh JD Salinger. Setelah Mark David Chapman menewaskan John Lennon dengan tembakan, dia membaca Catcher in the Rye sambil menunggu polisi tiba untuk menangkapnya. John Hinckley, pria yang berusaha membunuh mantan presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan juga membaca buku ini. Kabarnya, Lee Harvey Oswald, pembunuh Presiden John F. Kennedy juga pengagum buku ini.

Salinger menuliskan The Catcher In The Rye pada tahun 1951. Buku ini menggambarkan depresi dan konsumsi obat-obatan terlarang di antara remaja melalui sudut pandang Holden Caufield, pemuda 17 tahun yang pernah dirawat di rumah sakit jiwa. Kisah kelam dalam Catcher in the Rye memikat pembaca dari berbagai generasi. Buku ini telah terjual 65 juta eksemplar.
Battle Royale.

2.
Battle Royale - Koushun Takami

Merdeka.com - Sejak kemunculannya di dunia literatur, novel Battle Royale sudah melahirkan kontroversi di Jepang. Pasalnya novel ini menampilkan kekerasan dalam bentuk yang paling ekstrem. Battle Royale menceritakan siswa kelas 3 SMP yang terpaksa saling bunuh untuk memenangkan program simulasi buatan pemerintah. Kabarnya, Takami menuliskan Battle Royale sebagai sindiran terhadap pemerintah Jepang atas kematian para prajurit muda negeri sakura dalam Perang Dunia II.

Novel dan film Battle Royale dikait-kaitkan dengan insiden Penggorokan Slasebo. Satomi Mitarai, seorang siswi SD berusia 12 tahun digorok oleh siswi di kelasnya sendiri. Pelaku yang masih berusia 11 tahun gemar menonton acara-acara bertema kekerasan. Dia juga diketahui sebagai pembaca Battle Royale.

Kasus yang terjadi pada tahun 2004 itu merebut perhatian publik dan memicu usulan untuk menurunkan aturan usia pertanggungjawaban tindak pidana di Jepang.
Rage.

3.
Rage - Stephen King

Merdeka.com - Stephen King dikenal sebagai salah satu penulis horor dan misteri yang paling produktif. Dia juga kerap dikritik karena karya-karyanya yang kontroversial. Agar dapat menerbitkan hasil karyanya tanpa terlalu banyak kritik seputar sosoknya, King memilih nama samaran Richard Bachman pada tahun 1970-an.

Dengan nama pena Bachman, King sempat menerbitkan tujuh buah novel. Salah satunya adalah Rage yang dia selesaikan saat masih remaja. Novel ini menceritakan seorang siswa SMA yang membunuh gurunya dan menyandera teman-temannya di kelas Aljabar.

Pada tahun 1997, tiga remaja bersenjata melakukan aksi teror di sekolah, menewaskan beberapa teman sekelas dan melukai sisanya. Para pelaku mengaku kalau mereka sudah menjadikan tokoh utama Rage sebagai inspirasi.
The Anarchist Cookbook.

4.
The Anarchist Cookbook - William Powell

Merdeka.com - Kalau Battle Royale ditulis sebagai sindiran bagi pemerintah Jepang, The Anarchist Cookbook ditulis oleh William Powell untuk memprotes keterlibatan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam. Buku ini dia tulis saat berusia 19 tahun dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1971.

The Anarchist Cookbook menyajikan petunjuk pembuatan bahan peledak, perangkat pembajak sistem telekomunikasi, dan barang-barang untuk kebutuhan aksi terorisme lainnya. Buku ini juga berisi petunjuk untuk pembuatan obat-obatan terlarang, termasuk LSD.

Dilansir BoingBoing, seorang teroris mempraktikkan 'resep' bom dari buku itu. Aksi teror yang dilancarkannya dengan bom tersebut menewaskan seorang polisi dan melukai tiga orang lainnya.
A Clockwork Orange.

5.
A Clockwork Orange - Anthony Burgess

Merdeka.com - A Clockwork Orange adalah sebuah novel dystopian yang dituliskan oleh Anthony Burgess. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1962. A Clockwork Orange diceritakan dengan latar belakang dunia paralel, Inggris di masa depan. Burgess menampilkan subkultur kekerasan remaja yang ekstrem melalui petualangan sang tokoh utama, Alex yang dipenuhi aksi kriminal.

A Clockwork Orange disebut sebagai salah satu perintis dalam genre dystopian yang menampilkan kekerasan eksplisit. Saat baru beredar di pasaran, buku ini dituding mengglamorisasi aksi anarkis dan tindak pemerkosaan.
Lord of The Flies.

6.
Lord of the Flies - William Golding

Merdeka.com - Lord of The Flies adalah sebuah novel yang ditulis oleh pemenang Nobel Sastra, William Golding. Novel ini diterbitkan tahun 1954 dan menjadi salah satu novel alegoris paling fenomenal sepanjang masa.

Cerita Lord of The Flies dimulai dengan sebuah kecelakaan pesawat Inggris. Pesawat itu terdampar di sebuah pulau terpencil di Samudera Pasifik. Satu-satunya yang selamat adalah sekelompok remaja pria. Dengan latar belakang yang berbeda-beda, para remaja itu mencoba bertahan hidup di alam liar dan membentuk sistem sosial baru. Sayangnya, berjauhan dari peradaban modern membuat kecenderungan mereka untuk berperilaku primitif semakin dominan.

Lord of The Flies mencoba menawarkan metafora kontroversial atas kecenderungan manusia untuk bertindak biadab saat terdesak keadaan.
The Satanic Bible.

7.
The Satanic Bible - Anton Szandor LaVey

Merdeka.com - Dari judulnya saja mungkin sudah terdengar kontroversial. The Satanic Bible adalah kitabnya para penganut satanisme. Buku ini ditulis oleh Anton Szandor LaVey pada tahun 1969. LaVey mendirikan sekte Gereja Setan dan menuliskan The Satanic Bible sebagai panduan bagi para pengikutnya.

The Satanic Bible berisikan prinsip inti, falsafah, dan dogma satanisme. Isinya berupa kumpulan esai, pengamatan, dan ritual yang dilakukan LaVey.
Itulah beberapa buku yang dicap sebagai biangnya kejahatan di dunia. Benar atau tidaknya, pendapat terakhir ditentukan oleh masing-masing pembaca.
TAMBAHAN DARI GUE.
SEMUA BUKU-BUKU DI ATAS GA ADA ARTINYE DIBANDINGKAN MA 4 BUKU INI.
1. BUKU-BUKU PANDUAN KOMUNIS. AJARAN KOMUNIS TELAH MENYEBABKAN PULUHAN JUTA MANUSIA DIBUNUH.
2. BUKU KARANGAN HITLER. BUKU INI BIKIN PERANG DUNIA KE II.
3. BUKU-BUKU HADIS MAMAD.
4. BUKU QORAN.
DARI SEMUA BUKU TERNYATA DUA BUKU PALING BERBAHAYA KARENA MERUPAKAN SUMBER DARI SEGALA SUMBER KEJAHATAN ADALAH QORAN N HADIS. KNAPE BEGETO? KARNA INILAH YANG AKAN TERJADI SEBELOM HARI KIAMAT. ESLAM AKAN DIIKUTI OLEH 1/4 DARI PENDUDUK DUNIA ( WAHYU 6:8 ). TRUS ESLAM AKAN MEMBUNUH 1/3 PENDUDUK DUNIA ( WAHYU 9:15 ). 
INGET. MULAI DARI MAMAD NGAKU2 NABI N ROSUL AMPE KIAMAT, ESLAM TERUS MEMBUNUH MANUSIA. BAIK NON ESLAM MAUPUN SESAMA ESLAM. JADE ESLAM ADALAH PEMBUNUH TERBESAR SEPANJANG SEJARAH KEMANUSIAAN.
JADE KALO LO ESLAM MAKA MURTAD AJE LO DARE ESLAM KARNA ESLAM ADALAH AJARAN SETAN. SI OLO SWT ENTU SETAN. N MAMAD ENTU ANTIKRIS ALIAS DAJJAL. HA...7X
YBU AMEN.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...