Menurut Imam Al Alusi dalam Kitab Ruhul Ma’ani, 20/495, Ummi adalah dinisbatkan kepada Al Umm (Ibu) yang melahirkan, ada juga yang mengatakan dinisbatkan kepadaummatul arab, ada juga yang menyebut Ummul Qurra, namun pendapat pertama yang lebih masyhur.
Imam Al Alusi mengatakan:
وأريد بذلك أنهم على أصل ولادة أمهم لم يتعلموا الكتابة والحساب
Dan yang dimaksud dengan itu (Ummi) adalah karena mereka pada asal kelahiran ibu mereka tidak mengetahui tulisan dan berhitung. (Ibid. Lihat juga Tuhfah Al Ahwadzi, 8/264)
Budaya tulis menulis belum berkembang pada zaman itu, bahkan kemampuan menulis dan membaca bisa dianggap aib yang menunjukkan lemahnya daya hapal orang tersebut. Sebab saat itu daya hapal bangsa Arab sangat kuat; seperti kemampuan mereka dalam menghapal hingga ratusan syair dan silsilah nasab mereka di kepala mereka, bukan dalam tulisan. Oleh karenanya, keummi-an Nabi Saw. bukanlah cela dan aib, justru menunjukkan keutamaan Beliau bersama masyarakatnya.
Dalam Al-Quran Allah Swt. berfirman:
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آَيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Jumu’ah (62): 2)
Ayat ini menyebutkan bahwa Rasulullah Saw. adalah Rasul-Nya yang berasal dari kaum yang buta huruf.
Imam Al Baidhawi Rahimahullah menjelaskan:
{ هُوَ الذى بَعَثَ فِى الأميين } أي في العرب لأن أكثرهم لا يكتبون ولا يقرؤون . { رَسُولاً مّنْهُمْ } من جملتهم أمياً مثلهم
(Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf) yaitu kepada kaum Arab karena sebagian besar mereka tidak menulis dan tidak membaca. (seorang rasul di antara mereka) dari kumpulan mereka yang ummi sebagaimana mereka. (Anwarut Tanzil, 5/293. Mawqi’ At Tafasir)
Imam Al Alusi Rahimahullah juga menjelaskan:
فالمعنى رسولاً من جملتهم أمياً مثلهم
Jadi, maknanya adalah seorang rasul dari kumpulan mereka yang ummi seperti mereka.(Ruhul Ma’ani, 20/495. Mawqi’ At Tafasir)
Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuthi Rahimahumullah dalamTafsir Al-Jalalain menjelaskan ayat di atas, “(Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf) yaitu bangsa Arab; lafal ummiy artinya orang yang tidak dapat menulis dan membaca kitab (seorang rasul di antara mereka) yaitu Nabi Muhammad saw. (yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya) yakni Al-Qur’an (menyucikan mereka) membersihkan mereka dari kemusyrikan (dan mengajarkan kepada mereka Kitab) Al-Qur’an (dan hikmah) yaitu hukum-hukum yang terkandung di dalamnya, atau hadis. (Dan sesungguhnya) lafal in di sini adalah bentuk takhfif dari inna, sedangkan isim-nya tidak disebutkan selengkapnya; dan sesungguhnya (mereka adalah sebelumnya) sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw. (benar-benar dalam kesesatan yang nyata) artinya jelas sesatnya.”
Sayyid Quthb Rahimahullah dalam Tafsir Fizhilalil Qur’an menjelaskan hikmah ke-ummi-an Rasulullah Saw., “Menurut satu pendapat, sebab dinamakan orang yang tidak tahu menulis itu sebagai Ummi karena ia dihubungkan dengan keadaannya yang jahil sewaktu dilahirkan ibunya, sebab kepandaian menulis itu hanya dicapai melalui belajar.
Mungkin juga orang-orang Arab itu dinamakan begitu sama seperti orang-orang Yahudi menamakan bangsa yang lain dari mereka sebagai ‘Juyim’ dalam bahasa Hebrew yang berarti ‘Bangsa-bangsa asing’ atau umamiyun nisbah kepada umat-umat yang lain. Dengan sifat ini mereka menganggap sebagai satu bangsa pilihan Allah, sedangkan bangsa-bangsa yang lain merupakan bangsa-bangsa asing belaka. Kata nisbah ummahyang mufrad dalam bahasa Arab ialah Ummi. Barangkali penafsiran ini lebih dekat kepada maksud surat ini.
Orang-orang Yahudi (di zaman itu) memang menunggu-nunggu kedatangan Rasul yang akhir dari kalangan bangsa mereka dengan harapan bahwa Rasul inilah yang akan dapat menyatupadukan orang-orang mereka yang telah berpecah belah itu dan menolong mereka menang kembali setelah mereka dikalahkan umat yang lain, juga mengangkat mereka ke taraf yang lebih mulia setelah mereka jatuh ke taraf yang hina. Mereka senantiasa memohon kemenangan dengan Nabi yang akhir itu.
Tetapi kebijaksanaan Allah telah menghendaki bahwa Nabi yang akhir itu dibangkitkan dari bangsa Arab dari golongan Ummi yang lain dari bangsa Yahudi, karena Allah mengetahui bahwa bangsa Yahudi tidak lagi mempunyai kelayakan untuk memegang teraju kepemimpinan baru yang sempurna untuk umat manusia, sebagaimana akan diterangkan dalam ayat-ayat berikutnya dalam surat ini…”
Syaikh Muhammad Abduh Rahimahullah di dalam Tafsir Juz Amma-nya menerangkan surat Al-Alaq ayat 1-5: Yaitu Allah yang Maha Kuasa menjadikan manusia daripada air mani, menjelma jadi darah segumpal, kemudian jadi manusia penuh, niscaya kuasa pula menimbulkan kesanggupan membaca pada seorang yang selama ini dikenal ummi, tidak bisa membaca dan menulis. Maka jika kita selidiki isi Hadis yang menerangkan bahwa tiga kali Nabi disuruh membaca, tiga kali pula beliau menjawab secara jujur bahwa beliau tidak bisa membaca, tiga kali pula Jibril memeluknya keras-keras, untuk meyakinkan baginya bahwa sejak saat itu kesanggupan membaca itu sudah ada padanya, apatah lagi dia adalah al-Insan al-Kamil, manusia sempurna. Banyak lagi yang akan dibacanya di belakang hari. Yang penting harus diketahuinya ialah bahwa dasar segala yang akan dibacanya itu kelak tidak lain ialah dengan nama Allah jua.
Prof. Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat mengatakan, “Harus disadari bahwa masyarakat beliauketika itu menganggap kemampuan menulis sebagai bukti kelemahan seseorang.
Pada masa itu sarana tulis-menulis amat langka, sehingga masyarakat amatmengandalkan hafalan. Seseorang yang menulis dianggap tidak memiliki kemampuan menghafal, dan ini merupakan kekurangan. Penyair Zurrummah pernah ditemukan sedang menulis, dan ketika ia sadar bahwa ada orang yang melihatnya, ia bermohon,Jangan beri tahu siapa pun, karena ini (kemampuan menulis)bagi kami adalah aib.
Memang, nilai-nilai dalam masyarakat berubah, sehingga apa yang dianggap baik padahari ini, boleh jadi sebelumnya dinilai buruk. Pada masa kini kemampuan menghafal tidak sepenting masa lalu, karena sarana tulis-menulis dengan mudah diperoleh.”
Demikian keterangan dari Al-Qur’an dan penjelasan para mufassir.
Mengenai riwayat Nabi tidak bisa membaca, dapat dilihat dari hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Pada saat malaikat Jibril berkata pada Nabi, “Bacalah!” Nabi menjawab, “Aku tidak bisa membaca”. Malaikat Jibril kembali berkata, “Bacalah!”. Nabi menjawab dengan jawaban yang sama. Sampai yang ketiga kalinya malaikat Jibril membacakan surat al-Alaq ayat 1-5. Pada peristiwa ini, ayat Al-Qur’an pertama kali muncul dan Muhammad diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Peristiwa ini mutawatir! Yang diriwayatkan oleh banyak riwayat dan telah menjadi masyhur!
Seandainya Nabi bisa membaca, maka jawabannya ketika diperintahkan membaca oleh malaikat Jibril adalah, “Tulisan yang mana yang mesti aku baca!”. Tapi beliau langsung menjawab, “Aku tidak bisa membaca”. Ini artinya, jawaban itu keluar secara spontan karena sehari-harinya Nabi memang “Tidak bisa membaca!”. Bukankah Nabi orang yang jujur (al-amin)?
Pada kondisi Nabi, seharusnya kita jangan mempertentangkan antara buta huruf dengan jenius. Kalau dalam kondisi manusia biasa pada umumnya, sah-sah saja, ngga mungkin ada orang yang buta huruf itu jenius. Tapi ini Nabi dan Rasul. Beliau mendapat bimbingan langsung oleh Allah. Allah berfirman dalam surat al-Kahfi ayat 110: “Katakanlah, sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, hanya saja aku diberi wahyu.”
Kesalahan-kesalahan Nabi misalnya ketika bermuka masam pada Abdullah bin Ummi Maktum yang buta, langsung mendapat koreksi Allah, bahwa hal itu salah. Kemunafikan dan rencana jahat musuh bisa diketahui dengan jelas oleh Nabi, karena sebelumnya Allah memberitahukannya. Perintah berhijrah disaat kaum muslimin lemah, itu juga perintah Allah. Nabi melancarkan perang Jihad juga atas perintah Allah. Dan masih banyak lagi hal-hal menarik lainnya tentang hal ini. Apakah ini sebagai bukti bahwa Nabi bukan orang yang jenius?
Dari Ibnu Umar Ra., bahwa Rasulullah Saw. bersabda:
إِنَّا أُمَّةٌ أُمِّيَّةٌ لَا نَكْتُبُ وَلَا نَحْسُبُ
“Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi, kami tidak menulis dan tidak menghitung.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Abu Daud)
Salah satu murid kesayangan Rasulullah Saw., yaitu Ibnu Abbas Ra. mengatakan, bahwa nabi Saw tidak bisa membaca dan menulis. (Tafsir Imam Qurtubi Juz 7 hal 298)
Hadits ini adalah pengakuan yang menunjukkan keummi-an Rasulullah Saw.
Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr hafizhahullah mengatakan:
الأمية: نسبة إلى الأميين، والمقصود بذلك كثير منهم، ولا يعني ذلك أنه لا توجد الكتابة والقراءة فيهم، بل كانت ففيهم ولكن بقلة، والحكم هنا الغالب، وقد كان النبي صلى الله عليه وسلم كذلك لا يقرأ ولا يكتب صلى الله عليه وسلم، وقد جاء بهذا القرآن الذي لو اجتمعت الإنس والجن على أن يأتوا بمثله لم يستطيعوا، وهو من عند الله عز وجل، وكونه أمياً لا يقرأ ولا يكتب هذا من أوضح الأدلة على أنه أتى بالقرآن من عند الله عز وجل، ولهذا يقول الله وجل: وَمَا كُنْتَ تَتْلُوا مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ إِذًا لارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ [العنكبوت:48]، أي: لو أنه كان قارئاً كاتباً فيمكن أن يأتي به من عند نفسه، لكنه كان لا يقرأ ولا يكتب صلى الله عليه وسلم.
Al Ummiyah: disandarkan kepada Al Ummiyyin, maksudnya adalah banyak di antara mereka, dan tidak berarti tidak ditemukan sama sekali tulisan dan bacaan pada mereka, bahkan hal itu ada pada mereka tapi sedikit, maknanya di sini menunjukkan yang umumnya. Nabi Saw. juga begitu, dia tidak membaca dan tidak menulis. Beliau datang dengan membawa Al-Qur’an, yang seandainya berkumpulnya manusia dan jin untuk mendatangkan yang sepertinya mereka tidak akan mampu membuatnya, dan Al-Qur’an adalah dari Allah ‘Azza wa Jalla,keadaan Beliau yang ummi tidak dapat membaca dan menulis merupakan di antara penjelasan yang menunjukkan bahwa Beliau datang dengan membawa Al-Qur’an dari sisi Allah ‘Azza wa Jalla, oleh karena itu Allah Ta’ala berfirman:Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al-Qur’an) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu). (QS. Al Ankabut (29): 48) yaitu seandainya beliau bisa membaca dan menulis maka mungkin saja dia datang membawa Al-Qur’an yang berasal dari dirinya sendiri, tetapi beliau Saw.tidak bisa membaca dan tidak pula menulis. (Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad Al Badr, Syarh Sunan Abi Daud, 12/498-499)
Dalam keummi-annya, Al Quran turun kepadanya. Ini justru menunjukkan keadaan tersebut adalah mu’jizat baginya.
Imam Al ‘Aini menjelaskan:
وكونه- عليه السلام- أميا من جملة المعجزة
Dan keadaannya (Nabi Saw.) yang ummi termasuk di antara kumpulan mukjizat. (Imam Al ‘Aini, Syarh Sunan Abi Daud, 4/267. Cet. 1, 1999M-1420H. Maktabah Ar Rusyd)
Jika ada yang bertanya, bukankah ada hadits yang berbunyi,
ائْتُونِي بِالْكَتِفِ وَالدَّوَاةِ أَوْ اللَّوْحِ وَالدَّوَاةِ أَكْتُبْ لَكُمْ كِتَابًا لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُ أَبَدًا
“Ambilkan untukku kertas dan tinta, aku tuliskan untuk kalian kitab yang setelahnya tidak membuat kalian tersesat selamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Apakah itu berarti Nabi Muhammad bisa membaca dan menulis? Bukankah ini berarti hadits shahih tersebut bertolak belakang dengan ayat Al-Qur’an atau hadits-hadits shahih lainnya?
Dalam ilmu mukhtalif hadits, para ulama sudah menyiapkan jawaban atas hadits-hadits yang tampak saling bertentangan. Imam an-Nawawi berkata, “Mengetahui mukhtalif hadits merupakan bidang ilmu yang sangat penting, seluruh ulama dari semua golongan sangat perlu untuk mengetahuinya, yaitu adanya dua hadits yang tampaknya bertentangan kemudian digabungkan atau dikuatkan salah satunya. Hal ini dapat dilakukan secara sempurna oleh para ulama yang menguasai hadits dan fiqih serta ahli ushul yang mendalami makna hadits.” (At-Taqrib 2/651-652 -Tadrib Rawi-.)
Imam Ibnu Qayyim mengatakan, “Anggapan kontradiksi dan kerumitan itu hanyalah ada dalam pemahaman seorang, bukan dalam ucapan Nabi. Oleh karenanya, sewajibnya bagi setiap mukmin untuk menyerahkan hal yang dinilainya rumit tersebut kepada ahlinya dan hendaknya dia menyadari bahwa di atas seorang yang alim ada yang lebih tinggi darinya.” (Miftah Daar Sa’adah 3/383)
Oleh karena itu, selain mengetahui hadits-hadits Nabi tersebut, kita juga sudah seharusnya membaca kitab-kitab penjelas isi hadits-hadits tersebut, seperti Syarah Shahih Muslim karya Imam Nawawi dan Fathul Bari (Syarah Shahih Bukhari) karya Imam Ibnu Hajar. Yaitu agar tidak terjadi salah duga dan salah persepsi tentang dua hadits yang sepertinya tampak bertentangan padahal kenyataannya tidak.
Dalam memahami hadits shahih di atas, Imam Nawawi mengatakan,
أكتب لكم أي آمر بالكتابة ومنها أن الأمراض ونحوها لا تنافي النبوة ولا تدل على سوء الحال
“(Saya tuliskan untuk kalian) yaitu perintah untuk membuat tulisan dan darinya merupakan berbagai cacat dan semisalnya yang tidak menafikan kenabiannya dan tidak pula menunjukkan buruknya keadaan.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 11/94)
Pemahaman ini juga dikuatkan oleh riwayat lain bahwa jika Beliau ingin menulis maka sahabatnya yang menuliskannya.
Abu Hurairah Ra. menceritakan bahwa ketika Rasulullah Saw. kembali menguasai Mekkah, beliau berkhutbah di hadapan manusia. Ketika beliau berpidato, berdirilah seseorang dari Yaman bernama Abu Syah, dan berkata:
يارسول اللّه اكتبوا لي، فقال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم: “اكتبوا لأبي شاه
“Ya Rasulullah, tuliskanlah untukku.” Lalu Rasulullah bersabda: “Tuliskan untuk Abu Syah.” Al Walid (salah seorang perawi hadits ini) bertanya kepada Al Auza’i:
ما قوله “اكتبوا لأبي شاهٍ؟” قال: هذه الخطبة التي سمعها من رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم
Apa maksud sabdanya: “Tuliskan untuk Abu Syah.” Dia menjawab: “Khutbah yang dia (Abu Syah) dengar dari Rasulullah Saw.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, At Tirmidzi, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra, Ibnu Hibban, dan Ahmad)
Alhamdulillahirabbil alamiin. Demikian penjelasan singkat dari saya, semoga dari penjelasan ini, kita menjadi paham bahwa pada hakikatnya Nabi Muhammad Saw. memang Ummi atau tidak bisa membaca dan menulis.
TAU GA SEH LO.
kapir eslam ntu begonye dipiara.
si mamad bise tulis n baca lah.
SOALNYE SAAT MO MATI DIE MINTE KERTAS N TINTA BUAT NULIS. ORANG YANG MO MATI KAN BIASANYE GA MAU BOONG. HA...7X
LAGIAN ADE SURAT ANCEMAN DARI MAMAD KE NEGARE2 SEKITAR, MASUK ESLAM APE DIPERANGIN N NTAR KALO KALAH DIPAKSE MASUK ESLAM. HA...7X
KALO SOAL QORAN YANG BILANG MAMAD GA BISE BACA MAKE NTU AKAL2AN SI MAMAD TAUK.
KALO DIE NGAKU BA BISE BACA KAN MAKE KELIATANNYE LEBIH HEBAT GITU, DIE TAU SEMUE CERITE DARE WAHYU.
TAPI KALO MAMAD BISE BACE KAN MAKE WAHYU YANG DIE NGAKU2 TERIMA DARE OLO KAN GA KELIATAN HEBAT KARNE ORANG PASTI BILANG BOLEH BACA DARE TAURAT. HA...7X
TAPI SEBENERNYE MO SI MAMAD BISE BACE KEK, MO GA KEK, SAME AJE. KARNE LEWAT QORAN N HADIS KITE BISE LIAT KALO SI MAMAD TERNYATE CUME SEORANG PENEPU. HA...7X
GIMANE GA NEPU KALO DIE BILANG OLO SUKE ULANG2 CERITA DI QORAN N KEMUDIAN SALAH BERCERITA. HA...7X
Allah SWT, Jibril dan Muhammad suka mengulang-ulang cerita yang sama di dalam Alquran ( QS 6:105, 17:41, 89, 18:54, 20:113, 39:23 ). Setelah itu Allah SWT, Jibril dan Muhammad salah saat mengulangi cerita yang sama di waktu yang berlainan. Ha...7x PADAHAL ALLAH SWT MENGKLAIM tidak akan salah dan tidak (pula) lupa ( QS 20:52 ). KESALAHAN YANG FATAL INI MEMBUKTIKAN KALAU ALLAH SWT, JIBRIL DAN MUHAMMAD ADALAH PEMALSU ALKITAB. DAN KEBENARAN INI TIDAK DAPAT DISANGKAL LAGI OLEH MUSLIM SELURUH DUNIA KECUALI MEREKA MEBOHONGI DIRI MEREKA SENDIRI DENGAN MENGATAKAN KALAU YAHUDI DAN PAULUS ADALAH PEMALSU ALKITAB. HA...7X
MANGKENYE MURTAD DARE ESLAM NYOK. HA...7X
YBU AMEN
=========================
INI DAFTAR BUKU BAGUS YANG SEBAENYE LO BELI N BACA. HA...7X
by Craig Winn
LO CUKUP BACA BEBERAPA AJE DARE REKOMENDASI BUKU DI ATAS. MAKA LO AKAN KAGET NGELIAT BETAPA JAHATNYE ESLAM. HA...7X
YAH JELAS JAHAT LAH KARNA ALLAH SWT ADALAH IBLIS N MAMAD ADALAH ANTIKRIS. HA...7X
SEBENERNYE SIH, ALLAH SWT PIKTIP ALIAS BERHALA DEWA BULAN ARAB N DI ISRAEL NAMANYE BAAL. HA...7X
N JIBRIL ADALAH IBLIS YANG MENYAMAR SBAGE MALAIKAT TERANG.
2 KORINTUS 11:14-15
14 Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat Terang.
15 Jadi bukanlah suatu hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.
FATHER - GOD
Yesus.
others.
Buy new: $14.39 / Used from: $7.95
KALO MO NGELIAT YANG LEBIH BANYAK MAKA KLIK DI SINI :
---------------------------------
My blogs are now at the click of a variety of countries including Indonesia, the United States, Britain, Germany, France, Russia, Canada, India, Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Syria, Egypt, Australia, New Zealand, Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong, Singapore, China, Taiwan, Argentina, Colombia, Serbia, Morocco, Algeria, Brazil, Moldova, Macedonia, Netherlands, Spain, South Korea, Timor Leste, Norway, Belgium, Romania, Vietnam, Bulgaria, Albania, Azerbaijan, Mexico, Venezuela, Swedish, Irish, Turkey, Italy, Cile, Austria, and others.
Here's a list of my blogs:
so help me with prayer and purchase books written by me.
Here's a list of my books:
-
-
-
English Version :
-
-
BELI BUKU GUE NYOK. ha...7x
Biar gue bisa full time menyebarkan injil.
BIAR NAMA YESUS DITINGGIKAN DAN DIMULIAKAN DI SELURUH BUMI. HA...7X
Filipi 2:5-11
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11 dan segala lidah mengaku: ''Yesus Kristus adalah Tuhan,'' bagi kemuliaan Allah, Bapa!
TRANSFER UANG PEMBELIAN BUKU/HAK LISENSI KE :
Richard Nata
Bank Central Asia, Tbk, Indonesia
002-157-6394
SETELAH ITU KIRIM EMAIL DISERTAI BUKTI TRANSFER KE guerich007@gmail.com
ATAU SMS KE 62-8889910822 ( SMS ONLY, NO PHONE CALL ).
Jangan lupa, beritahukan buku apa yang anda beli dari kami.
LORD JESUS BLESS YOU
AMEN