purchase books written by me.

purchase books written by me.
harga buku Rp. 21.000,- atau US$ 7.00

Wednesday, April 5, 2017

Kronologi fitnah Ahok menista agama

#Sinetwit"Dibalik Kisah Ahok di Tuduh Penistaan Agama dlm Kasus Al - Maidah 51" Part.1 by @kurawa

Gue mengharapkan kalian yang baca #sinetwit ini bisa jadi "Hakim" secara obyektif apakah seorang @basuki_btp bersalah atau tidak?

Add to Favorite
0

Chirpstory


sumber: https://chirpstory.com/li/352413?page=2

#Sinetwit"Dibalik Kisah Ahok di Tuduh Penistaan Agama,Kasus Al-Maidah 51"Part.2(Modus Demo) by @kurawa

Modus Demo ini akan digunakan lawan politik utk menjatuhkan seseorang secara cepat dan murah.. mobilisasi massa dengan demo bayaran

sumber: https://chirpstory.com/li/352459

#Sinetwit"Dibalik Kisah Ahok di Tuduh Penistaan Agama,Kasus Al-Maidah 51" Part.3 (Gelar Perkara) by @kurawa

Gelar perkara kasus ahok mengakomodir 14 Laporan Polisi yang dibuat di berbagai daerah.. kesemuanya berdasarkan "katanya" tdk ada yg di TKP

AzCalvin 1160 View 0 comments
Add to Favorite
0

Chirpstory


Add to Favorite
0

Chirpstory


#Sinetwit"Dibalik Kisah Kasus Ahok Dituduh Penistaan Agama,kss Al-Maidah"Part.5(Fakta Persidangan) by @kurawa

Mulai lagi yah.. siap2 pantengin Gadgetnya.. hari ini gue akan buka kejanggalan2 fakta persidangan.. kan gak live di TV2

Add to Favorite
0

Chirpstory



#Sinetwit"Diblk Ksh Ahok dituduh Penistaan Agama,Kss Al-Maidah"Part.6 by @kurawa (Saksi2 Pelapor,Keanehan BAP)

BAP hal 1 tertera dibuat jumat 18 nov 2016 pukul 20.00 di Palu, namun ditandatangani diatas kop bareskrim polri di Jakarta..

AzCalvin 1300 View 0 comments
Add to Favorite
0

Chirpstory


#Sinetwit#Diblk Ksh Ahok Dituduh Penistaan Agama,Kss Al-Maidah Part.7 by @kurawa (11 Keanehan Saksi Pelapor)

Semua saksi pelapor dipastikan tidak ada satupun yang ada di lokasi TKP kepulauan seribu, semua berdasarkan bukti2 yg tidak akurat

Add to Favorite
0

Chirpstory






Wednesday, March 29, 2017

AKHIRNYE TERUNGKAP KALO eslam sebenernye sembah mamad

TAU GA SEH LO.

MOSLIM TERNYATE SEMBAH MAMAD BERDASARKAN KISAH DI BAWAH INI.

Ada kisah menarik yang pernah saya baca yang ada hubungannya dengan tulisan ini, yaitu tentang larangan menjadikan orang  - orang Alim sebagai tuhan selain Allah. 

Allah Ta’ala berfirman dalam surat At Taubah ayat 31 : 
(اتَّخَذُواْ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُواْ إِلاَّ لِيَعْبُدُواْ إِلَهًا وَاحِدًا لاَّ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ) 
“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” (QS. At Taubah: 31). 

Dan ketika Adi bin Hatim radhiallahu’anhu mendengarkan ayat ini, ia berkata: “wahai Rasulullah, sebenarnya kami tidak menyembah mereka”. 
Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: 
(أليسوا يحلّون ما حرَّم الله فتحلّونه ويحرِّمون ما أحلَّ الله فتحرِّمونه قال: بلى. قال فتلك عبادتهم) 

“bukanlah para rahib itu menghalalkan yang Allah haramkan dan pengikutnya ikut menghalalkannya, lalu para rahib itu mengharamkan apa yang dihalalkan Allah lalu para pengikutnya mengharamkannya?”. Hatim menjawab: “Ya”. Rasulullah bersabda: “Maka itulah bentuk penyembahan mereka“. 

(Baca :Kembali kepada dalil ketikaberselisihpendapat) 

Penjelasan dari kisah tersebut adalah, jika ada orang-orang alim (Ulama, Habib, Rahib, dll)  yang menghalalkan sesuatu padahal Allah mengharamkannya dan pengikutnya ikut menghalalkannya atau sebaliknya jika orang-orang alim itu mengharamkan sesuatu padahal Allah menghalalkannya dan pengikutnya ikut mengharamkannya, maka oleh Rasulullah dianggap bahwa pengikutnya itu menyembah orang orang Alim tersebut dan bukan menyembah Allah. Dan Allah menganggap mereka telah mempersekutukan Allah seperti yang dikatakan pada surat At Taubah : 31 

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah,dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhakdisembah) selain Dia.Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” (QS. At Taubah: 31).

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/blackdiamond/islam-intoleran-vs-islam-toleran-di-pilkada-dki-jakarta-2017_58db2ecab49273624bc430dc

PERTANYAANNYE SKARANG ADALAH KOK BISA MOSLEM SEMBAH MAMAD?

“bukanlah MAMAD menghalalkan yang Allah haramkan dan pengikutnya ikut menghalalkannya, lalu MAMAD mengharamkan apa yang dihalalkan Allah lalu para pengikutnya mengharamkannya?”. Hatim menjawab: “Ya”. Rasulullah bersabda: “Maka itulah bentuk penyembahan mereka“. 

JANGANKAN MUSLEM, ORANG OLO AJE SEMBAH MAMAD KOK.

QS 33:56 ADALAH BUKTI KALO OLO N SMUE PENGHUNI SORGA SEMBAH MAMAD. HA...7X

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi, dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." – (QS.33:56)

JADE MURTAD DARE ESLAM SKARANG JUGA KARNA LO CUMA SEMBAH MAMAD. HA...7X

YBU AMEN.


Thursday, March 23, 2017

beberapa perbedaan kapan abdullah bapaknye mati membuktikan kalo mamad cuma politikus penepu. ha...7x

Kontradiksi Sirah Nabi

Sirah nabi penuh kontradiksi dan bermasalah secara akademis, tapi tetap dicintai umat Islam. 
Dalam komunitas Muslim dikenal sejumlah kitab yang menjadi rujukan untuk mengetahui tentang selak-seluk perjalanan hidup dan berbagai mukjizat Nabi Muhammad SAW (Sirah). Selain untuk mengenalkan sosok mulia yang menjadi teladan umat Islam, sirah juga ditulis dan diterbitkan untuk merekatkan kecintaan kita padanya.
Di antaranya, kitab Kejeniusan Muhammad (‘Abqariyat Muhammad) karya ‘Abbas Mahmud ‘Aqqad, Muhammad sebagai Nabi Pembebas (Muhammad Rasul al-Hurriyah) karangan Abdurrahman al-Syarqawi, Catatan Pinggir Biografi [Nabi] (‘Ala Hamisy al-Sirah) karya Toha Husen. Kitab sirah yang paling banyak dibaca, yang ditulis sarjana Muslim modern, adalah Kehidupan Muhammada (Hayat Muhammad) karya Muhammad Husain Haikal.
Umumnya, kitab sirah yang ditulis sarjana Muslim, baik generasi awal maupun modern, merujuk pada kitab sirah karya Ibn Hisyam (wafat 208 H/833 M): al-Sirah al-Nabawiyah. Inilah kitab sirah pertama dalam sejarah kesarjanaan Islam yang berpengaruh dan menjadi rujukan utama. Karya Ibn Hisyam itu terbitan ulang dan perbaikan dari karangan gurunya, Ibn Ishaq (wafat 150 H/767 M).
Min'im Sirry
Mun’im Sirry
Dosen University of Notre Dame, AS, Mun’im Sirry dalam bukunya Kontroversi Islam Awal:  Antara Mazhab Tradisionalis dan Revisionis (Mizan, Februari 2015) menyebut ada sejumlah argumen mengapa kitab sirah itu bermasalah secara akademis.
Pertama, kitab sirah baru ditulis setelah lebih dari 150 tahun wafatnya nabi. Hal itu menimbulkan masalah tersendiri bagi kalangan sejarawan. Mengingat ada kaidah khusus yang dipegang sejarawan, yaitu sumber-sumber historis yang dijadikan rujukan adalah dokumen yang ditulis sezaman dengan peristiwa terjadi.
“Dalam metodologi historis, sumber-sumber yang ditulis belakangan harus didukung oleh data-data lain yang memperkuatnya. Misalnya, hasil ekskavasi arkeologis atau sumber-sumber di luar tradisi itu sendiri,” tulis intelektual muda Muhammadiyah itu di halaman 219.
Sumber-sumber non-Islam juga masih kurang maksimal dikolaborasikan dengan sumber-sumber tradisional dalam penulisan sirah. Persoalan yang tak kalah penting sejauh ini, lanjut Mun’im, adalah belum ada penelitian arkeologis yang menguatkan narasi-narasi yang disebutkan dari sumber-sumber tradisional itu.
Arab Saudi yang diharapkan bisa menjadi pelopor untuk ekskavasi arkeologis untuk meneliti prasasti dan monumen peninggalan Islam justru mengizinkan pembangunan bangunan mewah, mal, dan hotel-hotel berbintang di sekitar Mekkah dan Madinah. Ini berpotensi ‘mengubur’ benda-benda yang tak ternilai harganya secara historis itu.
Kedua, banyak narasi yang disebutkan dalam sumber-sumber tradisional itu yang lebih merefleksikan perkembangan belakangan yang diproyeksikan ke masa nabi. Aspek-aspek politik, teologi, dan hukum yang menjadi perdebatan di kemudian hari mempengaruhi dan membentuk narasi-narasi historis.
“… Sebagian penulis (sirah) modern, seperti Montgomery Watt, mengusulkan kriteria tertentu untuk mendeteksi apakah suatu narasi dalam kitab-kitab sirah itu autentik atau tidak. Terutama terkait aspek politik,” tulis Mun’im. “Bagi Watt, apabila kita berhasil menyingkirkan segala bentuk tendensi dan orientasi politik dari sirah Nabi, maka kita dapat membedakan mana yang autentik dan yang tidak”.
Ketiga, banyak narasi dalam sirah bersifat kontradiktif. Sebagian kontradiksi itu bisa direkonsiliasi, tapi sebagian lain tidak. Contoh yang disodorkan Mun’im, misalnya, tentang kapan Abdullah, bapak nabi, meninggal dunia.
“Ibn Ishaq menyebutkan bahwa Abdullah meninggal ketika istrinya sedang mengandung Muhammad, walau dalam baris berikutnya ia juga meriwayatkan bahwa ada kemungkinan ia meninggal ketika Muhammad berumur sekitar 28 bulan. Riwayat lain menyebut, ia wafat ketika Muhammad berumur tujuh bulan,” tulis penulis buku Polemik Kitab Suci itu.
Meski begitu, Mun’im menegaskan kontradiksi-kontradiksi itu bukan berarti keseluruhan peristiwa dalam sirah itu bersifat fiktif dan tak memiliki nilai historis.
Mengutip sejarawan revisionis Fred Donner, Mun’im menyatakan sirah dan umumnya sumber-sumber keserjanaan tradisional Muslim memang ditulis belakangan dan mengandung banyak kontrakdiksi.  Namun, bukan berarti yang ditulis di dalamnya tidak ditransmisikan secara akurat dan benar.
“Donner mengakui adanya kontradiksi dalam narasi-narasi sirah, tapi ia juga mengakui bahwa secara garis besar sumber-sumber tradisional cukup konsisten. Sumber-sumber itu sama sekali tidak menggiring kita untuk meragukan bahwa suatu peristiwa memang betul-betul terjadi, walaupun dalam detailnya terjadi kontradiksi,” tulis Mun’im.
Penting juga ditulis di sini, masyarakat Muslim sejak periode awal sudah terpecah ke dalam berbagai kelompok politik dan sekte keagamaan. Satu sama lain berkonflik. Tapi di tengah konflik yang tajam itu pun mereka bersepakat secara garis-besar dalam memdeskripsikan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada zaman Nabi.
“Amat tidak masuk akal bahwa mereka bersepakat menggambarkan kehidupan Nabi yang sebenarnya fiktif belaka,” tulis Mun’im mengutip Donner.
Buku ini ingin menegaskan satu hal, berbagai kontradiksi dalam narasi sirah justru membuktikan bahwa tak ada otoritas tunggal yang bisa mengklaim bahwa versinya lebih benar dibanding yang lain.
Kendati banyak kontradiksi dalam penulisan sirah, hal itu tak meluruhkan kecintaan umat Islam pada Nabi Muhammad. Sebaliknya, kita bisa memilih versi mana yang lebih bisa menguatkan kecintaan kita pada utusan Allah yang membawa ajaran Islam sebagai rahmat segenap alam semesta. ***
Judul: Kontroversi Islam Awal: Antara Mazhab Tradisionalis dan Revisionis
Penulis: Mun’im Sirry
Penerbit: Mizan
Terbit: 2015
Halaman: 344 Halaman
Irwan Amrizal
kapan abdullah bapaknye mati membuktikan kalo mamad cuma politikus penepu. ha...7x
knape begeto? karna mamad memberikan 3 jawaban atas pertanyaan yang sama. Kapan bapak ente mati?
1. Abdullah meninggal ketika istrinya sedang mengandung Muhammad,
2. ia meninggal ketika Muhammad berumur sekitar 28 bulan.
3. ia wafat ketika Muhammad berumur tujuh bulan,
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...