purchase books written by me.

purchase books written by me.
harga buku Rp. 21.000,- atau US$ 7.00

Thursday, December 15, 2016

Taktik ‘Gila’ Jokowi Pimpin Indonesia dan ‘Bajingan’ Ahok Pimpin DKI Jakarta

Taktik ‘Gila’ Jokowi Pimpin Indonesia dan ‘Bajingan’ Ahok Pimpin DKI Jakarta

INDONESIA BANGKIT

Selasa, 17 Mei 2016,
JAKARTA, ARRAHMAHNEWS.COM – Gegap gempita percaturan politik di Indonesia mengalami perubahan signifikan pasca naiknya Jokowi menjadi presiden dan Ahok menjadi gubernur DKI Jakarta, begitu banyak trik dan intrik politik yang dilakukan oleh partai-partai yang berseberangan dengan mereka berdua, bukan hanya itu saja beberapa politikus juga gerah, karena dua orang ini mengobrik-abrik tatanan politik di Indonesia, dan para aktifis serta media juga dibuat kalang-kabut. Keajaiban demi keajaiban terjadi di negeri tercinta ini. Tidak satupun menyangka bahwa sosok Jokowi bisa mengendalikan Indonesia, dan sosok Ahok bisa mengendalikan DKI Jakarta, bagi para politikus ini mungkin sebuah musibah politik, namun bagi rakyat mungkin ini sebuah berkah yang sudah lama dinantikan.
Asaaro Lahagu menulis sebuah opini di Kompasiana tanggal 16 Mei 2016, yang menjelaskan tentang sepak terjang dua tokoh heboh Indonesia Jokowi dan Ahok, serta bagaiman Singapura ketar-ketir, berikut tulisannya:
Ketika Jokowi ‘Gila’ dan Ahok ‘Bajingan’, Skenario Singapura atas Indonesia Gagal
Naiknya Jokowi menjadi RI-1 adalah sesuatu yang ajaib (miracle). Tak banyak pihak yang yakin jika Jokowi berhasil menjadi Presiden. Menjelang Pilpres 2014 lalu, Singapura, negara-negara Eropa dan Amerika, sangat yakin bahwa Prabowolah yang menjadi penguasa Indonesia selanjutnya. Prediksi itu membuat Singapura lebih banyak diam, kurang agresif dan enggan ikut ‘bermain’ di Pilpres 2014 lalu.
Taktik ‘Gila’ Jokowi Pimpin Indonesia dan ‘Bajingan’ Ahok Pimpin DKI Jakarta
Dalam strategi dan kebijakan politik luar negeri Singapura, Indonesia diprediksi hingga sepuluh tahun ke depan, tidak akan banyak berubah. Dalam analisis para pengambil kebijakan politik negeri Singa itu, Prabowo tidak akan mampu membuat terobosan baru untuk memajukan Indonesia. Hal itu karena orang-orang di sekitarnya dan lebih-lebih para elit pendukungnya, adalah orang-orang lama yang terbiasa dengan gaya hidup priyayi dan akrab dengan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Jika keadaan Indonesia seperti itu, maka Singapura tetap jaya dan posisinya sebagai number one pengendali ekonomi ASEAN tak tergoyahkan dan tanpa takut disaingi oleh Indonesia. (Baca juga: Denny Siregar dan ‘Perang Besar’ JOKOWI)
Selama ini, Singapura sangat nyaman dan menikmati kemakmuran yang setara dengan negara Barat. Salah satu penyebabnya adalah karena kebodohan negara tetangganya, Indonesia. Kendatipun Singapura adalah negara yang miskin sumber daya alam, namun berkat kelihaiannya, Singapura berhasil keluar sebagai negara maju dengan pendapatan perkapita $ 40.000 dollar per tahun. Sekarang Singapura dikenal sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di dunia, pusat bisnis, pusat teknologi dan tempat penukaran mata uang asing terbesar ke empat di dunia dan menjadi negara yang terkenal inovatif dan efisien dalam pengelolaan ekspor dan pariwisata. Penduduk yang menetap di Singapura, sebagian kaum eksekutif elit dari berbagai perusahaan multinasional kelas dunia.
Bagi kaum kaya dan para pejabat Indonesia, Singapura adalah surga belanja, berobat dan jalan-jalan. Ada 2,5 juta wisatawan Indonesia dari total 15 juta wisatawan yang disedot oleh Singapura setiap tahun. Para pejabat dan orang-orang kaya Indonesia menjadikan Singapura sebagai tujuan wisata luar negeri yang utama. Mereka umumnya tinggal di hotel-hotel mewah atau tinggal di apartemen dan kondominium yang telah mereka beli. Fakta menunjukkan bahwa sepertiga pemilik property di Singapura adalah orang Indonesia.
Singapura dalam dua dekade terakhir telah berhasil menyulap berbagai perguruan tingginya menjadi yang terkemuka di dunia. Hal itu membuat 20 ribu pelajar Indonesia memilih menempuh studi di berbagai universitas Singapura. Selain itu, Singapura telah berhasil menyulap berbagai rumah sakitnya menjadi pusat pengobatan terkemuka di Asia. Hal yang kemudian membuat ratusan ribu masyarakat Indonesia berbondong-bondong ke Singapura setiap tahun untuk berobat. Berkat kemajuan peralatan navigasinya, Singapura berhasil memperdayai Indonesia untuk menguasai zona terbang  yang mencakup wilayah Indonesia. (Baca juga: Di Tangan Jokowi Indonesia Bangkit, Singapura Ketar-ketir)
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, 50% pasien asing di Singapura berasal dari Indonesia. Itu berarti bahwa duit Indonesia terus mengalir ke Singapura tiap tahun. Karena Singapura sangat melindungi para investornya, maka tak heran jika  ada 4 ribu triliun Rupiah duit WNI diparkir di sana, termasuk aset para koruptor. Bagi Singapura yang tidak mempunyai sumber kekayaan alam, aset koruptor yang disimpan di negaranya merupakan investasi penting. Itulah sebabnya Singapura tidak pernah mau menandatangi perjanjian ekstradisi para koruptor dari negerinya ke Indonesia. Situasi politik yang kurang stabil di Indonesia, justru diinginkan dan akan dimanfaatkan betul oleh Singapura. Jika terjadi huru-hara yang mengerikan di Indonesia, pasti tujuan pertama WNI untuk menyelamatkan diri adalah Singapura.
Selain karena letak geografisnya yang dekat dengan Indonesia, juga tingkat keamanan super tinggi yang dijamin oleh pemerintah Singapura. Fakta-fakta pesta pora Singapura ketika Indonesia dilanda krisis dapat dilihat dari sejarah kelabu Indonesia tahun 1998. Ketika Indonesia dilanda krisis 1997-1998, Singapura benar-benar untung besar di tengah penderitaan Indonesia ketika itu. Pada saat itu, Singapura berhasil menjarah aset-aset Indonesia yang kemudian mendatangkan keuntungan luar biasa bagi negeri itu. Aset-aset Indonesia yang berhasil diembat oleh Singapura antara lain, Telkomsel, Indosat, BII, Bank Danamon, dan lain-lain. Lewat Bank Internasional Indonesia (BII), Singapura untung Rp 8,15 triliun karena menjual sahamnya ke Maybank senilai Rp 13,5 triliun. Padahal  ketika Temasek membeli BII pada tahun 2003, Temasek hanya mengeluarkan modal Rp 2,2 triliun. Hal yang sama dengan bank Danamon. Nilai jual bank Danamon sekarang sudah mencapai Rp 50 triliun. Padahal ketika Temasek membelinya pada tahun 2003 lalu, hanya senilai Rp 3,08 triliun. Tentu saja Singapura sangat girang  jika Indonesia bangkrut, karena akan menambah duit WNI yang tersimpan di perbankannya. Kesuksesan Singapura mempecundangi Indonesia pada krisis tahun 1998 itu, dicoba diulangi kembali pada tahun 2015, ketika Jokowi telah menjadi RI-1.
Singapura kembali mencoba untuk menggoyang perekonomian Indonesia dengan berbagai cara. Salah satu ekonom ternama Nanyang Business School Singapore, Lee Boon Keng, melempar isu menakutkan dengan mengatakan bahwa bahwa nilai tukar rupiah bisa ambruk hingga Rp 25 ribu/dolar AS jika Federal Reserve mulai melakukan normalisasi kebijakan moneternya. Pernyataan Lee Boon Keng itu, kemudian menimbulkan kekhawatiran di masyarakat Indonesia. Di bulan Juli-Agustus 2015, masyarakat Indonesia ramai-ramai membeli dollar Amerika. Akibatnya, nilai tukar Rupiah berhadapan dengan dollar pada akhir September 2015 hampir menyentuh angka Rp. 15.000 Rupiah per dollar. Nah keadaan inilah yang diinginkan Singapura. Jika Indonesia bangkrut, lalu warga kaya Indonesia akan khawatir dan dipastikan terus memarkirkan dananya ke Singapura. Aksi busuk yang dilakukan Singapura tidak hanya sekali saja seperti yang dilakukan oleh Lee Boon Keng di atas. Pada 17 Juni 2015, Business Times, koran milik Strait Times yang dikelola pemerintah Singapura secara terang menurunkan sebuah artikel berjudul ‘Indonesia, Malaysia at risk of repeating 1997-98 meltdown”. (Baca juga: Denny Siregar: Tax Amnesty Senjata Ampuh Terbaru Jokowi Sikat Penilap Pajak)
Isinya kurang lebih menegaskan bahwa Indonesia bersama Malaysia akan mengalami krisis parah seperti pada tahun 1998. Jelas isu ini sengaja dilempar dengan motif ekonomi. Karena jika Indonesia terkena krisis, Singapura bisa kembali berpesta-pora menjarah aset-aset Indonesia yang luar biasa dan vital itu. Skenario Singapura untuk kembali membangkrutkan Indonesia di tahun 2015, ternyata gagal berkat kejelian, keuletan dan optimistis besar Jokowi. Singapura rupanya lupa bahwa Jokowi yang berhasil mengalahkan Prabowo, didukung luar biasa jutaan rakyat Indonesia dari dalam dan luar negeri. Saat Pilpres 2014 lalu, jutaan rakyat dilanda euforia gegap-gempita rela menggerakkan kaki-kaki mereka menuju kotak suara dan antre untuk memberikan suaranya kepada Jokowi. Daya pikat Jokowi sebagai ‘sang harapan baru’ (new hope) sebagaimana ditulis oleh majalah Times itu, adalah harapan baru rakyat Indonesia yang sudah lama dihina negara lain termasuk negara kecil Singapura.
Kini mereka ingin perubahan, ingin merubah nasib lewat seorang pemimpin ndeso yang merakyat, bersih dan punya impian besar ke depan. Kemenangan Prabowo yang sudah di depan mata pun, diambil alih secara heroik oleh Jokowi lewat konser dua jari di Senayan dan blunder kata ‘sinting’ Fahri Hamzah.  Sesaat setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden, maka saat itu juga maka perang heroik ala Jokowi mulai. Lewat ‘Jenderal’ wanita bermental baja, Susi Pudjiastuti, Jokowi langsung menghajar perusahaan-perusahaan ikan di Thailand, Singapura, Philipina, Singapura, China, Vietnam yang banyak bergantung pada hasil ikan Indonesia. Negara-negara itu sekarang menjerit. Hingga kini sudah lebih 700 kapal milik negara asing telah ditangkap dan ditenggelamkan oleh Menteri Susi. Jokowi melancarkan perang ‘gila’ yang bersejarah untuk menyelamatkan kekayaan alam Indonesia yang bernilai hampir 200 triliun per tahun dari pencurian ikan.
Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti
Wajar jika ada isu bahwa Menteri Susi mau disuap 5 triliun agar mau mundur dari kursi menteri kelautan. Integritas Menteri Susi pun telah meluluhlantahkan para mafia ikan di dalam negeri yang sebelumnya telah lama berpesta-pora atas hasil kekayaan laut Indonesia. Pun presiden Jokowi berani membubarkan Petral yang tidak efisien yang berkantor di Singapura, membekukan PSSI dan melawan berbagai mafia pangan. Ketertinggalan jauh Indonesia dari Singapura semakin melejit semangat ‘gila’ Jokowi untuk memacu pembangunan infrastruktur. Jokowi kemudian secara masif membangun jalan kereta api, jalan tol, jalan negara, tol laut, pelabuhan udara dan laut. Dibangunnya infrastruktur yang menghubungkan seluruh pulau-pulau besar di Indonesia jelas  akan membuat geliat  perekonomian Indonesia kembali lancar. (Baca juga: Belajarlah dari Ibu Susi, Sang Negarawan yang Berperawakan Sederhana)
Biaya-biaya akan banyak terpangkas, waktu bisa lebih diperkirakan dan jauh lebih efsien yang dampaknya ekonomi akan berkembang. Dalam impian Jokowi, jika waktu bongkar muat (dwelling time) sudah setara efisiennya dengan Singapura, maka goyahlah perekonomian negara itu. Ketika efisiensi bongkar muat tercapai dan setara dengan Singapura saja, maka bisa dipastikan julukan pelabuhan di Singapura sebagai pelabuhan tersibuk akan pelan-pelan pudar. Selain itu, ketika infrastruktur pada sektor pariwisata selesai, maka wisatawan luar akan banyak tersedot ke Indonesia yang kaya akan budaya sementara Singapura mulai pudar yang miskin budaya. Kemudian dalam hitungan tahun ke depan, Jokowi akan kembali mengambil alih penguasaan zona terbang yang sekarang dikuasai oleh Singapura.
Jokowi jelas geleng-geleng kepala dan tidak habis berpikir, mengapa Indonesia setiap kali terbang di wilayah sendiri harus lapor ke otoritas penerbangan Singapura. Ini jelas benar-benar telah menginjak injak harga diri bangsa. Gebrakan hebat Jokowi dalam membangun infrastruktur, membasmi dan menghukum gantung para pengedar narkoba dan melawan para koruptor mulai menunjukkan hasil. Lewat berbagai kebijakan memangkas birokrasi yang mempermudah investasi, Indonesia kini menjadi idola baru didunia investasi dan bukan lagi singapura. Sebagai tindak lanjut dari julukan idola itu, Jokowi sekarang terus menyiapkan Bandar udara Soekarno Hatta dengan melipatgandakan kapasitasnya, membuka berbagai pelabuahan udara lain berskala dunia. Pelabuhan laut khusus barang Sei Mangke bertaraf internasional di Sumatera Utara, adalah salah satu upaya menyaingi Singapura di selat Malaka. Ketika ekonomi Indonesia bangkit, maka akan diikuti oleh kekuatan militer yang hebat.
Jika militer Indonesia kuat, maka bangsa lain seperti Singapura dan Malaysia tidak lagi memandang remeh Indonesia. Sekarang, dengan anggaran yang masih minim, Indonesia sudah bisa menjadi negara dengan kekuatan militer terkuat di ASEAN dan urutan terkuat nomor 12 di dunia. Bisa dibayangkan jika Undang-undang Tax Amnesty jadi disahkan, maka ada kemungkinan duit WNI sebesar 4.000 Triliun di Singapura dan 11,4 ribu Triliun di seluruh dunia akan kembali ke Indonesia. Itu jelas  akan membuat pertumbuhan ekonomi dalam negeri melonjak tinggi di atas 12%, mengalahkan India dan Cina. Sepak terjang Jokowi di kancah nasional, terus diikuti oleh Ahok di ibu kota Jakarta. (Baca juga: #DennySiregar dan Jurus ‘Mabuk’ Jokowi Pusingkan Lawan dan Kawan)
Ahok jelas tidak keberatan ketika ada sebuah buku berjudul: “Ahok Sang Pemimpin Bajingan” karya Maksimus Ramses Lalongkoe dan Syaefurrahman Al-Banjary menjuluki Ahok dengan julukan ‘bajingan’. Dalam buku itu, dibeberkan bagaimana Ahok sebagai pemimpin ‘bajingan’ dalam tanda petik menjadi pemimpin para bajingan-bajingan di Jakarta. Gaya Ahok dalam memimpin ibu kota Jakarta memang luar biasa. Ia sama sekali tidak mengenal takut untuk menggusur pemukiman kumuh di atas tanah negara, melawan para preman, PKL liar, melawan anggota DPRD yang korup dan menegakkan aturan. (Baca juga: GEGER.. Gara-gara AHOK Partai Politik, Aktifis, dan Media Sosial Jungkir Balik)
Ahok dengan kegilaannya dan ‘kebajingannya’, berusaha membangun Jakarta menyaingi Singapura. Impian Ahok untuk mendirikan Rumah Sakit Kanker di Sumber Waras terus menggebu walaupun terus ditentang oleh lawan-lawan politiknya. Jelas dalam menata wilayah Jakarta, Ahok memang harus gila dan harus ‘bajingan’. Kelompok-kelompok yang selama ini nyaman berpesta-pora atas uang APBD Jakarta terus menembak dan menyerang Ahok. Padahal misi besar Ahok-Jokowi adalah menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota standar dunia (the world class city). Impian untuk membangun Giant Sea Wall di Teluk Jakarta agar Jakarta tidak tenggelam menjadi misi paling besar Ahok. (Baca juga: TELAK! Dokumen Ini Mematahkan Tuduhan BPK kepada Ahok Terkait Sumber Waras)
Jika impian itu menjadi kenyataan dalam hitungan tahun ke depan, maka Jakarta akan menyaingi Singapura dengan segudang fasilitas standar dunia. Kelak, jika semuanya sudah ada di Jakarta, maka rakyat Indonesia tidak perlu lagi berobat ke Singapura, tidak perlu studi ke sana karena kualitas yang sama ada di sini. Impian gila Jokowi menjadikan Indonesia negara maju bukan hanya mimpi atau isapan jempol. Pada tahun 2030 mendatang, Indonesia sangat berpeluang menjadi negara tujuh besar kekuatan ekonomi dunia mengalahkan Jerman dan Inggris. Berdasarkan riset the economist 2012, Indonesia diramalkan akan menjadi salah satu negara maju dengan pendapatan perkapita 24 ribu dollar As perkapita pada tahun 2050. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 lalu sebesar 4,8 persen,  menjadi salah satu indikator bahwa negara ini memang sedang tumbuh. Bila Indonesia berhasil membangun infrastruktur jalan darat dan laut, berhasil mengelola sumber daya alam dengan efisien, maka Indonesia di mata dunia adalah masa depan. Sebuah investasi yang menarik dan menguntungkan dan akan berperan sangat besar di kawasan.
Nah inilah yang menakutkan Singapura. Jelas bukan sekarang, tetapi 5-20 tahun lagi. Singapura jelas ketakutan jika kejayaannya hilang sebagai pengendali perekonomian di kawasan ASEAN. Jelas  jika semua telah dimiliki oleh  Indonesia, maka peta penguasaan ekonomi ASEAN bahkan sampai Asia Pasifik akan berada di tangan Indonesia. Maka tak heran jika Singapura mulai berpikir keras bagaimana menina-bobokan Indonesia. Para agen-agen intelijen Singapura terus sibuk berpikir dan sibuk mengeluarkan dana besar untuk membeli pejabat-pejabat yang bisa dibeli supaya melemahkan pemerintahan yang ada. Mereka juga mempunyai koneksi LSM-LSM lapar di Indonesia yang bisa berteriak keras yang terus menyerang pemerintahannya. Singapura berani untuk melemahkan Indonesia karena negara kecil ini dibekingi oleh sekutunya Amerika dan Inggris. Singapura pun belajar dari Israel  di Timur-Tengah yang mampu mendikte negara-negara tentangganya.
Caranya, Indonesia terus diganggu dengan menghidupkan isu-isu sektarian, teroris dan radikalisme melalui dana-dana yang disalurkan di berbagai LSM dan ormas-ormas. Singapura bekerjasama dengan Barat akan terus  berupaya agar Indonesia terus ribut, berantem, lemah dan kehabisan energi. Dengam begitu Indonesia sulit fokus memajukan perekonomiannya. Indonesia seperti sejarahnya pada masa lalu, sibuk berkelahi, bertengkar dan lupa membangun bangsanya. Itulah sebabnya pemerintahan Jokowi terus melempar isu bangkitnya PKI. Itulah salah satu cara melawan isu-isu sektarian dan radikalisme yang mungkin ikut dilancarkan oleh bangsa lain. Padahal sebenarnya isu PKI itu hanya taktik pemerintah untuk menghajar ormas-ormas yang berbaju keagamaan. Selama ini pemerintah sulit membubarkan ormas-ormas atau berbagai organisasi itu karena mereka memakai agama sebagai tamengnya. Maka cara menghajarnya adalah melempar isu komunis kepada ormas-ormas itu  sehingga pemerintah punya cara untuk menekuknya atas nama ideologi juga. (Baca juga: Denny Siregar dan Siasat Pemerintah Sikat Kelompok Anti Pancasila-NKRI)
Jika isu-isu sektarian itu berhasil dipadamkan pemerintahan Jokowi, maka pemerintah akan fokus membangun tanpa gangguan. Maka ketika saya melihat etos kerja Jokowi dan Ahok yang luar biasa dalam membangun bangsanya 1-2 tahun ini, saya akan berani menyebut keduanya ‘gila’ dan ‘bajingan’, dalam tanda petik. Jika kedua orang itu sudah ‘gila’ dan ‘bajingan’ dalam membangun bangsa ini, maka kepada yang lain, diharapkan bangun dari tidur. Jangan hanya terus mengutuki kebodohan, kemiskinan, kemelaratan dan kehinaan bangsa ini.
Bangunlah dari tidurmu yang panjang, Singapura sedang mengintai bangsa anda. (ARN)

Wednesday, December 14, 2016

Kesaksian Anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Tentang Kebobrokan HTI


Harist Abu Ulya, salah satu tokoh HTI yang dianggap provokator oleh Ujang, sehari-hari menggunakan produk kapitalisme.

Benteng NKRI, Bogor. Pada minggu lalu (2/6/2016) saya sholat dzuhur di masjid kampus Institute Pertanian Bogor (IPB). Sambil menunggu teman yang akan menjemput saya ke tempat kos-kosannya, saya duduk di serambi masjid. Ketika saya sedang sibuk mengirim pesan WhatsApp kepada teman saya, tiba-tiba seorang mahasiswa duduk di dekat saya.

Kami berkenalan dan mahasiswa tersebut bernama Ujang (bukan nama sebenarnya).
Mahasiswa tersebut kemudian mengajak saya ngobrol ke sana kemari. Awalnya kami sekedar basa basi dan ngobrol tentang asal usul dan kegiatan kami sehari-hari. Namun akhirnya kami ngobrol masalah politik yang sedang menjadi bahan pembicaraan di negeri ini.Slah satu pembicaraan kami adalah mengenai lika-liku kelompok Islam radikal.

Ujang mengaku bahwa dia masih aktif di salah satu ormas Islam yang terkenal, yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Akan tetapi, dia juga menyatakan keinginannya untuk keluar dari HTI.  

Ketika saya tanya mengapa dia tertarik bergabung dengan HTI, dia menjawab bahwa dulu dia tertarik dengan kampanye HTI untuk menegakkan khilafah Islamiyah. Lalu, ketika saya tanya lagi mengapa dia ingin meninggalkan HTI, dengan panjang lebar dia menjelaskan alasannya seperti ini.

Menurut Ujang, khilafah Islamiyah yang digembar-gemborkan oleh HTI hanyalah sekedar barang dagangan yang dijual HTI untuk mengeruk keuntungan dari para anggotanya.

Dengan jualan isu khilafah Islamiyah, para pemimpin HTI berhasil meyakinkan para anggotanya untuk menyumbangkan uang kepada HTI.  Sayangnya, uang tersebut tidak digunakan untuk kesejahteraan umat Islam secara keseluruhan, akan tetapi hanya digunakan untuk memperkaya para para pemimpin HTI.

Ujang selanjutnya menuturkan, bahwa dia sudah muak dengan kemunafikan yang dipertontonkan oleh para pemimpin dan anggota HTI. Misalnya, mereka mengatakan bahwa demokrasi adalah suatu bentuk kekafiran. Akan tetapi, mereka sendiri justru mengamalkan demokrasi dengan banyak melakukan demo-demo.

Ujang menambahkan, kalau HTI memang sungguh-sungguh menentang demokrasi, seharusnya HTI mengharamkan kegiatan demonstrasi. Rupanya, HTI sengaha aktif melakukan demo agar HTI banyak mendapatkan publikasi media. Nah, publikasi media inilah yang kemudian mereka pakai untuk menarik sumbangan dari para donatur. Mereka ingin membuktikan bahwa mereka telah melakukan kegiatan. Jadi, tujuan dari semua kegiatan demo HTI adalah semata-mata untuk mendapatkan uang dari para donaturnya. HTI tidak sungguh-sungguh ingin memperjuangkan kepentingan umat Islam. 

Ujang pun mengkritisi sikap HTI yang plin plan dan tidak konsisten. Di satu sisi, HTI sering mengkritik kapitalisme dan neoliberalisme serta menyalahkan kapitalisme dan neoliberalisme atas semua permasalagan yang melanda umat Islam.

Ironisnya, selama ini para pemimpin dan anggota HTI justru memenjadi agen-agen kapitalisme dan neoliberalisme. Mereka banyak menggunakan dan mempromosikan produk-produk kapitalisme dan neoliberalisme dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Bukan saja mereka menggunakan gadget-gadget buatan kaum kapitalis dan neoliberalis, bahkan di dalam kegiatan kaderisasi mereka, mereka juga mencontoh model kaderisasi kaum kapitalis dan neoliberalis. Misalnya, mereka menyebarkan paham-paham radikal mereka melalui internet dan media elektronik lainnya.

Ujang juga menjelaskan bahwa selama ini para tokoh HTI menjadi provokator dan dengan aktif mengadu domba kaum Muslimin Indonesia dengan pemerintah Indonesia yang sah.

Ujang mencontohkan, ketika para tokoh HTI berbicara di depan komunitas radikal (misalnya: para anggota Islamic State/ISIS), mereka mengatakan bahwa pemerintah Indonesia adalah pemerintahan kafir yang harus diganti/dilawan. Akan tetapi, ketika para tokoh HTI berbicara di depan para pejabat Indonesia, mereka mengatakan bahwa HTI tidak menentang pemerintah Indonesia dan HTI ingin membantu pemerintah menumpas kelompok radikal.

Nampaknya HTI sengaja ingin memprovokasi kelompok radikal agar mereka melakukan aksi-aksi teror melawan pemerintah. HTI juga ingin membuat pemerintah sibuk membasmi kelompok radikal agar pemerintah tidak melibas keberadaan HTI.

Di samping itu, para tokoh HTI juga sering mengajak kelompok radikal lainnya untuk berjihad (melakukan aksi-aksi serangan) melawan pemerintah, akan tetapi para tokoh HTI sendiri tidak berani berjihad.

Pada akhir pembicaraan kami, Ujang mengatakan bahwa dengan segala kemunafikan HTI ini, HTI pasti tidak akan berhasil membodohi kaum Muslimin Indonesia. HTI sudah pasti akan gagal dalam menjalankan bisnis/jualan khilafah Islamiyahnya di Indonesia. (BNKRI-069).   

Persaingan 4 Khilafah di Indonesia, Siapa Pemenangnya? HTI apa ISIS?


Dai HTI pun menjadi warga Khilafah Facebookiyah. Photo contributed by Muslim Media News.

Bemteng NKRI, Jakarta. Setelah menerbitkan tulisan mengenai kebobrokan HizbutTahrir Indonesia (HTI), redaksi bentengnkri.com banyak mendapatkan teror dan ancaman dari anggota-anggota HTI. Semua ancaman dan terror tersebut tidak lantas membuat kami takut memberitakan kebenaran.

Dengan tujuan untuk mencerahkan para pembaca sekalian, maka berikut ini kami turunkan sekelumit tulisan mengenai persaingan HTI dalam memperebutkan khilafah di Indonesia.

Pada saat ini, selain berjuang keras untuk merekrut umat Islam Indonesia menjadi anggota HTI, sejatinya para pemimpin dan anggota HTI juga bekerja keras menyingkirkan para pesaing bisnis khilafahnya. Setidaknya ada tiga pesaing HTI di Indonesia dalam kompetisi perebutan khilafah ini. 

Dengan demikian, sesungguhnya pada saat ini, terdapt empat khilafah yang bertarung untuk menguasai Indonesia pada khususnya, dan dunia pada umumnya.

Keempat pelaku bisnis khilafah di Indonesia tersebut adalah HTI, Khilafatul Muslimin, Islamic State dan yang keempat akan disebutkan serta dibahas pada bagian akhir tulisan ini.

Pertama adalah khilafah versi HTI, yang sudah kita bahas pada tulisan mengenai kebobrokan HTI. HTI sendiri sebenarnya menginduk pada organisasi internasional Hizbut Tahrir (HT) yang didirikan oleh Taqiuddin al Nabhani di Yerusalem, Palestina pada tahun 1953. Pada saat ini, HT dipimpin oleh Ata Abu Rashta, yang menjadi khalifah bagi HTI sejak 13 April 2003.

Kedua adalah khilafah versi Khilafatul Muslimin (Khilmus), yang didirikan oleh Abdul Qodir Hasan Baraja’, sang khalifah Khilmus (1997-sekarang).  Abdul Qodir Hasan Baraja’ menyampaikan maklumat tentang pendirian khilafahnya keseluruh dunia pada 18 Juli 1997. Kemudian pada Kongres Mujahidin I Indonesia di Yogyakarta pada  5-7 Agustus 2000 dia juga membacakan kembali maklumat pendirian Khilmus. Saat ini markas Khilmus berada di Lampung dengan wilayah kekuasaannya yang utama di Provinsi Lampung dan Nusa Tenggara Barat.

Ketiga adalah khilafah versi Islamic State, yang terakhir kali dideklarasikan pada 29 Juni 2014, dengan khalifahnya Abu Bakar Al Baghdadi yang bermarkas di Raqqa, Suriah. Di Indonesia, pusat kegiatannya yang utama tersebar di Jabodetabek dan Poso. Kita sebut saja di sini dengan istilah ISIS Indonesia. Istilah ini sudah akrab di telinga umat Islam Indonesia, meskipun para pendukung IS lebih suka menyebut diri mereka sebagai Anshor Daulah Indonesia (ADI) atau Jamaah Anshorul Khilafah (JAK) atau Anshorul Khilafah al Baghdadi.

Pada saat ini, di Indonesia yang kelihatannya paling terkenal adalah ISIS. Ketenaran ISIS ini jelas-jelas membuat HTI kebakaran jenggot. Oleh karena itu, mereka bersekongkol dengan kelompok-kelompok radikal anti ISIS seperti Jamaah Ansharus Syariah (JAS) untuk menyingkirkan ISIS di Indonesia.

Atas persekongkolan HTI tersebut, ISIS di Indonesia langsung menyatakan HTI sebagai musuh mereka dan mereka pun mengkafirkan para anggota HTI.

Sementara itu, sadar akan jumlah anggotanya yang sedikit, Khilmus memilih untuk menjalin aliansi dengan ISIS secara diam-diam untuk melawan HTI dan JAS. Karena kalau mereka lakukan secara terbuka, maka mereka akan dijauhi oleh masyarakat.

Yang menarik, ternyata kaum Muslimin Indonesia tidak berminat untuk membeli dagangan khilafah yang dipasarkan oleh ketiga penjual khilafah ini. Padahal, mereka sudah memasarkan daganganya di masjid-masjid, kampus-kampus dan kantor-kantor di berbagai daerah perkotaan serta pedesaan.

Bagi kaum Muslimin Indonesia (termasuk bagi semua anggota HTI, ADI/JAK dan Khilmus), khilafah keempat, yaitu Khilafah Facebookiyah, merupakan khilafah yang paling cocok untuk diterapkan di Indonesia.

Berikut ini adalah alasannya.

Dalam naungan khilafah Facebookiyah, kaum Muslimin dapat saling menjalin tali persaudaraan dan bahkan memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara mereka. Saudara atau teman yang lama tidak bertemu, dapat dipersatukan kembali. Sesama anggota ormas Islam, dapat berkumpul dalam jamaah-jamaah (group-group) Facebookiyah dan saling berbagi materi dakwah.

Sebaliknya, dalam genggaman khilafah HTI, ISIS dan Khilmus, orang tua dipisahkan dari anaknya dan sesama kaum Muslimin dipaksa untuk saling membenci dan mengkafirkan.

Di bawah kepemimpinan Sang Khalifah Mark Zuckerberg, seluruh kaum Muslimin Indonesia termasuk anggota HTI, ADI/JAK/ISIS dan Khilmus bersedia menjalankan syariat khilafah Facebook secara taat, bersama kurang lebih 1,2 milyar warga Khilafah Facebookiyah lainnya di seluruh dunia.    

Ketika khilafah HTI, ISIS dan Khilmus menerapkan suatu aturan, misalnya larangan untuk berdemokrasi kepada kaum Muslimin Indonesia, kaum Muslimin Indonesia dengan mudah menolaknya. HTI, ISIS serta Khilmus pun tak dapat berbuat apa-apa.

Sebaliknya, apabila seorang warga khilafah Facebookiyah (pengguna FB) melanggar aturan khilafah, maka warga tersebut akan dikenakan sanksi dengan tegas.

Misalnya, setiap warga dilarang terlalu sering mengirimkan permintaan pertemanan kepada orang lain yang tidak dikenalnya. Jika aturan ini dilanggar, maka para junud (tentara/admin) khilafah Facebookiyah akan meng-qishos (mematikan/menutup akun) warga tersebut.

Dan akibatnya, dia pun akan kehilangan statusnya sebagai warga khilafah Facebookiyah. Aturan ini dengan tegas diterapkan kepada siapa pun yang melanggar, tidak peduli dia berasal dari HTI, ISIS maupun Khilmus.

Itulah sebabnya, seringkali kita mendengar keluhan dari para anggota ISIS demikian: “Afwan akhy, FB ana di-qishos sama si Mark. Insya Allah, syahid!”

Dari uraian di atas, ternyata pemenang dari persaingan bisnis khilafah di Indonesia pada masa sekarang ini adalah khilafah Facebookiyah. 

Siapa sangka, anggota-anggota HTI, ISIS dan Khilmus yang selama ini sering mendeklarasikan diri sebagai pihak yang sangat anti Yahudi, sekarang justru hidup di bawah naungan seorang Mark Zuckerberg, sang khalifah yang beragama Yahudi. Dan mereka pun tetap menikmatinya, meskipun mereka tidak mau mengakui hal tersebut. 

Karena kemunafikan mereka inilah, maka mereka kalah dalam persaingan bisnis khilafah di Indonesia. (BNKRI-0611).

cuma orang ideot yang bilang mamad itu rahmatan lil’alamin

mamad disebut al-Quran sebagai “rahmatan lil’alamin” (menjadi ‘panutan kebaikan’ untuk seluruh alam).

PERTANYAANNYE SKARANG ADALAH APAKAH BENER SI  mamad itu rahmatan lil’alamin?

MARI KITA MENILAI MAMAD DENGAN HATI YANG BERSIH N JUJUR.

1. MAMAD YANG KAKEK2 KAWIN MA AISA YANG ANAK KECIL. ARTINYE APE? MAMAD PEDOPIL.
APAKAH PELAKU PEDOPIL ITU menjadi ‘panutan kebaikan’ untuk seluruh alam?

PEDOPIL MERUSAK KEBAHAGIAAN ANAK2 KECIL TAUK.

2. MAMAD NGEREBUT ZAINAB YANG MERUPAKAN BINI DARI ZAID, ANAK ANGKAT MAMAD SENDIRI.
APAKAH PEREBUT BINI ORANG ITU menjadi ‘panutan kebaikan’ untuk seluruh alam?

SEMUA ORANG JUGA TAU KALO TUKANG REBUT BINI ORANG ITU PERBUATAN TERCELA DAN HINA.

3. MAMAD MEMBUNUH SUAMI, BAPAK N KELUARGANYA TERUS KAWININ SI CEWE YAHUDI MALAM ITU JUGA. PADAHAL MAMAD AJARIN UMATNYE BUAT BENCI YAHUDI. 
APAKAH MEMBUNUH SUAMI, BAPAK N KELUARGANYA TERUS KAWININ SI CEWE YAHUDI menjadi ‘panutan kebaikan’ untuk seluruh alam?

SEMUA ORANG JUGA TAU KALO INI MERUPAKAN PERBUATAN YANG KEJI, JAHAT N BIADAB.

4. MAMAD MEMBAKAR MESJID SEHINGGA ORANG-ORANG YANG SOLAT DI DALAM MESJID MATI SEMUA.
APAKAH MEMBAKAR MESJID SEHINGGA ORANG-ORANG YANG SOLAT DI DALAM MESJID MATI SEMUA ITU menjadi ‘panutan kebaikan’ untuk seluruh alam?

SEMUA ORANG JUGA TAU KALO INI MERUPAKAN PERBUATAN YANG KEJI, JAHAT N BIADAB.

5. MAMAD MEMBUNUH SEMUA ORANG YANG MEMBUAT PUISI UNTUK MENGKRITIKNYA.
APAKAH MEMBUNUH SEMUA ORANG YANG MEMBUAT PUISI UNTUK MENGKRITIKNYA ITU  menjadi ‘panutan kebaikan’ untuk seluruh alam?

SEMUA ORANG JUGA TAU KALO INI MERUPAKAN PERBUATAN YANG KEJI, JAHAT N BIADAB.

6. MAMAD NGERAMPOK PARA SAUDAGAR KAYA.
APAKAH NGERAMPOK ITU menjadi ‘panutan kebaikan’ untuk seluruh alam?

SEMUA ORANG JUGA TAU KALO INI MERUPAKAN PERBUATAN YANG KEJI, JAHAT N BIADAB.

7. MAMAD MEMINTA TEBUSAN BUAT PARA TAWANAN PERANG.
APAKAH MEMINTA TEBUSAN BUAT PARA TAWANAN PERANG ITU menjadi ‘panutan kebaikan’ untuk seluruh alam?

SEMUA ORANG JUGA TAU KALO INI MERUPAKAN PERBUATAN YANG KEJI, JAHAT N BIADAB.

8. MAMAD MENJUAL TAWANAN PERANG SEBAGAI BUDAK.
APAKAH MENJUAL TAWANAN PERANG SEBAGAI BUDAK ITU menjadi ‘panutan kebaikan’ untuk seluruh alam?

SEMUA ORANG JUGA TAU KALO INI MERUPAKAN PERBUATAN YANG KEJI, JAHAT N BIADAB.

JADI BERDASARKAN 8 POINT DI ATAS MAKA JELASLAH KALO CUMA orang ideot yang bilang mamad itu rahmatan lil’alamin  

AMPE SINI JELAS?

KALO LO MUSLIM MAKA PASTI LO PROTES DE. KARNA OLO SENDIRI YANG BILANG mamad itu rahmatan lil’alamin. 

PAKE OTAK LO COY.

APA ADA YANG PERNAH DENGER SUARA OLO? GA ADA.

APA ADA YANG PERNAH LIAT OLO? GA ADA.

TERUS AYAT2 QORAN BERASAL DARI MANE? DARI MULUT MAMAD.

JADI MAMAD YANG NGARANG QORAN BUKAN OLO. HA...7X

KALO LO MUSLIM MAKA PASTI LO PROTES DE. KARNA OLO SENDIRI YANG TURUNIN AYAT LEWAT MALAEKAT JIBRIL KE MAMAD.

APA ADA YANG PERNAH DENGER SUARA JIBRIL? GA ADA.

APA ADA YANG PERNAH LIAT JIBRIL? GA ADA.
.
TERUS AYAT2 QORAN BERASAL DARI MANE? DARI MULUT MAMAD.

TAPI OLO N JIBRIL GA PERNAH ADA YANG DENGER SUARANYE.

SELAEN ITU GA PERNAH ADA YANG LIAT OLO N JIBRIL.

ARTINYE APE?

OLO N JIBRIL ITU PIKTIP KARANGAN SI MAMAD. HA...7X

MASA SEH TEPU2 KEK GINI LO GA BISA LIAT?

JADI MAMAD YANG NGARANG AYAT2 QORAN DENGAN BERSIKAP SEOLAH2 OLO N JIBRIL ITU ADA N IDUP. PADAHAL SEMUANYE, SI OLO N JIBRIL CUMA ADA DALAM CERITA SI MAMAD BIAR LO PERCAYA SAMA DIE.

AMPE SINI JELAS? HA...7X

JADI KALO LO MUSLEM MAKA MURTAD AJE NYOK DARE ESLAM. GETO AJE KOK REPOT. HA...7X

YBU AMEN.

NB: SUER DE. KALO LO GA MO MURTAD DARE ESLAM MAKA LO ITU IDEOT KARNA GUE DE BUKTIIN KALO OLO N MAMAD N JIBRIL ITU IDEOT. HA...7X

BUKTI DARE KEIDEOTAN OLO N MAMAD N JIBRIL, BISA DILIAT DI ARTIKEL2 DI BLOG INI. HA...7X

 



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...